Cita Rasa Lain dari Potongan KP

Ini sebuah kisah lain dari perjalanan kerja praktekku dulu, hal-hal remeh yang sampai sekarang pun aku masih suka merasa lucu jika mengingatnya. Dan justru, memberikan sebuah kesadaran yang berbeda tentang diriku. Betapa naifnya diriku *ato polos..he..he..* dan ‘tertinggal’nya diriku dalam memandang hidup yang terus merangkak naik…

“Mas itu belum nikah, lho, Put…”sahut partnerku berbisik. Aku mengangkat kepalaku yang sedang tertunduk membaca catatan proses, khawatir dapat respon mendadak seperti kemarin. Kemarin saat pertama kali melapor, kami tiba-tiba saja langsung di’respon’ oleh si Bapak dengan pertanyaan mendasar, yang anehnya materi itu sudah kubaca berhari-hari sebelumnya, namun jawaban yang keluar dari mulutku penuh dengan keraguan. Hal yang sama sekali tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa KP seperti diriku.
“Sok tahu kamu, D ” *Pake inisial aje, ye..he..he..*
“Eh, beneran…di jarinya gak ada cincin kawin lo, Put” sambarnya sungguh-sungguh.
Aku hanya mengerenyit heran..sempat-sempatnya memperhatikan jari orang…Apa perlunya melihat jari seseorang dihiasi cincin ato tidak..menikah atau tidak…Cari kerjaan saja…pikirku saat itu.
“he..he…” aku hanya menanggapi ucapan partnerku itu dengan cengiran aneh khas mahasiswa baru.

Besok-besoknya, saat kami harus berkunjung ke unit-unit yang lain memperhatikan dengan seksama alur-alur proses, yang menurutku sangat bombastis he..he…, dan berkenalan dengan orang-orang unit. Tanpa sadar aku jadi ikut memperhatikan jari2 para bapak di sana. Wah, gawat, nih..masa aku jadi ketularan si D, sih…Sibuk-lah aku memperhatikan hal-hal lain yang menurutku lebih ‘pantas’ dilakukan seorang mahasiswa *cie…cie…*

Aku dan beberapa teman baruku selalu bertemu di masjid pabrik yang letaknya di luar areal plant. Di sana kami akan berdiskusi tentang aktifitas pada hari itu, apakah sudah manjat ‘Cooling Water’ apa belum ? Sudah melihat reformer-kah? Unit-unit lainnya….hubungan dengan para ‘big bos’ di sana dan ini dia yang membuatku senyum-senyum..saat mereka menceritakan tentang ‘mas-mas’…he..he… Aku hanya senyum-senyum saja mendengar cerita mereka, bagaimana mereka menjadikan hal tersebut guyonan *yang bagiku pun lucu*. Ternyata bukan hanya si D yang memperhatikan ‘jari-jari para mas-mas itu’ he…he… Jadi ceritanya pada menyelam sambil minum arak, ya….he..he..

Segitu aja, ah…ceritanya…daripada bengong-bengong malah nulis postingan antah berantah begini…he..he..

13 pemikiran pada “Cita Rasa Lain dari Potongan KP

  1. Ehem.. ehem.. Jadi teringat waktu masih KoAs dulu..
    Ceritanya, waktu itu Ci dkk lagi jaga malam di IGD.. Tiba2 ada pasien korban pemukulan hingga nyaris pingsan diantar keluarganya dan dua orang polisi. Mau buat visum niy ceritanya.

    Jujur, salah satu dr polisi itu emang lebih pas jadi cover boy daripada jd polisi.. Subhanallah pokoknya.. Hehe..
    Kesempatan ini kami manfaatkan (terutama KoAs2 yg cewek) agar bisa berinteraksi lbh dekat dgn si ‘polisi’ selain tentu saja dgn pasiennya yg dah kami tangani lbh dulu.. Sambil menyelam minum arak.. :p

    Setelah visum selesai, salah satu polisi (bukan yg kek cover boy) mengucapkan banyak terimakasih kpd kami dan pamit pulang. Tiba2 seorang teman Ci nyeletuk (tapi gak kedengaran sama si cover boy): “Salam yah, buat yang pake baju oranye..! Hehe”

    Kami semua pun tertawa, tapi Ci langsung teringat sesuatu.. Lalu Ci katakan pd teman Ci itu..
    “Sayang sekali teman2ku sekalian, td saat ‘si baju oranye’ nanyain pasien kita, Ci sempat melirik ke jari manisnya dan di situ telah melingkar SEBUAH CINCIN! Sepertinya itu cincin kawin..”
    *dgn nada dibuat2 seolah2 menyampaikan berita sedih*
    Sontak teman Ci itu dan yang lainnya mendesah..
    “Yaaahhhh… :-(” *sambil pasang muka manyun*

    Dasar wanita2 kesepian yg malam minggu malah disuruh jaga IGD. Hakzhakzhakz.. :))

    • he..he…
      ternyata nglirik-nglirik jari manis juga, ya ? *haduh..aku gak tahan sampai senyum2 kayak orang gila*
      Tapi Prince HamEEd mu gak bakal pake cincin, khan ? he..he..

  2. Aku kadang ya ngelirik jari manis juga kok, Put ..
    Analisaku, kalo pake cincin, berarti setia bener, secara jarang2 cowok mau pake cincin ..
    Kalo gak pake,, belum tentu masih single, bisa aja karna males ..
    Hehee,, gak ada yang ngebuka peluang yaaa😀

    yupe, Da..
    Intinya..ngelirik ‘jari manis’ sama sekali bukan pekerjaan menyenangkan he..he..

  3. heheh..9ituh ya put,dikantorku bapak bapakna pada nda pake cincin tuch put,termasuk kakakku😀

    *mantep, mbak..!!*
    Gak perlu pake cincin untuk menunjukkan seorang pria sudah menikah ato belum..
    cukup dengan pernyataan..*eh, mereka pada berani, gak, ya ? he..he.*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s