Pengamat …
Juni 16th, 2010 § 23 Komentar
![]()
source pic from here
Observer alami….setiap orang rasanya punya bakat untuk menjadi pengamat bagi orang yang lain. Keragaman hidup dengan penuh corak warna akan menjadikan kita, mau tidak mau…suka tidak suka…akan mengamati apa-apa yang berada di sekitar kita.
Keperdulian akan menjadikan diri kita sebagai penyelamat, pahlawan, atau justru tukang gosip. Segala sesuatunya tergantung kepada pilihan kita. Ibarat menghitung kancing baju..atau hom pi-pa dalam permainan anak-anak. Tapi sekarang, pembedanya adalah..bahwa kita adalah seorang manusia dewasa yang tentu saja memikirkan segala sesuatunya dengan efek ‘sebab-akibat’ kecuali tentu saja jika kita terlalu ‘excited’ terhadap hal tersebut. he..he…
Aku ingat bagaimana aku kemudian [saat berjalan-jalan] memperhatikan siapa saja yang berada di jalanan…warna rumah dan terkadang secara tidak sadar aku justru melihat aktifitas yang ada di sekitar pekarangan rumah tersebut. Aku mengamati keluarga itu…hanya dari jauh, saat di waktu yang sama aku berada di atas bus yang sedang melaju atau justru saat aku berjalan kaki [barangkali karena itulah aku suka lupa arah jalan...he..he..].
Kehidupan yang kulihat dari jauh seakan menjadi sebuah micro living camera melalui mataku… Aku [terkadang secara tidak sadar] melakukan penilaian abstrak terhadap apa-apa yang terlihat oleh mata telanjangku…karena sebagai pengamat sambil lalu, aku tidak pernah tahu ada cerita apa dibalik kisah2 yang sebenarnya sedang berlangsung.
Karena akulah juri tunggal, segala sesuatunya akulah yang akan memberikan nilai tanpa perlu menerima tanggapan dari pihak manapun. Akulah sang observer, juri sekaligus pemberi piala…
Bukankah kita semua demikian ???
Kita melihat sebuah kejadian…kemudian menilainya…dan parahnya kita juga yang menjad pen-distributor kejadian-kejadian itu. Ada kalanya, menjadi obeserver yang pasif diperlukan…agar api kecil yang muncul tidak menjadi besar dan membakar rumah sendiri. Tapi, di satu sisi..ada baiknya menjadi gas methane yang menjadi penyulut pencari kebenaran…Semuanya tergantung pada timing , efek sebab-akibat dan efek lanjutan dari setiap keputusan yang kita pilih, menjadi obeserver pasif atau aktif…
Tak heran…kata-kata ini menjadi begitu mujarab…
Bijaklah dalam bersikap….. ^_^
*Alhamdulillah…akhirnya saia memutuskan untuk publish lebih dini…memutuskan rantai hiatus yang kadang2 suka muncul…Mohon maklum kalo blog ini kadang kala menjadi begitu kalem..he..he..*
Salam Semangat !!
SEMANGAT…. yuuuk
dan sebuah tulisan yang bagus dan TIMELY! hihihi
EM
Terima kasih , mbak EM…
iya, nih..jadi semangat lagi..setelah beberapa waktu ini meng-hiatuskan diri..he..he..
semangat yaaaa
Perilaku suka mengamati sangat diperlukan untuk memperlancar pekerjaan saya mbak Put, hingga bisa dengan tepat memutuskan kapan harus memencet tombol rana dan merangkai seluruh elemen keindahan yang ada di depan mata…
smangaad put !
kadang kala kita memerlukan jeda dalam hidup,sesaat
dan menjadi pengamat itu emm..sering aku lakukan
sebagian besar dari kita adalah pengamat entah obyektif entah subyektif
pengamat amatiran itu sangat saya. hehe
yup, kita semua emang secara ngga langsung bisa dikatakan sebagai pengamat
Bijak dalam bersikap…jujur saya paling tidak bisa
wkkwkwkwkw………………….
halo mbak putri…..
Bener banget,tanpa sadar selama ini kita menjadi pengamat.Sesuatu yang kelihatannya sepele.Terima kasih telah mengingatkan.Salam kenal.Mampir ya di http://lukmanjack.wordpress.com/
Bener banget,tanpa sadar selama ini kita menjadi pengamat.Sesuatu yang kelihatannya sepele.Terima kasih telah mengingatkan.Salam kenal.Mampir ya di blog ku.
Biasanya, mereka yang mengamati baik-baik, lalu menjadikannya pengamat yang faham.. sedianya menjadi pelaksana yang bijak.. santun dalam bertutur, alus dalam tata kramanya..
saat sebuah konflik terjadi, pengamat berperan penting dalam memastikan proses damai berjalan sesuai dengan apa yang sudah digariskan.. memastikan kesepakatan itu dijalankan sesuai perjanjian..
Seneng udah bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat..dimanakita bertgas disini sebagaipengamat dari sebuah proses perdamaian di negeri orang.
..


Akhir-akhir ini malah sering melihat pengamat bola dadakan, yang sok pintar melebihi pemain bolanya..
..
Mengamati memang bagus, asal jangan cepat menilai..
..
Apakabar Put..?
Semoga sehat selalu..
Hayoo Teteup semangat ya..
..
Jadi pengamat yang baik aja, yang tidak menghakimi tanpa bukti yang kuat dan hanya berdasar pada hasil pengamatan sepihak
Semangkaaaaaaa… eh semangaaaat hehehehe…
bener mas
apa?? iya itu doang, what can i say??
*sok artis *
@edda
GanbaruZo!!!
@tukangpoto
barangkali kalo “tuntutan profesi” kasusnya agak beda kali, ya, mas ?? Tapi keprofesionalan seseorang tentu nya juga dituntut untuk bersikap bijak dalam menghadapi kasus tertentu..bukankah begitu ?
@harumhutan
Semangat, mbak Wien !!!!
he..he…
yupe…setiap kita adalah observer bagi yang lain..begitu juga kebalikannya..
@sunarnosahlan
Betul sangat, pak…
@dhila13
Pengamat amatiran yang bijak..bukan begitu, mbak dhila ?
@hellgalicious
Ya, hellga…
Kita sepakat tentang hal yang sama
@omiyan
Barangkali “pepatah itu” terasah melalui berbagai tempaan pengalaman kehidupan, ya, om..?
@ketawa, lucu, oby
Halaaaaaaooooooooo
kok ketawa cekikin, om ?
@lukmanjack
Salam kenal..
@domba garut
Senang dikunjungi oleh seorang ‘pengamat’ profesional…
Keobyektifan dan kejernihan berpikir memang diperlukan untuk menjadi seorang pengamat yang baik, ya, pak ?
@septarius

Aha….ada pengamat bola, ya ?
..
Kabar baik..alhamdulillah septa…..
Terima kasih sudah berkunjung…
..
@adin
Saia setuju…tapi adakalanya..kita tidak boleh berdiam diri saja disaat peran aktif kita diperlukan..
@Zanu Zawa
Semangaaattt!!
@ulan
he..he…
Iya, mbak… GPP
koreksi, lho, mbak…
saia ini bukan ‘mas-mas’ he..he..
salam,
itu gw banget dah he..he…
Ada dua aktivitas saat mengamati, visual yang bekerja and biasanya pikiranpun menceracau dengan sendirinya
Saya jadi pengamat Piala Dunia saja deh. Hehehe..
Termasuk blogger Puuut haha.. kerjaannya observasi topik : )
Sejarah membuktikan kejadian2 besar selalu diikuti oleh pelaku2 yang sebelumnya mengobservasi dengan cermat… contohnya Ogut : )… masih kenal dengan sang Bada2 itu?? hehe.. itupun hasil obervasi : )
Dalam hidup ini kita tidak hanya menjadi observer aja, Put. Kita juga menjadi interviewer, aktor, peneliti, dengan kadar dan kebutuhan yang sesuai ^^
sama mbak,,,
kita adl makhluk pengamat…
cumn perbedaannya, reaksi yg dilakukan setelah pengamatan itu