Titipan itu berupa………..

Entah kenapa pembicaraan malam itu beralih ke ‘amanah’ berat yang dipanggul seorang calon suami, calon ayah dan calon kakek.. (kalo yang ini mah sepertinya kecepatan, yah..he..he..). Amanah akan seorang wanita yang akan menjadi isterinya…amanah akan seorang anak yang nantinya akan terlahir dalam keluarga itu…amanah akan kehidupan yang layak untuk sebuah keluarga kecil yang mereka bina…dan amanah untuk mengajak keluarga kecil itu menuju Jannah Robb-Nya. Amanah itu bermula dari sebuah janji yang (nyaris selalu nervous saat diucapkan para manten pria😀 )..Janji itu amat sangat dikenal mematahkan ke-pede-an para pria-pria macho di muka bumi…Saat tangan kukuh itu menjabat tangan sepuh seorang pria berwajah bijak di hadapannya…butir-butir keringat akan menunjukkan betapa tak ‘grogi’nya ia saat mengucapkan janji itu…Janji yang akan dipanggulnya selama hayat dikandung badan…Janji yang sama sekali tak ringan…Janji itu, amat dikenal dengan nama IJAB QABUL.

Tapi, sesungguhnya pembicaraan malam itu justru memancing inspirasi yang berbeda bagiku..ini terkait tentang titipan…lebih tepatnya menjaga titipan. Inilah kisahnya…

Berhubung seorang temanku akan keluar kota dalam beberapa hari, ia menitipkan sebuah amanah yang amat sangat ia jaga. Aku tahu makhluk ini adalah kecintaannya…pembuktian atas rasa kasih sayang. Ia merawatnya dengan sungguh-sungguh. Terkadang ia menceritakan perkembangannya pada diriku. Aku senang karena menjadi bagian dari apa yang ia senangi.

Dan hari itu…saat ia akan berangkat..ia menitipkannya padaku…Ia mengatakan bahwa salah satu bagian dari ‘apa yang ia senangi’ sudah agak ‘menyedihkan’..ia mengharapkan agar aku lebih memperhatikan hal itu…merawatnya dengan baik.. Aku menyanggupinya karena kupikir toh hanya beberapa hari saja…dan semuanya akan kembali beres seperti semula…Namun, sungguh aku dibuatnya “shock”. Aku hanya meninggalkan untuk beberapa jam saja…tapi efeknya sungguh…

Ia sekarang hanya terkulai…aku sungguh tak bisa berkata apa-apa. Ketika ia kuberitahu via telpon..ia seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar..Ia bersedih..dan aku..aku sungguh merasa bersalah…Aku memahami ketika seseorang mempercayakan sesuatu yang ia sayangi pada orang lain…itu berarti orang itu mempercayaimu…Dan aku sudah merusak ‘rasa kepercayaan’ itu..

Maafkan diriku, Kak……

Memory of the “Lost”

Saat pertama kali ia diserahterimakan padaku

Saat pertama kali ia diserahkan padaku

Momen itu mulai terbentuk

Ia mulai me-layu

Setelah ditinggal beberapa jam

Meredupkan -diri

Di Akhir waktu...ia tak kuasa lagi bertahan..😦

24 pemikiran pada “Titipan itu berupa………..

  1. gyaaaa….. mbak put…. ini knapa????

    halahaaaai…. bener2 cinta kasih sang pemilik itu memberikan kekuatan lebih ya, mbak… buktinya baru sebentar ja ditinggal dya layu…

    innalillaahi wa inna ilaihi rooji’un…

    ^.^

  2. @lumut
    Sebenarnya sedih juga, sih, d…
    Tapi mo gimana lagi…. hiks..hiks..
    @ikkyu_san
    Tanamannya tidak boleh diberi air banyak2, mbak…
    Cuma di spray aja..dua kali (pagi dan petang)
    Tapi ntah kenapa bisa jadi seperti itu..
    Gambar terakhir adalah bentuk tanaman setelah kembali kpd si pemilik…😦
    @alamendah 😦
    @lo
    Monggo…
    @bri
    Kembang me-layu…
    @TamaGO
    he-eh..jadi begitu…
    Langsung layu gitu…

  3. kirain titipan yang paragrap pertama put, hehehe ^^

    *btw, tuh bunga layu dalam hitungan jam?

    tiitipan yang pertama ? *mutermuterbolamata*

    he-eh…begitulah, nra…
    nasib…nasib…

  4. Sayang banget y mbak tanamannya😦
    Itu tanaman apa?
    Moga bisa diambil hikmahnya mbak Putri 🙂


    kalo gak salah namanya..
    tanaman taiwan ato apa, ya ?
    jenis yang gak boleh terlalu banyak disiram…
    Iya…insyaallah…
    hikmahnya:”Gak boleh berlebihan…dan gak boleh ditinggal pergi ama pemiliknya”…he..he..

  5. @Eru
    Itulah unik-nya…
    Ntah kenapa bisa seperti itu…

    Tanaman yang bisa ngeblog ?

    @chocoVanilla
    kesimpulan yang betul, mbak..😀

    @elizer
    Begitulah yang terjadi….

    @Yahya Adi Mulya
    Amin…
    Terima kasih

    @sunarnosahlan
    hiks..hiks…
    Layu sebelum berkembang…😦

    @orange float
    he..he…
    meskipun sayah sudah berusaha menjinakkannya,…😀

  6. hmm… kok bisa ya?
    apa tidak pernah disiram dan kena cahaya matahari yang cukup? (sebuah kajian Fitoteknologi🙂 )

    btw, mbak ini punya halaman “about” ndak?
    kok saya cari-cari ga ada?

    *celingukan

    he..he..
    setelah berbulan2 pake theme ini sy baru nyadar..kalo ternyata page ‘about’nya nyungsep ntah kemana…:mrgreen:
    kalo mo masuk ke page about nya kudu di search dulu, ghan…
    tapi
    Tidak ada apa2 di ‘about’ sayah…
    sederhana sangat….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s