Bersabar… dan dengarlah
Juni 22nd, 2011 § 9 Komentar
Barangkali ada baiknya diam sejenak untuk mendengar kemudian baru bergerak untuk mengambil keputusan…
hufh… seharusnya aku seperti itu… walaupun untuk beberapa detik…demi mendengar suara operator provider kartu SIM ku berceloteh…
Ceritanya dimulai setelah aku terbangun di pagi hari. Dengan setengah malas aku mengetik sms, meminta tumpangan pada seorang teman labku. Sms gagal. Kucoba berulang kali… tapi masih gagal. Aneh! padahal semalam aku masih bisa sms.
‘Hm… barangkali ada masalah jaringan, kalo begitu beberapa waktu lagi sajalah aku sms’, pikirku menghibur diri. 10 menit dari jam biasa keberangkatanku, aku meng-sms teman sekali lagi. Masih gagal. Kemudian aku ganti haluan. Kali ini, aku mencoba menelponnya. Pulsaku masih cukuplah untuk sekedar MC. Tapi baru 1 detik koneksi mengudara yang terdengar malah suara operator. Segera kututup telpon. Aku sangsi. Jangan-jangan HP temanku itu mati. Aku beralih ke seorang teman lainnya yang juga serumah dengan temanku ini. Satu kali… dua kali… tiga kali…. sms-ku gagal.
OK….! Ku cek pulsaku. Tak berkurang se-sen pun.
Ku telponlah temanku ini…. Bukan nada dering sambungan yang terdengar tapi denting operator provider. Langsung ku tekan off.. maklum pulsa nge-pas2 ini bakal tersedot banyak dan aku tidak bisa meng-sms lagi. Kecurigaanku adalah… kedua hape temanku ini tidak aktif. Aku kemudian pasrah tidak dapat tebengan hari ini. Meski, harus kuakui rasa penasaran dan ketidakpuasanku menggantung-gantung. Kenapa bisa samaan gitu, ya.. tidak aktifnya ? Aku masih berpikir.
Sebuah ide tiba-tiba meluncur. Kali ini aku benar-benar menelpon mereka. Tahu tidak apa kata si operator? Begini katanya…
“This is your H**L**** service.. please top up to make more calls”.
![]()
source pic from here
Aku terdiam sejenak…. lalu perlahan nyengir garing….Ampun dah.. ternyata bukan hape kedua temanku itu yang tidak aktif… Tapi nomorku yang sudah tidak aktif masa berlakunya. Untuk memperpanjang masa aktif, aku harus mengisi pulsa terlebih dahulu.
Ckkk… ckkk… walaupun hanya perkara telpon dan pulsa, aku bisa melihat sisi positif kejadian ini. Jika aku lebih bersabar sedikit mendengar celotehan operator mungkin aku sudah bisa mengetahui permasalahan sebenarnya dari “kegagalan pengiriman sms” yang sebelumnya. Sebenarnya, sih…maksud pengecekan telpon dengan mendengar nada dering adalah untuk MC dan mendengar lebih lama nada dering operator bisa akibat ‘penyusutan’ pulsa. he.. he..
Hahahah …
So next time …
saya akan menjalankan iips ini …
Bersabarlah … dan dengarlah …
(soalnya saya sering seperti kamu Poet …)(ngakudenganbangganya)
Salam saya
[...] Tulisan singkat ini terinspirasi dari Sahabat Lama Blog saya … Syelvia Putri atau Poetry … DISINI [...]
kalau kamu tinggal di Jepang Poet… bisa belajar bersabar karena mereka semuanya step by step…. Awalnya aku juga tidak bisa, tapi karena harus, ya begitu deh. Harus dengarkan sampai akhir.
Karena… tata bahasa bhs Jepang itu, kata kerjanya kan paling belakang. Tanpa mendengar seluruh kalimat, kita tidak tahu kata kerjanya apa
EM
pas cek pulsa bukannya biasanya dimunculin juga masa berlaku dan masa tenggangnya ya?
untung masa aktif kartu saya lama banget
Wah gak asik juga kalau kartu SIM nya begitu. Jadi gak bisa kontrol pulsa >.<
benarlah adegium bahwasanya sabar senantiasa berbuah manis.
pelajaran emang datang dari sumber apa saja walaupun itu mesin penjawab otomatis operator :p
Hehehe. Lucu juga kejadiannya. Tetapi kejadiaan ini memang terjadi karena berangkat dari cara berpikir. Frame selama ini selalu mengatakan: kalau sampai suara operator mesin itu terdengar, bakal menyedot pulsa, maka harus lekas-lekas dimatikan. Padahal, justru di situlah jawaban semuanya berasal