Heat….Hot…Global Warming

heat.jpg

Entah karena pengaruh ‘sugesti’ global warming atau memang cuaca sedang tidak bersahabat. Dua hari ini udara terasa gerah padahal langit berwarna kelabu. Orang-orang awam seperti diriku tentunya berpikiran bahwa udara akan cenderung sejuk bahkan bukan tidak mungkin bakal hujan. Nyatanya, langit tetap cool dan udara terasa lengket (baca: gerah). Keringat terasa bercucuran dan menempel di kulit.

Maka, hari kedua dicecar rasa gerah ini aku bersama seorang teman (entah kenapa berpikiran sama😉 ) mengademkan diri di pustaka yang sejuuuk. Menikmati aliran udara dingin menyelusup dalam pori-pori kain bajuku, menggantikan keringat yang sedari tadi bercokol di sana.

Hari-hari belakangan cuaca memang sulit sekali ditebak. Kukira setelah tsunami..ehemm..ya..cuaca tak lagi seramah dulu…barangkali karena kita yang lebih dulu tidak ramah, ya ? Hutan-hutan gundul, tanah tak lagi subur karena disusupi benda polimer bernama plastic, sampah berserakan di got dan jalanan, pasir dikeruk, pertambangan liar (dan barangkali juga yang resmi…) dengan merkuri, terumbu karang/atol yang rusak parah dibombardir pukat harimau dan yang sedang nge-trend polusi especially CO2. Ditambah lagi, manusia-manusia bumi yang banyak mengobral heat kemana-mana, mulai dari kriminalitas tingkat coro (sejenis :pencopetan, rampok) sampai yang kelas wahid (baca: korupsi).

Bumi pun makin panas, seolah hendak mengeluarkan magmanya yang menggelegak muak dengan tingkah polah manusia yang tak amanah. Prancis, 6 Juli- Agustus 2003 sekitar 3000 orang tewas karena heat stroke, dehidrasi, dll. Kebanyakan dari korban adalah jompo yang ditinggal kerabatnya yang plesiran di musim panas. Saat itu suhu di kota Paris 400C. Sungguh ironis memang….

Emisi CO2 seakan membuat karpet kaca yang menghalangi panas matahari yang dipantulkan bumi. Panas itu tak lagi keluar menembus ozon tapi justru tertahan di permukaan bumi. Akibatnya, suhu bumi semakit meningkat. Bahkan menurut para ahli dalam 100 tahun terakhir suhu Jakarta meningkat sebesar 7 %. Es di di benua paling polar di bumi ini mulai mencair dalam volume besar. Kurang dari seminggu yang lalu pembaca berita tvri bahkan menyampaikan bahwa sebesar 1 juta es di kutub telah retak.

Dunia makin panas…..

Tiba-tiba aku teringat sebuah ayat :

Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, dan tumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya). Dan Langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk-Nya.” QS. Ar-Rahman :5-10.

earth.jpg

Lalu aku berpikir…Sudah seimbangkah dunia di tangan kita ?

 

 

11 pemikiran pada “Heat….Hot…Global Warming

  1. Dunia memang menuju ambang kehancuran. Semakin ke sini nilai dan norma justru semakin ditinggalkan. Kepentingan materi yang menguasa. Bumi pun rusak. Tapi percayalah, sosok-sosok romantis yang selalu mendambakan dunia yang penuh dengan norma dan keindahan masih tetap dibutuhkan (menghibur diri ya…hehe)

  2. wah..bidang aku banget nih global warming..
    salam kenal deh ya..

    Oh, ya…?
    Salam kenal kembali mas Gagat…
    Artikel ini adalah nuraniku tentang bumi yang kian lama kian panas saja🙂

  3. huuu…
    q pikir mo jelasin…
    tapi ga papa dech
    semangat!!!!
    mari qt sayangi bumi qt lebih lagi
    yipie…


    He..he..
    Secara teori, global warming disebabkan oleh efek rumah kaca, luck. Efek rumah kaca itu sendiri disebabkan oleh pelepasan gas CO2, CH4, NO, NO2, CFC…karena itulah beberapa waktu yang lalu melalui PROTOKOL KYOTO, ditetapkan bahwa batasan CO2 yang boleh dilepaskan itu sekitar 7% (kalo gak salah untuk tiap negara)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s