Little Things about Reactor

Reaktor skala pabrik

Reaktor skala pabrik

Labu Reaksi

Saat diriku sibuk mencatat referensi tentang aturan baku membuat sebuah laporan, salah seorang dosenku menghampiri dan bertanya tentang penelitianku *Kala itu menjelang seminar proposal penelitian*.

“Penelitianmu tentang apa ?”
“Biogas, Pak..”
“Oh…pake digester ?”
“Iya, Pak…”
“Menurut kamu mana yang lebih dahulu ada, reaktor atau bioreaktor ?”
*Aku berpikir sejenak…secara proses fermentasi sudah ditemukan berabad-abad sebelum proses secara kimia…jadi langsung saja kujawab..*
“Bioreaktor, pak !”
Si Pak dosen tersenyum *he..he…senyum ala dosen, nih*
“Kamu tahu…ini *sambil menunjuk perutnya* adalah bioreaktor yang pertama kali muncul…Coba pikir…! Mantap, gak, Allah SWT itu…menciptakan bioreaktor tercanggih yang paling hebat..”
Aku pun mengangguk-angguk paham…O iya, kenapa tidak berpikir ke situ, ya ?

Nah, sudah tahu apa itu reaktor dan bioreaktor ? Bagi orang-orang yang bergerak di bidang kimia, biologi dan keteknikan tentunya sudah paham, ya ? Jadi, ceritanya daku ingin share sedikit tentang reaktor dan bioreaktor, nih…

Reaktor dalam bahasa yang mudah dimengerti adalah tempat berlangsungnya proses reaksi secara kimiawi. Reaktor dalam skala lab tentu saja berbeda dengan skala pabrik. Saat kita praktikum dulu, suatu senyawa/ zat tertentu akan direaksikan dalam sebuah labu reaksi (dengan tutup). Setelah dikocok (dengan cara tertentu…tidak boleh mengocok suatu reaksi dengan asal-asalan) maka kita akan dapat segera melihat perubahannya.


Untuk skala pabrik, jenis reaktor bermacam-macam tergantung dari fase reaktan, penggunaan katalis, perlu atau tidaknya pengaduk dan faktor-faktor lainnya.

Secara umum reaktor terbagi dua yakni; reaktor batch dan reaktor continuou. Keduanya dibedakan dari proses yang berlangsung dalam reaktor tersebut. Reaktor batch adalah reaktor yang prosesnya berlangsung secara batch sedangkan reaktor continuou adalah reaktor yang prosesnya berlangsung secara kontinu, input terus menerus dimasukan ke dalam reaktor. Reaktor continuou terbagi menjadi reaktor berpengaduk (Continuous-Strirred Tank Reactor, CSTR), reaktor tubular (yang termasuk jenis ini adalah Plug Flow Reactor, PFR), reaktor Packed-Bed.

Lalu bagaimana dengan bioreaktor ? Pengertiannya hampir sama dengan reaktor, hanya saja dalam bioreaktor ada mikroorganisme ataupun proses biologis yang terlibat, misalnya penggunaan enzim, virus dan mikroba. Dalam bioreaktor, penggunaan katalis digantikan dengan enzim. Seperti yang diketahui penggunaan katalis adalah untuk mempercepat laju reaksi dan juga untuk meningkatkan produk reaksi. Maka enzim pun mempunyai fungsi yang sama dalam bio reaksi.

Beberapa enzim yang sudah digunakan dalam dunia industri antara lain alfa amilase bakteria (untuk tekstil, alkohol, detergen, roti, gula), Beta glukanase (untuk industri minuman beralkohol), laktase (untuk industri susu dan hasilnya), pen-A-silase (untuk farmasi), dll (Sa’id, 1987). Keuntungan dari menggunakan enzim sebagai katalis antara lain energi yang digunakan bisa mencapai tingkat minimal, konversi yang tinggi, polutan yang terbentuk sedikit dan dapat memperoleh reaksi yang diinginkan.

Bioreaktor yang digunakan untuk fermentasi biasa disebut dengan fermentor sedangkan yang digunakan untuk mencerna (sering juga disebut proses digest) biasa dikenal dengan nama digester.

Kaitan antara proses pencernaan dengan bioreaktor ?

Coba kita perhatikan bersama ……

31 pemikiran pada “Little Things about Reactor

  1. wah jadi pengen belajar teknik kimia juga😀

    kalo dlm tubuh manusia brarti bioreaktor sudah terjadi sejak di dlm mulut donk yah…

    Terjadi sejak di dalam mulut ? maksudnya ?

    Proses inputnya..jika mulut kita umpamakan sebagai pipa inlet…ya..prosesnya sudah dimulai dari sono, tuh😀

  2. Hmmm seru juga….
    Mau tanya, pan udah lamaaa dibikin “bioreaktor” sisa buangan manusia dan binatang (biasanya ternak) menjadi gas, untuk masak misalnya. Apakah ini bisa dibikin proyek satu kota? Sehingga, kita ga usah pake minyak bumi lagi…

    Dibikin proyek satu kota…sepertinya bisa …
    Untuk itu, berarti kita perlu menggabungkan semua septitank warga yang bakal berfungsi sebagai digester (Giant Bioreactor, kali, ya ?)

    Lagi pula, sudah ada satu desa yang menerapkan hal ini..Mereka harus ‘buang hajat’ di WC umum yang septitanknya dirancang sebagai digester…

  3. @ Trendy
    Yupe…perlu racikan (baca:design) yang tepat..terutama tentang kondisi operasi yang pas😀

    @achoey
    Jangan mumet, kang…😀
    Di nikmati aja …he….he..

    @trend di Bandung
    Ya…this is about BIG THING i supposed😀

    @rawcanvas
    An idea ? What is it ?
    Wow…Now i keep wondering it…🙂

    @Aping
    Iya…pada dasarnya sama saja…Yang membedakan itu tentu saja dari segi reaksinya…apakah endotermis ato eksotermis…begitu juga dari segi spt yang saya tulis di atas. Saya pikir untuk perancangan reaktor (skala pabrik) untuk nuklir harus dipikirkan masak2 karena reaksi nuklir itu ‘berbeda’ dengan reaksi kebanyakan..btw..saya ini mbak, lho, mas aping😀

    @a3u5z1i
    TA ? Jelas ada hubungannya😀
    Kebetulan kemarin kebagian tugas ngerancang reaktor fixed bed😆 makanya jadi kepingin buat tulisan ttg reaktor (biarpun cm dikit he..he..)
    Baru tahu kalo anak IT seneng nuklir😀

    @ummirifqi
    eh…eng…bingung, ya, mbak ?
    Gimana ? *jadi ikutan bingung juga.*
    Bingung dibagian yang mana, mbak ?

  4. @nasruni
    Putri sih masih jauh dari kata “ahli”, mas….Masih harus banyak belajar.. *jadimalu, nih*

    @mata
    Waduh…duh…kok pusing, sih ? MInum obat anti pusing dulu, mas…Insyaallah tokcer, deh..😆

    @mang kumlod
    Sayangnya jauh dari Jakarta tuh, mang…Daerah yang memakai biogas dari feses adalah kelurahan Balowerti, Kediri. Artikelnya ada disini

    @gbaiquni
    Silahkan…
    Senangnya berbagi… “)

  5. oalaaah…. jadi proses pencernaan dan metabolisme yg melibatkan enzim2 tuh termasuk bioreaktor? kan termasuk reaksi kimia juga, misalnya dari makanan direaksikan menjadi energi dalam bentuk ATP…
    jadi tau deh,,,pdhl aq udah lama ublek2 proses dalam tubuh tp br tau kalo kyk gt tuh namanya bioreaktor..

  6. ^_^ Mantab (pake qalqalah…)🙂

    Saya menikmati tulisan Putri ini. Sambil makan roti plus jus alpukat. Sambil membayangkan tiap telanan roti yang bercampur dengan jus alpukat itu sedang memasuki corong input bioreactor (alami).

    Saya betah berlama-lama disini…!!

    [Bentar Put…] sambil menyuap potongan roti…!

    [mengunyah]

    [Menyedot jus alpukat]

    Putri mau?

    Kalau saja dulu Putri jadi guru kimia saya.😀

    Eh.. Put, saya mau nanya. Tapi ini agak sedikit jorok. Maaf ya. Kalau “kentut” itu kan sisa olahan bioreactor itu bukan? Nah… ada gak teknologi yang memanfaatkan tenaga kentut? Ini mah pertanyaan serius-serius santai untuk anak teknik kimia.😀

  7. @emfajar
    Wah..bagus, tuh…akhirnya bakal ada juga ahli IT yang jago kimia😆

    @pakdejack
    He-eh begitulah..bagian yang ATP itu juga termasuk…khan menghasilkan energy juga😀
    Bioreaktor komplet yang punya bagian pengontrolan yang juga pas😀

    @wi3nd
    Ayo..apanya yang dipelototin, mbak ?😀
    Labunya ato reaktornya ? he..he…

    @insansains
    Wuih…enak bener..minum juice alpokat euiii…😀
    guru kimia, ya ? he..he…
    Kentut ? Gas effluent dari bioreaktor alam kita, ya ? he..he..
    Aih kalo yang itu masih belum kebaca bakal seperti apa, sih…hm..kalo kadar amoniaknya banyak kayaknya bisa dibuat jadi pupuk tuh ..he..he…

    @Nin
    Mbak Nin…jangan salah anak tekkim juga belajar accounting, lho he…he… “Ngitungin cash flow pabrik” Kereeeen euiii

    @Uchie
    Itu dia yang dimaksud, chi…Pencernaan…😆

    @shavaat
    Yupe…🙂

    @hari
    he…he…Ini mah nyantai2 aja, mas….Gak usah dibawa serius..Khan gak dinilai😀 *langsung ngabur takut ditimpuk ama mas Hari*

    @portalwongsukses
    Tul sekali, wan…Mantap😀
    Sudah lama gak kelihatan, nih…? Sibuk, ya ?

    @tukangobatbersahaja
    Wah, mbak rina ada di sini…Mbak Rina lebih ‘paham’, nih..soal biokimia😀

    @nH18
    Pak nh18..silahkan..silahkan *jadi malu dibaca ama pak trainer*😀

  8. mksud gue proses pengolahan makanan kan uda terjadi sejak di mulut. Kalo ga salah inget pelajaran biologi di mulut jg uda ada percampuran enzim2x deh. Ga tau nama enzimnya apa:mrgreen:

    he..he..
    bener..bener…
    iya bener juga..jika diumpamakan…berarti proses di dalam mulut “pra treatment” nya kali, ya ?

  9. Put, tanggung jawab loh, gw jadi semakin tertarik nih bikin “septic tank square”.

    Ada jurnal ilmiahnya ga sih untuk mengetahui katalis apa yg dibutuhkan dan cara-caranya. Kirim ke email gw yak kalo ada di ipk4cumlaude di yahoo titik com.

    Hm…Asyik..mang kumlod jadi semangat, nih😀
    Put belum pernah buat biogas dari feses manusia, mang..cuma yang dari sapi doang…
    Katalisnya=enzim…hm..nanti Put coba cari bahannya, ya, mang..
    Insyaallah ntar dikirim ke email..
    sabar, ya, mang..🙂

  10. Eh put, belum bilang makasi atas kririman artikelnya…. hehehe udah lama bgt yah…

    Tapi jadi semakin menarik nih Put. Soalnya kalau emang ini bener bisa menjadi program Go Green akan bagus kalau bikin reaktor di peternakan. Baca deh tulisan dan komentar di blogku. Dananya bisa dari dana CSR. Nanti saya cari koneksi di sana. (Duh mudah2an semangat gw ga anget2 tai ayam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s