Aku Cinta ! (part 3)

Gambar diunduh dari sini

Dulu aku pernah bercita-cita menjadi dokter. Dokter yang membantu orang-orang yang sakit. Dokter…yang namanya kedengarannya begitu keren di telinga..Untuk menjadi dokter, mau tidak mau seseorang harus mencintai dirinya, sistem yang bekerja pada tubuhnya. Sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem syaraf bahkan sistem reproduksi (pelajaran yang paling diminati oleh teman-teman priaku 😛 ). Aku menyukai semuanya, mengingatnya (parahnya menghafalnya: menghafalnya dengan sistem sks sama sekali tak membuat hafalan itu abadi di otakmu..). Uniknya, aku justru mencintai hal-hal yang berbau Genetic. Aku ingat, tatkala guru Biologi kelas 3 SMP ku memperkenalkan teori Mendell tentang kacang yang berwarna putih dan merah, kacang bulat tanpa keriput dengan kacang keriput dan perbandingan keturunannya.

Aku surprise…!! Ada hitung-hitungan dalam biologi. Aku begitu bersemangat tentang prediksi-prediksi keturunan. Apa golongan darah keturunan dari orang tua yang berdarah O dan A ? Bagaimana kemungkinan keturunan dari orang tua yang salah satunya menderita kelainan genetic ? Ah..segalanya begitu menarik…dan menggemaskan !

Sama menggemaskannya sewaktu untuk pertama kalinya aku hanya mendapat nilai sedikit saja di atas ‘Su’ saat pelajaran Fisika. Meski, kuakui banyak sekali teman-temanku yang mendapat nilai ujian ‘Dji Sam Su’ kala itu. Aku menjadi terpacu untuk mempelajari fisika yang satu ini. Pelajaran yang tak duduk di singgasana hatiku. Aku berjuang mencintainya demi memperlunak ‘level’ keunikannya.

Saat Pak Ramli, guru terhormat level bisnis di jajaran guru lainnya di sekolahku berkesempatan mengajar kelas kami. Sungguh tak terduga, ternyata beliau seorang ‘pelawak’. Beliau membuat fisika menjadi begitu gampang diselipi humor-humor yang sama sekali tak garing. Ia memperkenalkan integral semudah membalikkan telapak tangan (padahal kala itu kami sama sekali belum belajar tentang integral di pelajaran matematika). Ia membuat Kecepatan, Tumbukan dan Energy begitu selaras. Ketika Gelombang cosinus dan sinus beResonansi dalam derajat yang berGetar dalam alunan yang kompak. Sungguh ! Ia membuat kelas kami mencintai fisika meski ia tak pernah memberi kami soal-soal kurang dari 10 sehari. Tak pernah kurang sebiji pun !!

Kelas kami selalu salah tingkah dibuatnya, khawatir menghadapi jumlah soal yang akan beliau berikan namun bahagia dengan cara pengajaran beliau.

For all our teacher..

It is a honour to be your student

Thanks for all knowledge, dream and spirit that you blow to our heart


15 pemikiran pada “Aku Cinta ! (part 3)

  1. biologi adalah pejalaran yang paling aku benci, entah kenapa … aku paling gak bisa memahami pejaran ini. walopun nilai2 fisika ku gak pernah sebagus nilai biologi, tetapi aku lebih enjoy belajar fisika dari pada biologi🙂

    karena gak suka biologi inilah aku gak pengen jadi dr🙂

  2. wahhhh, kita sama dulu ari juga pengen jadi dokter dan suka juga pelajaran bilogi🙂, tapi terdampar masuk jurusan ekonomi🙂, ga jadi dokter soalnya sering sakit-sakitan😦

  3. teringat dikala aku melepaskan kelinciQ di Bromo..

    hmmm, mengasyikkans ekaligus menyeramkan dan merasa sangat kasihan, karena tidak tega melihat kelinciQ sendirian di hutan yang sangat asing baginya..

  4. salam buat sang putri
    I would like to share with you a poem about ‘teacher’
    by a malaysian poet Usman Awang. here’s the poem…

    BERBURU ke padang datar
    Dapat rusa belang kaki
    Berguru kepala ajar
    Ibarat bunga kembang tak jadi
    (dedikasi kepada Hari Guru dan guruku tercinta)

    Dialah pemberi paling setia
    Tiap akar ilmu miliknya
    Pelita dan lampu segala
    Untuk manusia sebelum jadi dewasa.

    Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
    Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
    Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
    Seribu tahun katanya menjadi hikmat.

    Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
    Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
    Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
    Jika hari ini seorang ulama yang mulia
    Jika hari ini seorang peguam menang bicara
    Jika hari ini seorang penulis terkemuka
    Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;
    Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
    Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.

    Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
    Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
    Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
    Dia adalah guru mewakili seribu buku;
    Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
    Semakin bererti tugasnya kepada negara.
    Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
    Budi yang diapungkan di dulangi ilmu
    Panggilan keramat “cikgu” kekal terpahat
    Menjadi kenangan ke akhir hayat.

    USMAN AWANG
    1979

    thanks putri…

  5. @ nRa
    Ada apa dengan biologi, nra ?
    hem…*mikirmodeon*
    @ ari
    he..he…
    ternyata kita sehati, ya, ri…😆
    @ fachri
    Mencintai Fisika dan Lebih; lagi kepada Pencipta
    @ juliach
    he..he..
    Mbak Juliach ternyata badung juga, ya ?
    @ kahfinyster
    Satu lagi pencinta biologi…😀
    @ aCist
    kelinci ?
    biologi ?
    fisika ?
    hm…
    @ rawcanvas
    salam brother
    what a nice poem !!

    Usman Awang..who is he ?
    Is he your teacher ?
    @ bocahbancar
    ada banyak murid yang akan beruntung tatkala ia mulai menyadari betapa ‘mulianya’ seorang guru…

  6. Pak Ramli qta apa kabarnya ya Put…?

    Jadi ingat waktu diriku masih duduk di 3IPA2 dulu..
    Wali kelasnya guru Biologi (eh, Almarhum ngajar di kelas Putri juga kah…?). Beliau adalah guru Biologi yang romantis. Soalnya pas ulangan, beliau tak pernah absen menyelipkan kata-kata mutiara ataupun puisi di kertas soal ulangan… Kata2 mutiara dan puisi itu mampu memotivasi kami para siswanya… Termasuk Ci.. (makanya ketularan deh “romantis”nya.. Wa ka kak..)


    katanya beliau sudah gak ngajar lagi…(wallahualam)
    Bapak yang ngajar biologi ? enggak, ci…kami diajar sama ibu…Yah..kudengar bapak itu suka menyelipkan kata2 romantis, ya …
    Ketularan? he..he…”tercetak jelas di tulisanmu, ci” he..he..

  7. jangan susah banget belajarnya🙂
    walopun waktu ujian bisa … abis ujian klo ditanya pasti udah lupa, whahaha

    wah..kalo yang seperti itu..sepertinya Put juga kayak gitu, nra..he..he..(biasanya kalo sistem belajarnya SKS..dapet efek sampingnya seperti itu :D)

  8. wah gue koq ga begitu paham ya sama fisika. Apalagi yg berkaitan sama elektronika dan gelombang. Sejak smp kyknya uda ampun2xan:mrgreen:

    Masa’ sih ? bukannya mas sigit bergerak di bidang itu ?
    *sok tahu mode ON*

  9. hi putri,
    Duh kalau suka genetika mestinya ngambil jurusan genetika dong… Dulu jurusan gw tuh namanya genetika di Fakultas Pertanian, terus dipindah ke FMIPA berubah jadi Statisika, malah yg ngambil matakuliah Genetika ga lebih dari 3 orang hehehe…

    Eh kok jadinya ngambil Tekkim, put?
    Dulu gw juga pengen masuk Tekkim, tapi karena udah masuk IPB lewat PMDK, ga jadi deh.

    Anehnya..waktu kelas 3 SMU sama sekali gak kepikir untuk ambil jur genetika, mang..
    What a unique world..Sepertinya Allah SWT udah punya rencana lain buat Putri😀

  10. Biologi dulu suka pas masuk ke DNA dan kawan-kawannya. Ngelotok banget waktu itu…
    Sayang, ujian di bab selain itu sering di remidial.. Hehehe..
    Maklum waktu itu sangat fokus ke matematika…

    Pas banget …Put juga senengnya di bagian DNA..DNA😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s