Inilah Sepenggal Kisah KKN-Q

Hm..bulan apa sekarang ? Juni…eehem…sebentar lagi Juli. Juli-Agustus adalah masa-masa libur panjang semesteran bagi para mahasiswa. Kebanyakan dari mereka pulang kampong kemudian menumpahkan segala kerinduan pada sanak keluarga. Sebagian lainnya masih berjibaku dengan kuliah karena mengambil semester pendek, bertarung dengan nilai-nilai kritis rasa Durian dan Es tontong J  atau sekedar mengisi waktu luang…

 

Namun beberapa lainnya justru disibukkan dengan keberangkatan KKN (atau yang dikenal juga Kuliah Kerja Nyata bukan Korupsi Kolusi Nepotisme lho….) ke daerah-daerah terpencil, mengabdi pada masyarakat begitu bahasa kerennya. Jadi, inilah sedikit kisah KKN diriku bersama teman-teman seperjuangan yang sekarang ini entah telah berada dimana…

 

Kala itu Aceh baru saja diterjang tsunami, kira-kira enam bulan kemudian, sebuah pasukan kecil hanya kurang lebih 100 orang saja berangkat menuju Aceh. Inilah dia segereombolan mahasiswa Riau yang ingin membantu saudara-saudaranya di Aceh..(Deui…kesannya gimana gitu…he..he..). Ada beberapa grup mahasiswa UNRI yang berangkat ke Aceh mereka di tempatkan di beberapa daerah antara lain Ladong, Krueng Maria, Paya Kameng, Lhok Nga. Dan grup terbesar berada di Paya Kameng. Termasuklah didalamnya aku dan 5 orang teman sekelas.

 

Apa yang akan ku ceritakan ini adalah sepenggal kisah unik dan aneh bagi diriku dan sebagian teman lainnya. Aneh…karena sebagian dari kami melepaskan rasa lelah dari aktifitas sehari-hari yang padat dengan bermain di pantai (kebetulan  KKN dekat dengan pantai ). Padahal, masyarakat di sekitar sana masih trauma dengan pantai.

Unik ….karena salah seorang muridku di SD ada yang bule. Padahal bahasa Inggris saja dia tidak bisa, bahasa Indonesia pun tidak begitu baik. Saat berkunjung ke rumah kakeknya, yang kebetulan ketua dewan sekolah, barulah aku tahu alasan kebulean si adik tadi.  Muridku itu asli Aceh sebagaimana kedua orang tuanya, kakek-neneknya bahkan buyut-buyutnya. Menurut cerita kakeknya, nenek moyang penduduk Aceh ini banyak yang berasal dari Arab, Cina, dan Eropa, mungkin karena itu nama kawasan yang terletak di ujung Sumatra ini ACEH. Dulu, banyak orang-orang eropa, salah satunya Portugal yang tinggal di Aceh. Mereka membentuk kawasan sendiri dan kebanyakan menetap di Meulaboh. Keturunan bangsa eropa ini hanya menikah dengan sesama mereka.

Hm…mungkin karena itulah ada beberapa masyarakat Aceh yang bermata biru (teman se-KKNku sampai terobsesi dengan gadis-gadis Aceh bermata biru…ckk…ck..)

Wah…kalo dirunut-runut bisanya salah seorang masyarakat Aceh yang saudara-an dengan Christiano Ronaldo, ya…ha….ha….      

Kali ini tulisanku sungguh benar-benar hanya pelepas dahaga saja hua ha..ha…

3 pemikiran pada “Inilah Sepenggal Kisah KKN-Q

  1. o…kuliah di UNRI to ??

    pengalaman nan mengesankan tentunya……..


    Yupe…
    Wah..banyak banget kenangannya..mulai dari yang mendebarkan..mengezutkan…ampe menyeramkan…he.he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s