Kapas Rindu

Helaian-helaian kapas melayang dalam hembusan sepoi
Terbang rendah membawa setumpuk rindu
menjemputnya dalam benang-benang cinta

Namun kiloan rindu itu tak pernah menambah timbangannya
Helaian kapas itu justru semakin ringan
Menyanjung setiap impian dalam nada-nada pengharapan

Ia terbang lagi
Meninggi
karena rindu-rindu itu telah menjadi uliran doa
Yang memanjat
berbaur
dalam desahan tangis

Helaian kapas sampaikanlah rindu cinta ini……

34 pemikiran pada “Kapas Rindu

  1. Benang-benang cinta semoga lekas terajut
    beriring bersama halaian kapas
    mengantarkan rindu

    Kapas dan rindu menyatu
    menjadikan timbangan berat untuk bertemu
    menyampaikan semua harap

    Namun rindu itu kini kembali lagi
    bersama kapas sebagai peri
    mengantarkan rindu untuk kesekian kali
    ingin rasanya menemuinya lagi, tapi kapan..?
    semoga kesempatan itu datang lagi.

    (salam dariku)

  2. duhai kapas yang bertebaran
    ke kanan dan menuju lembah
    ke kiri dan menuju pegunungan

    akan ku cari kemana angin menghembus kapasku
    walau mungkin sampai jasad keluar dariku
    kan kukatakan nanti di surga bersamamu

  3. @pitaxxx
    terima kasih..
    salam kenal kembali
    @rouftracal 🙂
    salam kenal
    @afwan auliyar
    terkadang rindu lebih indah jika dipanjatkan lewat doa🙂
    @Intan
    oke doki, mbak intan..
    @emfajar
    he..he..
    Lagi dapat inspirasi..plus dilanda kerinduan😀
    @just azzam
    Kapas lebih indah..karena ia bisa menari dalam hembusan angin…🙂
    Di sms ?
    emang mo sms siapa, Zam ? he..he..
    @wi3nd
    ehem..ehem..
    apaan, sih, mbak Wiend…
    Mikirnya yang lurus2 aja-lah mbak…😆
    @alfaroby
    Amin…
    Semoga surga menjadi pertemuan terindah…

  4. Ikutan Wi3nd(ce) ah..

    ehm.. ehm… , hehehehe….
    *aduh, kok jadi nyengir-nyengir sendiri*

    Jadi kapan atuh Put kapas itu akan terpintal menjadi benang, kemudian kain, hingga akhirnya menjadi sebuah pakaian terbaik bagi Putri.. ^_^

    *sotoy… dan perang 20 vs 26 dilanjut disini selain di Facebook* hahaha…

  5. @insan
    he..he…
    ada apa,nih?
    Mbak Wiend dan mas insan kok kompak-an, ya ?🙂

    Ini sebuah kerinduan yang lain..sebuah rindu yang berbeda begitu tulus dan amat indah

    Kalo rindu versinya mas insan dan mbak Wiend …
    sepertinya masih jauh…
    Maklum masih kecil eui..he..he..

    *What? Perangnya dilanjutkan di sini ? Apa masih bingung, ya ? 20 komputer dan 26 kue tar..he..he..*

  6. Rindu gelisah hadir tak menentu arah
    ketika banyangmu hadir
    dalam ketertingalanku

    tlah kukilo rindu walau hati tak tentu
    membangun rumah hati yang kecil yang penuh sapamu
    sahabat rinduku pada kekasih tak mampu menembus
    batas hati yang terus gundah
    ==========
    oo orang pakanbaru toh, aku pernah 1 tahun disana ada puisi dirumahku datang ya

  7. @achoey
    amin…
    amin ya Robbal alamin…
    @accanoke
    ok..
    insyaallah
    @kawanlama95
    Wow puisi rindu yang lain😀
    OK…meluncur..!!
    @escampur88
    he…he…
    biasa aja kok, ry
    @Gempurr
    Berdendang ? *alisnaikturunmodeON*
    Gak salah, nih ?
    @casrudi
    Melon ?
    hijau dunk…
    @aNGga Labyrinth™
    Dug…!!
    tepat sangat …
    @NH
    Tepat sangat, pak…tepat sangat…

  8. kapas terbang mencari sebuah timbangan yg bisa menjadikannya sama berat dengan rindu…

    kapas hanya menginginkan keseimbangan…
    tidak mw memberatkan salah satu rasa…
    biarlah iya terbang…
    iringi dengan do’a dan pengharapan…

    salam rindu slalu…

  9. ah, rindu…
    merindukan seseorang itu menyakitkan…
    tapi tetap saja kita rela didera disiksa dan menahan sakitnya…

    hahaha… somekinda masochist, aren’t we?
    :mrgreen:

  10. RINDU KAPUK
    Helaian-helaian kapuk melayang dalam keletihan
    Terbang rendah membawa setumpuk lelah
    menjemputnya dalam benang-benang kelambu

    Lalu lelah itu semakin menambah beban matanya
    Helaian kapuk itu justru semakin menggoda
    Menyanjung setiap malam dalam nada-nada buaian mimpi

    Ia terbang lagi
    Meninggi
    karena mimpi-mimpi itu telah menjadi uliran doa
    Yang memanjat
    berbaur
    dalam desahan kelelahan siang

    Helaian kapuk sampaikanlah rindu lelap ini……

    *terpaksa diplagiat, demi menyampaikan rindu lelap orang begadang:mrgreen: *

  11. @dio
    Benarkah ?
    Erhm…
    @WANDI thok
    Barangkali karena dari kerinduan, mas…
    @galih
    Artinya ?
    Coba baca dikamus Bahasa Indonesia, Lih..he..he..
    @Cara Membuat Website 🙂
    @yoan
    Ya…benar..
    Tapi jika kerinduan itu untuk sesuatu menjadikan kita bagian dari darah dan dagingnya…
    Kerinduan itu sama sekali tja kita rela didera disiksa dan menahan sakidak menyakitkan
    @Ando-kun
    He..he..
    ada yang begadang rupanya….
    Pantes sayup-sayup terdengar lagunya om RHoma…he..he..
    @Muzda
    Ini hanya rindu seorang anak, Da….
    @kawanlama95
    Waalaikumsalam wrwb
    terima kasih juga sudah berkunjung…
    @yangputri 🙂
    @komuter
    Ya…kali ini banyak rindu yang beterbangan..

  12. Ass..salam kenal..
    Rindu Kapuk sama aja dengan orang yang suka tidur..
    Tapi bagus bnget puisinya..
    aku juga punya tapi bukan buatan ku.hehee

    HILANG
    Dimanakah cinta sejati???!!!
    yang memberikan ketenagan hati.
    Sampai kapan ku harus menanti???
    kau pergi dan mungkin tak akan kembali.
    Dan aku menangis…..
    Dan aku terluka, bila….

    Kau pergi dariku, tinggalkan ku
    Lewati malam tanpa kasihmu
    Ku rangkai kata ….
    Ku rangkai nada……
    Dan ku inginkan hanyalah cinta
    Dan semua menghilang….

    Semua karena cinta, kumenangis…..
    Semua karena cinta, kutertawa…..
    Semuanya, karena cinta…..
    Dan kau tinggalkan hanyalah luka
    Dan semuanya menghilang.

    Mungkin karena aku lagi sakit hati nih!!!
    Jangan lupa yach!berkunjung ke blog saya..
    Trims..
    Wss..


    hm..nice poem…😀
    Well…
    Puisiku…Kapas Rindu…yang Rindu Kapuk tuh plagiat-nya..he..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s