NewComers

sumber pic : http://istockphoto.com

Ingatan ini tak semantap dulu saat mengingat masa-masa PKA (Pengenalan Kegiatan Akademik), yang umumnya dikenal juga dengan sebutan ospek *Sok tua banget, sih aku..he..he..*.  Aku masuk fakulas yang umumnya berisi para lelaki, fakultas yang rada minim perempuan ini tanpa sengaja kupilih karena ‘tak ada pilihan lain’.

Tatkala para mahasiswa baru dikumpulkan di sebuah Gor dan diberi pengarahan tentang apa saja yang perlu dibawa keesokkan harinya, terus terang aku lumayan santai. Bukan apa-apa…barangkali karena barang-barang yang harus kami bawa tidak se-merepotkan fakultas lain.

Maka esok harinya, dengan berpakaian putih- hitam, sebuah tas kresek merah bertali rapia, topi kerucut dari koran dan sebuah pita merah yang diikatkan di lengan aku pun memantapkan diri sebagai seorang mahasiswa teknik.

Sesampai di pintu gerbang kampus, para mahasiswa baru diminta berjalan kaki ke fakultasnya masing-masing *fakultasku rada berkilo-kilo dari gerbang kampus :( *. Di terangnya matahari pukul 6 pagi aku melihat beberapa kolega baruku beratribut lebih ‘aneh’ dari diriku.  Ada yang memakai topi dari bola kaki yang dibelah dua, dasi petai, dan kaos kaki bola yang belang kiri kanannya dimana salah satu celana dimasukkan ke dalam kaos kaki. Masing-masing berjalan dengan cepat menuju posko fakultas. Saat aku dan teman sefakultasku berada di posko, kami mendapat ‘ceramah pagi’ dan olah raga. Untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke fakultas.

Setelah semua anak teknik datang, kami dikumpulkan dalam barisan untuk  di cek satu persatu..Apakah masih kuat menjalani aktifitas hari itu atau tidak, sekaligus pencek-an kesalahan. Seorang gadis yang berdiri di depanku ditegur seorang senior perempuan…Awalnya aku tak mengerti apa kesalahan gadis itu sehingga dia diminta ke kamar mandi. Begitu ia kembali, kulihat basuhan mukanya menyiratkan bekas-bekas make-up. Aku dan temanku saling melirik, mata kami seakan berbicara…’Malangnya dirimu…Hari pertama sudah kena semprot..Pun siapa suruh pake make-up di hari pertama PKA’. Beberapa anak laki-laki juga diminta ke kamar mandi…ntah apa pula kesalahan mereka. Begitu mereka kembali ke barisan, kami tak sanggup menahan senyuman dikulum. Mereka kembali dengan celana jeans yang bagian dalamnya berada di luar. Ternyata, mereka memakai celana jeans….celana yang selama PKA dilarang pemakaiannya oleh para senior-senior. Berikutnya adalah games, kata sambutan, penjelasan tentang teknik dan beberapa ‘hal konyol’ yang dilakukan para senior untuk ‘mengajar’ para new comer ini.

Dulu, aku berpikir…hari-hari PKA adalah hari-hari yang mengerikan untuk diingat. Tapi, setelah berlalu sekian tahun, aku justru tersenyum saat mengingatnya. Teman-teman baru yang kutemui saat PKA, yang aku yakin aku tak bakal berkenalan dengan mereka meski kami satu fakultas. Aku bertemu dengan calon anak-anak mesin  dan elektro yang dikemudian harinya akan sangat jarang berinteraksi dengan kami, anak-anak kimia, karena kesibukan mereka berada di lab. Tingkah malu-malu dan takut kami saat berhadapan dengan senior, yang dikemudian harinya justru menjadi teman sekelas dan seperjuangan. Senior-senior yang tampak galak di PKA justru menjadi ‘murah senyum’ saat berbulan-bulan kemudian justru menjadi patner kuliah kami.

Yah..tidak ada yang mengerikan dalam PKA itu…Satu hal yang kami pelajari saat itu…Bagaimanapun, seorang senior tetaplah seorang senior…

Senior berkata : “Kami tidak gila hormat…tapi hormatilah kami”

Pasal 1 : Senior tidak pernah salah

Pasal 2 : Jika senior salah, kembali ke pasal 1

Selamat bergabung mahasiswa-mahasiswa baru…Terus semangat..Harumkan nama Bangsa..

20 pemikiran pada “NewComers

  1. @ari
    Iya, Ri..
    Dulu kuliahnya di Teknik…he..he..
    Sempat merasa salah jurusan..tapi akhirnya malah jatuh cinta ama nih jurusan..he..he..
    Sepakat..sepakat…
    Ospek tanpa ‘hal2 aneh’ terkadang jadi aneh…😀
    @Aji
    CUma dibentak-bentak doang ?
    Mudah2an gak ada yang ‘main tangan’, ya…:)
    @AeArc
    Dulu…?
    Kalo sekarang jadi ‘yang ng-ospek-in’, ya ? he..he..

  2. Anak teknik memang ga banyak perempuannya, sekalinya ada pasti istimewa ditengah-tengah keriuhan cowok…😛
    Dulu pertama kali masuk kuliah saat pembagian kelas total mahasiswanya 50, perempuannya cuma satu…😀

  3. @Gempurr
    Ospeknya mas Gempur kayaknya ‘mengerikan’, ya ? he..he..
    Fekon itu bukannya selalu versus-an ama Teknik, ya ? he..he..
    @casrudi
    49 laki-laki dan seorang perempuan…?
    hm…
    mas Casrudi ini anak Mesin, ya ? he..he..

  4. Bener Poet …
    Ini pengalaman konyol … namun sayang untuk di delete dari memory …
    soalnya asik sih …
    saya juga mengalami hal serupa …
    (but … Tanpa Dasi Pete tentunya …)(hahaha)

    Salam saya

  5. Jadi ingat waktu OSPEK dulu..
    Mentang2 Calon Anak Kedokteran, atribut yang kami pake pun juga gak kalah ‘GILA’nyaaa…😀

    Bayangin aja, “tas ransel” yang terbuat dari kantung terigu, pada kedua ujung bawahnya mesti dipasangi dua buah “balon” yang tak lain dak tak bukan adalah dua buah k*nd*m yang ditiup.. Yakkksss.. (Itulah pertama kalinya daku membeli “alat kontrasepsi” itu di minimarket dan harus menahan malu waktu membayar di kasir. Mereknya ditentuin pulak tu.. Harus merek SU**A.. OMG!!)

  6. @Gempurr
    Masa’, sih ?
    he..he…*ntar kalo dilanjutkan bisa terjadi perang antar fak*
    @nh18
    Benar, pak…
    Kalo diinget sekarang sih…berasa lucunya…
    Tapi waktu dulu itu..berasa ‘ngeri’nya..he..he..
    @UchiE
    Dirimu juga ikutan, chi ?
    Ergh…..
    *aku sulit berkomentar banyak….*

  7. wah …. gak bener tuh : masa’ pake celana dibalikin gitu. klo aku juniornya … gak akan mau terima klo digituin! meskipun senior, gak bisa seenaknya gitu donk. harus nyari konsekuensi logis, bukannya mempermalukan orang.

    *sori klo kelihatan nyolot put komennya🙂, rada gak suka sama tindakan yg mempermalukan orang laen.

  8. sayangnya kegiatan model begini cukup banyak yg diarahkan pd aspek kekerasan yah.


    Beberapa kampus memang masih pake metoda ‘lama’, mas…
    Tapi sudah banyak juga yang pake metoda yang lebih ‘gentle’😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s