Ketika ‘Sharing’ berubah menjadi ‘Meja Hijau’

Setiap orang terbiasa mencurahkan isi hatinya, keluhan dan ketidaknyamanan yang melanda dengan berbagai
cara. Mulai dari berekreasi, berteriak-teriak, mendengar musik sampai menulis. Dan bu Prita Mulyasari memilih cara terakhir untuk ‘berbagi’.
Ia menuliskan kekecewaannya tentang pelayanan dari salah satu RS internasional. Email yang menyebar melalui milis ini kemudian mendapat respon dari RS tersebut sebagai pencemaran nama baik. Bu Prita pun kemudian ditahan di LP wanita Tangerang, Banten sejak 13 Mei 2009.

Bu Prita didakwa melanggar Pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ancaman pidana Pasal 27 Ayat 3 UU ITE adalah 6 tahun kurungan penjara.

Tanggal 11 Mei 2009, PN Tangerang memenangkan gugatan RS Internasional tsb. Putusan perdata menyatakan bahwa bu Prita terbukti melakukan perbuatan hukum yang merugikan RS Omni. Hakim memutuskan bu Prita membayar kerugian materiil sebesar Rp 161 juta sebagai pengganti uang klarifikasi di koran nasional dan Rp 100 juta untuk kerugian imateriil. (sumber :http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/03/06060599/prita.saya.pengin.pulang….)
Bu Prita kemudian mengajukan banding dan persidangan akan dilakukan 4 Juni mendatang.

Hari ini kita melihat bagaimana sebuah kebebasan menulis terampas. Bagaimana bisa sebuah tulisan tentang kekecewaan justru menyeret penulisnya ke pengadilan ? Bukankah sebaiknya kita yang dikritik berhati lapang dan bersegera memperbaiki diri…?

Wallahualam…

Update :
Sore ini, 3 Juni 2009, Bu Prita dilepaskan dari LAPAS WANITA Tangerang karena dikabulkannya pengalihan status tahanan, dari tahanan tetap menjadi tahanan kota. Hal ini memungkinkan bu Prita untuk bertemu kembali dengan kedua anak-anak tercintanya, yang telah 20 hari tidak bertemu fisik. Diakui oleh KaLapas Wanita, bahwa dikabulkannya pengalihan status ini setelah adanya dukungan/desakan dari masyarakat luas dan pejabat pemerintah. Hal unik lainnya adalah, penerapan Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) justru akan diterapkan pada tahun 2010 *hal ini sesuai dengan running text yang berjalan di Metrotv sekitaran pukul 20.30 WIB*

OOT :
Email bu Prita yang selama ini diperbincangkan bisa dilihat di sini

20 pemikiran pada “Ketika ‘Sharing’ berubah menjadi ‘Meja Hijau’

  1. Bu Prita sudah bebas sore ini, alhamdulillah …

    Iya, mbak…
    Put juga ngikutin beritanya di TV, nih..
    *koreksi dikit, mbak…Bu Prita masih menjadi tahanan..hanya peralihan status tahanan dari tahanan tetap menjadi tahanan kota*

  2. ALhamdulilah suda dibebaskan meski masih berstatus tahanan kota..
    semo9a sajah bisa bebas sebebas bebasnya,karna meman9 dia adalah korban..
    dan semo9a ada keadilan sejatina…

    oot put ada banyak pihak neeh yan9 ikut turun tan9an,memanfaatkan kasus prita tuucc..para capres dan cawapres berusaha meraih simpati,semo9a sajah mreka tulus membantu bukan kaRna ada “sesuatu”

  3. Alhamdulillah.. Beliau dapat bertemu kembali dengan dua malaikat kecilnya.. Semoga keadilan berpihak padanya ya.. Amin ya Rabb..🙂

    OOT
    Jadi mikir.. Kalo kek gini terus, setiap yang ‘bersuara’ mengalami nasib spt ini, sama saja dengan menyuruh koran-koran meniadakan saja rubrik Surat Pembacanya..

    Ini bukan kali pertama kali terjadi lho.. Sebelumnya ada juga konsumen yang dimejahijaukan oleh developer, padahal dia yang merasa dirugikan, karena kios yang dibelinya ternyata ‘bobrok’.. Bah! Pening aku jadinya..!

  4. Mafia kesehatan Indonesia tuh udah ada dari jaman orde baru. Korbannya mungkin udah ratusan. Kasus Ibu Prita jd gede dan dpt publisitas cuma krn dekat Pemilu. Bayangin aja dari Megawati sampai bininya Wiranto datang jenguk ke penjara. ngapain mereka jenguk, coba? saudara bukan, kenalan bukan.

    Kong kalikong antara pemerintah, dokter, pihak rumah sakit, asuransi kesehatan, industri farmasi hingga IDI (ikatan Dokter Indonesia) sebenarnya nggak kalah mantap dan keren dibanding mafia peradilan. sayangnya kurang iklan dan publikasi, jdnya kurang ngetop.

    Andai waktu Pemilu masih jauh, sepertinya nasib Bu Prita tak jauh beda dgn ratusan korban lain sebelumnya yg bernasib naas.

  5. prihatin sama nasibnya ibu prita. sudah jatuh ketimpa tangga pula…
    seandainya itu tumah sakit nggak menuntut seperti sekarang, mungkin kasusnya ga seheboh sekarang. ga akan banyak yang tahu kasus itu dan itu RS mungkin ga sampai merugi secara materi.

    semoga lekas selesai dengan baik. win win lah…

  6. jika aku cermati dan baca surat itu sih surat keluhan bukan suatu kriminalitas atau suatu pencemaran nama baik lah ya AKU dukung Bu PRITA ….. itu wajar semua masyarakat justru harus memberikan suatu keluhan jika memang kinerja suatu lembaga atau instansi kurang baik, karena justru akan mendorong suatu semangat yang lebih baik ya kan. Ya aku berdoa buat bu Prita semoga Allah selalu beri perlindungan dan mereka yang zalim pasti akan kena musibah sedahsyat-dahsyatnya di kemudian hari pasti itu…. di alam kubur pasti akan dicincang oleh malaikat Allah, terlebih di akherat yaitu neraka pasti ada siksa yang dahsyat pula selama-lamanya. Yang jelas bu PRITA harus bebas dan bebas jika tidak ada kebebasan sama sekali aku sangat berdoa…. SEMOGA YG MEMBANTU DALAM KELANCARAN KASUS MENGKRIMINALITASKAN KELUHAN BU PRITA MENDAPATKAN BALASAN DARI ALLAH SEDHSYAT-DAHSYATNYA BAIK DI DUNIA MAUPUN DI ALAM KUBUR SERTA AKHERAT….AMIN

  7. repot ya. Smoga pemerintah bisa ngasi anggaran cukup utk semua rumah sakit pemerintah termasuk kelengkapan tempat dan faslitas. Paling ngga rakyat indonesia ga perlu ke RS swasta yg barangkali lebih matre

  8. @AzizHadi
    Amin….
    @bocahbancar
    Semangat !!!
    Jangan lupa kirim doa dan dukungan…:)
    @sunarnosahlan
    Amin..amin…
    @wi3nd
    iya, mbak…

    Mudah-mudahan ketika mereka campur tangan, kasus ini makin cepat diselesaikan…
    @UchiE
    Yupe, chi…
    Setiap kita harus kritis , ya…
    @Ando-kun
    Sabar, pak…
    Jangan Suudzon dulu…Mari kita berharap dengan kedatangan mereka, masalah ini jadi cepat selesai…[tentu saja dengan kemenangan di pihak Bu Prita]
    Masalah ‘ada udang dibalik batu’, kita serahkan saja pada pihak2 yang menilai…
    @komuter
    Bebaskan !!
    @wi3nd
    Sudah Put kasih di blognya mbak Wiend
    @shavaat
    Amin..
    @portalwongsukses
    Mari kita dukung bu Prita…
    @Ndut Jdor
    Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk kasus ini…
    @Tigis
    Gak harus nunggu mas Sigit yang jadi presiden, khan, mas ?😆

  9. @Ibu Putri
    Suudzon?
    Ibu Putri belum tau dalam dan luasnya permainan mafia kesehatan yah? gue sendiri pernah tau beberapa kali. coba Ibu putri perhatikan kasus obat generik yg katanya berkualitas bagus tp murah. itu cuma satu.
    seharusnya kata2 yg diucapkan itu waspada dan bertindak kalau punya power, bukan suudzon.

    atau……
    jangan2 bu putri jg termasuk dlm lingkaran?????
    ikutan motto “I scratch your back and you scratch my back”.

  10. @Ando-kun
    Hm…
    Begitu, ya, pak Ando ?
    Dalam masalah sensitif seperti ini terkadang kita harus berhati-hati dalam men-judge…
    [tentu saja berbeda halnya jika memang hal itu memang terbukti..Putri awam ttg hal ini]

    Putri lebih mengatakan ada beberapa dokter yang tidak profesional di bidangnya..dan si dokter tidak mau mengakui ketidakprofesionalannya itu…[which is it’s very dangerous for patien]

  11. BREAKING NEWS !!!
    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  12. HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

  13. du makasih ya kak putri…sering-sering main ya kak ke escampur88…bagi rekan-rekan lain juga boleh mampir…pintunya terbuka 24 jam…
    kunjungi aja di escampur88.blogspot.com

  14. aku mah ngak takut… walopun nantinya masuk penjara … tapi awas jika aku keluar … bakal aku obrak-abrik semuanya…

    Aku pernah mengalami kejadian seperti itu. kita harus keras kepala , apalagi saat diinterogasi sama polisi. Jangan ngeper ….
    Hati-hati polisi di Polda Metro Jaya yang keren-keren itu juga pemeras yang berat … hingga ampas-ampas saja masih diperas lagi. Coba yang kanton tebel mereka pun berani sampai membongkok-bongkok hingga mencium sepatu kotor …

    Mbak JUliach emang pemberani..
    Hidup mbak Juliach..!!!
    Hidup !!!😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s