ia, yang tak kutahu namanya

Pemuda itu bertampang biasa saja. Tak ada yang lebih dari raut wajahnya. Pemuda berusia belasan tahun yang baru saja memasuki bangku kuliah. Namun, jika engkau perhatikan ada yang unik dari pemuda itu. Kilat matanya menyinarkan berkas kehausan akan ilmu. Ia sungguh bersemangat dan santun.

Kami secara tak sengaja menemukan ‘berkas’ semangat pemuda itu. Ia begitu intens dengan diskusi dan menunjukan kecerdasan yang seimbang. Aku dan temanku bahkan memprediksi ia, inilah dia calon ‘bintang’ berikutnya, aktifis dalam perpolitikan kampus.

Berikutnya kami tak pernah bertemu. Tak pula berbicara…

Aku hanya bertemu dengan ‘punggung’nya tatkala ia diantar ayahnya menuju pemberhentian bus kampus. Sementara aku hanya melihatnya dari spion bus kampus kami, kudengar pula aktifitas sang calon ‘bintang’ ini. Prediksi kami sudah mulai terbaca. Berikutnya pun, aku hanya bertemu punggung sang calon bintang ini.

Beberapa waktu kemudian, aku tak pernah melihatnya dari spion bus kampus kami. Entah kenapa, ia tak pernah tampak. Sampai suatu ketika, salah seorang temannya menyampaikan padaku sebuah kabar yang membuatku menyadari sebuah kuasa,

“Ia telah meninggal….Dalam Ramadhan tahun itu…..Keluarganya memohonkan maaf pada para koleganya, jika ia pernah berbuat salah.”

Innalillahi wa Innailaihi Roji’un………….”

Tak pernah ada yang tahu tentang umur seseorang. Meski kala itu ia sedang berada dalam masa kejayaan, masa penuh semangat…..

Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Hadid: 2)

*memorable moment…ia telah meninggalkan dunia fana ini beberapa tahun yang lalu

Gambar dicomot dari sini

13 pemikiran pada “ia, yang tak kutahu namanya

  1. Innalillahi wa innailaihi raji’un.

    Hidup itu begitu singkat ya Put? Kapan giliran saya?

    [merenung mode on]

    Btw.. kalo saya sudah gak ada, apa Putri masih mengingat saya?😀

    [mengharap mode on]

    Yah..sungguh sesuatu yang di luar dugaan…tak ada yang tahu pasti…

    Mas insan ?
    ‘insyaallah…inget….’

  2. inalilahi…
    *terdiam*
    k!ta tak pernah tahu kapan mauT menjemput..[bener]
    akh puT..seanda1nya nanT!…..*nda jad!*

    *menit!kkan a!r mata*

    putr!…………makas!h…

    Mbak..kenapa ?
    Apa yang harus di-terima kasih-kan ?

  3. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun..

    Yah begitulah tidak ada yang tahu umur manusia…
    DAn jika sudah datang waktunya tidak akan dimajukan atau dimundurkan waktunya walau hanya sesaat saja…

    Jadi mari bersiaplah setiap waktu…

    bersiap…sepanjang waktu…

  4. wah bener juga Putri. Siapa saja yg mskipun di mata manusia berkesan gagah perkasa tak terkalahkan akhirnya takluk juga menghadapi kematian. Smoga siapapun yg dikasi kelapangan dan ketinggian posisi di mata manusia tetap sadar diri akan akhir hidupnya ya.

    Benar, mas…
    “Pemutus kenikmatan adalah kematian “

  5. siapa yang bisa tau umur seseorang. selagi kita bisa punya umur, berbaik hati dan perbanyak amalan ibadah kita. toh ngga ada ruginya. buat bekal kita kelak nantinya

  6. ya Allah
    aku baru sedar
    aku memang takut mati
    kerana aku cuma ada painting ku sahaja
    painting yang kabur dan absurd
    yang kadang-kadang aku sendiri tak mengerti

    …….*ikut merenung*………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s