Resepsi

sumber pic: http://istockphoto.com

Apa menariknya dari menghadiri sebuah resepsi pernikahan ?

Ada !….dan daya tariknya banyak sekali…Makanan gratis yang terpajang di setiap angkringan, menarik minat siapapun tetamunya. Rumbai-an pelaminan, dekorasi yang apik bagai wisata ‘mata ketakjuban’ bagi para hadirin yang datang. Doa-doa yang terucap seakan menambah kebahagian yang terpancar dari para mempelai. Indah bahagia tak terperikan.

Ini adalah resepsi ke-sekian yang kudatangi. Dua tahun belakangan aku memang mulai diberi undangan. Mulai dari senior, sejawat bahkan junior-juniorku memberi ‘kartu cantik’ itu. Ahad siang mulai menjadi agenda tersendiri, menghadiri resepsi pernikahan😀. Ada satu hal menarik yang kucermati setiap kali diriku datang ke sebuah resepsi pernikahan. Silaturahim…jika aku boleh meng-istilah-kannya dalam bahasa kekinian, bisa dikatakan dengan reuni…Yupe, reuni !!

Ketika aku menghadiri resepsi senior, junior dan teman-teman semasa SMU atau pun kuliah, aku sering bertemu muka [kembali] dengan teman-teman yang sudah lama tak bersua. Kami tinggal di kota yang sama, tapi hampir tak pernah bertemu…Dahsyat, bukan !?!

Seperti kali ini…aku diundang oleh salah seorang kenalan untuk menghadiri resepsi pernikahannya. Hingga kemudian, aku bertemu dengan seorang teman lama yang kebetulan adalah teman satu sekolah si empunya hajatan. Kami berjanji untuk pergi bersama. Beberapa jam sebelum waktu yang dijanjikan, temanku itu, sebut saja namanya Nuri, menelponku dan mengatakan bahwa ia akan pergi bersama teman-teman satu sekolahnya dan ia juga mengajakku ikut serta dalam rombongan. Aku, dengan pede-nya menyetujui ajakan Nuri. Tak terpikir olehku akan bergabung bersama orang-orang yang tak kukenal. Syukurlah diantara rombongan yang totalnya 6 orang itu [tidak termasuk diriku, tentu saja], ada dua orang yang kukenal, Nuri dan Ena.

Sebuah metoda perkenalan yang unik menghampiriku, seorang teman Nuri yang lainnya berbaik hati membonceng diriku, Dan di atas sepeda motor matic yang melaju kami berkenalan, singkat namun cukup padat he..he…

Memasuki acara resepsi yang lumayan ramai, karena setiap tamu datang bergantian. Resepsi pernikahan di kota kami memang di desain untuk  bersifat ‘continu’. Tamu dipersilahkan mencicipi hidangan, bersalaman dengan mempelai dan berfoto bersama secara bergantian. Barangkali agak berbeda dengan di daerah lain, dimana para tamu juga diminta hadir saat upacara adat pernikahan berlangsung. Di beberapa kota di provinsi kami, upacara adat biasanya berlangsung dengan dihadiri oleh kerabat dan handai tolan [tidak keseluruhan tamu undangan]

Kami, rombongan ini, datang dengan memakai sistem ‘continu’ tadi:mrgreen: . Setelah mencicipi hidangan, aku melihat-lihat dekorasi pernikahan, menghitung jumlah angkringan dan melihat wajah-wajah tamu yang datang. Tetamu itu…tak seorangpun yang ku kenal baik. Teman-teman kampusku justru datang lebih awal, hingga kami hanya bertemu di gerbang gedung. Berha-ha, Hi-hi, sebentar kemudian saling menanyakan kabar dan….bubar.

Aku sudah nyaris bosan karena aktifitas ku tak lebih dari duduk, memainkan hape dan memandangi jam tangan. Saat aku hendak memanggil temanku, Nuri yang sedang ngobrol bersama temannya. Aku terpandang seraut wajah cantik yang familiar..Ku pandangi terus…dan aku tersenyum…mencoba berdiri dengan pede dan memanggil namanya…..

“Bu Raudati……?” pastinya suaraku seperti MC kehilangan mood ngobrol. Si ibu, yang juga memandangiku berhenti…mencoba mengingatku dan…Kusalami tangannya

“Putri, Bu….Angkatan 2002….”

“Aaaaaaa….Putri..apa kabar ? Dimana sekarang ?” si Ibu, guru bahasa Inggrisku saat masih di kelas dua SMU…Sudah 7 tahun lebih tak bertemu…

“Di kampus, bu….” Kupikir ada rasa haru menyelinap dalam nada suaraku.

“Jurusan apa ?”

“Teknik Kimia, bu….” Si ibu tersenyum hangat….kami berpandangan…Aku surprise saat si Ibu memegang wajahku dan berkata…

“Kamu berubah….”

Aku hanya tersenyum…

“Ibu tambah cantik….” Erghhhhhhhh….senyum Bu Raudati semakin merekah…

Tak terlukiskan…tak terbayangkan…sungguh !!

Di tengah resepsi seorang kenalan yang tidak satu SMU denganku, aku justru bertemu dengan guru bahasa Inggris favoritku semasa SMU. Subhanaallah !!!

Ku pikir..ini adalah salah satu ‘kecemerlangan’ sebuah resepsi pernikahan….reuni dadakan😀

42 pemikiran pada “Resepsi

  1. Hmm ya makanannya bisa menjadi
    petualangan kuliner tersendiri,

    menjadi saksi dan Ikut berbahagia untuk pasangan barunya…

    Reuninya juga menjadi keasikan tersendiri..

    Tidak lupa, marriage juga tempat berkumpulnya banyak singles yang wonders kapan mereka nyusul *siyul2*

    He..he…sepertinya bagian yang terakhir..suara hati mas eru, ya ? he..he.. *peace*

  2. bunda paling senang kalau pergi ke pernikahan yg digelar dengan upacara adat yang komplet, rasanya seperti benar2 menyaksikan raja dan ratu sehari yg digandrungi oleh para rakyatnya.
    apalagi kita kan kaya kan berbagai macam adat.
    Salam.

    Benar, Bun…
    ada banyak kebudayaan…dan keanekaragaman…😀

  3. ^.^
    dua tahun blakangan ni mang dah masa2nya dapet undangan nikah ya put.. hehehe…

    kalo masih pada inget muka temen2 lama sih, aman2 aja.. nah klo diriku yang memori lossnya parah kali gimana? terkadang ada rasa takut sndiri… ^.^v

    Takut gak dikenali, maksudnya, kak ?
    Kalo kak Feather mah put yakin…gak bisa dilupa-in…Lha wong emang udah ‘difference’ sendiri..he..he.

    .

  4. wahhhh senangnya ya put bertemu guru semasa SMU dan teman2 lama di reuni dadakan ini….11 Oktober kemarin ari mengalami juga… di acara resepsi teman SMK .bedanya ari bertemu dengan teman2 sekolah di SMK yang sdh 4 thn nggak bertemu 🙂 …klo putri kapan nyusul😀

    Menyusul ke Jakarta, maksudnya, Ri ?😆

  5. Oiiiiii Putri the kickers…

    Ini goretan terakhir dari gempur dan badanya hehe..
    Menyenangkan banget ampir setahun ni bersama the kickers…

    Tapi, awal selalu ada akhir : )

    dan akhir akan selalu ada awal : )

    bobye

    Assalamualaikum.. : )

    Buru-buru sekali, mas…?
    hm….

    waalaikumsalam wrwb

  6. humm… hummm… yang paling ga enak ituh, ketemu temen2 lama yg udah pada married, trus ditanyain: “kamu kapan? mau nyari yg gimana lg siiihhh??”

    sebel… =p

    Jawabnya pake versi Ringgo aja, mbak…
    “mey…Mey…. :lol:”

  7. pengunjung baru neh..salam kenal^^,

    hehehe…benar banget, klo dateng ke resepsi teman biasanya sekalian reunian…

    Salam kenal…..🙂
    Itulah sisi lain dari sebuah resepsi…😀

  8. Ehehehe…resepsi pernikahan di kota lain, beda sama di Ende yang mana semua tamu-nya datang tepat pada waktunya, mengikuti proses acara demi acara (salaman ma pengantin, pengantin masuk dan duduk di pelamnan, MC, sambutan2 keluarga, makan dan ber-Gawi bersama :p) hehehe.
    Bagi saya resepsi pernikahan = bersosialisasi😀 ngerumpi, ketemu temen2, ngelirik si tampan yang lagi alone, joging😀 del el el nya hehehe..

    Ende….
    Nusa Tenggara Timur-kah ?

  9. Yes Indeed …
    so …
    sering-sering ke resepsi pernikahan yaaa …
    sekalian makan gratis … dan potensi bertemu teman / relasi / kenalan lama …
    (dan koleksi cindera mata tentu …)
    🙂

    salam saya

    Jika diundang dan ada kesempatan, insyaallah di usahakan menghadiri resepsi, pak …:)
    Suka canggung juga kalo ke resepsi yang kurang kita kenal😀

  10. Resepsi???, hmm kalau ada undangan resepsi pernikahan, di dalam hati selalu muncul pertanyaan: “giliran aku ngundang orang kapan yaaa? :)”.

    Betul tuh Put, kalau datang ke resepsi pernikahan teman SMA atau kuliah, ujung2nya pasti deh reunian, dan seneng banget deh…

    🙂
    Kalo giliran mbak Rita sudah datang…Jangan lupa undang2 Putri, ya, mbak ?😀

  11. Ya memang resepsi kadang bisa menjadi ajang reuni, selain kenyang dengan makanannya, kenyang juga dengan berita yang kita dapatkan dari teman2 kita…bertemu wajah2 baru meski stok lama akan tetap menyenangkan

    he..he..
    Kalo saya mah lebih senang ketemu ‘stock’ lama…😀

  12. Kalau saya justru paling malas datang ke acara resepsi. Membosankan..

    Untuk menghormati teman yang mau menikah, biasanya saya sempatkan hadir di pesta bujangannya saja. Lebih meriah, makan juga gratis, dan yang pasti ndak kaku dan membosankan. Hehe!

    Pesta bujangan ???
    Baru tahu sy kalo tradisi pesta bujangan ada juga di Indonesia …

    • Bukan pesta bujangan seperti di luar sana lho ya. Pesta bujangan yang saya maksud biasanya cuma berupa kumpul-kumpul bersama teman sebelum resepsi. Pakai acara makan dan minum, kadang-kadang minumnya agak berlebihan. Hehe!

      Ndak pakai tarian erotis dsb., seperti yang di luar negeri sana. Gitu mbak..

      oh..begitu, ya ?
      Barangkali tergantung adat masing-masing daerah, ya, mas ?
      Soalnya di tempat saya enggak ada yang seperti itu …

      • Iya… di Ende juga dikenal dengan pesta bujang, bang Pushandaka… tapi namanya LEPAS BUJANG wkwkwkwkw padahal secara logika lepas bujangnya pas malam pertama yaks? *apa coba* hihihhi…

        he..he…

  13. Btw buat yang punya blog, met wiken yaaaaa ^^;

    iya, mbak…
    ‘Met week end juga buat mbak Tuteh…
    Week end kali ini..blognya masih ‘resepsi’ dulu ajah…he..he…😀

  14. “Kamu berubah….”

    Itu kayaknya kata basa-basi setelah gagal mengenali seseorang😀

    kunjungan perdana, salam kenal🙂

    he..he..
    Sempat berpikir seperti itu juga, sih…
    Tapi…toh, beliau guruku sendiri….muridnya banyak…wajar saja kalo lupa-lupa dikit😀

  15. Bloghicking malam-malam.
    Mengunjungi para sahabat,
    siapa tahu ada suguhan hangat.
    Meski datangnya telat,
    jangan didamprat.
    Yang penting semangat!
    Ok, sobat?

    jangan lupa; GO GREEN

    terima kasih sudah berkunjung, mas alamendah..

  16. huahahahaha…untunglah ga jd kambing jonyek d Sna…
    sBenarny tuch bs dSiasatin, klo ga da kenalan…ya kenalan ja..mana tau,kenalan baru tuch punya ‘calon’ bt kk…yg on the spec gthu….
    huehehehehe…
    truz nti kk yg ngadain walimahan lg…
    ^.^ v
    okeh2??

    he..he…
    Iya-lah..yang sudah berpengalaman menghadiri banyak undangan…he..he…😛
    masa’ calon juga disama-in ama reaktor dan kolom pemisah…pake spec2 segala…Dasar, nih !!😀
    Pertanyaan yang terakhir maksudnya apaan ? *purapuragaktahumodeON*

  17. aduh kadang jadi males ke resepsi bukan apa apa seeh, abis nanyanya udah berapa anaknya, kok istrinya ga di bawa?

    wah kalo udah gini aku malesssssssssssssss
    jawabnya

    he..he..
    Kalo begitu…harus disegerakan, kak…
    Apalagi yang ditunggu…
    Kalo sudah mapan….sikat ajalah… he..he..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s