Get Stuck

*pic:http://istockphoto.com*

Tak mengherankan jika orang-orang yang berada dalam keadaan yang terdesak akan dilanda kepanikan dalam kurun waktu tertentu. Pernah menonton film Panic ? Di sana kita akan melihat bagaimana seorang ibu begitu panic karena mengetahui rumahnya di susupi orang tak dikenal sementara ia hanya berdua saja dengan anaknya di sebuah rumah yang besar.

Tak berbeda dengan film tsb, kita pun sering kali terjebak dalam hal-hal yang menguras emosi dan energi sekaligus menuntut logika kita untuk bertindak.
Misalnya saat kita tiba-tiba terjebak di dalam WC *hal yang paling sering terjadi di film dan sinetron😀, meski realitanya sering juga terjadi di dunia nyata*, menghadapi kecelakaan lalin, ada di kerumunan tawuran, melihat kebakaran, bertemu dengan orang gila, atau bahkan dipelototin anjing gila. Masing-masing kondisi menuntut respon yang berbeda dari tiap orang.

Tapi yang jelas, kita tidak boleh panic. Hal yang paling mendasar bagi seorang manusia adalah mengetahui bahwa tiada yang dapat menolong kecuali Robb-Nya. Allah azza wa Jalla pasti berada bersama kita dan akan menolong kita. Maka kita harus yakin itu…yakin bahwa akan selalu ada jalan keluar dari setiap ‘jebakan’ yang menimpa kita. Mengetahui bahwa ‘kita akan selamat’ akan memberi energi positif untuk diri kita sehingga kita bisa mengambil keputusan yang bijak untuk langkah berikutnya. Alih-alih jika kita merasa sudah tidak ada lagi harapan, energi kita akan lesap seperti baterai HaPe yang bocor, menghilang tiba-tiba. Otak yang sebenarnya begitu genius untuk memikirkan segala sesuatunya mendadak lumpuh tak berdaya. Barangkali ini yang disebut Emotional Question, ya ? *Duh SoToY, dah.. :P*
Berikutnya, kita harus selalu meletakkan ‘mata’ dibelakang punggung kita alias berhati-hati atau kalo kata pepatah Sedia payung sebelum hujan😀. Ketika kita berada di tempat baru, perhatikan sekelilingnya. Lihat baik-baik dimanakah tempat keluarnya, jalan keluar pintas yang bisa kita gunakan jika terjadi sesuatu. Bahkan melihat arah angin. Ini adalah pelajaran yang kuterima saat mengikuti kuliah keselamatan pabrik saat di bangku kuliah plus pengalaman pribadi..he..he..
Sedikit bercerita…
Dulu kami sekeluarga mengunjungi nyai yang berada di Bengkalis dengan menaiki kapal motor. Di tengah perjalanan, kapal motor itu mogok dan tercium aroma yang tidak mengenakkan. Kami sekeluarga dan penumpang lainnya heran dan berusaha mencari tahu penyebab berhentinya kapal. Beberapa wajah orang tua mulai tampak khawatir, sementara yang anak-anak seperti kami ini hanya diam saja menanti respon orang tua. Yang ada di benak ku dan adik-adik adalah bagaimana caranya kami berenang menuju ke tepian karena saat ini kami berada di tengah sungai. Kami sudah khawatir saja kapal itu akan tenggelam. Ibu sibuk berzikir dan berusaha menenangkan kami. Hanya bapak yang sibuk menggedor-gedor jendela kapal.
Syukurlah, kejadian itu tidak berlangsung lama. Karena segera diketahui, sumber masalah bisa segera di atasi dan kapal pun akhirnya mulai bergerak kembali. Aku melihat kelegaan yang sangat tergambar pada penumpang yang ada di sekitar kami. Begitu juga di wajah kedua orang tuaku. Karena rasa penasaran, akupun bertanya pada bapak mengenai sikapnya yang agak diluar kebiasaan itu.
“Tadi kenapa bapak menggedor-gedor jendela, pak?”
“hm..itu untuk melihat apakah jendela itu bisa didobrak ato tidak…”
“kenapa ?”
“iya..kalo terjadi apa-apa, kita bisa keluar lewat jendela..” jawab bapak tenang.
Aku pun mengangguk membenarkan. Terpikir olehku, puluhan penumpang akan berdesak-desakan keluar dari 3 atau 4 pintu yang ada, sementara kapal sudah tidak sanggup lagi mengapung di perairan. Kita perlu jalan keluar yang lain…dan itu adalah jendela..Tapi tentu saja kita harus mengukur, apakah jendela itu bisa didobrak ato tidak…
Sejak itu aku selalu mengukur ketebalan jendela kapal laut *tentu saja dengan mengira-ngira bukan dengan menggedor-gedornya.. :D*, melihat dimana pelampungnya dan hal-hal lain.
Seperti juga saat berada di lingkungan lain..terutama di pabrik kimia. Sangat penting mengetahui arah angin. Karena saat terjadi kebakaran atau kebocoran bahan kimia yang menguap, zat atau api akan bergerak sesuai hembusan angin. Untuk itu, kita perlu menyelamatkan diri ke arah yang berlawanan, menggunakan tisu basah agar tidak menghirup zat kimia yang berbahaya dan segera berkumpul di tempat darurat. Tempat darurat yang biasanya digunakan jika terjadi kejadian luar biasa di pabrik.

Yupe..segitu dulu sekilas tentang terjebak dan sedikit2 keselamatan pabrik…semoga bermanfaat..😀

23 pemikiran pada “Get Stuck

  1. wah stu hal dr masalahku smpai saat ini ‘aku kadang2 bingung mana utara,selatan,brt,timur’ *gubrak*
    engga banget kan! wah tips yg melihat brp ktbln kca pd kpl nnti sya trpkn siapa tau bermanfaat *mengandaiandai*
    salam kenal. . .

  2. susah Put. Gue dulu pernah tuh ngalamin pas naek bus malem kalo ga salah wkt jaman kuliah. Tiba2x di tempat antah berantah busnya mogok dan kecium bau2x kebakar dr arah mesin. Langsung suasana jd panik. Org2x berebut keluar. Gue ternyata termasuk org2x yg spt itu.

    Brarti karakter asli dr kita memang ditentukan lewat kejadian2x begitu ya.

  3. @achoey
    Untuk beberapa kasus, memang masih bisa berpikir jernih, kang..tapi adakalanya untuk kasus yang lain, berpikir rasional harus dipaksa-paksa…😀
    @TamaGO
    he-eh..bener sekali, tamaGo
    Barangkali ada baiknya kita selalu memungkin hal-hal yang mungkin saja terjadi..hingga kita lebih siap
    @kharinblog
    he..he..
    boleh-boleh…

    salam kenal kembali
    @starlight21
    yupe..tepat sekali
    @komuter
    Apa FB gak menyediakan pelampung sendiri, ya, pak ?
    Biasanya..setiap kapal wajib menyediakan pelampung, lho…
    @Tigis
    itu alamiah, sih, mas…
    Respon pertama pastinya keluar dari mobil…
    Respon berikutnya…itu yang menentukan..😀

  4. kadan9 diriku amsih suka panik,awal awal pasti panik tapi setelah beberapa saat baru bisa berfikir jernih,dan men9uran9i rasa panik itu..
    sualna klu da panik duluan bisa bubar konsentrasina..

    waduch put klu men9ukur ketebalan kapal daku belum pernah,tapi selalu melihat dimana plampun9 kapal,dan sekoci berada dimana,waT ja9a ja9a😀

  5. @Huang
    emang menguras keringet…hufh..hufh..
    @wi3nd
    sip, mbak…sedia payung sebelum hujan…cari pelampung sebelum tenggelam😀
    @UchiE
    tul, chi..
    Tapi kalo keadaan urgent paniknya kudu diminimalisir..
    @ubadbmarko
    he..he..
    iya, ya, om
    @mascayo
    bener sekali, pak…
    Berguna juga untuk melihat arah api..jika terjadi kebakaran di sekitar lingkungan kita..
    @sunarnosahlan
    terima kasih, pak…
    maklum..lagi belajar juga😀

  6. Panik adalah bentuk sifat manusiawi..
    Masalah menanggapinya dengan tenang atau resah itu bukan persoalan utama, tapi “cara” menanganinya yg penting. Tenang ataupun resah, itu bentuk output yang bisa saja dimanipulasi.. bukankah banyak koruptor yang tenang2 saja seperti tak bersalah ketika dituntut hukum?? (mungkin mrk dah pengalaman hhee..)

    Pernah pidato depan orang banyak?? orang berpengalamanpun di detik pertama akan merasa gugup, tapi kepanikan itu yg membuat darahnya mengalir cepat, keringatnya keluar banyak, tenggorokan kering, jantung berdetak kencang…
    Ini adalah mekanisme alamiah tubuh untuk keluar dari suasana yang tidak nyaman. Sebagian bilang ini kadang disebut mestakung (semesta mendukung). So, panik bukan suatu yang harus dihindarkan… tapi haruslah dimanfaatkan … hehe🙂

  7. @indra1082
    terima kasih, mas indra…
    @Muzda
    wah…kalo itu emang NeKad, Da…😀
    btw
    tapi hasil ujian lisannya gimana, Da ?
    @GiE
    pria yang sangat berhati-hati…😀
    @galih
    bener, Lih…
    Tapi ada baiknya kita membiasakan diri untuk selalu menyiapkan ‘plan B’…sebagai jaga-jaga😀
    @Teguh
    Manusiawi sekali, pak…
    Kalo gak panik bisa2 teridentifikasi sbg robot..he..he..
    Yang Putri soroti adalah ‘preparation’-nya….istilahnya ‘sedia payung sebelum hujan’😀

  8. salam buat putri
    it’s been quite sometime that i didn’t
    visit ur place and i’m glad to be here again

    semoga sentiasa penuh dengan kata-kata
    yang membangkitkan pemikiran yang kritis…

    right on sis…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s