Rearrange The Puzzle

Sudah berapakah usia kita saat ini ? Berapa banyak tahapan pendidikan yang telah kita lalui ? Satu…dua..tiga atau sudah sampai tahap akhir kah ? Hingga kita bosan untuk kembali menekuri kata per kata yang termaktub di textbook

Dalam perkembangan usia, kita telah bertemu dengan banyak orang. Baik itu yang telah menjadi teman, separuh teman atau bahkan musuh (tentu saja bagian yang terakhir adalah bagian yang paling tidak diinginkan dari setiap pengalaman hidup seseorang). Ada yang berkesan dan ada pula yang tidak meninggalkan kesan yang berarti. Well, setidaknya kita cukup mengenal wajah dan namanya. Bahwa ia pernah menjadi bagian dari puzzle-puzzle kehidupan kita.

Kupikir tidak ada salahnya mencoba mengingat kembali nama-nama teman yang dahulu pernah menjadi ‘puzzle’ hidupku. Let’s we start…

Kurasa aku hanya mengingat sedikit nama pada masa taman kanak-kanak. Hm…coba ku putar kembali memoriku….ada ayu, mega..yang lain…? Memoriku baru sampai ‘border’ itu.

Masa-masa SD adalah masa yang panjang karena selama enam tahun kita hanya bergaul dengan orang-orang yang sama. Wildani dan cindy adalah teman-teman baikku. Itu karena kami lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Ada Roida, Siska, Sri, Santi, Mesa, Reici, Dodi, Taufik, Adi, Darma, Kurniawan, Jun, Riki, Arif, Ahmad, bahkan kak Murni. Kami lebih sering main ‘rounders’ (permainannya mirip dengan softball), kasti (teman-temanku lebih suka menyebutnya ‘main gebok’), atau bermain cakbur. Pernah suatu ketika, saat main rounders aku bersitegang dengan anak laki-laki dari kelas B. Aku merasa dicurangi dan entah kenapa emosiku begitu memuncak hingga akhirnya mau saja saat ia menantangku berkelahi. Phuf..kalau ingat saat-saat itu, suasananya sungguh mendebarkan. Untunglah ketua kelas kami saat itu berhasil menenangkan suasana dan akhirnya ‘tantangan berkelahi’ itu batal.

Menginjak usia dua belas tahun aku memasuki dunia setengah ‘tanggung’. Usia yang orang-orang sekarang menyebutnya masa-masa ABG. Kali ini kelasnya lebih banyak. Kelas satunya sampai lebih dari enam kelas. Tentu saja aku tak mengenal semua orang yang satu angkatan denganku. Tahun-tahun berikutnya kami bahkan bisa saja bertukar teman. Sebuah ‘rolling’ prestasi, begitu kalau aku boleh menyebutnya. Anak-anak yang masuk sepuluh besar di kelasnya akan dipilih untuk kemudian masuk kelas unggulan. Alhamdulillah aku selalu berada dalam kelas yang baik. Coba kuingat siapa-siapa saja yang telah berada satu kelas denganku atau mungkin aku pun mengenalnya. Sinta (kisahnya ada pada artikel “Friend …Where are you now?”), Dila, Erika, Melia, Neni, Ella, Sri (Sri yang ini berbeda dengan yang waktu SD), Dewi, Tia, Ratih, Titi, Panca, Dian, Beni, Nopen, Kurnia, Citra, Desi, Rika, Nia Mela, Wiwik, Noli, Stano, Delidios, Elvina, Pebri, Ali, Hengki, Eka, Dicki, Syafei, Ridho, Epi, Hendrita, Monita (gadis satu ini membuat impianku berkirim surat dengan artis remaja Jepang kenamaan terwujud…yang lain dilarang iri, ya..he…he… ) Hotma, Diana, plus beberapa teman SDku yang juga bersekolah di SMP yang sama. (Ha..? Ternyata aku hanya mengingat sedikit dari sekian ratus murid SMPN 13…)

Sekarang aku akan menuju tangga SMU. Teman-teman SMPku banyak yang melanjutkan sekolah di sekolah yang sama. Hm…bingungkah ? Pada masa itu, siswa-siswa yang ingin melanjutkan sekolah haruslah ke sekolah yang rayonnya sama. Kebetulan SMP dan SMU ku berada dalam satu rayon. Jadilah murid-murid SMPN 13 seperti eksodus ke SMUN 8..he…he..

Di sini aku mengenal lebih banyak teman lagi…Coba kita hitung…(tidak termasuk teman-teman yang telah ku kenal semasa di SD dan di SMP). Rika oktarina, Debi, Erma (yang satu ini sudah jadi artis lokal meski baru kelas 1 SMU..), Melati, Dina, Rita Alfa Beta, Irfan Basyir, Aping, Irfan Affandi, Andi Utoyo, Poppi, Agnes, Angga, Rian Anggara, Rian Robianto, Dwi, Indra, Yudha, Yeni, Citra (beda ama yang waktu di SMP), Uci (calon dokter yang sangat perhatian…Luv you, Ci…!), Anggi, Melisa, Amal, Tiwi, Atum (teman ‘gila’ku..he..he..afwan, tum J ), Rita, Asih, Deasy (Anak minang tapi justru mencintai Aceh), Fanly, Merio, Indra Jaya, T-fitri, Tinolati, Yuli, Syarifah, Faisal, Unas, Isabela, Ace, Romi. Duh, susahnya mengingat tanpa harus membuka album kenangan…

Kalo teman-teman kuliah, insyaallah masih ingat. Kebangetan kalo lupa, ya…He..he.. Teman-teman baruku itu ialah Neli, Yani, Ita, Dewi, Weni, Aisyah, 5 orang temen semasa SMU dan SMP, Ali, Daus, Surik, Fatah, Andos, Ijal, Zainal, Yudhi, Wanti, Epin, Iie, Siska, Isas, Vera, Nurul, Brian (kami bahkan hanya sekali bertemu dengan anak ini), Syafran, Trio, Maeko, Dewi (beda prodi denganku), Ipit, Doli, Eli, Rita (yang ini asli Sawah lunto). Bahkan teman-teman yang beda Fakultas, teman-teman satu organisasi, teman-teman yang bertemu di dunia maya baik itu lewat random chat atau dari blog……hm…lumayan lah banyak…

Ternyata menyusun puzzle yang sudah berserakan itu lumayan sulit, ya…Hm..Kali ini aku berhasil menyusunnya kembali. Menyegarkan memoriku akan teman-teman lamaku. Beberapa dari mereka kini telah menikah, mempunyai anak, membangun usaha sendiri, bekerja dan ada juga yang masih kuliah… J Ketika semua puzzle ini telah terkumpul, ia menjadi bagian mozaik yang harus ku pasangkan dengan mozaik lainnya dalam hidupku. Membangkitkan semangat dan memacu adrenalin untuk menjadi lebih baik. Amin. 29 januari 2008

noted: Semua nama yang ada di artikel ini ditulis tanpa melihat ke album kenangan, hp ataupun sumber tertulis lainnya.

To all my friend yang gak tercantum namanya..Daku mohon maaf…Sungguh bukan hati bermaksud ‘tuk melupakan kalian…:)

14 pemikiran pada “Rearrange The Puzzle

  1. Hhhhhhmmmmmm….
    Lucu juga ya… mengetes kemampuan memory kita dengan mengingat2 teman2 di masa lalu.
    Saya rasa suatu saat saya akan mengikutinya. Gak keberatan kan?
    –Salam kenal–

  2. @nin
    Mbak..boleh, silahkan dipake…senang bertemu mbak di sini..🙂

    @Rizki..
    MOnggo..silahkan..ini saya juga masih mengingat -ingat lagi nama teman2 yang lain tanpa membuka sumber tertulis..

  3. wah wah wah , aku salut, “tanpa melihat ke album kenangan, hp ataupun sumber tertulis lainnya”.

    persahabatan kadang melebihi jalinan kasih dua manusia
    tak terpisahkan arti logika

    hanya teman sejati yang akan selalu mengingat di hati

  4. @kabarihari
    Iya, nih..tiba0tiba saja pengin nulisin nama-nama temen, sekalian ngetes daya ingat…he..he..

    @erlin
    Terima kasih mbak udah mampir…

    @alfaroby
    Ya, benar…terkadang kita justru tahu apakah seseorang itu benar-benar teman kita saat kita sudah berjauhan

    @doni
    Sepakat, Don ! Temen-temen SMUku memang meninggalkan kesan yang mendalam…Glek..glek..jadi inget mereka lagi, nih…he..he..

  5. Ya, benar…terkadang kita justru tahu apakah seseorang itu benar-benar teman kita saat kita sudah berjauhan

    ya aku setuju juga…
    “kita akan merasa memiliki jika kita kehilangan”

  6. Ping balik: Nye-SmasH operannya Mbak Wiend « Heart of All

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s