<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Heart of All</title>
	<atom:link href="http://syelviapoe3.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syelviapoe3.wordpress.com</link>
	<description>GUtten Tag...! Genki DeSu... GUtBatsai...Always.... :)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Oct 2009 04:17:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='syelviapoe3.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/807759c18b167ff00444dc4115845bcd?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Heart of All</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Resepsi</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/27/resepsi/</link>
		<comments>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/27/resepsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 04:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syelviapoe3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[reuni]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syelviapoe3.wordpress.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[
sumber pic: http://istockphoto.com

Apa menariknya dari menghadiri sebuah resepsi pernikahan ?

Ada !….dan daya tariknya banyak sekali…Makanan gratis yang terpajang di setiap angkringan, menarik minat siapapun tetamunya. Rumbai-an pelaminan, dekorasi yang apik bagai wisata ‘mata ketakjuban’ bagi para hadirin yang datang. Doa-doa yang terucap seakan menambah kebahagian yang terpancar dari para mempelai. Indah bahagia tak terperikan.
Ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=837&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3><img class="alignnone" src="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/3924974/2/istockphoto_3924974-ring-bearer-pillow-with-wedding-rings.jpg" alt="" width="254" height="380" /></h3>
<p><em>sumber pic: <a href="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/3924974/2/istockphoto_3924974-ring-bearer-pillow-with-wedding-rings.jpg">http://istockphoto.com</a></em></p>
<blockquote>
<h3><em>Apa menariknya dari menghadiri sebuah resepsi pernikahan ?</em></h3>
</blockquote>
<p>Ada !….dan daya tariknya banyak sekali…Makanan gratis yang terpajang di setiap angkringan, menarik minat siapapun tetamunya. Rumbai-an pelaminan, dekorasi yang apik bagai wisata ‘mata ketakjuban’ bagi para hadirin yang datang. Doa-doa yang terucap seakan menambah kebahagian yang terpancar dari para mempelai. Indah bahagia tak terperikan.</p>
<p>Ini adalah resepsi ke-sekian yang kudatangi. Dua tahun belakangan aku memang mulai diberi undangan. Mulai dari senior, sejawat bahkan junior-juniorku memberi ‘kartu cantik’ itu. Ahad siang mulai menjadi agenda tersendiri, menghadiri resepsi pernikahan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Ada satu hal menarik yang kucermati setiap kali diriku datang ke sebuah resepsi pernikahan. Silaturahim…jika aku boleh meng-istilah-kannya dalam bahasa kekinian, bisa dikatakan dengan reuni…Yupe, <strong>reuni </strong>!!</p>
<p>Ketika aku menghadiri resepsi senior, junior dan teman-teman semasa SMU atau pun kuliah, aku sering bertemu muka [kembali] dengan teman-teman yang sudah lama tak bersua. Kami tinggal di kota yang sama, tapi hampir tak pernah bertemu…Dahsyat, bukan !?!</p>
<p>Seperti kali ini…aku diundang oleh salah seorang kenalan untuk menghadiri resepsi pernikahannya. Hingga kemudian, aku bertemu dengan seorang teman lama yang kebetulan adalah teman satu sekolah si empunya hajatan. Kami berjanji untuk pergi bersama. Beberapa jam sebelum waktu yang dijanjikan, temanku itu, sebut saja namanya Nuri, menelponku dan mengatakan bahwa ia akan pergi bersama teman-teman satu sekolahnya dan ia juga mengajakku ikut serta dalam rombongan. Aku, dengan pede-nya menyetujui ajakan Nuri. Tak terpikir olehku akan bergabung bersama orang-orang yang tak kukenal. Syukurlah diantara rombongan yang totalnya 6 orang itu [tidak termasuk diriku, tentu saja], ada dua orang yang kukenal, Nuri dan Ena.</p>
<p>Sebuah metoda perkenalan yang unik menghampiriku, seorang teman Nuri yang lainnya berbaik hati membonceng diriku, Dan di atas sepeda motor matic yang melaju kami berkenalan, singkat namun cukup padat he..he…</p>
<p>Memasuki acara resepsi yang lumayan ramai, karena setiap tamu datang bergantian. Resepsi pernikahan di kota kami memang di desain untuk  bersifat ‘continu’. Tamu dipersilahkan mencicipi hidangan, bersalaman dengan mempelai dan berfoto bersama secara bergantian. Barangkali agak berbeda dengan di daerah lain, dimana para tamu juga diminta hadir saat upacara adat pernikahan berlangsung. Di beberapa kota di provinsi kami, upacara adat biasanya berlangsung dengan dihadiri oleh kerabat dan handai tolan [tidak keseluruhan tamu undangan]</p>
<p>Kami, rombongan ini, datang dengan memakai sistem ‘continu’ tadi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  . Setelah mencicipi hidangan, aku melihat-lihat dekorasi pernikahan, menghitung jumlah angkringan dan melihat wajah-wajah tamu yang datang. Tetamu itu…tak seorangpun yang ku kenal baik. Teman-teman kampusku justru datang lebih awal, hingga kami hanya bertemu di gerbang gedung. Berha-ha, Hi-hi, sebentar kemudian saling menanyakan kabar dan….bubar.</p>
<p>Aku sudah nyaris bosan karena aktifitas ku tak lebih dari duduk, memainkan hape dan memandangi jam tangan. Saat aku hendak memanggil temanku, Nuri yang sedang ngobrol bersama temannya. Aku terpandang seraut wajah cantik yang familiar..Ku pandangi terus…dan aku tersenyum…mencoba berdiri dengan pede dan memanggil namanya…..</p>
<p>“Bu Raudati……?” pastinya suaraku seperti MC kehilangan mood ngobrol. Si ibu, yang juga memandangiku berhenti…mencoba mengingatku dan…Kusalami tangannya</p>
<p>“Putri, Bu….Angkatan 2002….”</p>
<p>“Aaaaaaa….Putri..apa kabar ? Dimana sekarang ?” si Ibu, guru bahasa Inggrisku saat masih di kelas dua SMU…Sudah 7 tahun lebih tak bertemu…</p>
<p>“Di kampus, bu….” Kupikir ada rasa haru menyelinap dalam nada suaraku.</p>
<p>“Jurusan apa ?”</p>
<p>“Teknik Kimia, bu….” Si ibu tersenyum hangat….kami berpandangan…Aku surprise saat si Ibu memegang wajahku dan berkata…</p>
<p>“Kamu berubah….”</p>
<p>Aku hanya tersenyum…</p>
<p>“Ibu tambah cantik….” Erghhhhhhhh….senyum Bu Raudati semakin merekah…</p>
<p>Tak terlukiskan…tak terbayangkan…sungguh !!</p>
<p>Di tengah resepsi seorang kenalan yang tidak satu SMU denganku, aku justru bertemu dengan guru bahasa Inggris favoritku semasa SMU. Subhanaallah !!!</p>
<blockquote><p>Ku pikir..ini adalah salah satu ‘kecemerlangan’ sebuah resepsi pernikahan….<strong>reuni dadakan</strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syelviapoe3.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syelviapoe3.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syelviapoe3.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syelviapoe3.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syelviapoe3.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syelviapoe3.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syelviapoe3.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syelviapoe3.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syelviapoe3.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syelviapoe3.wordpress.com/837/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=837&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/27/resepsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/867c87e626901055118fd6412585defe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Putri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/3924974/2/istockphoto_3924974-ring-bearer-pillow-with-wedding-rings.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>UR ScienTech Expo 2009</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/21/ur-scientech-expo-2009/</link>
		<comments>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/21/ur-scientech-expo-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 02:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syelviapoe3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[recently course]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syelviapoe3.wordpress.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Semingguan ini kampusku punya gawe-an besar. Setelah beberapa hari sebelumnya, fak. Teknik mengadakan Family Day, ajang setiap UKM dan HMJ &#8216;memamerkan&#8217; diri, pihak Universitas pun mengadakan UR ScienTech Expo. Pembukaannya sendiri telah dilakukan pada hari Minggu, 18 Oktober 2009 berlokasi di Rektorat kampus UR. Heboh ? pastinya, sih&#8230;apatah lagi katanya band Cokelat ikut hadir untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=812&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_820" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-820" title="Welcome to UR" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/welcome-to-ur1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Welcome to UR ScienTech Expo 2009" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Welcome to UR ScienTech Expo 2009</p></div>
<p>Semingguan ini kampusku punya gawe-an besar. Setelah beberapa hari sebelumnya, fak. Teknik mengadakan Family Day, ajang setiap UKM dan HMJ &#8216;memamerkan&#8217; diri, pihak Universitas pun mengadakan UR ScienTech Expo. Pembukaannya sendiri telah dilakukan pada hari Minggu, 18 Oktober 2009 berlokasi di Rektorat kampus UR. Heboh ? pastinya, sih&#8230;<span style="text-decoration:line-through;">apatah lagi katanya band Cokelat ikut hadir untuk menyemarakkan suasana, </span><strong>ralat, eui</strong> ternyata band CoKelatnya bakal datang saat Closing Ceremony. Tapi suasana hebohnya itu sendiri baru kurasakan pada hari  Senin kemarin, 19 Oktober 2009. Aku dan adikku mampir &#8217;sebentar&#8217; ke sana untuk melihat kesemarakkan UR ScienTech Expo.</p>
<p>Begitu masuk, di bagian kiri pameran terdapat sederetan kain hitam memanjang untuk mading-mading perlombaan. Tampaknya ada lomba mading untuk anak-anak SMA, temanya gak jauh-jauh ama tema UR Expo tahun ini: Science and Technology.</p>
<p>Memasuki stand-stand yang tersebar di kiri kanan jalan, beberapa mahasiswa, <em>yang berfungsi sebagai humas-nya kali, ya</em>?, berdiri dan sibuk menarik perhatian pengunjung yang datang. Ada segerombolan anak-anak sastra Jepang berpakaian kimono berdiri dan ber-aksi. Sakura artifisial pun nangkring di pojokkan.</p>
<div id="attachment_828" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-828" title="19-10-09_1541" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/19-10-09_15412.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Stand Teknik yang ramai dikunjungi" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Stand Teknik yang ramai dikunjungi</p></div>
<div id="attachment_829" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-829" title="19-10-09_1543" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/19-10-09_15432.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Promosi..promosi ..he.he.." width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Promosi..promosi ..he.he..</p></div>
<p>Tapi, hari itu, stand yang ramai memang stand Teknik..<span style="color:#888888;"><em>*he&#8230;he&#8230;promosi, eui*</em></span> Dengan sebuah mobil jeep hijau  yang dengan gagahnya nampang di sana, mampu menarik perhatian pengunjung. Wah, sepertinya ini dia mobil listrik itu.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Lebih jauh ke dalam ada beberapa alat-alat yang diproduksi oleh mahasiswa-mahasiswa teknik UR. Berhubung saat itu rada rame-an, foto yang kujepret di stand teknik pun terbatas.</p>
<div id="attachment_830" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-830" title="19-10-09_1544" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/19-10-09_15442.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Pembangkit Listrik (ala kinetik)" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Pembangkit Listrik (ala kinetik)</p></div>
<div id="attachment_831" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-831" title="rxtr depolimerisasi biomassa swt" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/rxtr-depolimerisasi-biomassa-swt1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Reaktor depolimerisasi biomassa sawit" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Reaktor depolimerisasi biomassa sawit</p></div>
<p><img class="alignnone" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs218.snc1/8517_1159233499747_1195059775_30390741_595752_n.jpg" alt="" width="453" height="604" /></p>
<p>Selain stand-stand dari berbagai fakultas, ada juga stand berbagai barang elektronik mulai dari komputer ampe kamera, stand service motor ampe stand sepeda <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Sebagai hiburan, ada panggung musik untuk menyalurkan bakat.</p>
<p>Pendapatku tentang UR Expo kali ini lumayan, lah..meski terus terang aku lebih suka jika Expo ini diadakan di dalam mall seperti tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya masyarakat umum yang tadinya cuma mau belanja doang ke mall jadi tahu tentang &#8216;kehebatan&#8217; UR..he..he&#8230; *Peace to all Panitia <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> *</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syelviapoe3.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syelviapoe3.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syelviapoe3.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syelviapoe3.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syelviapoe3.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syelviapoe3.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syelviapoe3.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syelviapoe3.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syelviapoe3.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syelviapoe3.wordpress.com/812/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=812&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/21/ur-scientech-expo-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/867c87e626901055118fd6412585defe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Putri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/welcome-to-ur1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Welcome to UR</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/19-10-09_15412.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">19-10-09_1541</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/19-10-09_15432.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">19-10-09_1543</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/19-10-09_15442.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">19-10-09_1544</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/rxtr-depolimerisasi-biomassa-swt1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">rxtr depolimerisasi biomassa swt</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs218.snc1/8517_1159233499747_1195059775_30390741_595752_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hiking on The Earth</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/20/hiking-on-the-earth/</link>
		<comments>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/20/hiking-on-the-earth/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 17:17:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syelviapoe3</dc:creator>
				<category><![CDATA[fRoM tHe BoTtOm of My SeA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syelviapoe3.wordpress.com/?p=806</guid>
		<description><![CDATA[
sumber pic: http://istockphoto.com
Beberapa waktu yang lalu, para juniorku mengadakan hiking di hutan kampus. Sebagai senior yang dituakan [dan memang sudah angkatan teratas yang masih betah di kampus..he..he..], mereka mengajakku ikut serta. Sayangnya, jadwal hiking mereka berbenturan dengan janji-ku yang lain, dengan berat hati akhirnya aku pun tidak bisa bergabung bersama mereka. Hm&#8230;sebenarnya sudah beberapa tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=806&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone" src="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/6224526/2/istockphoto_6224526-fog-jungle.jpg" alt="" width="254" height="380" /></p>
<p><em>sumber pic: <a href="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/6224526/2/istockphoto_6224526-fog-jungle.jpg">http://istockphoto.com</a></em></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, para juniorku mengadakan hiking di hutan kampus. Sebagai senior yang dituakan [dan memang sudah angkatan teratas yang masih betah di kampus..he..he..], mereka mengajakku ikut serta. Sayangnya, jadwal hiking mereka berbenturan dengan janji-ku yang lain, dengan berat hati akhirnya aku pun tidak bisa bergabung bersama mereka. Hm&#8230;sebenarnya sudah beberapa tahun belakangan ini aku jarang ikut hiking. Hufh&#8230;hiking itu..emang meNYENANGkan&#8230;&#8230;&#8230;.he..he..</p>
<p>Pertama kali hiking waktu kelas 5 SD. Waktu itu ikut ekskul pramuka&#8230;hm, menurutku, sih, aktifitas kami saat itu lebih cocok dibilang &#8220;tracking&#8221; ketimbang hiking. Karena kami hanya menyusuri jalan-jalan kota sambil sesekali memecahkan sandi. Terus terang aktifitas yang keren saat kami nge-Track, <em>according to me off course</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , adalah memecahkan sandi&#8230;he..he..</p>
<p>Kalo yang benaran hiking adalah ketika kelas 2 SMU. Kami benar-benar masuk hutan&#8230;[he..he...]. Memang, ya..pengalaman pertama itu selalu berkesan. Hutan itu [yang sebenarnya hanyalah hutan tropik kampus biasa] kesannya begitu menyeramkan. Soalnya&#8230;ada banyak pohon berduri. Padahal jalannya becek gak karuan. Sandal gunungku saja sampai &#8216;menghilang sejenak&#8217; dalam lumpur tanah hingga kami mau tak mau harus berpegangan pada pohon-pohon berduri di kiri kanan jalan setapak saat berjalan melewati becekan. Terkadang melintas serangga terbang di atas kepala hingga tak jarang ada jejeritan kecil. Maklumlah anak SMU yang belum mengenal hutan memang agak gimana gitu&#8230; Tapi aku bersyukur..bahwa rekan se-timku adalah gadis-gadis tangguh yang kalem. Mereka tidak banyak berbicara meski kulit-kulit ular berjejeran di kiri kanan. Belum lagi ada jejak-jejak aneh yang membekas hingga digenangi air bekas hujan malam sebelumnya. Sarang laba-laba yang menjejar di pohon seakan menambah nuansa &#8216;hutan&#8217;. Awal-nya memang agak takut-takut..Apalagi setelah sandalku nyaris hilang..aku lebih khawatir ber-kaki ayam di sana ketimbang suasana dingin di hutan itu. Bukan apa-apa juga, sih&#8230;soalnya tanganku sudah habis kena duri..dan aku tak ingin kaki-ku pun ikut merasakannya..hiiiiiiii. Dan alangkah bahagianya kami semua saat melihat matahari&#8230;karena berjam-jam sebelumnya hanya bisa melihat rindangnya pohon dengan kanopi-kanopinya.</p>
<p>Pengalaman berikutnya lebih menyenangkan, memasuki hutan yang sama namun jalur hiking yang berbeda. Kali ini sudah bisa mengantisipasi setiap hal. Tidak lagi berpegangan pada pepohonan tapi pada tongkat kayu yang sengaja dicari di sepanjang perjalanan. Memakai sepatu kets agar tidak lepas-lepas saat masuk ke lumpur atau pun mendaki. Tidak lupa membawa sapu tangan dan air minum untuk bekal perjalanan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Memasuki hiking ke-tiga, sesuatu yang luar biasa terjadi. Kali ini jalur yang diambil memang memutar dan harus memasuki dua hutan. Herannya sudah beberapa kali penjelajahan, kelompok yang aku bimbing [di hiking kali ini, giliran aku yang jadi kakak pembimbingnya] bersama seorang senior lainnya, merasa tidak menemukan jalur penjelahan yang sebenarnya <strong>dengan kata lain</strong> kami ter<strong>sesat</strong>. Adik-adik itu sudah kelelahan, matahari pun sudah mulai tegak di atas kepala. Persediaan air minum kian menipis. Terdengar nada-nada keluhan. Namun, beberapa diantara mereka optimis kami bakal keluar hidup-hidup&#8230;Aku juga yakin kami selamat&#8230;[Insyaallah]. Meski sinyal susah dan seorang seniorku harus berlari ke sana kemari untuk mencari sinyal. Ternyata panduan dari depan pun tidak begitu memuaskan.Akhirnya si kakak nekad, menerobos hutan untuk mencari jalan keluar. Namun sebelumnya dia sempat berdiskusi denganku dan seorang kakak pembimbing lain [yang juga seniorku].</p>
<p>&#8220;Di seberang sana itu khan waduk, bener, gak ?&#8221; si kakak menunjuk ke arah tenggara. Ia menatap kami berdua. Sementara aku dan seniorku yang lain ikut menatap ke sana.</p>
<p>Aku mengangguk lemah, tak pasti.</p>
<p>&#8220;Kita tunggu kelompok lain aja, deh&#8230;&#8221;kata seniorku yang lain.</p>
<p>&#8220;Masalahnya, ada kemungkinan yang lain juga tersesat&#8230;&#8221;ujar si kakak. AKu terbelalak..ha ? Kok bisa??</p>
<p>&#8220;Apa gak ada yang ikut survei, kak ?&#8221; tanyaku</p>
<p>&#8220;Ada..masing-masing pembimbing sudah ikut survei kemarin. Kayaknya jalurnya ada yang pake&#8230;ada beberapa tanda yang sama. Sepertinya dipake sama kelompok hiking lain juga&#8230;&#8221;</p>
<p>Kami saling pandang&#8230;.</p>
<p>&#8220;Rasanya dulu, waktu Putri hiking di sini&#8230;gak sebegitu rumit..&#8221;ucapku [yang terus terang sama sekali gak membantu]</p>
<p>&#8220;Hutannya gak begitu banyak, kak&#8230;&#8221; tambahku lagi&#8230;</p>
<p>&#8220;Iya..ini khan hutannya muter-muter aja&#8230;&#8221; si kakak kemudian membaca peta yang dibuat oleh tim survei.</p>
<p>&#8220;Biarlah kakak coba masuk ke hutan itu dulu&#8230;nanti kalo benar di sana waduk..kakak balik lagi ke sini untuk menjemput kalian&#8230;&#8221;putus si kakak yang nekad ingin menerobos hutan seorang diri. Aku menatap si kakak dengan tatapan bangga. Subhanaallah..beraninya ia&#8230;</p>
<p>&#8220;Hati-hati, ya, kak&#8230;.!&#8221; hanya itu yang mampu kami ucapkan sembari terus berdoa agar si kakak segera kembali.</p>
<p>Dan, sungguh&#8230;.sebuah kebaikan besar&#8230;Kami benar menemukan posko terakhir. Yang berarti jalan keluar..kami merdeka dari padang sabana yang berada di tengah-tengah hutan. Si kakak ..melalui hape kemudian memberitahu seniorku yang ada bersama kami bahwa jalan yang ia tempuh memang benar adalah jalan keluar. Kami mulai bergerak dan segera bertemu dengan si kakak yang sedang dalam perjalanan menjemput kami. Subhanaallah..sungguh sebuah kebahagiaan tak terkira. Aku senang..kakak-kakak seniorku juga senang terlebih lagi para junior-junior yang berada bersama kami.</p>
<p>Di posko terakhir, kami menyelojorkan kaki, mengambil nafas dan saling memandang sambil tersenyum&#8230;Yang membuatku tak habis pikir adalah, aku sudah melewati hutan itu tiga kali, tapi masih bisa belum mengenali keadaan hutan itu dengan baik&#8230;Sungguh, tak bisa dipandang sebelah mata&#8230;</p>
<p><em>*Ditulis sambil diingat-ingat&#8230;memori yang sungguh tak terlupakan<br />
</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syelviapoe3.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syelviapoe3.wordpress.com/806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syelviapoe3.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syelviapoe3.wordpress.com/806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syelviapoe3.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syelviapoe3.wordpress.com/806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syelviapoe3.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syelviapoe3.wordpress.com/806/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syelviapoe3.wordpress.com/806/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syelviapoe3.wordpress.com/806/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=806&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/20/hiking-on-the-earth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/867c87e626901055118fd6412585defe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Putri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/6224526/2/istockphoto_6224526-fog-jungle.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Komunal</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/17/komunal/</link>
		<comments>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/17/komunal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 01:20:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syelviapoe3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[fRoM tHe BoTtOm of My SeA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syelviapoe3.wordpress.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[
sumber pic: http://istockphoto.com
Rombongan pria-pria muda itu membentuk barisan tak teratur, berjalan beriringan sambil menertawakan sesuatu. Tak ada yang aneh dengan sikap mereka kecuali bahwa mereka mengenakan almamater biru terang dengan sematan pita merah di lengan kiri atas. Mereka adalah mahasiswa teknik mesin angkatan baru. Mahasiswa-mahasiswa baru yang berkelompok, mencari teman-teman yang sehobi, sependapat bahkan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=800&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone" src="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/3127471/2/istockphoto_3127471-togetherness.jpg" alt="" width="380" height="224" /></p>
<p><em>sumber pic: <a href="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/3127471/2/istockphoto_3127471-togetherness.jpg">http://istockphoto.com</a></em></p>
<p>Rombongan pria-pria muda itu membentuk barisan tak teratur, berjalan beriringan sambil menertawakan sesuatu. Tak ada yang aneh dengan sikap mereka kecuali bahwa mereka mengenakan almamater biru terang dengan sematan pita merah di lengan kiri atas. Mereka adalah mahasiswa teknik mesin angkatan baru. Mahasiswa-mahasiswa baru yang berkelompok, mencari teman-teman yang sehobi, sependapat bahkan yang satu grup dalam kecerdasan.</p>
<p>Kelompok-kelompok ini tidak hanya bisa dilihat di kampus saja, tapi juga di setiap institusi pendidikan. Sepertinya adalah wajar bagi seumuran pelajar-pelajar sekolah ini untuk berada dalam komunitas yang seirama dengan kehidupan mereka. Berada dalam komunitas yang mereka senangi dan seiring sejalan dalam gaya hidup. Karena komunitas terkesan mempunyai benteng yang kuat, kokoh dan [ini yang paling penting] kesetiakawanan.</p>
<p>Tentunya kita tak heran saat melihat sekelompok geng motor menyerang  geng motor yang lain, geng mobil yang satu ‘menghajar’ geng mobil yang lain [ini hanya sebagai contoh, jangan terlalu diambil hati <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ]. Mereka ‘menyerang’ dalam satu kelompok karena kelompok membuat mereka kuat. Sama seperti pepatah persatuan yang sering didengung-dengungkan di sekolah, “Satu batang lidi dapat dipatahkan, tapi satu ikat lidi justru sangat sulit dipatahkan.”</p>
<p>Pengelompokkan ini bahkan sudah mulai terbentuk saat masih di sekolah dasar. Ada kelompok-kelompok anak-anak dengan kemampuan tertentu. Mereka tergabung karena kesenangan terhadap sesuatu, atau mungkin karena sering pulang bersama [sehingga terbentuk ‘geng pulang bareng’], atau kelompok yang terbentuk karena sama-sama tidak ‘menyenangi’ sesuatu. Hal ini biasanya cenderung terjadi sampai memasuki masa-masa perkuliahan. Tetapi, ketika perkuliahan mulai  berakhir, biasanya tiap-tiap individu akan mulai terpisah. Karena masing-masing akan mempunyai kehidupan yang berbeda. Tak heran, lama kelamaan setiap kita akan mulai individualis. Sehingga kita cenderung melupakan betapa kuatnya kita saat kita bersama-sama…<br />
<span style="color:#800000;"><em>Buat sohib-sohibku yang sekarang sedang berjuang di buminya masing-masing….A lot of love to all of you…</em></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syelviapoe3.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syelviapoe3.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syelviapoe3.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syelviapoe3.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syelviapoe3.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syelviapoe3.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syelviapoe3.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syelviapoe3.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syelviapoe3.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syelviapoe3.wordpress.com/800/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=800&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/17/komunal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/867c87e626901055118fd6412585defe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Putri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/3127471/2/istockphoto_3127471-togetherness.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menunggu…dan Menunggu</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/13/menunggu%e2%80%a6dan-menunggu/</link>
		<comments>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/13/menunggu%e2%80%a6dan-menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 01:17:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syelviapoe3</dc:creator>
				<category><![CDATA[fRoM tHe BoTtOm of My SeA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syelviapoe3.wordpress.com/?p=798</guid>
		<description><![CDATA[
sumber pic:http://istockphoto.com
Kami masih saja dengan sabar menunggu pria muda itu. Ia satu-satunya anggota kelompok yang berjenis kelamin pria di kelompok kami ini. Aku dan temanku saling pandang.
“Apa yang dikerjakan anak itu, sih ?” sungutnya. Kurasa ia mulai tak sabaran.
“Sabar…mungkin laporan yang harus diperbaiki banyak…”ucapku menenangkannya.
Aku, Mita,  dan Didi duduk di lobi Teknik yang sepi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=798&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone" src="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/7641510/2/istockphoto_7641510-financial-laptop-series.jpg" alt="" width="380" height="252" /></p>
<p><span style="color:#888888;"><em>sumber pic:<a href="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/7641510/2/istockphoto_7641510-financial-laptop-series.jpg">http://istockphoto.com</a></em></span></p>
<p>Kami masih saja dengan sabar menunggu pria muda itu. Ia satu-satunya anggota kelompok yang berjenis kelamin pria di kelompok kami ini. Aku dan temanku saling pandang.</p>
<p>“Apa yang dikerjakan anak itu, sih ?” sungutnya. Kurasa ia mulai tak sabaran.</p>
<p>“Sabar…mungkin laporan yang harus diperbaiki banyak…”ucapku menenangkannya.</p>
<p>Aku, Mita,  dan Didi duduk di lobi Teknik yang sepi penghuni. Ini sudah menjelang maghrib. Bahkan, para pemain sepak bola yang tadi riuh rendah di halaman depan sekarang sudah berangsur pulang. Kampus mulai sepi dan kami, para gadis ini, mulai merasa kesal.</p>
<p>“Kenapa pula dia susah dihubungi?” Tanya temanku yang lain. Diktat praktikum yang dibacanya sampai lusuh karena sudah terlalu sering dibolak-balik. Hari ini adalah hari respon sekaligus revisi laporan kelompok kami. Dosen pengampu yang menangani modul kami memang unik, seorang perfeksionis dan teliti. Ada saja yang salah dengan laporan yang dengan susah payah kami kerjakan. Maka ini adalah revisi yang kesekian kalinya.</p>
<p>“Anak itu khan gak punya hape….susah menghubunginya…”jawabku.</p>
<p>“Tadi aku udah menghubungi Dayat, teman se-kostnya, katanya dia lagi ngeprint laporan…”sahut Mita.</p>
<p>“Kita tunggu sajalah…”tambah Mita lagi. Mata kami selalu mengarah ke tembok kecil, perbatasan lingkungan teknik dengan masyarakat luar. Tembok yang selalu dilalui pria itu saat ia akan ke kampus.</p>
<p>“Kita sholat dulu aja-lah…Mudah-mudahan setelah magrib dia datang..”</p>
<p>Kami bertiga sholat di atas lantai dua gedung. Tidak ada yang menjaga pintu lobi teknik. Biasanya pada malam hari pintu itu ditutup. Dan kami sama sekali lupa bahwa ‘sudah saat’nya pintu lobi, tempat kami naik ke lantai dua, akan ditutup. Setelah salam, kami mendengar suara pintu besi digeret dan gerendel pintu yang digesekkan.</p>
<p>Spontan, Didi langsung berlari keluar ruangan dan berteriak dari balkon lantai dua, yang syukurnya bisa langsung terlihat dari lantai dasar.</p>
<p>“Pak…Pak !! Jangan dikunci..!! Kami masih ada di lantai dua !!!” teriaknya…</p>
<p>Si bapak melongok ke atas dan mendapati wajah keringatan Didi di balkon, berikut wajah Mita yang begitu selesai sholat langsung ngacir ke balkon, tepat di samping Didi.</p>
<p>“Kalian belum pulang?” Tanya si bapak dari bawah.</p>
<p>“Belum, pak…Sebentar lagi !” kali ini Mita yang menjawab.</p>
<p>“Tolong pintunya dibuka dulu, pak…”ucap Didi.</p>
<p>Si bapak mengangguk kemudian membuka kembali pintu lobi. Segeralah kami turun ke lantai dasar. Kembali menekuni aktifitas sebelumnya…<strong>menunggu</strong>….</p>
<p>Menjelang Isya, terdengar suara motor mendekat. Semakin lama semakin keras dan kemudian………..</p>
<p>“Hah…ini dia yang ditunggu-tunggu…Kemana aja, GI ??!!!”semprot Didi marah</p>
<p>“Sampai lumutan kami nunggu….!” Tambah Mita….</p>
<p>“Lama buat laporannya ?”tanyaku dengan nada yang ditahan-tahan karena emosi yang agak meluap.</p>
<p>Dengan tampang innocentnya ia cuma pias dan meminta maaf….</p>
<p>“Maaf, ya…Ternyata banyak yang harus direvisi…Makan waktu lama..”ucapnya merasa bersalah.</p>
<p>“Kenapa gak bilang? Khan kita bisa bantu…”Didi mulai reda rasa kesalnya. Barangkali ia juga merasakan rasa bersalah pria muda dikelompok kami ini.</p>
<p>“Ia..setidaknya bilang, dong, kalo bakal lama…Khan kita bisa pulang dulu sebentar..Ke tempat Didi dulu misalnya..”ujar Mita. Dari ketiga gadis dikelompok ini, hanya tempat kost Didi yang berada di dalam kawasan kampus. Sementara, tempat kost  Mita berada di luar kampus. Aku sendiri…? Rumahku jauh nun di kota sana. Sangat tidak mungkin pulang ke rumah dulu.</p>
<p>Sogi, satu-satunya pria di kelompok kami itu hanya menunduk…</p>
<p>“Maaf, ya ??”ujarnya meminta maaf dengan tulus..</p>
<p>“Sudahlah…yuk kita menghadap pak Dosen…Nanti makin malam, nih…!” ajakku.</p>
<p>Kami pun segera beranjak menuju lab tempat dimana dosen kami biasa ‘ngetem’.</p>
<p>‘Mudah-mudahan saja beliau masih ada di lab.’begitu harap kami dalam hati.</p>
<p>Dalam perjalanan menuju lab kukatakan pada Sogi,</p>
<p>“Lain kali, kalo diperkirakan laporan ini selesainya malam, tolong kasih tahu kami, ya…? Setidaknya jangan biarkan kami menunggu sampai begini malam..Kami ini khan perempuan.”ucapku pelan dengan suara ‘yang kuharap’ Mita dan Didi tidak mendengarnya. SOgi hanya menatap jalan dan mengangguk, kelihatan sekali kalo dia kelelahan dan merasa bersalah. Dan rasa kesal serta penat karena menunggu perlahan mulai menguap dari kepala kami.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syelviapoe3.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syelviapoe3.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syelviapoe3.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syelviapoe3.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syelviapoe3.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syelviapoe3.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syelviapoe3.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syelviapoe3.wordpress.com/798/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syelviapoe3.wordpress.com/798/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syelviapoe3.wordpress.com/798/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=798&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/13/menunggu%e2%80%a6dan-menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/867c87e626901055118fd6412585defe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Putri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/7641510/2/istockphoto_7641510-financial-laptop-series.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>NEBENG FULL</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/09/nebeng-full/</link>
		<comments>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/09/nebeng-full/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 11:52:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syelviapoe3</dc:creator>
				<category><![CDATA[recently course]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syelviapoe3.wordpress.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[
sumber: http://istockphoto.com
What kind of term is it ? Nebeng ini biasa diucapkan oleh anak-anak SMA, SMP, SD atau bahkan mahasiswa. Identik dengan ‘menumpang’ kendaraan, tak lebih tak kurang. Dan aku sungguh bahagia dengan ‘istilah’ ini. Kenapa ?   Karena aku termasuk dalam orang-orang beruntung yang memperoleh tebengan gratis, he..he…[Cobalah lihat betapa baik hatinya sobat-sobatku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=794&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone" src="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/8644479/2/istockphoto_8644479-riding-in-the-rain.jpg" alt="" width="380" height="255" /><br />
<span style="color:#888888;"><em>sumber: <a href="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/8644479/2/istockphoto_8644479-riding-in-the-rain.jpg">http://istockphoto.com</a></em></span></p>
<p><em>What kind of term is it ?</em> Nebeng ini biasa diucapkan oleh anak-anak SMA, SMP, SD atau bahkan mahasiswa. Identik dengan ‘menumpang’ kendaraan, tak lebih tak kurang. Dan aku sungguh bahagia dengan ‘istilah’ ini. Kenapa ? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Karena aku termasuk dalam orang-orang beruntung yang memperoleh tebengan gratis, he..he…[Cobalah lihat betapa baik hatinya sobat-sobatku itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   ]</p>
<p>Pertama kali diriku memperoleh tebengan adalah saat diriku masih SMU. Seorang teman berbaik hati bermaksud menebengkanku tatkala aku dalam perjalanan dari rumah ke sekolah. Namun, karena jarak dengan sekolah sudah begitu dekat maka akupun lebih memilih melanjutkan perjalananku.</p>
<p>Berikutnya, beberapa waktu kemudian, saat aku repot membawa begitu banyak buku dan tentengan, salah seorang kenalan mengizinkan diriku menaiki motornya.</p>
<p>“Naik, Put!” ajaknya ramah….</p>
<p>Seingatku, hari itu adalah hari Senin, hari dimana kami semua akan mengikuti upacara bendera. Merespon ajakan yang begitu menakjubkan itu, aku membalasnya dengan senyuman dan segera mendorong diriku duduk di atas motornya.</p>
<p>“Terima kasih…..Sering lewat sini, ya ?” dan ditengah desingan angin aku mencoba mengajaknya mengobrol. Sungguh masa-masa yang menyenangkan. Harus diakui, bahwa sebagai seorang penikmat ‘jalan kaki lebih sehat’ <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , aku lebih sering ditebengi. Dan karena jalur rumah-sekolah sering dilalui teman-teman, mereka pun tidak berkeberatan (kuharap demikian adanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   ) menumpangkan diriku. Betapa baik hatinya mereka. ..Hingga terkadang aku berharap masa-masa seperti itu terulang lagi saat aku di kampus (<em>Deuh..maunya..he..he..</em>)</p>
<p>Lalu, apakah semasa kuliah diriku masih mendapat tebengan ? Yupe..jawabannya MASIH. Aku sungguh bersyukur mempunyai teman-teman yang pengertian. Di saat harus menghadiri acara sampai kelewat sore, seorang teman bersedia mengantarku tepat sampai ke depan pintu rumah. Meski terkadang jarak rumahnya ke rumahku lumayan juga tapi berhubung kami sama-sama tinggal di kota (istilah yang biasa dipakai orang-orang yang tinggal di kawasan kampus untuk wilayah tempat tinggalku dan tempat tinggal gubernur <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ), hal itu sama sekali tidak memberatkannya (<em>Thanks to all my sisters</em>)</p>
<p><em>Should I be shame with it ?</em> Kurasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan ‘menebeng’. Tentu saja asal kita menaruh kepercayaan terhadap teman yang berbaik hati ‘menebengkan’ kita. Kupikir, selain mendatangkan pahala dan kebaikan buat orang yang memberikan tebengan, hal lainnya adalah memperat silaturahim. Karena kita bisa saling mengetahui rumah teman kita dan sekali waktu bisa berkunjung ke sana. Kebanyakan teman-teman kampus terkadang tidak mengetahui rumah masing-masing teman sekelas.  Dan hal ini terus terang semakin meningkatkan level bernama ‘individualisme’, cuek terhadap orang-orang di sekitar kita. Masuk akal-kah ? hm…dan satu lagi yang membuatku bersyukur adalah namaku tidak tercantum dalam list ‘nebengfull’ alias orang yang suka menebeng di <strong>Buku Kenangan</strong> SMU he..he….Itulah beruntungnya jika partner tebenganmu adalah sobat yang berbeda kelas… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syelviapoe3.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syelviapoe3.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syelviapoe3.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syelviapoe3.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syelviapoe3.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syelviapoe3.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syelviapoe3.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syelviapoe3.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syelviapoe3.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syelviapoe3.wordpress.com/794/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=794&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/09/nebeng-full/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/867c87e626901055118fd6412585defe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Putri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/8644479/2/istockphoto_8644479-riding-in-the-rain.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>REUNI LUMBA-LUMBA</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/03/reuni-lumba-lumba/</link>
		<comments>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/03/reuni-lumba-lumba/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 15:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syelviapoe3</dc:creator>
				<category><![CDATA[From FrIeNdS...]]></category>
		<category><![CDATA[recently course]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[lumba-lumba]]></category>
		<category><![CDATA[reuni]]></category>
		<category><![CDATA[sobat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syelviapoe3.wordpress.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Aku menunggunya, satu jam…di depan sebuah departemen store. Dan aku tak pernah tak sepakat dengan pendapat umum itu, “Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan..” Sambil membaca sebuah novel dan sesekali mataku menelisik ramainya jalanan, aku mencoba mengenali sobatku itu. Kami sudah lebih dari dua tahun tidak bertemu. Pertemuan ini hanya direncanakan beberapa jam sebelumnya. Ketika kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=785&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku menunggunya, satu jam…di depan sebuah departemen store. Dan aku tak pernah tak sepakat dengan pendapat umum itu, “Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan..” Sambil membaca sebuah novel dan sesekali mataku menelisik ramainya jalanan, aku mencoba mengenali sobatku itu. Kami sudah lebih dari dua tahun tidak bertemu. Pertemuan ini hanya direncanakan beberapa jam sebelumnya. Ketika kami sama-sama online di messenger, dan dia dengan cepat mengajakku ketemuan..untuk sore hari, karena esok malam ia akan kembali ke Padang. Berhubung suasana lab yang sepi dan kantin kampus tidak buka (he…he…), aku pun segera menghubunginya untuk mempercepat jadwal ketemuan kami.</p>
<p>Berhubung kampung tengahku sudah ‘bernyanyi’ lebih dari satu kali ‘lagu keroncong’, aku pun akhirnya makan siang terlebih dahulu sambil menunggunya. Sampai makan siangku tandas, ia pun belum datang. Akhirnya aku memutuskan pindah untuk nongkrong di departemen store di depan jalan raya.</p>
<p>Sekejap kulihat kibaran jilbab pink melambai, sosok itu belum berubah. Aku lebih dulu mengenalinya dari kejauhan dan ia pun kemudian tersenyum, tampaknya iapun segera mengenaliku dari atas jembatan penyebrangan Teuku Umar itu.</p>
<p>“Putri…..!” ia memanggil namaku dan merangkul diriku. Kyaa….serempak rasa bosanku lenyap…Gadis ini tidak banyak berubah, masih seperti dulu. Meski rada aneh melihatnya nge-<em>pink</em> begitu..he..he&#8230; Kemudian kami ngobrol…obrolan khas anak remaja…Kisah senior-senior sekolah kami yang sekarang sudah menjadi artis [kupikir semua anak sekolahku mestilah mengenal senior2 artis itu, apatah lagi anak-anak angkatan kami yang hanya berjarak setahun dengan mereka. Tapi jangan coba-coba menyebut namaku atau teman-temanku, besar kemungkinan mereka takkan ingat barang sebijipun]. Kisah sobat-sobat kami sampai hal-hal berat. Pembicaraan itu terus berlanjut sampai ke busway (sama dengan busway yang di Jakarta). Sobatku itu sengaja mengajakku naik busway karena diriku yang anak Pekanbaru tulen ini belum pernah naik busway…he..he..</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-786" title="081909113053" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/081909113053.jpg?w=240&#038;h=180" alt="081909113053" width="240" height="180" /></p>
<div id="attachment_788" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-788" title="busway" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/busway1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Gantungan di Busway" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Gantungan di Busway</p></div>
<div id="attachment_789" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-789" title="asli_busway" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/asli_busway.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Bagian dalam Busway" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Bagian dalam Busway</p></div>
<p>“Ci aja yang tinggal di Padang sudah bolak-balik naik busway, Put…”ujarnya tak percaya saat kukatakan aku belum pernah naik busway…dan aku cuma menanggapinya dengan cengiran..Mau bagaimana lagi, rute busway sama sekali tidak melewati kampusku. Aku lebih paham rute bus panam dari pada rute busway.</p>
<p>Sekian lama tak bertemu, kami malah membicarakan berbagai novel dan bagaimana hobi gadis itu bergeser. Ia malah gandrung nonton dorama sekarang, padahal dulu ia adalah pecinta sepak bola, Milanisti sejati. Dunia kerja menggeser hobinya sementara aku sama sekali gak berubah.</p>
<p>“Putri masih kayak mahasiswa….”katanya sambil nyengir…Aku hanya tertawa. Lah iya, aku khan pake ransel. Hampir setiap orang yang memanggul ransel jadi kelihatan seperti mahasiswa.</p>
<p>“Iya-ya ? he..he..aku khan masih ke kampus…Tapi gak pa-pa, khan, kalo aku pake ransel ke Atraksi Lumba-lumbanya?” jawabku seadanya. Aku tampil dengan pakaian santai plus ransel, maklum gak sempat mampir ke rumah. Sementara sobat lamaku itu tampil amat santai.</p>
<p>“Ya enggaklah…enggak pa-pa, kok…”Ia tersenyum. Langkah santai kami berakhir di sebuah gelanggang hiburan musiman. Ya, hari ini kami akan menonton atraksi lumba-lumba. Sobatku itu rupanya ingin mengenang masa kecilnya. Dan, berhubung aku juga belum pernah melihat lumba-lumba secara langsung (rasanya dulu semasa kecil aku pernah melihat bayangan lumba-lumba dari lajunya <em>speedboat</em> di laut lepas saat berlayar di Riau Kepulauan), aku pun menemaninya.</p>
<p>Dua ekor lumba-lumba berenang di sebuah kolam buatan yang beraroma kaporit. Aku bahkan sudah mencium aroma kaporit saat pertama masuk gelanggang itu. Menyaksikan dua makhluk cerdas itu berenang santai membuatku jadi berpikir tentang kehidupan si lumba-lumba. Hari ini sudah berapa kali mereka tampil? Lelahkah para makhluk ini ? Belum lagi peran tak penting seorang badut yang asyik menjatuhkan dirinya di lantai yang becek…Aku jadi miris…Huuh…entah kenapa, aku malah jadi tak bisa tertawa lepas seperti sobatku. Atraksi ringsang dan singa laut malah membuat syaraf-syarafku tegang. Mungkin benar, aku terlalu serius…harusnya aku bisa lebih santai&#8230;Di detik-detik akhir pertunjukkan, saat lumba-lumba beraksi, barulah aku mulai mengendorkan neuron-neuronku yang rasanya menegang. Sepertinya aku harus sering-sering bersantai…menjauh lebih jauh dari layar monitor.</p>
<div id="attachment_790" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-790" title="lumba2" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/lumba2.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Dolphin swim" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Dolphin swim</p></div>
<div id="attachment_791" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-791" title="singa laut" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/singa-laut.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Singa laut lagi atraksi" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Singa laut lagi atraksi</p></div>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-792" title="28-09-09_1727" src="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/28-09-09_1727.jpg?w=225&#038;h=300" alt="28-09-09_1727" width="225" height="300" /></p>
<p>“Dulu, waktu kecil Ci pernah dicium lumba-lumba..”cerita sobatku saat mata kami masih mengamati gerakan akrobatik si lumba-lumba.</p>
<p>“Bagaimana rasanya ?”tanyaku</p>
<p>“Seperti ditonjok..”</p>
<p>“Hah ?!”</p>
<p>“Sebenarnya gak sakit, sih..Cuma karena tiba-tiba, jadi rasanya seperti kena tonjok.” Jelasnya. Aku hanya mengangguk-angguk dan kemudian kembali menyaksikan pertunjukan si lumba-lumba.</p>
<p>Hari mulai gelap dan awan hitam sudah menggantung berat di langit. Pertunjukkan pun telah usai. Aku dan sobatku kembali bersalaman, kami berpisah. Karena rumahku dan rumahnya sama sekali tidak searah. Sayang sekali, reuni tahun ini hanya kami berdua. Padahal setahun yang lalu, aku dan keempat sobatku yang lain <em>hang out </em>bareng di sebuah mall (tahun lalu, sobatku ini tak bisa bergabung karena harus segera ngantor di Provinsi seberang). Kami ngobrol ngalor ngidul, seperti masa-masa SMU. Tak banyak berubah hanya saja ada topic pembicaraan baru, isu-isu yang nyerempet-nyerempet soal ‘masa depan’ mulai mengemuka. Sungguh, rindu rasanya bersama mereka…masa-masa sekolah rasanya selalu menyenangkan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syelviapoe3.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syelviapoe3.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syelviapoe3.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syelviapoe3.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syelviapoe3.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syelviapoe3.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syelviapoe3.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syelviapoe3.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syelviapoe3.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syelviapoe3.wordpress.com/785/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=785&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/10/03/reuni-lumba-lumba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/867c87e626901055118fd6412585defe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Putri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/081909113053.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">081909113053</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/busway1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">busway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/asli_busway.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">asli_busway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/lumba2.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">lumba2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/singa-laut.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">singa laut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syelviapoe3.files.wordpress.com/2009/10/28-09-09_1727.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">28-09-09_1727</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maryamah Karpov</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/09/30/maryamah-karpov/</link>
		<comments>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/09/30/maryamah-karpov/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 15:49:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syelviapoe3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[to share "Resensi"]]></category>
		<category><![CDATA[Andrea Hirata]]></category>
		<category><![CDATA[maryamah karpov]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syelviapoe3.wordpress.com/?p=783</guid>
		<description><![CDATA[
*Sumber Pic : http://masanam.co.cc/*
Tak dapat kupungkiri bahwa Maryamah Karpov adalah masterpiece-nya Pak Andrea Hirata. Sungguh menderu-deru hatiku saat membaca kata per kata yang tersaji dalam novel itu. Melayu sangat…! Mirip dengan apa-apa yang dulunya pernah diceritakan ibundaku. Tak jemu-jemu aku membolak-balik halaman, semata-mata untuk menikmati makna kata dan memahami kembali maksud kalimat itu.
Terus terang, sebelumnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=783&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone" src="http://masanam.co.cc/wp-content/uploads/2008/12/maryamah-karpov-laskar-pelangi.jpg" alt="" width="405" height="640" /></p>
<p><em><span style="color:#999999;">*Sumber Pic : <a href="http://masanam.co.cc/wp-content/uploads/2008/12/maryamah-karpov-laskar-pelangi.jpg">http://masanam.co.cc/</a>*</span></em></p>
<p>Tak dapat kupungkiri bahwa Maryamah Karpov adalah <em>masterpiece</em>-nya Pak Andrea Hirata. Sungguh menderu-deru hatiku saat membaca kata per kata yang tersaji dalam novel itu. Melayu sangat…! Mirip dengan apa-apa yang dulunya pernah diceritakan ibundaku. Tak jemu-jemu aku membolak-balik halaman, semata-mata untuk menikmati makna kata dan memahami kembali maksud kalimat itu.</p>
<p>Terus terang, sebelumnya aku sudah membaca tiga buah novel Pak Andrea, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor. Maka favoritku dahulu adalah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor…Namun setelah Maryamah Karpov ku-khatamkan, kupikir favoritku akan berubah, Laskar Pelangi (Novel ini tetap nomer satu buatku <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), Maryamah Karpov, Sang Pemimpi dan terakhir (tapi takkan berkurang sedikitpun kecintaanku pada karya beliau di novelnya yang ini) Edensor.</p>
<p>Laskar Pelangi menjadi nomer satu buatku, karena karya inilah yang membuatku berani menegakkan kembali mimpiku, harapanku akan pencapaian diriku sendiri. Mimpi yang akan menjadi penyemangat buatku untuk tidak memadamkan kobaran cita-cita.</p>
<p>Bagi Sobat yang sudah membaca Maryamah Karpov barangkali ada sensasi berbeda saat menelusuri kata demi kata novel itu. Begitu pun buatku….bagiku Maryamah Karpov lebih melayu daripada Laskar Pelangi ataupun Sang Pemimpi (aku tak bisa memasukkan Edensor dalam kategori melayu, karena pembahasaannya lebih meng-internasional).</p>
<p>Pertama kali membaca Maryamah Karpov aku seakan tersedot dalam komunitas melayu kepulauan, kampung ibunda tercintaku (meski latar belakang semua novel Pak Andrea adalah Melayu Belitong). Kampung yang selalu ia ceritakan pada kami di setiap waktu luangnya bahkan di sela-sela mati lampu. Benar pula kata Pak Gangsar Sukrisno, CEO Bentang Pustaka, yang menuliskan komen di cover belakang buku Maryamah Karpov ini bahwa Maryamah Karpov (dan karya-karya Pak Andrea yang lain) adalah <em>cultural literary non fiction</em>, yakni non fiksi yang digarap secara sastra berdasarkan pendekatan budaya (mantap sangat, eui bahasanya…<em><span style="color:#c0c0c0;">*Perkenankan diriku kutip, ya, Pak Gangsar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> *</span></em>).</p>
<p>Orang manapun, dari suku apapun, tatkala membaca novel-novel Pak Andrea barangkali akan segera menjadi seorang ahli sosiolog Melayu. Apatah lagi jika ia membaca Maryamah Karpov ini. Di awal-awal kisah, Pak Andrea mengupas habis <em>habit </em>orang-orang Melayu, namun dalam bahasa yang menarik. Menarik, karena jika berbicara tentang budaya…hanya ada dua jenis <em>impact</em> yaitu, menarik hati ataukah membuat kepala senewen karena istilah aneh ataupun peradaban <em>nyleneh</em>.</p>
<p>Yang membuatku bahagia adalah..ketika kampung ibuku, tempat tinggal Nyaiku (yang berarti keseluruhan areal Provinsi tempatku berpijak saat ini) muncul bertalu-talu di dalam Maryamah Karpov. Barangkali dulu tak ada yang tahu tentang Teluk Kuantan, Singkep, Bagan Siapi-Api, Bengkalis dan Tanjung Pinang…kupikir, tidak semua orang yang senang membaca mengetahui nama areal-areal ini, sekarang para pembaca novel akan mengenal areal ini. Wilayah kerajaan Melayu yang dahulunya kesohor sampai ke negeri Jiran (Sungguh, aku sama sekali tidak narsis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  !).</p>
<p>Hingga, yang paling ku kagumi dari Maryamah Karpov adalah pembahasaannya…tak lain tak bukan. Di samping, budaya Melayunya yang begitu kukenal, daya tarik lainnya adalah <em>science</em>. Sejak di Laskar Pelangi, Pak Andrea sudah sering memakai bahasa ilmiah untuk nama-nama tumbuhan, mungkin untuk memudahkan klasifikasi karena terkadang setiap daerah menjuluki nama yang berbeda untuk satu jenis tanaman. Menghujani para pembaca dengan matematika, fisika, astronomi. Bahkan untuk Maryamah Karpov, Pak Andrea menambahkan ilmu <em>engineering</em>. Berbunga hati ini saat mendapati kata hidrodinamika di novel itu. Meski, harus kuakui hidrodinamika amat lekat dengan Teknik Sipil. Namun, mengingat kata itu, justru melemparkanku pada jenis fluida, tekanan, deretan pompa bahkan konversi satuan <span style="color:#c0c0c0;"><em>*Argh…Chemical Engineering sekali diriku ini..* </em></span>Tapi, yang paling kentara adalah teknik perkapalan…tiada keraguan sekalipun tentang itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sudahkah Sobat membaca <strong>Maryamah Karpov ?</strong> Cobalah baca dan rasakan aura Melayu kuat mengetatkan diri dalam dunia imaji –mu…dan biarkan jiwa Pelaut membawamu ke laut lepas…Yihaaaaaaaaa !!</p>
<p><span style="color:#999999;">*Mohon maklum jika tulisanku kali ini rada bernuansa melayu…Aih…ter-<em>influence </em>rupanya tulisanku ini dengan Maryamah Karpov itu…. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> *</span></p>
<p><span style="color:#999999;"> </span></p>
<p>Ditengah keprihatinan mendalam untuk saudara-saudaraku di <strong>Pariaman, dan sekitarnya di areal Sumatra Barat</strong> yang terkena <strong>Gempa dengan besaran 7.6 Skala Richter pada pukul 17.16 WIB</strong>….Getarannya terasa sampai di ruang tamu tempatku membaca Maryamah Karpov…Semoga penanganan untuk korban Gempa ini segera dilakukan dan ditangani…Semoga diberi kekuatan dan ketabahan…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syelviapoe3.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syelviapoe3.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syelviapoe3.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syelviapoe3.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syelviapoe3.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syelviapoe3.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syelviapoe3.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syelviapoe3.wordpress.com/783/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syelviapoe3.wordpress.com/783/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syelviapoe3.wordpress.com/783/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=783&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/09/30/maryamah-karpov/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/867c87e626901055118fd6412585defe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Putri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://masanam.co.cc/wp-content/uploads/2008/12/maryamah-karpov-laskar-pelangi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Suatu Siang di Ramadhan</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/09/29/suatu-siang-di-ramadhan/</link>
		<comments>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/09/29/suatu-siang-di-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 08:21:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syelviapoe3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[recently course]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[obrolan santai]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[siang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syelviapoe3.wordpress.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[*Sebuah obrolan ringan di panasnya siang*

*sumber pic: http://istockphoto.com*
Aku tersenyum saat menatap wajah yang sama dengan wajah yang duduk disampingku tadi pagi. Gadis bertas hijau itu memang sebangku denganku saat aku berada dalam bus kota yang bergerak menuju kampusku tadi pagi. Saat itu, ia hanya bertanya tujuanku dan menanyakan lokasi kantor pos. Berhubung aku tidak tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=781&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>*Sebuah obrolan ringan di panasnya siang*</em></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/9144947/2/istockphoto_9144947-sunflower.jpg" alt="" width="380" height="253" /></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;"><em>*sumber pic: http://istockphoto.com*</em></span></p>
<p>Aku tersenyum saat menatap wajah yang sama dengan wajah yang duduk disampingku tadi pagi. Gadis bertas hijau itu memang sebangku denganku saat aku berada dalam bus kota yang bergerak menuju kampusku tadi pagi. Saat itu, ia hanya bertanya tujuanku dan menanyakan lokasi kantor pos. Berhubung aku tidak tahu *sepertinya saat itu aku lupa kalo di wilayah kampusku ada kantor pos <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> * maka aku tidak terlalu banyak komentar.  Pertemuan kami berakhir saat si gadis turun di persimpangan sementara aku sibuk memejamkan mata untuk sesekali mencuri waktu untuk tidur.</p>
<p>Siang itu tanpa sengaja kami bertemu lagi, dan entah sedang great mood ato apa, tanpa sengaja aku menyapa gadis itu,</p>
<p>“Eh, yang tadi pagi, khan ?”</p>
<p>Ia melihat ke arahku dan mengenali tampang lecekku, karena cuaca hari itu agak panas. Ia tersenyum dan dengan sok akrab aku mengambil tempat duduk di samping  sisi kanan si gadis alias di seberangnya, lalu berujar,</p>
<p>“Ketemu kantor posnya ?”</p>
<p>“Iya…” Lalu kami saling tersenyum…Berikutnya justru dia yang memulai pembicaraan.</p>
<p>“Asli Pekanbaru ?”</p>
<p>Aku mengangguk, “Kalo mbak ?”</p>
<p>“Semarang…”</p>
<p>“Oh…jadi di sini tinggal sama keluarga?”</p>
<p>“Iya…sama oom….”</p>
<p>Gadis itu melihatku sambil tersenyum sambil mengeluhkan tentang cuaca Pekanbaru,</p>
<p>“Pekanbaru panas, ya ?”</p>
<p>“Iya…Soalnya dibawahnya khan ada minyak…”jawabku</p>
<p>“Begitu, ya?” Wajahnya kelihatan berpikir. Aku mengangguk takzim, kupikir tampang sok <em>engineering</em>ku mulai kelihatan..he..he..</p>
<p>“oh, ya…saya Putri…” aku menjulurkan tangan memperkenalkan diri. Ia pun menyebut namanya..</p>
<p>“Mischa…”</p>
<p>Obrolan terus berlanjut…kami memakai sapaan, “mbak”. Aku memanggilnya ‘mbak’ dan iapun demikian. Ntah terasa aneh atau bagaimana, tiba-tiba saja ia menanyakan tahun kelahiranku…Aku menyebutkan sebuah puluhan dan satuan. Ia tersenyum menatapku dan mengatakan bahwa kami sebaya jadi cukup memanggil nama saja…</p>
<p>“Kalo begitu sudah punya abang, dong, ya ?” tanyanya lagi</p>
<p>Panasnya cuaca membuat otakku terasa tak karuan. ‘Aku khan tidak punya abang kandung..pun maksudnya ini abang yang mana satu, ya ?’ Di tengah keraguan itu aku menjawab seadanya…</p>
<p>“Tidak punya…”</p>
<p>Ia tampak terkejut….</p>
<p>“Bukan tidak mungkin…tapi belum….” Ralatnya….Tiba-tiba koneksi kecerdasanku melaju..aih…ternyata maksudnya ‘abang’ yang itu….Oalah….</p>
<p>Aku kembali nyengir dan jiwa ingin tahuku tiba-tiba meletup,</p>
<p>“Kalo mischa ? sudah ada calon ?”</p>
<p>Sejenak tertangkap raut malu di wajahnya,</p>
<p>“Sedang dalam proses seleksi….Kita khan pengin dapat yang terbaik…”jawabnya diplomatis<br />
Aku menunggu kelanjutan jawabannya…</p>
<p>“Kita khan ingin mencari yang rajin sholatnya, baik dalam dan luarnya serta tidak merokok…”</p>
<p>Ia menjawab sambil tersenyum, aku tidak tahu apa makna senyumannya. Apakah ia sudah menemukan seseorang seperti itu ataukah belum…tapi aku bisa merasakan bahwa ia pun sedikit malu-malu menjawab pertanyaanku itu.</p>
<p>“Usia segini inih..sudah didesak-desak menikah….”sambungnya lagi.. Ia menatapku. Kupikir ia ingin aku menyambung ucapannya…tapi sungguh aku bingung ingin berkata apa. Akhirnya yang keluar dari mulutku hanya ucapan ‘hm..hm..’</p>
<p>“Mudah-mudahan Mischa bisa dapat yang terbaik, ya….”ucapku lagi. Ia tersenyum dan dengan jelas meng-amin-kan doaku.</p>
<p>Obrolan kemudian beralih ke hal-hal ringan lainnya…Hingga kemudian aku harus turun terlebih dahulu, dan kami berpisah.</p>
<p>Kami baru kenal dan ia dengan ramah menceritakan seperti apa lelaki yang kelak akan mempersuntingnya. Sungguh gadis yang visioner! (Bisakah aku menggunakan kata ajaib ini untuk mewakili pendapatku?). Sekarang aku tahu, setiap orang menginginkan pasangan yang terbaik, pasangan yang keimanannya merajai dunia, yang santun dan yang tidak merokok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Hanya yang membuatku berpikir adalah…Sudahkah kita menjadi yang terbaik? Wallahualam</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syelviapoe3.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syelviapoe3.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syelviapoe3.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syelviapoe3.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syelviapoe3.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syelviapoe3.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syelviapoe3.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syelviapoe3.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syelviapoe3.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syelviapoe3.wordpress.com/781/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=781&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/09/29/suatu-siang-di-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/867c87e626901055118fd6412585defe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Putri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/9144947/2/istockphoto_9144947-sunflower.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H</title>
		<link>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/09/14/selamat-hari-raya-idul-fitri-1430-h/</link>
		<comments>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/09/14/selamat-hari-raya-idul-fitri-1430-h/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 02:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syelviapoe3</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syelviapoe3.wordpress.com/?p=778</guid>
		<description><![CDATA[Tiada kata lain yang dapat terucap
Tiada senyum lain yang mengembang
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Semoga Kita Kembali Fitri, Menjadi Lebih Baik dan Lebih BerTaqwa

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=778&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2><span style="color:#008080;">Tiada kata lain yang dapat terucap</span></h2>
<h2><span style="color:#800080;">Tiada senyum lain yang mengembang</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#003300;">Mohon Maaf Lahir dan Bathin</span></h2>
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H</span></h1>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#339966;">Semoga Kita Kembali Fitri, Menjadi Lebih Baik dan Lebih BerTaqwa</span></h2>
<p style="text-align:center;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syelviapoe3.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syelviapoe3.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syelviapoe3.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syelviapoe3.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syelviapoe3.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syelviapoe3.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syelviapoe3.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syelviapoe3.wordpress.com/778/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syelviapoe3.wordpress.com/778/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syelviapoe3.wordpress.com/778/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syelviapoe3.wordpress.com&blog=801740&post=778&subd=syelviapoe3&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syelviapoe3.wordpress.com/2009/09/14/selamat-hari-raya-idul-fitri-1430-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/867c87e626901055118fd6412585defe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Putri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>