Fase Air Mata Seorang BUNDA

 

Tes………

Beningan mutiara itu jatuh

Saat  pertama kau lihat daku menangis kelu di gendongan sang dokter

“Hm…bayi mungil perempuanku yang cantik

Calon penerus harapan citaku,” katamu penuh senyum

            Tes……

            Beningan mutiara itu menitik

            Saat lisan kecilku memanggilmu, MaMa..

            “Oh…peri cantikku sudah mengenalku,” gumammu haru

                        Tes..tes…

                        Beningan mutiara itu mengalir lagi

                        Tatkala kaki kurusku patah karena jatuh dari pohon jambu monyet  

                        tetangga kita

“Duh…gadis kecilku yang lincah…Hati-hati Nak…Engkau pelita 

  hidupku,”ujarmu kala itu

Tes…

Kali ini mutiara bening itu menitik haru

Saat namaku terpampang di koran nasional

Daku lulus, Mama….

“Bidadari mungilku kini beranjak dewasa….

Keluasan dunia  ‘moga mematangkan nuranimu, Anakku,” Nasehatmu kala melepas kepergian rantauanku

            Tes..tes…

            Beningan mutiara itu meretas lagi untuk ke sekian kalinya

            Saat sungkem takzimku memeluk dirimu yang senja

            “Gadis bidadari cantikku telah menemukan nakhodanya

            Sebentar lagi akan berlayar ke Samudra Keluarga…

            Semoga keberkahan Alloh atasmu, Nak..,”sahutmu menahan kesedihan

            atas kepergianku yang kedua kalinya..

            Menapak dunia kecilku…..

                        Tes….

                        Beningan mutiara itu kini menetas di mataku

                        Yah..rentesan air mata itu kini menjadi milikku

                        Saat pertama kulihat mata mungil cucumu yang sedang menangis

                        Menatap dunia yang begitu f ana…..

                                                              Teruntuk semua ibu yang telah dengan perkasa                                                                      melahirkan generasi-generasi hebat sepanjang massa… 

2 pemikiran pada “Fase Air Mata Seorang BUNDA

  1. Salam kenal juga, Mas… makasi kunjungannya, Riau ya/ jauh juga ya? ya sapa tau kalau aku ke Chevron bisa mampir, heheee….

    Ibu, ah, sampean ini bikin aku inget ibu di rumah, jadi kangen!

    Yah..Ibu…wanita-wanita perkasa yang tiada taranya🙂

    btw…saya ini bukan seorang pria lho, san..:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s