Panser Team….Step to The End (part I)

Ini adalah kisah nyata tentang kami, tim panser. Senyum yang kami dapat hari ini adalah hasil perjuangan selama 1 tahun 2 bulan yang memeras keringat, otak dan tentu saja tinta printer J .

Kala itu, pembagian kelompok pra rancangan pabrik, tugas akhir yang akan menentukan dapatkah kami menamatkan diri dari bangku kuliah yang memilit kami nyaris 5 tahun. Suasana ruangan agak heboh, ternyata beberapa orang melakukan nego agar bisa saling bertukar kelompok, termasuk kelompok tiga, kelompok yang nantinya menjadi cikal bakal tim panser. Seorang teman angkatan, panggil saja Isas, menyarankan agar anak-anak satu angkatan berkumpul dalam satu kelompok. Awalnya aku, panggil saja Putri, agak enggan. Aku berpikir ‘kenapa kami harus satu kelompok?’. Sebuah alasan logis mengemuka,’bersatunya teman-teman satu angkatan agar lebih mudah berkoordinasi, berkomunikasi dan tentu saja kesamaan visi. Bahwa kami, angkatan yang telat mengambil pra rancangan ini, dapat segera tamat as soon as possible. Maka bergabunglah dua orang lagi, Isas dan Yani (sebelumnya kelompok tiga telah berisi aku dan Siska).

Kami memulai tugas akhir ini dengan searching berbagai data yang diperlukan. Hari-hari berikutnya adalah kunjungan ke labnet dan pustaka. Berbagai literature dibaca dan kemudian disatukan dalam laporan pertama, Latar Belakang, Prospek Bisnis dan Lokasi pendirian pabrik. Dua minggu kemudian kami akan bertarung mempertahankan isi laporan kami. Hasilnya, kami kalah, lokasi pendirian pabrik kami yang berorientasi pada letak bahan baku tidak disepakati kelas. Keputusan akhir lokasi pabrik justru berorientasi dengan pasar, proses yang digunakan juga proses yang terbaru. Bisa ditebak, kami dan beberapa kelompok lain harus merombak laporan dan mencari data-data baru.

Begitu respon laporan satu selesai, kami segera bergegas melanjutkan ke laporan berikutnya, Neraca massa dan Neraca Energi. Kali ini giliran labnet saja yang kami kunjungi. Mencocokkan perhitungan tiap bagiannya. Agar cepat selesai, kami berinisiatif membagi perhitungan menjadi beberapa bagian. Dan ternyata hal seperti ini justru memakan waktu lebih lama. Meski tetap saja (alhamdulillah…) kami masuk dalam kelompok tiga besar yang pertama kali mengumpulkan laporan.

Memasuki laporan ketiga yang terbagi atas lima laporan yakni, reactor, pompa dan kroni-kroninya, perpindahan panas, pemisahan, utilitas, dan laporan keempat, kelima dan keenam, kami bersepakat untuk membagi laporan. Masing-masing kami akan mengerjakan satu-dua laporan. Sayangnya, memasuki laporan ketiga ini kami justru memasuki waktu libur panjang semester. Waktu banyak terbuang karena masa-masa libur. Berikutnya disusul libur puasa dan lebaran. Subhanaallah…sebenarnya menilik dari kondisi yang ada kami benar-benar digenjot untuk segera selesai namun entah kenapa hawa liburan terasa begitu berat menggantung. Aku masih menyibukkan diri mencari beberapa data yang diperlukan plus cara berhitung yang lebih pas untuk menyelesaikan persamaan yang ada. Dalam seminggu, kami beberapa kali bertemu untuk membahas perkembangan masing-masing laporan, kendala-kendala yang dihadapi, rencana masa depan dan kata-kata pembangkit semangat.

Suatu ketika di kantin kampus, Siska berkata,”Apa kita yakin, nih bisa selesai sebelum Februari ?”. Saat itu topik pembicaraan adalah mengenai wisuda yang akan dilaksanakan. Yani dan Isas terdiam. Mereka menggunakan waktunya untuk berpikir. Jika kami mencoba berhitung secara realistis maka outputnya adalah kami tidak mungkin selesai sebelum Februari. Dengan wajah tanpa ekspresi Yani menjawab,”Kita coba dulu saja…”

“Sas, penginnya kita tamat Februari. Kita sudah terlalu lama di kampus.” Kami semua yang ada di meja itu mengangguk setuju. Sudah ada delapan orang dari teman sekelas yang diwisuda. Dan itu….terus terang membuat kami miris. Bukannya kami tidak mampu untuk segera menyelesaikan kuliah…Bukan..! Kami terpotong oleh system dan aturan baru yang dibuat kampus. Karena pada saat judul TA keluar, kami berempat sedang melaksanakan KP. Aturan baru menyatakan bahwa mahasiswa yang sedang mengambil KP tidak diperkenankan mengambil judul. Lalu disinilah kami sekarang….

“Yah…Kita harus optimis…”ujarku menambahkan.”Jika kita yakin bisa menyelesaikan pra rancangan ini sebelum Februari, insyaallah…kita bisa. Terkadang kita tak usah berpikir terlalu realistis…” Isas, Yani dan Siska sepakat, yah, untuk kasus kami….Everything that will happen next,It will happen. We just never known when. Maka menjelang tiga bulan terakhir penghujung tahun, masing-masing kami ngebut menyelesaikan laporan. Hampir tiap pagi akan muncul sms yang mengabarkan tentang jadwal respon, bertemu dosen dan diskusi kelompok. Kami berpacu dengan waktu…tepatnya dengan jadwal wisuda.

“Sudah dengar kabar belum ?”Yani membuka obrolan pagi itu. Kami sedang di pustaka, membaca literature yang berkaitan tentang TA.

“Kenapa, yan ?”

“Jadwal kompre sudah keluar ?”

“Oh, ya ? Kapan ?”

“Mudah-mudah akhir Januari, ya ? Jadi kita punya waktu untuk ikutan…”

“Tanggal 8 Januari…”

Kalimat terakhir itu disambut senyum getir dari kami bertiga. Masih ada 3 laporan lagi yang belum dikerjakan. Dan tiga laporan lagi yang belum di-acc. Kami terduduk lemas. Benar…ternyata realitas bisa mematikan rasa optimisme yang membuncah. Tadinya kami memperkirakan ujian kompre akan diadakan pada awal februari. Hingga kami masih ada waktu untuk menyelesaikan laporan. Dua diantara laporan yang belum dikerjakan adalah kesimpulan dari pra rancangan hingga insyaallah tidak akan memakan waktu banyak.

“Oh, ya…Mungkin kita bisa tanya dengan prodi kapan jadwal pasti kompre.Mudah-mudahan saja bisa diundur….”usul Isas. Secercah harapan muncul ke permukaan. Benar…Toh, belum ada pengumuman resmi tentang jadwal kompre.

“Put, kalian kapan maju hasil ?”

“Insyaallah secepatnya…”

Maka, ini adalah moment bagi aku dan Siska untuk segera menyelesaikan tahapan penelitian kami. Aku dan Siska adalah partner penelitian. Awal Januari, kami maju hasil. Alhamdulillah kami lulus. Berikutnya…yang membuat kami sempat tak bersemangat adalah ternyata jadwal kompre tidak bisa diundur plus satu buah laporan yang masih tertunda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s