This is A LINK

Jika setiap planet memiliki satelitnya sendiri dan setiap kali sendok selalu berpasangan dengan garpu, aku ingin sekali mengasosiasikan hubungan persahabatan layaknya sebuah tinta dan mata pena yang saling melengkapi. Tiada yang unggul dibanding yang lain, namun antara yang satu dengan yang lain akan selalu berada dalam lingkaran indah bernama “friendships” [Bukannya Friendship sami-mawon dengan persahabatan, yak ? he..he…]. Aku menyadari sepenuhnya tentang hal itu, bahkan jauh sebelum Lisa, my classmate, menyinggungnya usai diskusi kami siang itu….

“Sora and Wafa was waiting for  you, downstair, while we had night class…”ujar-nya..

Aku memandangnya dan berpikir kenapa gadis TimTeng ini tiba-tiba berkata demikian, ya ?

“Yes….”jawabku…

Ia memandangku dengan dalam…dan ingin mengatakan sesuatu…tapi aku pikir aku mengerti apa yang ada dalam benaknya.

“They’re great friends.” Sambungku lagi…dan yah…Lisa mengangguk dan membenarkan apa yang kukatakan.

“Yeah…they’re great friends….”

Pikiranku langsung melayang mengingat hari-hari yang aku lalui bersama kedua sobatku itu. Apa yang dikatakan oleh Lisa memang benar. Sulit menemukan seseorang yang bersedia menyisihkan waktunya untuk menemanimu di kelas malam. Tapi tidak dengan keduanya.

Saat mengetahui aku akan mempunyai jadwal kelas malam, Sora dengan ‘legawa’ mengatakan bahwa ia akan menemaniku ke fakultas. Dan aku, dengan sok beraninya mengatakan, ‘Jika memang capek…sebaiknya Sora tak perlu menemaniku…’ Ia menatapku dengan mata melotot.

‘Mana bisa aku membiarkanmu berjalan di tengah malam sementara lokasi fakultas dan asrama begitu jauh. Mana sepi..Dan tidak ada bus kampus yang akan menjemputmu….’Aku merasa ada nada marah di suaranya…nada marah yang lebih cenderung ke arah khawatir. Aku menatapnya dan merasa seolah dia kakak-ku..”Jika tidak merepotkan…”ucapku menggantung…[Meski sungguh..dalam hati, aku sangat lega dengan ucapannya..Aku bahkan tidak bisa membayangkan diriku berjalan nyaris setengah jam dari fakultas ke asrama sendirian di temani remangnya cahaya bulan].

“Aku ikut….!”Putusnya bahkan tanpa mendengar apa yang aku katakan berikutnya.

Dan, yah..soon…setelah kemudian Wafa bergabung bersama kami…Wafa juga ikut menemani ku [lebih tepatnya menemani Sora, karena Sora akan menunggui-ku di ruang prayer selama kelas berlangsung].

Kami bertiga akan pergi ke kelas malam….makan malam bersama dan Sora dan Wafa akan menungguiku sampai kelasku berakhir…dan kami akan pulang bersama. Menikmati bulan seraya berbincang-bincang mengenai banyak hal. Kamu tahu…? Perbincangan selalu mendekatkan hati-hati….kupikir karena itulah hati-hati kami saling berpaut…Meski kami dipisahkan oleh beragam budaya dan bahasa….

21 pemikiran pada “This is A LINK

  1. Alhamdulillah, senangnya punya sahabat2 yg care…saya dulu hampir semua kelas malam, tapi untung rumah berlokasi di jalan yang ramai dan ada bus kampus yg siap mengantar pulang🙂

  2. hu uh, put. meskipun aku seneng sendirian, tapi bisa bersama teman2 baik itu anugrah terindah yang pernah Tuhan kasi…
    seandainya bisa, pasti aku udah mengekstrak sahabat2ku dalam satu kapsul untuk diemut sampe mati…

  3. Ping balik: Yusef

  4. Ping balik: Mr Sparkle

  5. Ping balik: Layer

  6. Ping balik: Charlie Brown

  7. Ping balik: Twizzle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s