Panser Team….Step to The End (part II)

Satu hal yang membuat kekecewaan kami terobati adalah ujian kompre berikutnya akan diadakan pada bulan april, meski, kami akan tetap diwisuda bulan Juli (jika lulus kompre nantinya). Selanjutnya orientasi kami berubah, kami akan berusaha menyelesaikan laporan secepat mungkin dan menyisakan satu-dua bulan berikutnya untuk persiapan kompre.

Alhamdulillah tiga laporan kemudian di-acc. Sekarang memasuki tiga laporan terakhir, Piping and Instrumentation Process, Ekonomi dan Executive Summary. Masing-masing laporan akan dibimbing oleh dosen yang berbeda termasuk didalamnya perbedaan karakter. Saat menyelesaikan laporan Piping and Instrumentation Process kami dipaksa untuk mendalami lebih pengontrolan untuk tiap-tiap alat. Logika-logika apa yang terjadi jika hanya menempatkan satu alat control di alat utama, akibat dari pengontrolan yang dilakukan dsb. Point lebihnya adalah bahwa kami juga belajar bersabar J. Ketika ada empat orang bertemu maka kita akan berhadapan dengan empat kepentingan&pemikiran yang berbeda. Hal itulah yang kemudian terjadi. Kami berempat harus belajar menyesuaikan waktu dan belajar memaklumi jika salah satu ada yang tidak bisa datang hingga kami harus mengubah jadwal respon. Belajar mengenal karakter masing-masing.

Sebulan kemudian laporan itu di-acc. Giliran Ekonomi, perhitungan ekonomi sudah dimulai beberapa waktu sebelumnya hingga kami bisa langsung menghadap dosen yang bersangkutan. Jadilah, kami yang tanpa persiapan matang menyodorkan diri ke ruang horror. Saat itu, kami ditanya tentang materi-materi dasar yang melatarbelakangi pra rancangan dan alasan pemilihan alat. Wajah kami berubah. Pertanyaan yang tak disangka-sangka. Kami mempersiapkan diri dengan materi-materi ekonomi tapi ternyata yang ditanya justru hal-hal yang mendasar. Kejadiannya mirip dengan respon Laporan reactor. Saat itu kami mempersiapkan diri dengan berbagai alasan kenapa kami memilih reactor fixed bed. Tapi sang dosen justru bertanya tentang proses, lokasi pabrik dll yang melatar belakangi pra rancangan. Kami saling melempar senyum sembari mengumpulkan sisa-sisa memori pelajaran OTK yang berceceran di sana-sini. Reaksinya bisa ditebak. Bapak dan Ibu dosen kami tercinta itu hanya memandang kami dengan senyuman dikulum..he..he…

Sebuah memori indah terjadi saat kami harus menyerahkan laporan ekonomi. Saat itu kami berjanji untuk menyerahkan laporan pukul tiga sore. Hujan yang mengguyur mulai bada zuhur seolah bersepakat untuk memberikan waktu pada kami agar bisa ke kampus untuk menyerahkan laporan. Kira-kira pukul tiga hujan berhenti. Sayangnya, masih ada beberapa lembar laporan lagi yang harus di print. Saat kami bersiap menuju kampus, hujan turun dengan derasnya. Tak memperbolehkan kami keluar dari rumah. MasyaAllah..inikah konsekuensi tidak menepati janji? Kami yang saat itu sedang berkumpul di rumah Yani hanya memandang butir-butir hujan yang turun dengan deras dengan mata tak berkedip. Tak satupun yang membawa jas hujan. Helm hanya tiga….jadilah kami berempat nekad menerjang hujan yang mulai ramah karena berubah menjadi gerimis (tapi tetap saja dengan angin kencang) dengan aku yang hanya memakai kantong plastic sebagai pelindung kepala. Kami muncul dengan pakaian basah…(hasil diskusi pada hari itu ada pada thread Break Even Point)

Laporan terakhir adalah laporan yang membuat kami deg-degan. Executive Summary adalah kesimpulan akhir dari berbagai laporan yang sebelumnya telah kami kerjakan. Tidak terlalu mendetail dan biasanya responnya pun berkaitan tentang hal-hal yang umum. Namun, ini sudah akhir Maret, kami sudah sedikit meleset dari rencana semula. Sebulan lagi jadwal ujian kompre. Meski laporan terakhir ini masih belum di acc, tapi kami sudah mulai mempersiapkan materi untuk ujian kompre. Kami mulai mempersiapkan diri. Membaca kisi-kisi ujian dan diskusi tentang mata kuliah tertentu yang membutuhkan energi banyak.

Dan inilah dia penutup itu, tanggal lima April kami direspon untuk laporan Executive Summary jam 9 pagi….Kami berempat menjawab dengan yakin (sebelumnya kami memang bersepakat bahwa kami harus menjawab pertanyaan dengan yakin tanpa ada keraguan apapun yang keluar dari lisan kami ). Selesai respon..kamipun saling berjabat tangan..Phuff, selesai sudah pra rancangan ini…

22 April adalah saksi lepasnya beban yang menggantung dengan berat di pundak kami…Rasa was-was, cemas, khawatir dan juga semeriwit-seriwit bahagia tercampur menjadi satu. Hari ini adalah ujian kompre. Puncak kerja keras selama 5 tahun 8 bulan akan dibuktikan pada hari ini. Hasil belajar singkat selama 3,5 minggu pun akan teruji hari ini. This is a big day for seven of us. Seperti layaknya ujian, selalu ada kejutan-kejutan di setiap lembar pertanyaannya. Sesuatu yang sepertinya kamu ingat tapi neuron yang menyimpan informasi itu seakan menyimpannya dengan sangat lekat, tersimpan dalam kotak yang rapi. Jalan satu-satunya adalah menggunakan hati nuranimu (he..he.. J). Pukul enam lewat sebuah sms masuk mengabarkan sebuah berita gembira. Alhamdulillah, tim panser lulus…Subhanaallah…doa-doa kami terkabulkan, kerja keras kami terbayarkan……….

Penghujung April ‘08

11 pemikiran pada “Panser Team….Step to The End (part II)

  1. proficiat atas kelulusannya,
    Pesan moralnya: segala sesuatu yang dilakukan dengan kesungguhan dan ketekunan pasti akan mendatangkan kepuasan.


    Terima kasih, mas…
    Yah…segala sesuatu yang dikerjakan dengan kerja keras akan menghasilkan memori yang indah..Kalau ingat masa-masa perjuangan tiba-tiba ada rasa haru yang membuncah. Gak terasa udah tamat..he..he..

    Harapannya… mudah2an segera dapat kerjaan, nih…AMIIN

  2. Nah ternyata kerja keras memang belum berakhir (mungkin juga ngga pernah berakhir) tapi setidaknya satu kesuksesan diraih, dan lanjutkan dengan kesuksesan lainnya.
    Selamat ya.

  3. LULUS…??? Wouf…sopo sing gak seneng rek-rek….
    Hiks…pake corat=coret Baju gak yah…..

    Yah….keberhasilan anak tangga pertama…dan kaki harus naik ke anak tangga berikutnya.
    Jadi…?? Perjalanan masih membutuhkan PERJUANGAN lageh dan lageh….

    Selamat, smoga langkah berikutnya dengan perjuangan GIGIH selalu menyertaimu Kawan.

    Nggelesod…..memandangi mbak Putri yang lagi seneng sambil Jingkrak-jingkrak

    Alhamdulillah…iya pak..
    Lulus jadi sarjana🙂
    Langkah berikutnya adalah berusaha dengan gigih mendapatkan pekerjaan..AMIIN…MOhon doanya, ya..
    Wah..udah gak zamannya lagi coret-coret baju, pak karyan..malu ama anak2 SD yang waktu lulus aja gak pake coret-coret baju :))

  4. boleh juga…
    salam kenal…:D
    tukeran link dong?

    Salam kenal kembali
    MOnggo-monggo….silahkan..ntar saya link-in juga ke blog saya
    Terima kasih sudah mampir🙂

  5. Mas Kalo mau ujian lagi download soal soal ini ya…..he he………..Sory gak nyambung ya…
    Salam kenal

    🙂
    terima kasih..ntar deh saya lihat🙂

  6. wah hebat bisa lulus 5 tahun lebih dikit. Gue dulu sampe 6 tahun booo….🙂

    slamat ya.

    He..he…
    terima kasih
    Wah kalo gitu, mas sigit lebih banyak pengalaman, dong, he..he.. (bercanda, mas)

  7. Tahu enggak Mas gue lulus 4 tahun nih ditambah 3 tahun…hampir aja jadi mahasiswa abadi..
    he he….

    He..he…
    Mahasiswa abadi yang banyak pengalaman..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s