Durian

Sebagian besar dari kita tentunya sudah sering mendengar tentang ‘keselebritisan’ buah yang satu ini. Durian yang mempunyai nama latin komersil Durio zibethinus adalah salah satu jenis buah yang mempunyai aroma yang khas. Saking khasnya, beberapa perusahaan bahkan melarang penumpangnya membawa durian. Bahkan Joe, si pembawa acara Fear Factor menjuluki durian sebagai buah paling bau. Kontan saja pencinta durian mencak-mencak. Meski gak sampai melaporkan si Joe ke komisi HAM, teman-temanku yang memang pecinta durian itu jadi ikutan sewot. Sampai-sampai mereka menantang si Joe ikut makan durian. Padahal mana mungkin si Joe itu bakal ngerti…lha wong yang mencak-mencak di Indonesia..dianya di Amerika sono he..he..(ups..OOT dikit😀 )

Jadi, ada apa, sih saya nulis tentang durian ? Yah..ini berhubung mbak imelda nyinggung-nyinggung soal semangka he..he..

Di kota saya, Pekanbaru, rasanya durian tak pernah habis. Meski, pada dasarnya ada musimnya, durian selalu tampak berjejeran di sepanjang jalan terutama di sepanjang jalan Sudirman.

Kebetulan, tampaknya bulan ini (Juli, red) beberapa daerah di Riau juga sedang masa ‘keemasan’ durian alias sedang masa panen, beberapa daerah yang sedang panen yaitu Bengkalis, Kampar, dll. Bagian yang menyenangkannya adalah keluarga kami dapat kiriman durian dari saudara ayah yang di Bengkalis. Durian sebanyak 6 buah itu sekarang hanya tinggal kenangan saja (sudah habis, Oi), mengingat hanya ayah dan ibu saya saja yang bener-bener pencinta durian (adik saya juga, sih..tapi berhubung sedang KKN jadi pasukan penggempur durian itu hanya kedua orang tua saja he..he..).

Selain dimakan begitu saja, durian juga diolah menjadi lempuk, sejenis dodol yang merupakan campuran durian dan gula, juga ada asam durian (yang kalo tidak salah dimakan pake cabe) dan durian yang dimakan pake pulut ketan. Bermacam-macam cara orang memakan durian, tergantung dari selera dan kebiasaan masing-masing.

13 pemikiran pada “Durian

  1. siipp..mudah2an bulan depan insyaAllah masih musim ya kak…pecinta durian juga soalnya..hehehe

    Amiin..
    Ato liburannya aja yang dipercepat, Ya😀

  2. Salam kenal..
    Sudah lama saya tidak makan buah durian.
    Kalau produk olahannya seperti dodol durian sih lumayan sering.
    Tapi tetap lebih nikmat buah durian asli.

    Salam kenal kembali🙂
    Memang tidak ada yang seenak durian asli😀
    Satu-satunya produk olahan durian yang saya suka cuma Lempuk Durian…soalnya memang hanya terdiri dari durian dan gula tho’

  3. Nyobain durian di Thailanf… hihihi… Durian Bangkok enak juga… Eh tapi Durian Bangkok kan udah ada di Indo.

    Belum pernah coba durian Thailand..
    Hem..seperti apa, ya..kira2 rasany *mikir mode on

  4. wah sayang gue ga suka ama durian. Biasanya mual2x makan buah ini. Kalo uda diubah jadi eskrim sih mau2x aja he..he..

    Wah..masak, sih…?
    Coba deh sekali-kali makan durian yang dari Pekanbaru…dijamin pooooolllll😀

  5. well, I’m not a fully lover of duren. but as a reference could you pliz maybe share us, what other possibility foods that use durian as the material…
    such like dodol (it’s common already…)
    thax bro/sis…
    I’m gonna wait it keyy…

    Durian usually make into “lempuk/lempok”. It’s like dodol but without wheat. Others, it’s called “tempoyak”. It’s like chili sauces with durian. Durian also make into ice cream too…Well, that’s what i know, bro…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s