Sebuah Episode dari Bus Kota

Kala itu cuaca cerah, semilir angin seolah menyampaikan salam pada setiap penghuni bumi. Seorang anak kecil lucu berlari ke sana kemari di depan sebuah ruko milik orang tuanya. Ruko yang menjual aneka tempat tidur itu seolah menjadi arena bermain yang menyenangkan baginya. Ia melompat-lompat ke sana kemari, berlari, menghindar dari pengasuhnya yang berkulit lebih gelap dari dirinya. Pengasuh itu mengelap keringat yang setitik-dua titik menyembul di sela keningnya. Wajah lelahnya seakan menyurut saat mendengar tawa bahagia bocah asuhannya. Bocah itu memang bermata sipit dan berkulit putih kontras dengan warna kulitnya. Tapi, ia bahagia. Bocah itu mengingatkannya pada adiknya yang masih berada di kampung. Ia melepaskan kerinduannya dengan bocah asuhannya. Hanya itulah yang membuatnya bahagia di perantauan ini.

Sejurus dua ratus meter dari sana. Seorang Kakek tua tak berambut duduk diam di kursinya. Kepalanya tersandar lemah tak berdaya. Ia bahkan hanya mampu melihat perawatnya yang duduk di sebelah kanannya. Perawat yang setia menyuapinya setiap pagi, menceritakan kisah pagi yang terurai kala itu.

Arah pukul tiga, seorang ibu tua membuka tokonya yang mungil. Toko lama yang bahkan tak bisa mempertahankan nama tokonya. Toko Lima-Lima itu telah kehilangan kedua huruf ‘eL’nya. Toko yang menjual aneka jamu dan obat-obatan itu kini bahkan harus menambah item jualannya karena tak sanggup berdiri hanya dengan menjual obat-obatan saja.

Lurus terus lurus menuju pertigaan, seorang polisi menyetop seorang siswa smu yang tak memakai helm. Keduanya terlibat pembicaraan serius. Sebuah pelanggaran.

Melanjutkan perjalanan, gedung-gedung perkantoran tampak angkuh berdiri. Warna kuning gadingnya seolah menunjukan jati diri pekerja di dalamnya. Berderet-deret atap bermotif lembayung memayungi bangunan-bangunan itu. Mobil-mobil hilir mudik, sepeda motor…

Beberapa pria dan wanita duduk, menanti kendaraan mereka. Bus mereka tercinta, yang akan membaca mereka ke tempat tujuan mereka hari ini.

Sebuah episode dari setiap perjalananku dari atas bus kota…

perhatian:ada beberapa bagian yang ‘agak’ di dramatisir😆

20 pemikiran pada “Sebuah Episode dari Bus Kota

  1. terkadang emank banyak hal-hal menarik yg dapat ditemukan dalam perjalanan menggunakan kendaraaan umum..😀

    Yeah..termasuk di dalamnya kenalan dengan orang-orang baru…:lol:

  2. jika kita bisa memberi nilai apa2 yg kita liat, hidup ini jadi lebih bernilai. btw episode malam/dini hari di bis malam juga menarik: spt melihat aktivitas orang2 yg menyambut hari sejak jam 2 dini hari.

    Iya, mang…Sangat menarik melihat aktifitas orang-orang di sekitar kita..Apalagi kalo jadi backpacker seperti mang kumlod :D…
    Kalo melihat aktivitas dini hari..saya masih belum berani, mang..Itu artinya..saya harus ngider ke jalanan via bus di malam hari, khan ? he..he..

  3. sejak saya memiliki motor sendiri. saya sudah sgt jarang naik bus kota…🙂

    Dari motor pun kita bisa melihat episode lain dari kehidupan orang lain, mbak My…

  4. yups…
    sebuah cerita tentang negeri kita yang kaya raya ini…
    jika saja kita bisa memperbaiki moral bangsa,
    tentu kita akan bercerita dengan judul :
    “sebuah episode dari BMW”

    hmm, nice blog!!🙂

    Saya anggap itu sebuah doa, mas rahmad…Amin

    Terima kasih…terima kasih🙂

  5. Sejak dari dulu kala saya gak betah naik Bus, minimal Kereta lah, harus ada space buat jalan-jalan buat rokokan. Kalo naek bus udah kaki kelipet, belum tentu sebelahnya ce cakep nan wangi (lebih sering bapak-bapak)

    he..he..Kalo naik bus kampus bakal lain ceritanya, ya, bang ?😀

  6. jarang naik bus kota, bahkan jalur trans Jogja pun saya belom hapal😀
    tapi bagus juga buat bertualang, asal ga ada c***t ajah…

    Tul mas Arm…Dimana-mana 'yang satu itu' emang perlu diwaspadai

  7. woh…. potret yang menarik banget yang tertangkap oleh “kamera” di dalam otak Putri…
    🙂 hebat!!

    Begitulah potret apa adanya…Pemandangan sehari-hari yang ter
    tangkap mata pengguna bus ini…😀

  8. Dah bertahun-tahun ndak naik bis kota di Batam…
    Suasananya memang ngangeni apalagi kalau dah lama nggak naik bus.
    Banyak keunikan terjadi

    Tul, pak..
    Saya selalu berpikiran bahwa naik bus kota sama saja dengan berada di bioskop. Karena setiap saat kita akan disuguhi ‘adegan’ yang unik dan berbeda.

  9. hm….
    fansnya bis kota juga neh… apalagi yg ekonomi punya
    banyak jajanan n hiburan😀

    -Salam kenal Teh

    Kalo saya mah fansnya bus dalam kota, rul..Maklum jarak kampus dengan rumah lumayan jauh😀

    salam kenal kembali🙂

  10. selalu ada pemandangan dan cerita yang menarik setiap melakukan perjalanan dg sebuah bus,tapi hinga detik inih daku belum pernah bisa mengambil gambar dari dlm bus..twothumb for u..:)

    Terima kasih atas pujiannya, mbak. Saya juga masih belajar ngambil gambar dari bus…Tapi, untuk gambar yang di blog itu, sih..cuma ngambil dari web lain😀

  11. Jangan2x kita yg merasa memperhatikan org2x di sekitar kita adalah obyek perhatian jutaan dan bahkan milyaran pasang mata yg tidak kita sadari, dan org2x yg kita perhatikan itu hanyalah bagian dari sebuah set adegan film reality show yg sedang berlangsung dan tdk kita sadari.
    Koq jd kayak film The Truman Show nya Jim Carrey hehe🙂

    he..he…Mas sigit nih emang pengamat perfilman sejati….Segala sesuatunya dikaitkan ke film2 yang ada..btw..Put pun merasa demikian..Toh…segala perbuatan kita, bahkan apapun yang tersembunyi dalam hati kita ada yang mengawasi…Ya, khan ?

  12. subhanallah, putri kamu bisa nulis kaya gini?
    terus diasah put, kamu bisa nulis cerpen,,keren!!!keren!!!keren!!!

    Terima kasih, mbak Yella…
    Tulisan ini masih mentah, mbak…masih biasa-biasa saja .. Insyaallah masih terus belajar:)

  13. BUat aku berpikir, ada dibagian mana kita dari cerita tadi….
    Setelah itu kita akan rasakan bahwa pantas/mau tidaknya kita mensyukuri hidup ini, terhadap apa yang telah Allah berikan kepada diri kita masing2…… Apapun warna hidup ini, kita syukuri apa adanya dan ikhlas karenaNya, yang Maha Penentu… amien

    KItalah yang memegang kemudi hidup kita…Segala usaha kita lakukan…Tapi hanya Allah SWT-lah yang berhak memberikan keputusan….
    Ya…kita syukuri warna hidup kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s