Isilah Kendaraanmu dengan TeBu, SingKoNg, JaGunG !?!

Anda tak percaya ? Sekarang mulailah untuk mempersiapkan tikar karena kita akan bertualang sejenak kekebun belakang rumah. Begini ceritanya….

Negara-negara maju telah mengembangkan energi alternatif yang dapat menggantikan peranan minyak bumi dan sumber bahan alam (terutama galian) yang berfungsi sebagai bahan bakar. Cadangan minyak bumi yang semakin menipis karena peningkatan kebutuhan serta jumlah penduduk dunia yang bombastis (China saja jumlah penduduknya sudah 1 milyar…) adalah faktor pendorong giatnya ilmuwan dalam mencari sumber energi baru yang dapat diperbaharui, murah dan aman bagi lingkungan (terutama yang berasal dari nabati).

Beberapa bahan bakar alternatif yang popular adalah biodiesel, biogas, biofuel, hydrogen dan energi nuklir. Biofuel adalah salah satu turunan dari biomassa. Biofuel merupakan bahan bakar yang berasal dari tumbuhan atau hewan, biasanya dari pertanian, sisa padatan juga hasil hutan.

Coba kita lihat biofuel, khususnya etanol. Melalui proses sakarifikasi (pemecahan gula komplek menjadi gula sederhana), fermentasi, dan distilasi, tanaman-tanaman seperti JaGung, TeBu dan SingKong dapat dikonversi menjadi bahan bakar. Yang jelas rasanya bukan “NaNo – NaNo”…. : )

Kebetulan beberapa waktu yang lalu menemukan cara pembuatan etanol dari singkong yang diterapkan oleh Bapak Tatang H Soerawidjaja. Pengolahan berikut ini berkapasitas 10 liter per hari :

1. Kupas 125 kg singkong segar, semua jenis dapal dimanfaatkan. Bersihkan dan cacah berukuran kecil-kecil.

2. Keringkan singkong yang telah dicacah hingga kadar air maksimal 16%. Persis singkong yang dikeringkan menjadi gaplek. Tujuannya agar lebih awet sehingga produsen dapat menyimpan sebagai cadangan bahan baku

3.Masukkan 25 kg gaplek ke dalam tangki stainless si eel berkapasitas 120 liter, lalu tambahkan air hingga mencapai volume 100 liter. Panaskan gaplek hingga 100″C selama 0,5 jam. Aduk rebusan gaplek sampai menjadi bubur dan mengental.

4. Dinginkan bubur gaplek, lalu masukkan ke dalam langki sakarifikasi. Sakarifikasi adalah proses penguraian pati menjadi glukosa. Setelah dingin, masukkan cendawan Aspergillus yang akan memecah pati menjadi glukosa. Untuk menguraikan 100 liter bubur pati singkong. perlu 10 liter larutan cendawan Aspergillus atau 10% dari total bubur. Konsentrasi cendawan mencapai 100-juta sel/ml. Sebclum digunakan, Aspergilhis dikuhurkan pada bubur gaplek yang telah dimasak tadi agar adaptif dengan sifat kimia bubur gaplek. Cendawan berkembang biak dan bekerja mengurai pati

5.Dua jam kemudian, bubur gaplek berubah menjadi 2 lapisan: air dan endapan gula. Aduk kembali pati yang sudah menjadi gula itu, lalu masukkan ke dalam tangki fermentasi. Namun, sebelum difermentasi pastikan kadar gula larutan pati maksimal 17—18%. Itu adalah kadar gula maksimum yang disukai bakteri Saccharomyces unluk hidup dan bekerja mengurai gula menjadi alkohol. Jika kadar gula lebth tinggi, tambahkan air hingga mencapai kadar yang diinginkan. Bila sebaliknya, tambahkan larutan gula pasir agar mencapai kadar gula maksimum.

6 Tutup rapat tangki fermentasi untuk mencegah kontaminasi dan Saccharomyces bekerja mengurai glukosa lebih optimal. Fermentasi berlangsung anaerob alias tidak membutuhkan oksigen. Agar fermentasi optimal, jaga suhu pada 28—32″C dan pH 4,5—5,5.

7. Setelah 2—3 hari, larutan pati berubah menjadi 3 lapisan. Lapisan terbawah berupa endapan protein. Di atasnya air, dan etanol. Hasil fermentasi itu disebut bir yang mengandung 6—12% etanol

8.Sedot larutan etanol dengan selang plastik melalui kertas saring berukuran 1 mikron untuk menyaring endapan protein.

9. Meski telah disaring, etanol masih bercampurair. Untuk memisahkannya, lakukan destilasi atau penyulingan. Panaskan campuran air dan etanol pada suhu 78″C atau setara titik didih etanol. Pada suhu itu etanol lebih dulu menguap ketimbang air yang bertitik didih 100°C. Uap etanol dialirkan melalui pipa yang terendam air sehingga terkondensasi dan kembali menjadi etanol cair.

10 Hasil penyulingan berupa 95% etanol dan tidak dapat larut dalam bensin. Agar larul, diperlukan etanol berkadar 99% atau disebut etanol kering. Oleh sebab itu, perlu destilasi absorbent. Etanol 95% itu dipanaskan 100″C. Pada suhu ilu, etanol dan air menguap. Uap keduanya kemudian dilewatkan ke dalam pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati. Zeolit akan menyerap kadar air tersisa hingga diperoleh etanol 99% yang siap dieampur denganbensin. Sepuluh liter etanol 99%, membutuhkan 120— 130 lifer bir yang dihasilkan dari 25 kg gaplek

(Sumber : Trubus, Judul : Mengebor Bensin di Kebun Singkong

. Tanggal tayang : 12-1-2007 ) Tanggal download : 14 Februari 2007.

Lalu, apakah sudah ada negara yang sukses dengan bahan bakar ini ? Yup, Brasil adalah negara yang menggunakan etanol dari tebu disusul oleh Amerika. Setelah nyaris 25 tahun mengembangkan teknologi ini, akhirnya Brasil memetik hasilnya sekaligus menghemat devisanya sebesar 1,8 Miliar dollar AS.( Republika Online – Rabu, 24 Mei 2006 (gizi.net/cg-bin_140207)). Apalagi Kanada bahkan telah menemukan enzim yang secara ”ajaib” dapat mengubah jerami menjadi etanol. Semakin banyaklah teknologi yang dikembangkan untuk memperoleh bahan bakar dari nabati.

Jadi, jangan heran jika 10 atau bahkan 5 tahun dari sekarang bensin yang menjadi bahan bakar kendaraan bermotor kita justru ”gado-gado” dari berbagai macam sayuran. Bukan tidak mungkin bahan bakar kendaraan bermotor kita mengandung ” 4 sehat 5 sempurna”.

Teknologi Terus Berkembang Seiring Berputarnya Dunia….

*Sungguh….! Sesungguhnya kebenaran itu datangnya hanya dari Allah SWT..

42 pemikiran pada “Isilah Kendaraanmu dengan TeBu, SingKoNg, JaGunG !?!

  1. Pernah ngitung gak, berapa jumlah energi yang diperlukan untuk memproses dari singkong menjadi gaplek sampai menjadi etanol murni. Bandingkan dengan jumlah energi yang bisa diperoleh dari etanol yang dihasilkan. Hati-hati, jangan sampai terjadi defisit energi lho. Sebab kalau terjadi defisit energi berarti cara itu tidak menyelesaikan masalah. Terimakasih dan salam eksperimen.

  2. Terima kasih atas sarannya Pak. Biaya untuk mengolah singkong (dan bahkan bahan2 yang lain2) memang agak mahal. Namun, seiring dengan berjalannya waktu..apalagi akan banyak bermunculan pabrik2 yang membutuhkan ethanol untuk bahan bakarnya, harga jual ethanol meningkat. Bahkan diprediksi akan mencapai 125 %. Untuk mentoda yang dilakukan pak Tatang tsb..masih dilakukan dalam skala lab..

  3. ass…salam hangat dr bandung
    wah put…mudah2an pemikiran yg baru ini bs ngubah bangsa qta untuk lebih dapat mengolah alam bwt kebutuhan manusia ya….aza…aza…fighting…ganbate kudasai!!!!

  4. to paijo;
    jumlah energi yg diperoleh dari pure etanol yg diproses dari ubi (singkong) adalah 78000btu per galon dan motor octanenya (MON) adalah 96 dan rating octane (RON) adalah 130, lebih bagus dari petrol,walaupun energi densitynya kurang sedikit; ethanol 19.6MJ/l, petrol 32MJ/l namun specific energynya sama sekitar 2.9-3.0MJ/kgair..kami juga telah 3 tahun mengeluarkan ethanol secara lab dengan hanya menggunakan equipment spt berkuasa 12V (motor pump fish tank) dan penunu bunsen..malah kami menggunakannya dalam kereta (mobil), defisit energy boleh dikatakan hampir tiada, prestasi enjin meningkat 30% dan menjimatkan penggunaan bahan api sehingga 50% berbanding menggunakan petrol..malah kos lebih murah

  5. hitung dulu prosesnya… pak tatang juga manusia kalau ente mau bikin tu ethanol butuh seni dalam mengolahnya. kalau mau bikin ethanol juga pergi aja kerja praktek di lampung.

    • MAS AFRIZAL…

      salam kenal mas,

      saya mau tanya dimana kita bisa belajar proses pembuatan etanol ya mas…
      kalo di lampung dimananya?
      apa benar kita bisa belajar disana?
      thanks untuk infonya.

      salam,
      vony

  6. ide ini sangat bagus sekali,saya juga sependapat.karena etanol sebenarnya lebih bagus dari bensin{bahan bakar fosil},karena lebih ramah lingkungan,yala api dalam pembakaran lebih lama dan nilai oktannya lebih tinggi dari bensin.TAPI masih ada masalah,yaitu etanol dapat bereaksi dengan karet,padahal dalam sistem bahan bakar motor bakar banyak komponen yang terbuat dari bahan karet.Misalnya seal,slang saluran bahan bakar dan sebagainya.Tapi ada salah satu jenis karet yang tidak bereaksi denga etanol,dan bahan karet itulah yang dapat menggantikannya.KEMBANGKAN TERUS PAK,GOD LUCK…..

  7. Mohon info jamur Aspergillus jenis apa untuk Sakarifikasi, dan gimana memperolehnya? adakah tehnik untuk mendapatkan dari alam? Terima kasih.

  8. @liem tjoeng and munir

    mohon maaf saya kurang begitu tahu tentang jenis jamur yang dipergunakan untuk sakaraifikasi…data untuk tulisan ini saya peroleh dari browsing dan kebetulan dari berbagai sumber yang saya cari saya belum menemukan jenis jamurnya. Mungkin untuk mengetahui lebih lanjut anda bisa menghubungi pak tatang..

    Terima kasih

  9. mohon penjelasan lebih lanjut, apakah ada mesin utk skala rumah tangga, dan bagaimana utk mendapatkan bahan2nya seperti jamur yg digunakan utk proses sakaraifikasi.

  10. mesin/alat distilasi etanol dari singkong skala rumah tangga ada, team saya sudah membuat pada prinsipnya sama dengan alat distilasi dari molase/tetes tebu

  11. klo ethanol pada minuman beralkohol murni (100%murni), bisa dilakukan

    distilasi sehinggadapat dipisahkan antara alkohol dengan avtur?

  12. tolong semua yang bisa ngasih tahu, bagaimana kalau memang 100% etanol berkadar 99% di aplikasikan ke motor, bisa nggak ya??, eh kalau etanol pasti mesin yang butuh pembakaran tinggi, bisa nggak kalau di aplikasikan pada mesin motor keluaran sekarang dengan minimalis modifikasi, tolong ya broo

  13. Pak tanya, apa sudah ada yang jual mesinya, beberapa hari kemarin saya lihat di TV katanya ada yanh harganya 2 juta, kalau ada mohon info no. telpnya
    trima kasih

    Wah..kalo mesin untuk kapasitas rumah tangga saya kurang tahu, mas.
    Tapi yang saya tahu sudah ada yang membuat bioetanol untuk kapasitas lab.

  14. jamur Aspergillus kalo gak salah yang dipakai untuk bikin minuman memabukkan itu kan? jadi mungkin sama dengan ragi untuk buat tape ketan / tape uli / tape singkong / peuyeum ?
    kalo gak salah ragi itu (bibit jamur) yang membuat tape singkong jadi manis karena mengandung gula atau sakarin?
    saya cuma menduga2-duga nih.
    sebabnya tape singkong dibuat dengan cara yang agak sama dan hasilnya juga alkohol (ethanol) yang bisa bikin mabuk..

    ada comment?

    [smile]


    kalo yang soal jenis jamurnya saya kurang tahu, mbak..tapi memang ragi yang dipergunakan untuk membuat tape (apalagi kalo pake induk ragi..) memang bisa memabukkan.. (soalnya saya pernah puyeng waktu makan tape buatan teman saya..soalnya waktu itu dia buat tapenya pake induk ragi… :P)

  15. wah bagus ya temuannya tapi bingung saya dengan istilah – istilah kimianya mungkin bisa disederhanakan lagi malkum saya hanya lulusan stm jadi kurang mengerti istilah kimianya, mudah – mudahan saya dapat mencoba dan menerpkannya dirumah dan menggunakannya untuk kendaraan saya dan keluarga saya. terimakasih ilmunya……….salam lestari

    Hm..Ini Hasil Riset Pak Tatang dan tim-nya beliau di ITB, pak. Saya hanya mengutipnya saja. Istilah-Istilahnya, ya…? Hm…ya..insyaallah untuk tulisan berikutnya akan diperbaiki..Terima kasih atas masukannya. Salah satu tujuan dari tulisan dan blog ini adalah untuk saling berbagi info. Mudah-mudahan bermanfaat…

  16. Bagi yang butuh panci penyulingan kapasitas 30 liter untuk pembuatan ethanol, saya menjualnya dnegan harga Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah). Sedang untuk kapasitas 50 liter harganya Rp. 1.500.000,- Bahan steinlessteel. Lumayan murah untuk keperluan pembuatan ethanol skala rumah tangga.

    sIPP, DI rOGER..
    Bagi yang butuh peralatan untuk riset etanol silahkan langsung hubungi Pak Abdillah🙂

  17. ^_^ Woww….. saya sangat meng-apresiasi atas penemuan ini. Di tengah kemelut “krisis energi” ini ditemukan terobosan baru dalam hal pembuatan bahan bakar. Sayangnya, saya pribadi sedikit kurang setuju jika bahan pangan yang dijadikan sebagai sumber energi. Padahal bisa jadi efeknya lebih berbahaya ketimbang krisis energi, yaitu krisis pangan. Ah… kecuali kalo sisa-sisa pangan yang tidak bisa dikonsumsi oleh manusia… Btw.. trims ulasannya. sangat menarik…!

    Terima kasih…
    Hal yang beberapa waktu lalu mengemuka memang permasalahan “Krisis Pangan” jika seandainya semua singkong dan jagung digunakan sebagai bahan bakar. Tapi, bukankah karena itu dia disebut sebagai bahan bakar alternatif? Jadi..kita selalu bisa mencari sumber bahan bakar yang lain…spt SawiT😆

  18. artikel yang bagus,Sebenarnya toyota dan honda sudah membeli lahan besar2an di amerika latin untuk mengembangkan produksi ini..but,,masih terlalu banyak problem yang akan di hadapi.meskipun ide dan usaha yg sgt bagus.Tapi tebu,jagung,singkong,(denger2 beras dan mugi?) juga bisa menghasilkan bhn bakar yg baik,,dan itu semua merupakan makanan pokok di bbrpa negara.Timbul masalah mahalnya bahan2 itu semua dan menyebabkan (akan kelaparan) org2 miskin..skrg yg sedang giat2 di kembangkan juga fuel cell,,dan solar cell,meskupin harganya msh sangat mahal..berharap org2 pinter endonesia bis ngembangin yg lebih ekonomis,ramah lingkungan…ganbatte para pemuda endonesia

    Amiin…Semoga Generasi Muda Indonesia segera bangkit dan Bergegas memulai segala sesuatunya… Ganbatte

  19. Mana cara membuat ethanol dari tetes tebunya? kalo singkong sih banyak di net. Muat donk bos artikel membuat ethanol dari tetes tebunya. Saya tunggu.

    Kalo untuk ‘etanol dari tetes tebu’ saya belum ketemu referensi-nya, Bim. Insyaallah nanti kalo ‘nemu’, saya posting di sini…(Mudah-mudahan segera dapet, ya…! Amin)

  20. Betul juga tuh!tapi apa gak ngeluarin uang banyak untuk alatnya kalau untuk bahannya sih di daerahke (BATU)sih banyak!!!!!trus…apa ada cara yang lebih simple dari ini!

    Namanya juga dengan cara fermentasi, riq. Ya, beginilah caranya…Hm…Cara yang lebih simpel, ya.. ?

  21. pernah denger seeh tapi blm pernah nyoba,ituh berarti daku musti blanja singkong secara nda punya kebun,trus ngupas,mengeringkan,blaa..bla.. waa..kelamaan put kapan makenya,masa jalan kaki dulu,ada yang uda jadi nda heheh emang dasar malas sajah diriku:)

    ada kok yang sudah jadi, mbak..
    Tapi harganya lumayan menguras kocek, deh (kayaknya…)
    Barangkali nanti..saat penggunaan energi alternatif sudah rame baru deh harga bioetanol rada bisa dikontrol…he..he..

  22. bagaimana cara menentukan kadar gula larutan pati 17 – 18 % dan berapa banyak bakteri saccharomyces yang diperlukan ?

    Mohon maaf, mas ilham..
    artikel ini berdasarkan dari studi literatur sehingga saya tidak tahu persis takaran laboratoriumnya.
    Terima kasih telah berkunjung🙂

  23. hi putri
    interesting discussion about the boifuel technology

    aku ingat mau datang
    minum air tebu dan makan jagung bakar
    he…he…he…

    sorry sebab mengganggu discussion ilmiah ini

    Hi juga🙂
    Yeah..i like alternative energy..

    he..he…
    bisa gak membayangkan sebentar lagi air tebu itu bakal menjadi bahan bakar…😀
    Gak nyangka kalo di Malaysia ada air tebu juga, ya… :d

  24. aku cuman mau tulis apa yang aku dengar ya put
    jagung dibikin etanol
    jagung padahal pakan sapi
    jagung melangit harganya
    sapi kekurangan makanan
    hasil susu dan produk mentega/keju menjadi mahal

    hmmm sulit ya

    Iya, mbak…
    Memang itulah salah satu kekhawatiran jika bahan pangan dijadikan bahan bakar…Tapi, jika diversivikasi bahan bakar lebih beragam akan memudahkan usaha pemerintah untuk terlepas dari ketergantungan minyak bumi dan bahan bakar fosil lainnya …

  25. aku lg blogwalking niy,, nemu diskusi seru nan ilmiah.
    aku setuju ma Ikkyu-san, gimana nanti kalo smua udah pake ethanol, harga jagung, singkong, tebu melonjak. Jagung rebus yg biasa kita beli 1500 di pinggir jalan jadi 7000 kaya’ harga pertamax. Sari tebu dipinggir jalan jadi 6000 kaya’ harga bensin. Harga gorengan singkong dari 500 jadi 5500 kaya’ harga solar.. waduw2 gawat,, ga bisa ngemil dunk n_n

  26. ya kita sebenarnya dah tahu kalau etanol tuh bisa digunakan untuk bioenergi dan kelihatannya emang bagus tapi mungkin ada krisis pangan dengan adanya sumber dari tanaman pangan, tapi apakah saudara semua tidak mengetahui kalu di lautan juga ada sumber etanol, dan hasil etanolnya bisa 100 kali lipat dari sumber tanaman pangan………………….? u8ntuk jawabannya search google aja heheh, maaf numpang forum sebagai pembuka wacana aja

    etanol dari lautan ?
    maksudnya dari gas alam-kah ?
    Mohon pencerahan

  27. ini info yang saya cari,, namun begitu rumit bagi saya yang masih awam dalam hal ini,, apakah ada cara lain yang lebih mudah,, yang saya butuhkan bahan bakar untuk rumah tangga dengan kata lain pengganti minyak tanah,,
    trimakasih,,

    infokan kepada saya
    manusiabiasake3@yahoo.co.uk

  28. Kupas 125 Kg singkong????
    Yang kebayang ngupas sendiri trus pegel2 ga jelas…
    Heheheheehe


    he..he…
    Siapa bilang ngupas sendiri…?

  29. Waw, bagus juga nigh infonya mbak, ternyata buah dan sayuran mengandung 4 sehat 5 sempurna 6 bahan bakarnya yah😀

    he..he..
    Iya, pak..
    Gak heran bau bahan bakar di Brazil serasa jagung bakar..soalnya bahan bakar mereka dibuat dari bioethanol..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s