Pengamat …

source pic from here

Observer alami….setiap orang rasanya punya bakat untuk menjadi pengamat bagi orang yang lain. Keragaman hidup dengan penuh corak warna akan menjadikan kita, mau tidak mau…suka tidak suka…akan mengamati apa-apa yang berada di sekitar kita.

Keperdulian akan menjadikan diri kita sebagai penyelamat, pahlawan, atau justru tukang gosip. Segala sesuatunya tergantung kepada pilihan kita. Ibarat menghitung kancing baju..atau hom pi-pa dalam permainan anak-anak. Tapi sekarang, pembedanya adalah..bahwa kita adalah seorang manusia dewasa yang tentu saja memikirkan segala sesuatunya dengan efek ‘sebab-akibat’ kecuali tentu saja jika kita terlalu ‘excited’ terhadap hal tersebut. he..he…

Aku ingat bagaimana aku kemudian [saat berjalan-jalan] memperhatikan siapa saja yang berada di jalanan…warna rumah dan terkadang secara tidak sadar aku justru melihat aktifitas yang ada di sekitar pekarangan rumah tersebut. Aku mengamati keluarga itu…hanya dari jauh, saat di waktu yang sama aku berada di atas bus yang sedang melaju atau justru saat aku berjalan kaki [barangkali karena itulah aku suka lupa arah jalan…he..he..].

Kehidupan yang kulihat dari jauh seakan menjadi sebuah micro living camera melalui mataku… Aku [terkadang secara tidak sadar] melakukan penilaian abstrak terhadap apa-apa yang terlihat oleh mata telanjangku…karena sebagai pengamat sambil lalu, aku tidak pernah tahu ada cerita apa dibalik kisah2 yang sebenarnya sedang berlangsung.

Karena akulah juri tunggal,ย  segala sesuatunya akulah yang akan memberikan nilai tanpa perlu menerima tanggapan dari pihak manapun. Akulah sang observer,ย  juri sekaligus pemberi piala…

Bukankah kita semua demikian ???

Kita melihat sebuah kejadian…kemudian menilainya…dan parahnya kita juga yang menjad pen-distributor kejadian-kejadian itu. Ada kalanya, menjadi obeserver yang pasif diperlukan…agar api kecil yang muncul tidak menjadi besar dan membakar rumah sendiri. Tapi, di satu sisi..ada baiknya menjadi gas methane yang menjadi penyulut pencari kebenaran…Semuanya tergantung pada timing , efek sebab-akibat danย  efek lanjutan dari setiap keputusan yang kita pilih, menjadi obeserver pasif atau aktif

Tak heran…kata-kata ini menjadi begitu mujarab…

Bijaklah dalam bersikap….. ^_^

*Alhamdulillah…akhirnya saia memutuskan untuk publish lebih dini…memutuskan rantai hiatus yang kadang2 suka muncul…Mohon maklum kalo blog ini kadang kala menjadi begitu kalem..he..he..*

Salam Semangat !!

23 pemikiran pada “Pengamat …

  1. Perilaku suka mengamati sangat diperlukan untuk memperlancar pekerjaan saya mbak Put, hingga bisa dengan tepat memutuskan kapan harus memencet tombol rana dan merangkai seluruh elemen keindahan yang ada di depan mata…๐Ÿ˜€

  2. smangaad put !

    kadang kala kita memerlukan jeda dalam hidup,sesaat

    dan menjadi pengamat itu emm..sering aku lakukan๐Ÿ˜€

  3. Biasanya, mereka yang mengamati baik-baik, lalu menjadikannya pengamat yang faham.. sedianya menjadi pelaksana yang bijak.. santun dalam bertutur, alus dalam tata kramanya..

    saat sebuah konflik terjadi, pengamat berperan penting dalam memastikan proses damai berjalan sesuai dengan apa yang sudah digariskan.. memastikan kesepakatan itu dijalankan sesuai perjanjian..

    Seneng udah bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat..dimanakita bertgas disini sebagaipengamat dari sebuah proses perdamaian di negeri orang.

  4. ..
    Akhir-akhir ini malah sering melihat pengamat bola dadakan, yang sok pintar melebihi pemain bolanya..๐Ÿ™‚
    ..
    Mengamati memang bagus, asal jangan cepat menilai..๐Ÿ˜‰
    ..
    Apakabar Put..?
    Semoga sehat selalu..
    Hayoo Teteup semangat ya..๐Ÿ˜‰
    ..

  5. @edda
    GanbaruZo!!!

    @tukangpoto
    barangkali kalo “tuntutan profesi” kasusnya agak beda kali, ya, mas ?? Tapi keprofesionalan seseorang tentu nya juga dituntut untuk bersikap bijak dalam menghadapi kasus tertentu..bukankah begitu ?

    @harumhutan
    Semangat, mbak Wien !!!!

    he..he…
    yupe…setiap kita adalah observer bagi yang lain..begitu juga kebalikannya..๐Ÿ˜€

    @sunarnosahlan
    Betul sangat, pak…๐Ÿ˜€

    @dhila13
    Pengamat amatiran yang bijak..bukan begitu, mbak dhila ?

    @hellgalicious
    Ya, hellga…
    Kita sepakat tentang hal yang sama

    @omiyan
    Barangkali “pepatah itu” terasah melalui berbagai tempaan pengalaman kehidupan, ya, om..?

    @ketawa, lucu, oby
    Halaaaaaaooooooooo
    kok ketawa cekikin, om ?๐Ÿ˜€

    @lukmanjack
    Salam kenal..

    @domba garut
    Senang dikunjungi oleh seorang ‘pengamat’ profesional…
    Keobyektifan dan kejernihan berpikir memang diperlukan untuk menjadi seorang pengamat yang baik, ya, pak ?

    @septarius
    Aha….ada pengamat bola, ya ?๐Ÿ˜€
    ..
    Kabar baik..alhamdulillah septa…..
    Terima kasih sudah berkunjung…๐Ÿ˜†
    ..

    @adin
    Saia setuju…tapi adakalanya..kita tidak boleh berdiam diri saja disaat peran aktif kita diperlukan..

    @Zanu Zawa
    Semangaaattt!!

    @ulan
    he..he…
    Iya, mbak… GPP
    koreksi, lho, mbak…
    saia ini bukan ‘mas-mas’ he..he..

  6. salam,
    Ada dua aktivitas saat mengamati, visual yang bekerja and biasanya pikiranpun menceracau dengan sendirinya๐Ÿ™‚ itu gw banget dah he..he…

    hm…
    mbak Ney..berbakat jadi komentator bola, nih..he..he..๐Ÿ˜€

  7. Termasuk blogger Puuut haha.. kerjaannya observasi topik : )
    Sejarah membuktikan kejadian2 besar selalu diikuti oleh pelaku2 yang sebelumnya mengobservasi dengan cermat… contohnya Ogut : )… masih kenal dengan sang Bada2 itu?? hehe.. itupun hasil obervasi : )

    he..he..
    lupa…ternyata blogger termasyuk pengamat, ya…he..he..
    Waiiiiiiiiiiiiii
    om teguh termasuk dalam lingkaran ‘sejarah’, ya ? baru tahu saiah..he..he…๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s