Hiking on The Earth

sumber pic: http://istockphoto.com

Beberapa waktu yang lalu, para juniorku mengadakan hiking di hutan kampus. Sebagai senior yang dituakan [dan memang sudah angkatan teratas yang masih betah di kampus..he..he..], mereka mengajakku ikut serta. Sayangnya, jadwal hiking mereka berbenturan dengan janji-ku yang lain, dengan berat hati akhirnya aku pun tidak bisa bergabung bersama mereka. Hm…sebenarnya sudah beberapa tahun belakangan ini aku jarang ikut hiking. Hufh…hiking itu..emang meNYENANGkan……….he..he..

Pertama kali hiking waktu kelas 5 SD. Waktu itu ikut ekskul pramuka…hm, menurutku, sih, aktifitas kami saat itu lebih cocok dibilang “tracking” ketimbang hiking. Karena kami hanya menyusuri jalan-jalan kota sambil sesekali memecahkan sandi. Terus terang aktifitas yang keren saat kami nge-Track, according to me off course😀, adalah memecahkan sandi…he..he..

Kalo yang benaran hiking adalah ketika kelas 2 SMU. Kami benar-benar masuk hutan…[he..he…]. Memang, ya..pengalaman pertama itu selalu berkesan. Hutan itu [yang sebenarnya hanyalah hutan tropik kampus biasa] kesannya begitu menyeramkan. Soalnya…ada banyak pohon berduri. Padahal jalannya becek gak karuan. Sandal gunungku saja sampai ‘menghilang sejenak’ dalam lumpur tanah hingga kami mau tak mau harus berpegangan pada pohon-pohon berduri di kiri kanan jalan setapak saat berjalan melewati becekan. Terkadang melintas serangga terbang di atas kepala hingga tak jarang ada jejeritan kecil. Maklumlah anak SMU yang belum mengenal hutan memang agak gimana gitu… Tapi aku bersyukur..bahwa rekan se-timku adalah gadis-gadis tangguh yang kalem. Mereka tidak banyak berbicara meski kulit-kulit ular berjejeran di kiri kanan. Belum lagi ada jejak-jejak aneh yang membekas hingga digenangi air bekas hujan malam sebelumnya. Sarang laba-laba yang menjejar di pohon seakan menambah nuansa ‘hutan’. Awal-nya memang agak takut-takut..Apalagi setelah sandalku nyaris hilang..aku lebih khawatir ber-kaki ayam di sana ketimbang suasana dingin di hutan itu. Bukan apa-apa juga, sih…soalnya tanganku sudah habis kena duri..dan aku tak ingin kaki-ku pun ikut merasakannya..hiiiiiiii. Dan alangkah bahagianya kami semua saat melihat matahari…karena berjam-jam sebelumnya hanya bisa melihat rindangnya pohon dengan kanopi-kanopinya.

Pengalaman berikutnya lebih menyenangkan, memasuki hutan yang sama namun jalur hiking yang berbeda. Kali ini sudah bisa mengantisipasi setiap hal. Tidak lagi berpegangan pada pepohonan tapi pada tongkat kayu yang sengaja dicari di sepanjang perjalanan. Memakai sepatu kets agar tidak lepas-lepas saat masuk ke lumpur atau pun mendaki. Tidak lupa membawa sapu tangan dan air minum untuk bekal perjalanan😀.

Memasuki hiking ke-tiga, sesuatu yang luar biasa terjadi. Kali ini jalur yang diambil memang memutar dan harus memasuki dua hutan. Herannya sudah beberapa kali penjelajahan, kelompok yang aku bimbing [di hiking kali ini, giliran aku yang jadi kakak pembimbingnya] bersama seorang senior lainnya, merasa tidak menemukan jalur penjelahan yang sebenarnya dengan kata lain kami tersesat. Adik-adik itu sudah kelelahan, matahari pun sudah mulai tegak di atas kepala. Persediaan air minum kian menipis. Terdengar nada-nada keluhan. Namun, beberapa diantara mereka optimis kami bakal keluar hidup-hidup…Aku juga yakin kami selamat…[Insyaallah]. Meski sinyal susah dan seorang seniorku harus berlari ke sana kemari untuk mencari sinyal. Ternyata panduan dari depan pun tidak begitu memuaskan.Akhirnya si kakak nekad, menerobos hutan untuk mencari jalan keluar. Namun sebelumnya dia sempat berdiskusi denganku dan seorang kakak pembimbing lain [yang juga seniorku].

“Di seberang sana itu khan waduk, bener, gak ?” si kakak menunjuk ke arah tenggara. Ia menatap kami berdua. Sementara aku dan seniorku yang lain ikut menatap ke sana.

Aku mengangguk lemah, tak pasti.

“Kita tunggu kelompok lain aja, deh…”kata seniorku yang lain.

“Masalahnya, ada kemungkinan yang lain juga tersesat…”ujar si kakak. AKu terbelalak..ha ? Kok bisa??

“Apa gak ada yang ikut survei, kak ?” tanyaku

“Ada..masing-masing pembimbing sudah ikut survei kemarin. Kayaknya jalurnya ada yang pake…ada beberapa tanda yang sama. Sepertinya dipake sama kelompok hiking lain juga…”

Kami saling pandang….

“Rasanya dulu, waktu Putri hiking di sini…gak sebegitu rumit..”ucapku [yang terus terang sama sekali gak membantu]

“Hutannya gak begitu banyak, kak…” tambahku lagi…

“Iya..ini khan hutannya muter-muter aja…” si kakak kemudian membaca peta yang dibuat oleh tim survei.

“Biarlah kakak coba masuk ke hutan itu dulu…nanti kalo benar di sana waduk..kakak balik lagi ke sini untuk menjemput kalian…”putus si kakak yang nekad ingin menerobos hutan seorang diri. Aku menatap si kakak dengan tatapan bangga. Subhanaallah..beraninya ia…

“Hati-hati, ya, kak….!” hanya itu yang mampu kami ucapkan sembari terus berdoa agar si kakak segera kembali.

Dan, sungguh….sebuah kebaikan besar…Kami benar menemukan posko terakhir. Yang berarti jalan keluar..kami merdeka dari padang sabana yang berada di tengah-tengah hutan. Si kakak ..melalui hape kemudian memberitahu seniorku yang ada bersama kami bahwa jalan yang ia tempuh memang benar adalah jalan keluar. Kami mulai bergerak dan segera bertemu dengan si kakak yang sedang dalam perjalanan menjemput kami. Subhanaallah..sungguh sebuah kebahagiaan tak terkira. Aku senang..kakak-kakak seniorku juga senang terlebih lagi para junior-junior yang berada bersama kami.

Di posko terakhir, kami menyelojorkan kaki, mengambil nafas dan saling memandang sambil tersenyum…Yang membuatku tak habis pikir adalah, aku sudah melewati hutan itu tiga kali, tapi masih bisa belum mengenali keadaan hutan itu dengan baik…Sungguh, tak bisa dipandang sebelah mata…

*Ditulis sambil diingat-ingat…memori yang sungguh tak terlupakan

23 pemikiran pada “Hiking on The Earth

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Wah… wah…. ternyata bisa menjadi kakak senior yang bertanggung jawab dan rela berkorban demi yujnior-yuniornya, ya?

    Bukan Put yang bertanggung jawab, mas…Tapi senior Put..Si kakak emang bertanggung jawab, mas..Mengarungi hutan seorang diri…

  2. Cieeee… kakak nya ganteng ga Put?? wkwkkwkw…

    Hiking ituh identik waktu zaman pramuka SMP doeloe.. biasanya siy niatnya krn ada cewe manisnya hahhaha.. kan bisa bantuin kalo gi tersesat hahahha…

    Serunya lagi, kalo kita tersesat kek gitu Put. Makanya hiking ga akan seru kalo lurus2 aja, aman2 ajah.. btw, di pekan baru mang ada hutan?? hahaha..


    Kakaknya ganteng ???
    Yang waktu di SD mah Put gak perhatian, mas…Tapi kalo waktu SMU…kakaknya cantik…he..he..

  3. hikin9 eman9 seru put..
    bisa liat hutan,jejakkan kaki di belantara hutan,bermain den9an embun,ah pokoke menyenan9kan..
    dan aku pernah terjatuh masuk juran9 saat perjalanan pulan9…🙂
    cuma baret baret ajah,ada akar pohon y9 bisa dijadikan pe9an9an saat itu🙂

    aih..mbak wiend..pengalaman yang seru…sekaligus ‘menyeramkan’
    Syukurlah mbak wiend gak apa2

  4. wuiiihhh..hobby petualangan yah..??? sama, dulu saya memiliki hobby petualangan..tp bukan dari sekolahan ato organisasi tertentu. sampe pada akhirnya hijrah ke kota lain yg membatasi hobby saya itu..
    kunjungan perdana, salam kenal ^_^

    Bukan hobi-hobi banget, sih…
    Tapi senang aja kalo diajak hiking atau sesuatu yang berbau alam..😀

  5. saya blm pernah hacking euy..sepertinya asik bgt apalagi yg mecahin sandi gitu.. *jadi penasaran*
    trimakasih sdh berkunjung ke blog d-Gadget™.. salam hangat selalu..

    Memecahkan sandi selalu menarik..karena kalo sandinya tidak bisa terpecahkan, kita tidak bisa melanjutkan perjalanan…

    salam hangat kembali, gadget..

  6. baca cerita di atas rasanya asik banget berpetualang.. mengingatkan aku di beberapa tahun yg lalu .. caride™ sang pendaki gunung…

    salam ,

    Petualang………..
    sy sendiri belum pernah naik gunung…di Riau gak ada gunung yang bisa di daki..😀

  7. petualangan yang seru ..
    apalagi bercengkrama dengan alam ….

    Hiking malam2 tentu lebih seru lho ….

    Salam Hangat Selalu
    AbulaMedia.com

    Hiking malam2 ?
    he..he..Kayaknya Putri belum berani, pak…
    Lah hiking “yang ada matahari”nya aja masih bisa kesasar..he..he..

  8. asiikk… menjelajah hutan memang paling nikmat. tapi gw belum pernah ke hutan yang sebegitu lebatnya. heemm.. kapan ya?

    btw, gw tegang lho pas senior itu pergi sendiri ke waduk. hahaha


    Hutan kampus-ku gak begitu lebat, kok, diaz…
    Gak selebat hutan di bukit 30 kali, ya..he..he..*bukit30=kawasan konservasi hutan di Riau *

    Jangan khan diaz,..diriku aja ikutan tegang..he.he..

  9. gyaaa.. *ktawa-ktiwi mode*
    padahal diklompok putri senior tangguh tu kmrn yak? Tapi mang kliatan kok tangguhnya in makin’ decision.. hehehe..
    jadi inget.. bukannya ada juga yang kehilangan sepatu saat itu??

    after that, akhwat teknik iteeem… ^.^

    He.he…
    Kak Feather…senior tangguh itu temen kakak sendiri lho…he..he..
    Emang mantap tuh kakak…langsung bergerak cepat. Padahal kita udah ketar-ketir😀

    Kayaknya tiap tahun mesti ada yang kehilangan sepatu, ya, kak ? he…he..

    Kak Feather..gak usah disebut…hush…hush..*silentmodeON*😀

  10. wahhhhh. senang banget tuh puttt ^_^ bisa keliling hutan😀 walaupun nyasar😀 tapi akhirnya berhasil juga kan😀 jadi ingat sewaktu SMP pelantikan “PMR” ke hutan dekat sekolah masalahnya hutannya dekat kuburan :((

    he-eh, ri…
    Seruuuuuuuuuuuu😀
    Hutannya deket kuburan ??
    Sabar, ri..sabar….*loh..apa hubungannya, yak ? he..he..*

  11. saya juga udah lama nih gak hiking/trekking.. trekking terakhir waktu ke sempu bulan agustus…😀

    Bulan Agustus ?
    Wah..itu mah masih tergolong baru…Lah sy udah bertahun2 gak hiking he…he..

  12. Pengalaman hiking nya kok mendebarkan amat, saya dulu waktu SD pernah hiking cuma gitu2 aja, pulang ke rumah tinggal pegel2 dan besoknya bolos sekolah… Hehehe…

    Pas SMU baru kerasa bener2 hiking/tracking ke kebun teh didaerah cisarua… lumayan menyenangkan… sayang engga ada Teteh yg cantik…😆

    Yang namanya hiking di hutan emang rada gimana gitu, mas…Apalagi kalo hiking ama anak SMA atau saat masih SMA. Masih polos dan lugu…Jadi kesan seru-nya dapet…he..he..

  13. hmmm saya waktu masih sd pernah juga ikutan hiking ke hutan2 utk berburu burung cendrawasih (waktu masih tinggal di Biak), tp setelah besar tidak pernah lagi…🙂

    Berburu Cendrawasih ????????
    Kerennya…
    Sekali2 hobi unik itu kudu diulangi kembali, mbak…😆

  14. kegiatan ini memupuk kecintaan pada Alam dan melatih kebersamaan dan saling mengenal satu sama lain. dan tentunya kepercayaan dengan kakak senior.

    ya memang hutan dekat kapus unri memang sungguh indah.

    kalau kawan2 pernah bikin acara itu, namun kita buat skenario tersesat dan memang di buat seperti itu agar melatih tingkat emosional kita. wah kapan2 bisa ga ya aku nulis tentang itu. semoga.

    Pernah menjelajah hutan UnRi juga-kah ?
    Wah…😆

    Dibuat tersesat ? Untuk kasus putri mah enggak, kak….Lha wong yang survei senior2nya itu-itu juga…he..he..

  15. Puuuuuttt, cerita mu ini benar2 membuatku semakin mupeng aja ingin hiking, atau tracking pun ndak apa-apa deh:), yang penting yang berbau hutan aja pokoknya:), Wah kapan yah Put sekali aku bisa main ke kampus mu UNRI tercinta🙂. Duuuuh jadi pingin pulang lagiiii😀

    Hayo, mbak..
    Tapi mampir ke UR-nya di awal tahun ajaran baru, ya…😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s