AKU DAN PAHLAWAN

Untung Suropati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, Sisingamaharaja adalah beberapa nama pahlawan yang masih melekat dibenakku. Mereka berjuang dengan gagah berani meski beberapa di antaranya justru gugur di daerah pengasingan. Aku ingat dulu ketika SD, pelajaran PSPB kelihatan seperti sebuah dongeng. Adegan perang itu justru melukiskan rasa ‘perjuangan’ yang berbeda dalam benakku kala itu *mungkin efek dari kebanyakan nonton film Rambo, ya ? he..he..*. Satu hal yang menarik buatku adalah semua para pejuang itu meneriakkan kata yang sama, “Merdeka”. Tak ada rasa yang paling membahagiakan saat pekik Merdeka itu dikumandangkan.

Mungkin hal itu pula yang membuat diri ini serasa ikut memanjati tiang bendera di hotel. Para pejuang kemerdekaan itu menyobek bagian biru bendera Belanda hingga bendera yang berkibar di puncak hotel itu adalah bendera kebangsaan Indonesia, Merah Putih…Argh…!

Apalagi saat kata-kata Bung Tomo bergelora, meneriakkan kata-kata penuh semangat diiring teriakan takbir…”Allahu Akbar !! Allahu Akbar !!”. Sangat magis sekali…. Barangkali jika aku hidup di zaman itu, aku pun turut mengangkat senjata. Sama seperti para Sahabat Rasulullah yang ketika diseru berjihad merekapun langsung bergerak.

Feel penuh perjuangan dan eksotisme persatuan serasa meluruh menjadi satu dalam reaktor bernama “INDONESIA MERDEKA”. Tak perduli apapun sukunya, apapun agamanya, apapun status sosialnya mereka bersama berjuang untuk kemerdekaan negeri tercinta.

Maka, tatkala film-film perjuangan diputar di tv, aku pun menempatkan mata ini sebagai penonton nomor wahid. Seolah ingin merefresh memori ini bahwa kemerdekaan bangsa ini didapat dengan perjuangan. Berpuluh-puluh juta jiwa gugur untuk kemerdekaan mulai dari zaman Fatahillah, Imam Bonjol, Pattimura sampai era Jenderal Sudirman atawa Soekarno.

Pahlawan tak pernah lekang dari kata gigih dan semangat. Seperti ketika Cut Nyak Dien yang tetap bertempur meski ia dalam keadaan berkabung karena baru saja ditinggal suaminya yang juga pahlawan nasional itu atawa Pak Sudirman yang justru memimpin peperangan dari atas kursi tandu. Konsep gigih yang mereka punyai justru menjadi senjata ampuh bagi mereka untuk merebut kemerdekaan.

Lalu apakah kita telah gigih mengisi kemerdekaan ini ? Sudahkah kita menyumbangkan sesuatu buat bangsa tercinta ini ? Yuk, kita bersama-sama memantapkan diri untuk menjadikan bangsa tercinta ini kuat hingga kelak para pahlawan itu akan berkata,

“Tak sia-sia kuwariskan negeri ini kepadamu”

Gambar diambil dari sini

29 pemikiran pada “AKU DAN PAHLAWAN

  1. Pelajaran sejarah itu pelajaran favoritku di masa SD dulu.. Semangat rasanya membaca kisah kepahlawanan Pangeran Diponegoro dan Jendral Soedirman…
    Sekarang kita pun harus menjadi pahlawan.
    Paling tidak untuk lingkungan sekitar kita😀

  2. @akokow
    Menghilangkan kata “dan”…hm…Artinya jadi dahsyat, mas…
    Sungguh dahsyat !

    @Mang Kumlod
    he..he..
    Itu sih namanya mengisi acara tujuhbelasan, mang…😀

    @a3u5z1i
    Hm…sampai sekarang saya masih suka sejarah..apalagi sejarah ttg arkeologi…
    Pahlawan bagi lingkungan sekitar…hm..tepat, zi…!!
    This is the HERO !!😀

  3. Mereka sudah tiada, tapi semangatnya harus terus diwarisi. Mungkin yang sering dilupakan para anak negeri ini adalah visi jauh ke depan mereka yang menembus ruang dan waktu ; Hijrah ke arah lebih baik .

    Jadi ingat sebuah perkataan mulia (diriwayatkan oleh Dailami), ”Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin sesunguhnya dia telah beruntung, barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka sesungguhnya ia telah merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka sesungguhnya ia terlaknat.’

    Iya, pak..
    Semangat para pahlawan…

  4. wah bentuk perjuangan di jaman skrg memang agak sulit utk diartikulasikan. Kalo jaman dulu pas msh ada penjajah kita bisa ngeliatnya lebih mudah dan bahkan hanya memakai kacamata hitam dan putih. Kira2x kalo ngeblog terus uda termasuk mengisi kemerdekaan belon yah:mrgreen:

    Kalo sekarang musuhnya ‘abu-abu’, mas,…agak sulit dikenali..Makanya kita harus lebih ‘awas’ dalam mengisi kemerdekaan.
    He..he…Ngeblog ?
    Kalo materi blognya ‘mencerahkan’ barangkali bisa dikategorikan spt itu, ya..

  5. BTW ap film heroik kesukaan kk?

    Banyak…
    Udah lihat FS kk belum, pit..ada tuh deretan film heroiknya he..he..*promosi detected*
    Ar-Risalah, Lion from Desert..kalo yang dari luar “BraveHeart”nya Mel Gibson
    “BlackHawk Down” (kalo yang satu ini gak heroik tapi ironis..dan mantap :D)

  6. entahlah put,apakah diriQ sudah men9isi kemerdekaan inih den9an baik?
    mas!h belum tahu ju9a apakah diriQ sudah menyumban9 den9an pantas untuk ne9eri inih…..

    Hm…setidaknya kita berjuang untuk Indonesia😀, ya, khan, mbak ?

  7. sikap penghargaan buat pahlawan itulah yg kurang dari generasi hari ini…apalagi pemimpin kita hari ini…andai mereka tau kelakuan pejabat negeri ini…menangislah ruh mereka para pahlawan itu melihatnya.

    tapi, kita harus jaga tanah air ini, manfaatkan sebaik mungkin, dan jaga kelestariannya….itu juga bentuk cintanya kita pada mereka para pahlawan itu

  8. ahhhh put, sempat juga kamu posting ya

    aku juga tercenung baca komentarnya kok

    aku pahlawan???? seharusnya tanda tanya itu
    bisa segera kuganti dengan tanda seru
    menjadi
    Aku Pahlawan!!!!!

    kapan ya?

    EM

    Iya, mbak…
    Padahal udah telat juga, tuh, postingnya..he..he…
    Rasanya tidak ada pahlawan yang dengan bangganya mengatakan bahwa dirinya adalah pahlawan..bukankah begitu..?

  9. Ping balik: [Award]the butterfly flies… « asfarian’s blog

  10. benarkah mereka memperjuangkan kemerdekaan buat indonesia !?!
    bukannya indonesia belum ada waktu itu yak ….
    ataukah kemerdekaan umat islam !?!?

    Mereka memperjuangkan “kebebasan”
    kemerdekaan hidup setiap manusia yang hidup di tanah nusantara ini…

  11. Saya masih hapal lagu-lagu perjuangan
    Rasanya seperti baru kemarin SD, tiap senin nanyi lagu Indonesia raya dan lagu wajib nasional atau perjuangan.

    Dulu saya sempat heran, mbak
    Kenapa orang2 dewasa suka gak hapal lagu perjuangan..
    Ternyata setelah dewasa *ergh..yang merasa dewasa he..he..*
    saya jadi sedikit mengerti..😀

  12. Mari kita menjadi pahlawan di abad 21 ini
    Sesungguhnya kita sekarang masih dalam keadaan perang
    Tetapi bukan perang fisik seperti zaman dulu
    Sekarang kita di tengah perang pemikiran (Ghazwul Fikr)
    Banyak orang-orang yang tidak senang bangsa kita bangkit
    Lalu mereka meracuni bangsa kita dalam banyak aspek
    budaya, ekonomi, dan lain-lain
    BANGKITLAH BANGSAKU HARAPAN ITU MASIH ADA

    Semangat !!

  13. Terimakasih spesial kuucapkan kpd Pahlawan2ku atas jasa2mu. Kita tak pernh mendengar desingan peluru belanda dan tajamnya samurai Jepang. Kita sdh lahir di jaman dmn sdh tidak ada itu smua. Mari sama2 kita teruskan hasil perjuangan ini. Gitu ya mbak ….Semangat !!

    Semangat!!

  14. Saat ini kita masih butuh pahlawan,
    tapi bukan pahlawan kesiangan ya put…
    bener katamu put, gelar pahlawan bukan sesuatu yg bisa dikejar, tapi orang lain yang akan menilainya.
    dan kita semua bisa menjadi pahlawan kok…
    Semangadh…!!!

    Tak ada kata lain, mas…

    SemaGatT !!

  15. karena jasa merekalah kita bisa menikmati kehidupan seperti ini walau kita masih dijajah oleh para koruptor2 dan itu yang menjadi tugas kita untuk melawan penjajah2 korup, caranya???????

  16. karena jasa merekalah kita bisa menikmati kehidupan seperti ini walau kita masih dijajah oleh para koruptor2 dan itu yang menjadi tugas kita untuk melawan penjajah2 korup, caranya???????

    Berusaha untuk menjadi orang yang tidak korup…..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s