Ketika Mata dan Senyum bertemu

Juli 2nd, 2011 § 7 Komentar

“Long time no see….” ia menyipit kemudian tersenyum…ups salah, yang benar.. ia tersenyum sehingga kedua matanya menyipit :D

Ia melihat padaku. Aku membalas senyumannya dan menanyakan kabarnya. Ia kemudian berjalan menghampiriku sambil menjawab pertanyaan yang aku ajukan. Senang sekali bertemu pria muda itu. Barangkali karena senyumnya menunjukkan bahwa ia memang benar-benar kangen dengan suasana lab ??? *he.. he.. bener, gak, ya ?* ato setidaknya senyumnya terasa tulus..  :mrgreen:    

Aku pernah menulis tentang senyuman dan aku terkadang menilai ketulusan seseorang dari senyuman yang mereka lontarkan. Senyuman dari mata mereka… *cie.. cie… gayaku weiceh… :D . Pendapat orang banyak yang sering mengatakan bahwa mata adalah jendela hati seseorang seakan menjadi sebuah indikator pembenaran. Ketika kita merasa sedang ‘baik’, hati kita cenderung bisa merasakan mana yang benar-benar tulus dan perbuatan mana yang dibuat-buat. Kombinasi dari mata dan senyuman dapat menunjukan kedua hal itu.

Ketika aku melihat senyum seorang balita, aku melihat seluruh komponen di wajahnya bergerak. Mulai dari mata, bibir, pipinya. Semuanya tertarik ke atas. Terus terang… hatiku luruh melihat senyum bocah itu. Senyum yang muncul  di wajah setiap bayi dan anak kecil menggerakkan seluruh otot-otot wajah mereka. Kebahagiaan yang terpancar dari senyuman mereka bisa dirasakan dengan sangat hangat oleh ibu mereka, ayah, nenek-kakek.. bahkan tetangga yang mengintip kehidupan mereka dari balik jendela. Hal ini yang membuat ku cukup sependapat dengan ramuan mata dan senyum tersebut. Pria dan wanita adalah bayi dan anak kecil yang mendewasa dengan organ-organ biologis mereka namun ruh mereka, jiwa mereka adalah satu.  Sehingga tidak lah aneh, jika seorang mendewasa dengan jiwa yang sama seperti ketika mereka masih dalam buaian dahulunya.

 

 

.

source pic from here                                        

   Tersenyumlah dari hati…karena ketulusan dan kebahagiaan hati tak pernah bisa dibohongi dalam pancaran mata… 

§ 7 Responses to Ketika Mata dan Senyum bertemu

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ketika Mata dan Senyum bertemu at Heart of All.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.