Kembali ke Cinta

Kata-kata ini seakan mentahbiskan kemelut rindu yang memuncak. Rindu yang bergelung-gelung, pengharapan akan masa yang akan datang, cita dan impian.

Rumit…ketika kita berhadapan dengan perantau yang  kembali ke kampung halaman….Ini karena perjuangan di negeri orang akan berbalaskan pada kerinduan terhadap orang tua, sanak saudara, kerabat, handai tolan, bahkan sobat. Perantau punya pengalaman lebih dalam mendalami arungan  kehidupan karena terkadang mereka bisa melihat ‘sesuatu’ dari sudut pandang yang berbeda. Kacamata yang berbeda akan memberikan pemikiran yang berbeda pula. Karena berbagai ‘budaya’ baru terassimilasi dalam diri seorang perantau tanpa merubah ‘identitas’ diri pribadi.

Hidup memberikan berbagai pelajaran untuk segala sisi perjalanan. Nilai A tak semata diperoleh dalam lingkaran akademik tapi juga melalui proses hidup.

Perantau-perantau yang saling berkumpul, suatu saat akan kembali ke tanah kelahiran. Membangun negeri dengan ilmu dan kekayaan ‘pengalaman’ yang bertumpuk-tumpuk. Sebab hakikat rindu sang perantau ialah membangun negeri. Tak ada ilmu yang merugikan dan tak ada kekayaan jiwa yang menelikung nasib karena keduanya akan bahu membahu mendirikan bangunan kokoh bernama Negeri Tercinta Indonesia.

Tulisan ini khusus ku dedikasikan untuk seorang perantau yang kan kembali ke tanah kelahiran…

Untuk Teh Susan yang kembali ke “cinta”nya…Sungguh senang bertemu dengan teteh…meski hanya beberapa bulan saja kita bergaul….Merasakan aroma masakan teteh dan akhirnya sampai mencicipi nasi goreng yang super lezat dari teteh…:mrgreen: Semoga lancar perjalanan esok hari….memulai langkah baru dengan impian dan cita yang membentang…..Selamat membangun negeri tercinta…..Hidup Indonesia !!!! [bersenandung “rayuan pulau kelapa” mode ON😀 ]

17 pemikiran pada “Kembali ke Cinta

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Ketika para sang perantau sudi kembali ke kampungnya untuk memajukan kampungnya… satu hal yang membanggakan


    wohooooooo
    kursi pertama..untuk mas alam..😀
    Selamat !!
    Yupe…
    Hidup Perantau !!

  2. Aku juga berniat kembali ke kampung…setelah menempuh perjalanan mencari ilmu. Memenuhi sebuah janji dengan kawan-kawanku.

    Selamat menunaikan janji….selamat berjuang untuk para perantau🙂

  3. jadi malu karena saia masih berada di kampung halaman–dan mungkin tak berniat untuk keliling dunia…

    karena DIA ada disini–dan aku tak mampu jauh darinya😉

    “dia” siapa ?
    sesekali melangkahkan kaki di luar sana akan menambah kesyukuran kita, mas…🙂
    cobalah…

  4. apa kabraaaa perantauuu🙂

    bae bae disanah yaa he he

    nanti klu da selse putri ju9a harus pulan9 ke tanah air tercinta,ne9eri yan9 uda kasih banyak keindahan

    ne9eri yan9 uda kasih banyak kebaha9ian,meski carut marutnya pemerintahan..

    ibu pertiwi masih ada put🙂

    Mbak wiend…
    doakan putri, ya….

  5. Sampai saat ini saya masih hidup di tanah rantau. Saya kira, sayalah yang membuka pintu bagi saudara2 saya nun jauh di sana untuk ‘berkunjung’ ke Bandung bahwa sudah ada saudara di sini ^_^

    Yupe…
    terkadang perantau juga sekaligus pembuka jalan, mas..

  6. Putriiiiiiiiiiiiiiiiiii… senangnya putri dah “tobat” kembali ke ijo hahah.. dunia kegelapan itu bikin serem hahha

    Sory ninggalin jejak dulu, nanti ditelaah lg.. soalnya gi mobile niy.. okokokoko??
    heheh

    he..he..
    dunia kegelapan itu menarik, mas….ada kekontrasan di sana…*duele..sok pilosopis..:P *
    Gyaahhh
    gaya mas teguh….sok mobile, nih..😀

  7. Saudara-saudara kita yang merantau keberbagai pelosok negri selalu merindukan kapung halaman mereka termasuk yang diluar negri . Namun orang 2 afrika yang merantau ke luar negri sudah merasa nyaman di negara orang biasanya akan menetap dan menjadi warga negara negara tersebut

    Salam kenal dari kami di tunggu kedatangannya di http://rumahsehatafiat.wordpress.com/

    mudah2an para perantau itu kembali pulang, pak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s