Teriakan Jalanan

Hari ini, ups…sore ini di depan rumahku, sebuah ‘drama’ terjadi. Terdengar suara kencang milik seorang gadis menggeber pintu belakang rumah. Kupikir ada tamu yang datang atau seseorang yang meminta pertolongan.

Pintu belum dibuka, tapi permasalahan sudah tampak jelas. Yah, ternyata gadis itu ditilang, Teman !! Ia ditilang karena tidak memakai helm di jalan raya yang kebetulan saja saat itu sedang di’tunggui’ oleh polantas-polantas.

Dari balik jendela kami mengamati apa yang terjadi. Gadis itu, duduk di atas motor maticnya sambil berteriak [catet:berteriak …!] dengan mengatakan,

“Mama saya masuk rumah sakit, Pak !”

“saya dipanggil ke sana!”

Tapi, apa lacur, Sobat, kunci motornya telah diambil pak Polantas. Ia secara teori, tidak bisa beranjak dari TKP karena motornya tidak bisa dinyalakan. Dari atas motornya…dia masih berteriak-teriak…mengucapkan hal yang sama.

Kali ini ada dua juri yang akan membahas hal ini. Adikku, yang paling suka berteori mengatakan bahwa gadis itu terlalu kasar. Ia adalah seorang terdakwa yang sudah terbukti bersalah tapi masih ngotot…Ia pun dengan semena-mena telah mencabut simpati si pak Polantas. Menurutku pun, gadis itu salah karena dia tidak memakai helm bertindak tidak semestinya, meski aku sangat paham bahwa aksinya itu terjadi [kemungkinan besar] karena dia panik.

Sikap gadis itu justru memancing emosi yang mendengarnya, jangankan pak Polantas yang menanganinya, kami yang mendengarnya saja sampai kesal. Sampai-sampai si pak Polantas itu mengeluarkan statement seperti ini:

“Halah ! Alasan saja…!”

Percaya ato tidak, memang ada beberapa anak yang ‘tiba-tiba’ saja pandai berkelit dan berbohong di saat-saat terjepit seperti itu. Dan para Polantas itu sudah biasa berhadapan dengan hal-hal seperti itu.

Sebenarnya…[ini hanya kesimpulan kami saja, sih😀 ] jika gadis itu tidak berteriak-teriak dari atas motornya tapi justru datang menghampiri si Pak Polantas kemudian mengatakan dengan baik-baik dan mengakui kesalahannya, kami kira si pak Polantas tidak akan terlalu mempermasalahkan kondisi itu. Apalagi jika ia mengatakan bahwa ia terburu-buru karena mendapat kabar bahwa ibunya koma di rumah sakit. Pak Polantas itu pun punya anak-isteri di rumah, tentulah simpatinya akan muncul.

Kemudian, kejadian sore ini ditutup dengan peringatan dari TOA [yah, para polantas itu memberikan petuah di jalan sekitar rumahku]

“Adik-adik….Jangan ngebut-ngebut ! Nanti jatuh…motor kredit, jangan pula menyusahkan orang tua !!”

“Untuk adik-adik pengendara sepeda motor, gunakanlah helm….Ingat orang tuamu menunggumu dengan Selamat  di rumah. !”

33 pemikiran pada “Teriakan Jalanan

    • imana katanya tukeran link..ahahay^^
      salam pagii nanceria🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂
      __smile morning^^__

  1. Hehe! Iya tuh, salah strategi cewek itu. Bukannya menarik simpati malah bikin jengkel. Lagian apa susahnya sih ke rumah sakit pakai helm. Pokoknya, jangan melanggar rambu lalu lintas deh. Ndak melanggar saja bisa ditilang, apalagi melanggar. Hehe!

    he..he..
    itulah analisa kami, mas…
    Lebih ke salah respon, sih..

  2. ya seandainya bener2 lagi panik sampe lupa ga pake helm sih tinggal mengakui kesalahan dan terima aja surat tilangnya harusnya

    semestinya hanya tinggal berkata seperti itu saja, mas…
    dengan cara baik-baik…

  3. Sejak punya SIM saya malah blom pernah kena tilang😀

    *masih ngakak koar2nya pak polisi “Motor kredit” untung punyaku dah lunas😀

    he..he..
    saya juga terkejut waktu denger pak polisi ngomong gitu pake TOA *ato speaker, ya ?*
    Tapi sekarang2 ini memang musimnya kendaraan kredit…

  4. Jadi ingat masa lalu hahaha udah kena tilang, ngomel2 pula! Jelas Polantasnya tambah kesel😛 ihihihihhi…

    Moral of the storynya kena banget niy😀

    he…he…
    pengalaman pribadi, ya, mbak ?😀

  5. bingung juga ya.. antara mungkin aja dia bo’ong, atau emang bener begitu. kalo saya yg di situasi itu… kayanya bakalan ngelepasin tu cewek deh (ga bakat jadi polisi ye…hehehe)

    he…he…
    Mbak asmara baik banget, nih…………:mrgreen:

  6. sepertinya ini kunjungan balik pertama saya🙂

    iya, mungkin kalau dia nggak pake teriak2 kayak gitu polisinya akan jauh lebih simpati, dan orang2 yang mendengar memang cenderung akan langsung berpikir itu cuma alasan dia aja

    begitu pula-lah yang ada dibenak kami [para penontonnya:mrgreen: ] saat itu

  7. HHHmmmm …
    Pertanyaan selanjutnya adalah …
    Benarkah mamanya di rumah sakit ?
    Jika benar … semoga tidak apa-apa …

    JIka salah … hhhmmm …
    kok berani-beraninya beralasan yang agak “nekat” dan “dramatis” begitu …

    Salam saya

    memang dilematis, pak…
    nurani seorang polantas sedang diuji…😀

  8. hmm kalo aku jadi dia sih… iya langsung blg salah… minta surat tilangnya cepet dan langsung cabut ke RS… ga usah ngotot2an … bisa setengah harian:mrgreen:

    betul-betul, mbak…😀
    Masalahnya adik2 itu tidak berpikir sampai ke sana….

  9. Met Idul Adha yaaa😀
    Yang rencana naik Haji, semoga terkabul di lain kesempatan. Banyak do’a, banyak berkah… Insya Allah.

    Selamat Hari Raya Idul Adha, mbak tuteh…🙂
    Amin Ya Robbal Alamin…
    Doa yang sangat indah…🙂 Terima kasih, mbak

  10. wah, mungkin aja tu cewek jujur. mgkn karena panik jadi emosi. tp ya siapa tau, soalnya banyak yang suka boong bawa2 nama keluarga sakit lah apa lah. gue sih ga berani, takut nanti malah jadi sakit beneran😀

  11. Mba Putri yg rajin menulis… Ikutan nyebarin info yaaah…

    Happy Eblonk!
    Walk In Design

    Who we are?
    EBLONK adalah Brand Tshirt dengan kampanye dan komunitas Internet Generation. Saat ini, EBLONK membuka divisi merchandise untuk daerah Riau dengan brand ORI.

    What Happen?
    Eblonk mengundang kawan2 Generasi Internet, para Online-er, dan para Designer untuk berpartisipasi dalam Walk In Design tshirt untuk merchandise Oleh-oleh dari Riau.

    Untuk desain tshirt yang keren dan layak naik produksi akan memperoleh reward desain senilai Rp75.000 + Royalti Rp1.000 untuk setiap lembar tshirt dengan jumlah produksi di bawah 50 pcs (produksi tahap I). Desain yang menyerap pasar banyak akan dilanjutkan ke dalam produksi tahap II (range produksi berkisar 36 pcs – 100 pcs). Royalti akan dibayarkan di muka pada saat produksi (bukan setelah produk terjual).

    Untuk bulan Desember ini, tema yang diangkat adalah:
    1. Satwa Sumatera (Gajah, Harimau, dll)
    2. Duri Kota Minyak

    Karakter Desain yang diharapkan:
    – Sesuai untuk merchandise
    – Memuat kata/kalimat/gambar yang mewakili daerah asal merchandise
    – Memiliki nilai seni namun tetap Komersial
    – Desain tidak menemui hambatan untuk diaplikasikan pada produksi sablon dan bahan pakaian

    So?
    Untuk eksplorasi materi tema dan pengembangan desain diserahkan kepada desainer. Desain dikirim dalam format JPEG.
    Kirim desain tshirt Anda ke email: ORI@eblonk.com
    Untuk desain yang diterima dan dinaik-kan ke produksi, Eblonk akan melakukan konfirmasi dan meminta desain dalam format CDR.

    note:
    Hak distribusi produk dipegang oleh induk perusahaan EBLONK
    Laporan jumlah produksi akan dikirimkan kepada desainer melalui email

    Happy Internet,
    Eblonk Inc.

  12. kalo aku dicegat pak polisi karena gak pake helm, agaknya ini yang akan terjadi:

    pak polisi: “hei, anak muda, kamu saya tilang karena nggak pake helm”
    saya: “yah, bapak, tadi buru2, pak. saya kira tadi udah pake helm. ini mau balik ke rumah ngambil helm. itu rumah saya, pak *sambil nunjuk rumah orang di kejauhan*”
    pak polisi: *masang tampang sangar*
    saya: “permisi ya, pak, saya ambil dulu helm-nya *sambil ngacir*
    😆

  13. hahahah beneran tuh disebut motor kredit lewat TOA ya. Lucu banget😀


    Beneran, mas..
    Put ampe kaget waktu denger si Pak Polisi ngomong gitu..he..he..
    Tapi apa yang dibilangin itu, emang bener, sih….Kenapa kita harus merusakkan harta yang telah dengan susah payah diusahakan oleh orang tua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s