My Yearning talks

Ini dia rindu yang melegak-legak….

Nasib para perantau adalah menanggung rindu yang berdentum-dentum menyalak di hati mereka. Aku rasa semua perantau sama. Mulai dari zaman siti nurbaya sampai perantau zaman doraemon. Rindu tak pernah berubah-ubah rasanya. Hanya wujudnya yang berbeda, pengaplikasian dari rasa alamiah seorang manusia yang dimabuk kerinduan.

Aku ingat pertama kali berjauhan dengan keluargaku…adalah saat aku TeKa. Namun, kurasa saat itu aku belum mengenal arti rindu. Barangkali jiwa kanak-kanakku hanya bisa melampiaskan se gala perasaan dengan menangis.

Ketika mulai mengenal dunia perkampusan. Aku kembali berjauhan dengan keluargaku. Tidak lama…hanya satu bulan saja. Aku KKN di luar daerah dan rinduku rasanya tak sedalam saat aku Kerja Praktek di Palembang dulu.

Aku ingat…selain semangat dan ketakjubanku terhadap bangunan-bangunan ‘cantik’ di pabrik, rindu mulai berkecambah dalam hatiku. Iramanya menggeretakkan sanubariku. Aku mulai menyadari arti rindu dan kasih sayang berlipat terhadap keluargaku.  Dan aku semakin mentahbiskan diri sebagai anak rumahan. Anak rumahan yang punya cita-cita menjadi perantau bahkan sejak aku masih eSDe.

Sekarang…aku masih merindu…untuk tiap kasih sayang keluargaku. RIndu itu masih saja menggelegak-legak. Ia akan terpicu saat aku melihat segerombolan keluarga sedang berbelanja bersama…ketika meja makan di sebelahku terisi penuh oleh sebuah keluarga kecil yang makan sambil ribut-ribut…ketika canda tawa seorang anak mengembang saat ia berada di pangkuan kedua orang tuanya..ketika seorang ibu sibuk mengurusi bocah balitanya bermain di arena permainan..ketika seorang kakak sibuk mencocokkan pakaian adik-adiknya di gerai pakaian ….

Mau tidak mau aku setuju dengan ungkapan ini

Kesendirian  akan menghadirkan rasa sepi….tapi aku ingin menambahnya dengan  kalimat ini

Rasa sepi akan memunculkan rasa rindu dan cinta yang berlipat-lipat untuk keluarga tersayang…..

18 pemikiran pada “My Yearning talks

  1. pasti nanti kalo sudah menikah dan berkeluarga, pasti lambat laun agak lupa ama keluarga (ibu,bapak dan adik-kakak)…hehee…itu sudah lumrah terjadi…😀

  2. HHmmmm …
    Been there Poet …
    Kesendirian menimbulkan kesenduan …
    dan kalau sudah begini … rasanya pingin pulang terus …
    Apalagi anak-anak saya waktu itu masih kecil-kecil …
    Saya kerja di Jakarta … keluarga masih di Surabaya waktu itu …

    Ah kamu membuat saya menerawang ke masa lalu Poet …
    Masa lalu dikala sering rindu …

    salam saya

  3. Assalamu ‘alaikum..

    ck.. ck.. ck.. sekarang ternyata tampilannya sudah berubah eung. Coklat. Insan suka!

    Mari menikmati semua rasa yang saat ini ada… ^_^

  4. copy quotenya “Rasa sepi akan memunculkan rasa rindu dan cinta yang berlipat-lipat untuk keluarga tersayang” ari setuju hehehe, btw ari juga rindu putri😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s