Badminton & Listrik

Beberapa minggu yang lalu saya ketar-ketir mendengar rumor tentang kebijakan PLN yang akan mengenakan sistem baru “Diskon dan Denda” terhadapa pelanggannya. Diskon akan diberika kepada pelanggan yang mampu menghemat di bawah kWhseperti yang tertera di bawah ini :
R1 – 450VA batasnya 60 Kwh
R1 – 900VA 92 Kwh
R1 – 1300VA 160,8 Kwh

R1 – 2200VA 286,4 Kwh

R2 520 Kwh.

Sedangkan denda akan diberikan kepada pelanggan yang pemakaian listriknya di atas ketentuan tsb. Permasalahannya adalah batas minimum yang diberikan sangat tidak sebanding dengan pemakaian pelanggan.

Pelanggan yang pemakaianny listriknya hanya berkutat disekitar lampu, tv dan kulkas saya tidak bisa mencapai batas minimum yang ditawarkan PLN. Meski PLN mengatakan bahwa sistem ini untuk sarana pembelajaran bagi masyarakat agar lebih hemat tetap saja dirasa memberatkan pelanggan. Listrik sudah menjadi kebutuhan primer yang sudah mendarah daging. Meki dibeberapa daerah perkara listrik masih awam karena permasalahan jaringan dan infrastruktur yang belum komplit.

Syukurlah, permasalahan “sistem denda & diskon ” ini masih dipending.

tomas.jpg

Lalu kaitannya dengan badminton ? Hm…sama sekali gak ada kaitannya, sih. Hanya saja semuanya terjadi pada awal tahun 2008 bulan maret ini. Hanya saja saya sedang semangat-semangatnya nonton All England dan dua jagoan saya kalah. Sungguh menyedihkan. Lin Dan kalah dari rekan senegaranya dan ganda campuran kita Liliana Natsir & NOvianto yang akhirnya kalah rubber set.

Sebentar lagi piala thomas dan uber akan menjelang. Maka yuk..kita dukung rame-rame tim Thomas dan Uber kita…Bravo…!

Satu pemikiran pada “Badminton & Listrik

  1. Huaaaa….dapet yang Pertamax neh..
    Apa hadiahnya…??.

    Aku juga sempet mikir, halah…halah…klu PLN dibatesin geneh, bisa-bisa acara NGENET jadi terganggu neh di rumah. Apa lagi mo nonton All England…Piala Thomas segala…Pending dulu.


    Hadiah pertamanya dapat “applause” dari saya, he..he….
    Wah, pak santri gundhul ‘ngenet’nya pake listrik, ya?
    Masalahnya kalo tagihan listrik pake sistem insentif dan disinsentif, kebanyakan masyarakat bakal banyak yang kena ‘disinsentif’..
    Listrik sudah jadi kebutuhan sekunder yang mulai menyalip keb.primer….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s