Saat kamu Masuk Angin…

Kemarin perutku melilit-lilit, gak ketulungan sampai berjalan pun harus membungkuk. Serasa ada angin topan berputar-putar di dalam perutku. Berlari ke atas hingga membuat perutku terasa ‘senak’. Aku terus saja menekan perutku dengan ‘rima’ tertentu agar tidak salah dalam menekan organ tertentu. Perut adalah organ vital yang mengolah pencernaan kita. Beberapa organ vital memang harus dilindungi seperti kepala yang dipagari batok tengkorak yang keras, daerah pinggul yang membantu kita berjalan dan daerah sekitar ‘toraks’ yang dilindungi tulang dada.

Satu hal yang kusadari dari masuk angin yang kualami adalah…

1. Telat makan

2. Kurang asupan makanan yang kaya akan serat (untuk sementara ini dulu…)

Akhirnya aku mencoba untuk menekan angin yang masuk ke badanku.

Sesampainya di rumah aku langsung menyapukan minyak (bisa minyak kayu putih atau yang sejenisnya). Lalu Sepotong roti untuk mengganjal perutku. Baru kemudian nasi putih beserta lauk pauknya. Nasi putih hangat (porsinya jangan dikurangi). Setelah itu (boleh juga berbarengan) menyeruput teh manis hangat.

Alhamdulillah….perut terasa agak plong..Wel, sebelumnya makin melilit..karena seperti ada yang mendesak ingin keluar. Dan road to ‘wisma cantik’pun dimulai. Akhirnya angin yang berputar-putar di perutku keluar juga. And, yeah…perut kembali seperti sedia kala. Perut yang masuk angin harus segera diatasi. Yah kalo gak dia berubah menjadi ‘mag’. So solusinya adalah jangan ‘telat makan’. Usahakan untuk selalu sarapan, makan siang dan makan malam. Untuk kesehatan jangan takut kegemukan. Berdasarkan talk show yang saya dengar bersama ahli gizi, diet yang baik itu bukan dengan tidak makan sama sekali. Tapi dengan mencukupkan porsi gizi dalam makanan.

Dan satu hal yang pasti adalah…berdoa…semoga gak masuk angin …he…he…

Semoga membantu…🙂

6 pemikiran pada “Saat kamu Masuk Angin…

  1. Wah…ada kesamaan kasus yg barusan aku alami neh. he..he..tekat makan..?? my be. Tapi kayaknya kasus aku kemarin tuh emg dalam satu minggu gak keisi makanan kecuali hanya bubur, itupun gak setiap hari aku isi.
    Begitu makan langsung aku embat Kambing guling dengan banyak Cabe rawit dan acar. Halah…halah…minta ampun deh sakitnya…dampaknya 8 hari harus nginap di rumah sakit sambil berguling2.

  2. Wah…ada kesamaan kasus yg barusan aku alami neh mbak Syelvi. he..he..telat makan..?? my be. Tapi kayaknya kasus aku kemarin tuh emg dalam satu minggu gak keisi makanan kecuali hanya bubur, itupun gak setiap hari aku isi.
    Begitu makan langsung aku embat Kambing guling dengan banyak Cabe rawit dan acar. Halah…halah…minta ampun deh sakitnya…dampaknya 8 hari harus nginap di rumah sakit sambil berguling2.

  3. Wah…ita juga sering kayak gitu put…Bahkan pernah suatu hari ita sampai menangis karena menahan rasa sakit


    Ta…
    Selamat datang di blogsphere🙂
    Iya, nih..penyakit orang-orang yang kurang memperhatikan masalah ‘dense of stomach” he..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s