Ransel
Seandainya beberapa waktu lalu anda secara tidak sengaja nyampe di mantan kampus saya, anda mungkin akan heran melihat banyak gadis-gadis yang menyandang ransel besar di punggung mereka. Gadis-gadis itu adalah mahasiswa teknik. Sebut saja, teknik sipil, teknik kimia, teknik elektro ato pun teknik mesin. Hampir setiap perempuan yang kuliah di teknik ini memakai ransel, paling feminim mereka memakai tas sandang yang berukuran besar. Bukan berarti mereka tidak tahu perkembangan mode tapi justru tuntutan kuliahlah yang membuat mereka harus berpikir realistis. Buku-buku yang tebal dan banyaknya tugas kuliah yang harus diselesaikan membuat mereka harus mengepaknya dalam suatu paket yang efisien. Jadilah ransel sebagai pilihan yang tepat.
Ransel biasanya digunakan anak-anak sekolah dan para backpacker. Ransel untuk backpacker biasanya lebih besar dan berwarna gelap (coba terka kenapa ? he..he..). Mereka mengemas semua item dalam satu tempat agar mudah dibawa. Pakaian, peralatan mandi dan semua dokumen dimasukan dalam ransel ataupun tas kecil yang dicangklong di pinggang. Pemakaian ransel sebagai tas efisien sampai sekarang masih melekat di pikiran saya. Semua buku dan dokumen yang diperlukan bisa langsung dimasukkan dalam satu wadah tanpa harus membawa tentengan lain. Lagi-lagi alasan efisien dan mudah menjadi alasan utama. Tidak akan ada masalah jika seandainya seorang juniorku tidak mengajukan pertanyaan ini
Kak, kenapa masih pake ransel ? Kakak khan udah eS Te ?
Nah, lho…trus gimana ?
About this entry
You’re currently reading “Ransel,” an entry on Heart of All
- Published:
- Agustus 13, 2008 / 3:04 am
- Category:
- fRoM tHe BoTtOm of My SeA
- Tags:
- backpacker, kampus, ransel


37 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]