Break Even Point

Setelah menerjang rintikan hujan kami berhasil sampai di lab dan memulai sebuah diskusi kecil dengan seorang dosen. Maka, inilah hasil ‘diskusi’ itu. It’s fresh from the oven, masih menghangat di tempurung otakku yang mendingin terkena tetesan hujan.

Seyogyanya, biaya tetap yang dikeluarkan untuk kebutuhan pendirian pabrik (meliputi : depresiasi + pajak + asuransi), biaya produksi keseluruhan dan total pemasukan dikorelasikan dalam sebuah grafik yang dikenal dengan Break Even Chart, seperti terlihat dibawah ini. Titik perpotongan antara total pemasukan dan total produksi keseluruhan adalah Break Even Point, yakni titik dimana total biaya produksi impas dengan total biaya pemasukan. (sayang, gambarnya tidak begitu jelas..mohon maaf…saya masih belajar memindahkan langsung gambar yang dibuat di visio ke jpg, Gambar telah disesuaikan dengan bentuk asli…malah yang ini lebih bagus..he..he..*muji diri sendiri, nih..he..he..)bep

Break Even Chart (Sumber : Peters et al, 2003)

Saat BEP berada pada titik 0.08 kg/s berarti pada laju produksi tersebut pabrik telah mampu menutupi biaya produksi dengan pemasukan yang telah diterima pabrik. Jika ternyata biaya produksi dan pemasukan justru bertemu di bawah garis biaya tetap maka pabrik diprediksi akan menerima kerugian.

Pada dasarnya, BEP ini digunakan untuk melihat layak atau tidaknya suatu pabrik berdiri. Ketika BEP pabrik berada pada range 40-60 % maka pabrik tersebut dikategorikan layak untuk didirikan. Lalu bagaimana jika BEP berada di bawah atau justru di atas range tersebut ? Jika BEP berada di bawah 40 % berarti laju pengembalian investasi berjalan lebih cepat. Permasalahannya adalah jarang ada industru yang mendapat keuntungan berlimpah dengan modal awal yang sangat kecil. Kalaupun ada, itu adalah industri terlarang 😦. Sementara jika BEP berada di atas 60 % berarti waktu pengembalian modal berjalan lebih lambat. Hal ini tentunya tidak disenangi peminjam modal (baca: investor), ya, tho?! (Ini dikaitkan dengan waktu pengembalian modal, Payback period).

Inilah sekelumit Break Even Point….Sungguh tulisan ini belumlah apa-apa dibanding begitu banyak literatur yang membahas tentang diagram ini. Tulisan-tulisan tentang Break Even Point dapat dibaca lebih jelas pada Economic Engineering karya “Riggs dan rekan-rekan”.

To Panser team…C’mon, only one report less…Bissmillah..mudah2an cepat kelar, ya! Amin

Buku yang menjadi referensi kami selama penulisan ekonomi adalah “Plant Design and Engineering for Chemical Engineering” masterpiecenya si pak Peters dan kawan-kawan🙂

Mohon maaf bagi yang tidak punya basic teknik kimia dan ekonomi mungkin agak ‘aneh’ untuk mencerna tulisan ini…Tulisan ini hanya untuk share saja..tidak ada maksud lebih.

14 pemikiran pada “Break Even Point

  1. iya saya asli ngga ngerti topiknya😀
    ntar suatu saat kalo mo bikin pabrik minta tolong sampeyan saja ya:mrgreen:

    *halah kapan bakal punya pabrik wong mpe sekarang masih mburuh begini😀

    He…he….Ditunggu, mas Hari….😀
    Itu tuh dari hasil diskusi yang ‘cool’…habis diskusinya nyambi ngeringin baju di badan….he..he..

  2. kalo pake printscreen aja trus di save ke jpg bisa tak ? itu sumbu vertikalnya dollar pemasukan ya ? kabur euy🙂

    kamu ngambil jurusan Teknik KImia apa Ekonomi ?

  3. @ tigis
    Kemarin sudah dicoba print screen, mas, tapi ngubah ke jpg yang bingung. Kalo di edit di ACdsee bisa gak, ya? or di “paint” aja?

    Hm..saya jurusan teknik kimia, mas….

  4. ini gambar apa yach, ape monitor di bolak balik kok kagak gerti-ngerti juga sih

    He..he…gak usah dibolak-balik, mbak…Ntar, deh…di kasih keterangan. Waktu nge-post artikel itu sampe lupa ngasih keterangannya saking bahagianya he..he..

  5. jadi inget mata kuliah makro ekonomi neeh “BEP”
    pas di suruh bikin diagramnya daku nda bisa..hehehe..

    He..he…
    Ndak pa-palah…toh kalo sekarang di minta buat diagramnya, udah bisa, khan, mbak ?🙂

  6. Bos kayanya ada yg salah tuh grafiknya, cek lagi.

    Dibukunya om peters&timmerhaus gak gitu, kebalik tuh antara total sales dengan total cost… hehehehehe

    digrafik punya sampeyan itu kan, dapat didefinisikan pada kapasitas produksi 0% perusahaan dapat untung tuh sebesar $…….. Kalo kaya gitu cerita mending gak usah produksi kan, toh untung juga… hehehehehehehe

    Padahal udah mau muji klo gambatnya lebih bagus daripada punya om peters&timmerhaus…. hihihihihihiihi

    • Mas Adul….
      terima kasih atas koreksinya…Nanti saiah cek lagi soal graphiknya…

      hm..tapi kalo untuk kapasitas produksi 0 % kayaknya gak mungkin perusahaannya dapat untung…dari grafik yang ini terlihat bahwa kapasitas 0% maka biaya tetapnya juga masih nol, khan?
      Keuntungannya dilihat dari berbagai faktor…dan lihat apakah sudah melebihi BEP-nya ato tidak…Bukankah begitu ?
      Jadi kita tidak hanya melihat satu faktor saja, mas…

  7. “Jika BEP berada di bawah 40 % berarti laju pengembalian investasi berjalan lebih cepat. Permasalahannya adalah jarang ada industru yang mendapat keuntungan berlimpah dengan modal awal yang sangat kecil. Kalaupun ada, itu adalah industri terlarang”

    apakah kisaran BEP untuk pendirian sebuah pabrik hanya berkisar 40 – 60 % saja?? saya coba menghitung BEP pabrik saya dan berada pada kisaran 30%, apakah itu jadi masalah dan mengurangi minat investor?? setahu saya selain BEP masih ada hal-ha lain yang jadi pertimbangan yaitu ROI, POT, SDP, dan DCFRR. bukankah semuanya harus menunjukkan angka yang wajar, jadi menurut saya harus dilihat secara kolektif. mohon bantuannya. terima kasih..salam teknik kimia.

    • Tentunya hasil perhitungan BEP bervariasi…..
      kisaran 40-60 % unuk BEP menunjukkan bahwa pabrik tersebut LAYAK.. alias memenuhi kualifikasi untuk didirikan…
      Jika BEP nya dibawah 40 %…. tentu saja investor senang, soale laju pengambilan modalnya khan cepet. Nah, yang menjadi masalah.. apakah hal tersebut normal untuk ukuran pendanaan sebuah pabrik?
      Kalau boleh.. coba di cek lagi payback periode, ROI, -nya, mas ? Kira2 apakah masuk akal?
      kemudian bagaimana dengan cash flownya ?

      itu dulu saran saya… mohon maaf jika terlambat merespon..

      salam teknik kimia.. ^_^

  8. kayaknya grafik diatas salaha ya…itu kebalik antara garis pemasukan dan biaya produksi…masak produksi nol tapi ada pemasukan?cmiiw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s