Langit Gelap di Atas An-Nuur

Tak tahan rasanya berlama-lama tak mengetikan jari ini di keyboard PC-ku tercinta. Padahal masih kurang dari seminggu mataku ini wara-wiri di depan monitor computer..he…he…

Apa kabar Idul Fitri ?

Apa kabar iman ?

Argh..Ramadhan baru saja usai dan kelezatan iman dan kedekatan dengan sang Khalik pun masih terasa, bukankah begitu ? Tentu saja kita semua berharap Ramadhan meninggalkan jejak yang amat berbekas hingga tak sedikitpun sirna di makan kabut kefanaan….Amin !

Menjelang Idul Fitri, langit Pekanbaru dirundung hujan lebat. Malam takbiran pun hujan deras mengguyur kota…Mengingat cuaca yang tak begitu bersahabat ini, kami sekeluarga memutuskan untuk shalat Idul Fitri di Masjid Agung An-Nuur. Agak berbeda dari biasanya, lapangan kantor gubernur adalah pilihan prioritas untuk pelaksanaan Sholat Ied.

Pagi cerah nan sejuk itu pun menggantungkan harapan penduduk kota. Beberapa teman seperjalanan pun melajukan arah kendaraan mereka ke masjid An-Nuur. Jalan Diponegoro seketika jadi ajang parkir. Manusia plus kendaraan mereka menjejali jalanan dan masjid. Sholat Ied selalu ramai…begitu menakjubkan! Langit tak sedikitpun bergeming. Masih tetap gelap, kelabu dan kelihatan ‘sangat berat’.

Saat mendengar khutbah, beberapa rintik air mampir ke bumi, melesat pelan. Beberapa jamaah terlihat beranjak pergi, entah apa yang mereka khawatirkan. Padahal, sebelum memulai sholat, panitia sudah mewanti-wanti agar jamaah tidak meninggalkan tempat sebelum khutbah selesai. Karena khutbah termasuk satu rangkaian dengan pelaksanaan sholat Ied. Syukurlah, hujan tak hendak turun. Bahkan berjam-jam setelah sholat Ied…

Silaturahim….ia menanti…

Bagaimana Lebaranmu ?

Jamaah Sholat Ied di Masjid Agung An-Nuur

Jamaah Sholat Ied di Masjid Agung An-Nuur

5 pemikiran pada “Langit Gelap di Atas An-Nuur

  1. wah mesjidnya keren ya Put. Kesannya kayak benteng megah. Di batam jg mendung pas lebaran. Untung ga ujan🙂

    Sepertinya 1 Syawal tahun ini mendung, ya…
    Masjid Agung An-Nuur ini pernah mengalami perombakan…sekarang ini luasnya berkali lipat lebih luas ketimbang luas asli bangunan sebelumnya ..

  2. Mesjidnya besar dan teduh sekali. Warna hijau yang hidup…
    Batam malamnya hujan jadi becek dah lapangan…

    Makanya penduduk Pekanbaru pada ke Masjid…soale lapangannya becek😀

  3. salam syawal buat sang putri
    masih terasa kesyahduan ketika
    mendengar takbir serta menunaikan
    solat aidilfitri dan mendengar khutbah

    really glad to be back
    it’s really tiring
    cause we travel hundreds of kilometres
    everyday during the idul fitri holidays
    to visit our relatives
    that’s what ‘silaturahim’ means for us

    Salam, mr.rawcanvas
    You must be so glad with all the journey
    Nice…
    Silaturahim make the conection between family more close

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s