Menitip Masa Depan

Ada sesuatu yang terpikir ketika mendengar kata-kata itu terlontar dari seorang tokoh kartun. Menitip masa depan…selalu berorientasi pada anak-anak dan orang-orang muda. Segala harapan dan cita-cita agung seolah tercurah bagi masa depan lebih baik yang akan dibopong para pemuda. Maka proses up grading nya dimulai dari sekarang, saat mereka masih teramat muda. Karena buah yang baik berasal dari pohon yang terbibit dan terpelihara dengan baik (serta telaten).

Pun, tiba-tiba terbayang masa-masa kemerdekaan. Detik-detik proklamasi selalu dikaitkan dengan peranan kaum muda dalam mengambil tindakan. Mulai dari Peristiwa Rengasdengklok, peristiwa 10 Nopember dan peristiwa lainnya yang terjadi kala itu. Entah apa jadinya, jika kaum muda tidak mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Masa-masa sebelum kemerdekaan yang keras mendidik kaum muda untuk menjadi pribadi matang dan berkemampuan tangguh.

Lalu, generasi sekarang ?

Sedih rasanya melihat kemegahan dan kemodernan yang melingkupi masa kini justru melemahkan generasi muda. Kemudahan yang diperoleh justru membuat anak-anak muda terlena, he-eh saja dengan sodoran teknologi. Daya kritis sebagian dari mereka tak berfungsi sebagaimana mestinya. Sungguh tak terbayangkan masa depan kelak. Bagaimana titipan cita-cita dan pengharapan akan dunia yang lebih baik terwujud jika pelakonnya saja terbuai mimpi bersama drugs, mandeg dengan ’ketidakwajaran hormonal’ dan berpikiran sempit terhadap kehidupan. Ketika memandang dunia hanya dari sebuah kotak kubus yang rapuh. Ini mungkin hanya pendapat subjektif yang terkesan menggeneralisir kondisi yang ada.

Namun, sungguh, sebenarnya ada titik-titik nyala yang membangkit ketika ada calon-calon pelakon masa depan menggelorakan mimpi-mimpi mereka, menguatkan tekad mereka di antara derasnya arus balik menuju keterpurukan. Mereka tumbuh dari bibit-bibit baru bersama lingkungan yang penuh semangat untuk kemajuan. Mengembangkan diri agar dapat menjalankan titipan kehidupan menjadi lebih baik. Semoga….semoga.. !!

Gambar diunduh dari sini

43 pemikiran pada “Menitip Masa Depan

  1. Semoga……
    Akulah orang itu..!
    Seorang penerus estafet pembangunan bangsa ini……Yang muda…
    Yang berkarya…
    Amin..🙂
    *gak lebay kan…? he he..*

  2. Poet …
    saya percaya …
    ada banyak generasi muda … yang meskipun diterpa arus IT dan modernisasi …
    masih tetap mempunyai nasionalisme dan idealisme yang baik …
    Saya percaya itu …

    Salam saya

  3. @cenya95
    masa depan NKRI berada di tangan2 anak muda ini…
    @UchiE
    Amiin…
    sama sekali gak lebay kok, chi..:D
    [Yang Muda Yang Bergaya, bukan ? he..he…]
    @ari
    Amiin!
    Semangat !!
    @agunk agriza
    Siap !!
    Laporan diterima,!!😆
    @nh18
    Insyaallah…
    Put juga yakin, pak…

  4. Setuju dengan ari..semoga dg apa yang kita lakukan sekarang, walaupun kecil, smoga yang kita lakukan itu bisa berguna, amin. Dan semoga makin banyak anak muda yang kreatif shg mrk bs berhkarya buat bangsa ini..
    Regard..^^

  5. klo aku nilai put, beda zaman beda tantangan … begitu juga dengan generasi muda sekarang. Tantangan terberat justru ada didirinya sendiri sekarang … bukan apa, atau siapa bahkan dari mana. Teknologi canggih, drugs, akses informasi, kemudahan ini itu … bak ibarat pisau. Klo digunakan untuk yg baik dan bagus, bagus hasilnya … klo digunakan untuk yg jelek, jelek juga hasilnya🙂

  6. @sunny
    Jangan ragu gitu, sun..
    sampaiin aja…hayo.hayo…
    *iki opo tho ?*
    @Prasetya Yudha
    yupe..bener…
    @4ndika
    salam kenal kembali, dika
    @4ndika
    Dika..
    dirimu lupa mencantumkan alamat ‘rumah’
    Put gak bisa berkunjung, nih..
    @nra
    Beda zaman, beda tantangan…
    hm..bener banget, nra
    Barangkali karna itu kita kudu siap menghadapi apa pun bentuk tantangan yang akan menghadang
    @wi3nd
    Amiin…Terima kasih atas keyakinannya, mbak…

    lho..siapa bilang Put mo mentung mbak Wiend ?
    Mbak cakep2 kok dipentung, sih…
    Piye ?..

  7. kadang2x kalo ngeliat berita di tipi tentang kelakuan hedonis anak2x muda skrg suka pesimis jg. Mgkin itu efek dr demokrasi ya. Segala pengaruh dr luar bener2x bebas diterima tanpa ada pembatasan lagi

    eniwei, di sisi laen kita boleh berbangga kalo ada anak2x muda kita yg justru bisa mencetak prestasi gemilang di berbagai bidang.

  8. salam kenal ya,,,,..menurut aku jaman depan akan bisa kita raih dan kita genggam hanya dengan kerja keringat individu itu sendiri, meminjam istilah Tukul ” kristalisasi keringat ” …maaf ya bukan menggurui ..

  9. Alhamdulillah, Demgan adanya Internet sekarang kita dapat mudah bersilaturahiem bahkan tak terbatas wilayah dan wktu.

    Sebagai generasi muda tentu kita harus memanfaatlkannya untuk hal2 positiv…

    Bayangkan dulu dijaman belum ada Internet bigitu susahnya orang dalam mencari literatur, artikel untuk membuat tulisan dll.

    Sekarang luar bias denga Internet semua begitu mudah dan tersedia.

    So… mari kita tingkatkan daya saing diri kita masing2 dalam menyongsong era globalisasi ini dan tetap teguh sebagai pribadi yg cinta akan Nusantara dan Agama (Islam)

    Salam hangat dari saya.
    Ria

  10. Hey ..
    Lam kenal yah ..

    Gini, ngaku nie ..
    Aku sekarang merasa lost,, bukan karena gak tau musti ngapain, bukan karena gak punya ide dan pemikiran..
    Tapi karena aku gak punya kerjaan tetap, jadi Si Mama selalu bilang .. Pulang aja lah… Kerja di sini, banyak tambang..

    “Loh, aku kan generasi muda yang masih seger Ma.. Buat apa aku pulang dan bikin kampungku makin ancur kerja di pertambangan yang gak bijaksana ??”
    Hehee …

  11. ^_^ Pemuda…

    Dalam setiap kebangkitan sejarah, selalu ada peran pemuda, seperti Hasan al Banna, mendirikan jama’ah Ikhwanul Muslimin di Mesir, saat berusia 23 tahun. Gerakan intifadah palestina melawan Zionis Israel, juga di dukung para pemuda, seperti Yahya Ayash, dan rekan-rekannya. Sebagaimana dalam sejarah di Indonesia, baik pada saat perjuangan kemerdekaan, maupun setelah proklamasi kemerdekaan. Seperti kebangkitan nasional, sumpah pemuda, reformasi, dan sampai saat ini, tak terlepas dari peran penting pemuda.

    Dari manakah kita harus mulai Put untuk mengembalikan history kita yang nyaris punah? Dari diri kita, dari hal yang terkecil, dan dari saat ini. [hehehehe.. ngutip pesannya Aa Gym]

  12. @fandi88
    Amin..amin..
    @Tigis
    Bagian yang kedua Put sepakat, mas..
    Ketika mendengar anak2 mua kita merajai olimpiade….wuih..rasa2nya Put yang berdiri di podium menerima medali…Bangga bener..sungguh..
    @Andioka
    Kerja keras dan doa…Sepakat, Andioka ?!
    @fanz
    Anak-cucu mu dan anak-cucu NKRI
    @grubik
    Sepakat !!
    @cheexa
    Aha…bener sekali…!!
    @genial
    sukses !!
    terima kasih sudah mampir
    @Ria Saptarika
    senang sekali mendapat kunjungan dari pak Ria..Terima kasih sudah bersedia mampir, pak

    Generasi muda sekarang memang harus pintar2 memfilter diri..salah filter malah merusak diri sendiri
    @mikekono
    Amin…Semangat!!
    @ayawjeweltz
    Amin…
    @richard
    Dimulai dari kita semua…
    salam kenal
    @Silo
    Sedikit prihatin saja dengan kondisi anak muda sekarang ini, pak ..
    Mohon maaf akhir2 ini jarang berkunjung ke sana…😀
    @anto84
    hi
    salam kenal
    @shavaat
    Itu juga mimpi Sy, shavaat..
    @Ani
    Sip…tugas setiap generasi yang perduli dengan masa depan negeri ini…!
    @anto84
    ya..ya…
    @Muzda
    hi juga muzda..
    Kerja dimana saja bukankah esensinya sama, yakni membangun…
    Asalkan kita mencintai pekerjaan dan pekerjaan itu membesarkan kita…rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan…
    @Insan
    Yupe..
    Tepat sekali, mas insan…

  13. yahhh.. kita mulai dari diri sendiri dulu lah.
    munuju keluarga,
    menuju teman2 sepermaianan,
    menuju lingkungan sekitar,
    dst…

    dan akhirnya kita dapat menjadi seorang yang berguna yang dapat mengubah negara ini.

    kita lah pemimpin masa depan
    (*ciee… opo toh, gw aja kagak ngerti) hehehe

  14. @komuter
    Penggunaan teknologi ibarat mata pisau..jika tidak digunakan dengan sepantasnya justru mengoyak2 generasi sekarang ini…tapi keadaan sebaliknya akan BOMBASTIS jika ia digunakan dengan amat sangat mantap..
    @Yohannes Siregar
    Bener, Yo..
    Memang dari diri kita dulu..
    Generasi muda penuh talent yang siap MenggeBrak Dunia…*hayo..semangat !!*
    @emfajar
    SEPAKAT, Jar…!
    @Alex
    Memotivasi diri sendiri memang kudu “luar biasa”, ya, pak..😀
    @ubadbmarko
    Bener banget, pak..!
    *Tapi saya belum punya anak, pak…lha wong masih lajang…he..he…*

  15. semoga anakku bisa menjadi seorang Indonesia,
    meskipun dia warga negara Jepang!

    EM

    Hm…
    sepertinya Riku dan Kai harus sering2 dibawa ke Indonesia, mbak..
    Biar dia merasa WNI😀
    *SotoY banget dah..*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s