Puzzles yang Bermunculan

*Seri Perantau*

Ia selayaknya seperti jari-jari atom dalam susunan Tabel Periodik Kimia. Semakin memanjang ke bawah makaย  jari-jarinya akan semakin besar. Dan ketika dua buah unsur yang berada dalam satu golongan dipertemukan dengan unsur lain, yang juga masih dalam satu golongan, ia akan saling menguatkan hubungan antar unsur tersebut. Jari-jari atomnya akan semakin besar. Inilah yang tergambar dari kisah ini…kisah harian yang berasal dari hal-hal kecil di sekitar kita, yang akan tergambar dengan runut dalam fragmen-fragmen kecil dalam postingan ini.

Udara panas kala itu tak menyurutkan langkah keduanya untuk berjalan menuju asrama mereka. Jangan tanya seberapa kilometer jaraknya..karena toh mereka hanya bisa mengukur jaraknya dengan tetesan keringat yang membasahi pakaian mereka dan selembar peta baru yang telah terkesan kumal karena sering digunakan. Hal yang agak menyenangkan justru terjadi di pagi hari. Mereka lebih mudah mendapatkan transportasi. Bus pagi…akan stand by menunggu para penghuni asrama yang terkadang pada waktu-waktu pagi lebih memilih bergelung dengan bantal dan guling mereka.

Pagi ini akan ada pertemuan dengan mahasiswa-mahasiswa baru. Saatnya bertemu dengan new classmates. And, yupe, mereka memang sedang mencari satu nama…nama calon classmate mereka…Siddiq. Seseorang yang tanpa sengaja ditemukan melalui sebuah daftar registrasi, karena ia kebetulan menjadi satu-satu mahasiswa baru yang satu jurusan dengan kedua orang itu. Ahaa…seseorang itu, Siddiq, memang [akhirnya] tertemukan di dalam pertemuan ini. Ia adalah seseorang yang berasal dari sebuah negeri yang jauh. Tak begitu lama, mereka langsung akrab. Dua buah kebudayaan yang amat berbeda, dunia melayu dan Afrika, (bahkan nanti ketiganya bahkan bertemu dengan dunia timur tengah yang dibawah oleh seorang kenalan baru yang langsung menarik hati mereka). Sora, gadis yang mahir berbahasa Inggris ini, tak sulit untuk berkomunikasi dengan Siddiq, sementara seorang teman lainnya lebih senang berbahasa Indonesia ketimbang berbahasa Inggris, bahkan dengan Siddiq (he…he…, tebaklah seperti apa gaya komunikasi mereka…:mrgreen: ).

Hari pertama perkuliahan…….

Aku liyeng melihat betapa banyaknya persamaan yang tertulis di white board dan setiap kali dosen mengganti “per” dengan “over” untuk setiap pecahan maka saat itu pula aku menekankan pada diriku bahwa “per” itu sama dengan “over”. Aku masih saja sibuk berpikir dari mana angka “42” itu muncul saat tiba-tiba sang Prof, dengan elegennya memanggil namaku, Dini……(betapa mengIndonesianya, namaku…he..he…) “Darimana 42 itu berasal?” dan Yagh….aku terdiam…otakku tiba-tiba stag…’Pertanyaan yang sama juga menggantung di kepala saya, Prof…’. Aku menelan ludah dengan wajah yang pucat karena tiba-tiba saja dipanggil. Sora langsung menatap Dini dengan wajah iba….’Hari pertama kuliah tapi sudah dapat shock terapi…’ Berikutnya giliran Sora yang ditanya oleh sang Prof…Tembakan sang Prof begitu tiba-tiba dan mengejutkan, terbukti dari beberapa orang yang datang langsung terkejut-kejut begitu ditanya sang Prof. Barangkali karena ekspektasi dari kami semua adalah akan mendapati sebuah introduction yang ringan di hari Senin yang begitu cerah ini….๐Ÿ˜€

Begitu perkuliahan usai, Aku, Sora dan Siddiq duduk santai di kelas sambil menunggu kelas berikutnya. Dan alangkah terkejutnya, kami ketika salah seorang mahasiswa lain masuk ke kelas dan berkata dengan wajah santai.

“Ini kelas I.A (Itellegensia Artificial), khan ?” Kami saling pandang…dan Siddiq langsung mengatakan bahwa kelas I.A akan diadakan satu jam lagi. Mahasiswa itu keluar sebentar dan berikutnya dia datang bersama seorang dosen dan beberapa temannya. Sekali lagi kami saling pandang….dan kali ini Siddiq yang bertanya, “Bukankah kelas I.A masih satu jam lagi?” dan Bu Dosen pun langsung menjawab dengan tenang…”Tidak…ini kelas I.A. untuk degree…..” . Demi mendengar kata “degree” itu, aku, Sora, dan (bahkan Siddiq๐Ÿ˜€ ) langsung tenang dan bersegera keluar dari kelas itu.

“Syukurlah….ku kira kita bakal belajar I.A….”ucapku pelan sambil nyengir..Sora pun ikut nyengir demi melihat temannya ini sudah seperti ubi rebus yang direndam air panas he…he…”Kalian tidak mengambil kuliah I.A ?”tanya Siddiq, “Ndaklah…kami memikirkan untuk mengambil kuliah yang lain….”Jawab Sora.

Kelas b erikutnya, dihadiri lebih banyak mahasiswa…..Beberapa kenalan baru dan tentu saja dosen baru. Sekilas tentang dosen dan kuliah yang akan dijalani. Sebuah pertemuan singkat..tidak begitu banyak aktifitas.ย  Begitu selesai, kami pun beranjak pulang ke asrama masing. Aku dan Sora berkeinginan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke pusat bus. Sampai ketika telponku berdering dan…

“Hallo…ini Siddiq…Kalian lagi dimana?”

“Kami sedang di sekitaran kampus..kenapa ?” aku sudah memericing mata karena cuaca yang begitu panas, Aku dan Sora sedang berdiri di tengah parkiran dan kepalaku sedang berdenyut-denyut karena puyeng…Bahasa Inggrisku yang sudah berantakan bertambah berantakan.

“Kalian ingin naik bus? Aku akan meminta supir bus untuk menghampiri kalian…Tunggulah di Bus Stop…”Kupikir itulah yang Siddiq coba untuk katakan…karena berikutnya yang aku tahu adalah..kepalaku bertambag pusing…dan kata yang keluar dari mulutku adalah…

“Apa ??” dalam bahasa Indonesia yang jelas…dan lawan bicaraku pun langsung bingung…..Spontan kuberikan pada Sora yang berdiri tak jauh dari diriku. Ia yang kemudian berbicara dengan Siddiq dan aku…mengambil posisi duduk….melindungi kepalaku yang sudah berdenyut-denyut dibalik rentetan mobil….

“Ayo, Din…kita ke bus Stop yang di depan…ntar busnya datang…”ajak Sora…Ia menggandengku yang kelihatan tidak bersemangat untuk berjalan kaki menuju asrama. Begitu kami sampai di bus, Sora mengingatkan ku bahwa tadi aku berbicara dengan bahasa Indonesia dengan seseorang yangย  sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia…Aku memandang Sora…melihat diriku sendiri dan memandang Siddiq yang duduk beberapa kursi di depan kami….Sebuah petualang baru saja dimulai dan denyutan di kepalaku mulai menari lagi……

25 pemikiran pada “Puzzles yang Bermunculan

  1. @ourkami
    lanjut……………
    @ok
    terima kasih, mbak…
    Haduh…jadi malu sayah…๐Ÿ˜€
    @tuteh
    Insyaallah enggak…
    Iya, mbak..masih ada kelanjutannya..he..he..
    Mudah2an idenya lancar…๐Ÿ™‚
    @kak Feather
    he..he…
    Tulisan ini memang membutuhkan banyak sokongan, kak…๐Ÿ˜†
    *kedapkedipgakjelas*

  2. Wah, tentang mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri ya?
    Numpang nanya, jangan-jangan tokohnya mengambil jurusan Computer Science ya? Soalnya mata kuliah Inteligence Artificial (kecerdasan buatan) disebut-sebut.. heheheh.. Pasti banyak fungsi peluang yang keluar (pengalaman buruk di UAS IA)


    Semacam itulah, Zi ….๐Ÿ˜€
    Computer Science ???? he..he…

  3. mantafff….

    *mudah-mudahan gak muncrat*๐Ÿ˜€

    Bahasanya apik tenan.
    Baru pembukaan, ditunggu lanjutan-lanjutannya…. ^_^


    Terima kasih…terima kasih *ng’acting ala orang Jepang*๐Ÿ˜€

  4. Kk.. awalnya pusing bacanya, tinggi bgt…
    hehehe.,,
    Sapa Dini..?? Sapa Sora..??
    Hyooooooo…
    Hihihihi..:D


    He..he..
    Haduh..haduh…Uzie… *bersemumerah[dot]com*

  5. eh kak putri??? wah…kyknya Iya tau yang dua orang itu..huhuhu..barengan dgn kak *** ya *** ***…^-^,wah selamat..selamat..gk bilang2 nih yaa…;)

    Iya, Ya ?
    Ada apa, d ?
    he..he….
    Ini kisah sederhana aja, kok, Ya..
    *btw, ya…demi kebahagiaan bersama komenmu, kak Put edit, Ya…*

  6. Mmm… agak aneh baca IA, soalnya dulu di kampus namanya AI (Artificial Intelligence):mrgreen: Tapi anyway, pembukaan cerita yang menarik. Ditunggu kelanjutannya.


    he..he…
    Nah lho…Anak Komputer Sciences, ya ?

  7. kyknya gue terlalu lama ga ke sini yah Put, jdnya bingung skrg Putri nglanjutin kuliah dimana yah.

    Btw, ini kalo mau liat posting sebelumnya gimana yah Put. Theme nya agak bikin gue gatek:mrgreen:


    he…he…๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s