Hati-Hati dengan Air-mu

Menyelaraskan dengan bulan yang sejuk di tahun ini….Hujan di Bulan SeptemBer…Dingin, sedap dan basah…Asyoiiiiiiiiiiii😀

Cuaca yang lembab karena kadar air di udara yang meningkat menjadikan nuansa-nuasa ‘ingin tidur’ dan ‘penyenyak tidur’ semakin menggila… Setidaknya itulah kesan yang kutangkap di bulan September yang telah menjadi dirinya sendiri ini…Mengingat beberapa tahun belakangan…bulan-bulan berakhiran -ber kehilangan ‘aura basah’ nya karena musim hujan yang semestinya menggantung-gantung di penghujung tahun justru baru muncul di awal tahun…

Setiap hujan…terkadang jalanan menjadi becek, air bergenang-genang. Kadang hanya beberapa centi saja…tapi bila ‘beruntung’ tinggi genangan itu bisa ber-centi-centi..he..he..  Jika hujan lebat dan jalan agak sepi, setiap pengendara akan memacu kendaraannya lebih cepat. Tujuan utamanya adalah agar bisa sampai ke rumah dengan lebih cepat, terhindar dari ‘basah’. Meski terkadang, harga yang harus dibayar untuk menebus kecepatan dan kepuasan sampai di rumah lebih dini terkadang jadi begitu mahal. Kecepatan yang terlalu tinggi terkadang justru menyebabkan ban kendaraaan jadi susah di kendalikan karena jalanan yang licin…sehingga tak jarang kecelakaan menjadi agak sering terjadi.

Jenis kecelakaan yang lainnya adalah “kecipratan”. Tahu istilah ini, khan ? Yupe…kecipratan maksudnya….dirimu terkena semprotan air. Jikalau air yang menyemprotmu adalah air dari dalam bak kamar mandi yang bersih…tentunya itu bukanlah suatu hal yang ‘mencemaskan’ ato ‘menjijikan’. Tapi bagaimana jika air yang menyemprotmu adalah air jalanan yang bercampur tanah antah berantah…apatah lagi jika air parit ikutan meluap…aih…:mrgreen:. Terkadang cipratan itu meninggalkan noda lumpur di pakaian yang kamu kenakan…yang kurang mengenakkan adalah jika ‘proses pencipratan’ ini terjadi di pagi hari..saat aktifitas baru saja akan dimulai. Ketika kerapian di awal pagi menjadi tolok ukur kesiapan kita menjali hari justru ternodai oleh “cipratan air jalanan’ dari mobil yang melaju dengan tinggi….Whuuuuuuuuuusssssshhhhhhhhhaaaaaaashhhh

Karena itulah…para pengendara mobil diminta agar berhati nurani lebih halus jika melaju di tengah jalanan yang punya ‘kecenderungan‘ untuk becek parah. Cipratan airnya yang kemana-mana itu…tidak hanya mengotori baju pengendara sepeda motor atopun pejalan kaki  yang ikut melintas di sekitar mobil itu tapi juga mengganggu stabilitas emosi dan harga diri mereka. Reaksi yang ditunjukkan para ‘penerima cipratan’  ini beragam….dan harga dari respon inilah yang menunjukan tingkat kekecewaan mereka terhadap ‘nilai cipratan’ itu sendiri. Semakin kasar serapah yang dikeluarkan berarti ada kemungkinan harga cipratan itu telah merobek harga dirinya…Hanya orang-orang berhati sabar dan lapang yang bisa manahan lisannya untuk tidak mengeluarkan ‘kata-kata indah’ itu.. Sebab, cipratan yang muncul karena tingginya tingkat kelajuan mobil…juga bisa terasa sakit di kulit seperti dilempar batu kerikil (jika boleh diumpamakan seperti itu😀 …)

So, sobat….jikalau dirimu adalah pengendara mobil…berhati lah saat berkendara di areal yang berkemungkinan becek parah. Perhatikanlah orang-orang yang seperjalanan dengan anda. Jangan sampai air cipratan itu malah menjadi pemicu pertengkaran yang tak bermanfaat….

10 pemikiran pada “Hati-Hati dengan Air-mu

  1. aku pernah pergi ke kantor undah rapi jali ciprat…tidak hanya sepatu…baju juga basah dan kotor…mana balik ke rumah sudah jauh, coba ya kalo mobil liwat dijalan yg tergenang air dengan penuh perasaan apalagi ada orang yang jalan di pinggirnya. seperti kata lagu Kotak, pelan-pelan saja…

    betul, tuh, mas…
    Perlu ada toleransi..antara pengendara mobil dan pengguna jalan yang lain…

  2. wah……..,iya tuh aku sebel banget kalo ada yang pake mobil di jalan kayak gitu kok gak mau pelan2. coz kebanyakan merugikan pennguna jalan lainnya,entah itu pejalan kaki ataupun yang naik seped motor

    betul2…😀

  3. hehehe lagi bahas musim hujan…
    sekarang Jogja dah jarang hujan tuh…
    tapi emang bener… kadang pengendara mobil lupa kalo kita bisa kecipratan..
    tapi mereka kadang seperti lebih suka kita kecipratan dari cara dia melaju…🙂

    begitulah….
    terkadang yang besar suka lupa..kalo ada yang kecil yang juga sama2 pengguna jalan😀

  4. udah susah2 pake payung biar ga basah, eh beberapa langkah sblm nyampe tempat tujuan tiba2 ‘dimandiin’ mobil lewat. benar2 menyebalkan

    Emang harus sabar, mas Tama…
    Sabar…. 😀

  5. Paling gak enak jalan kaki pas hujan…👿
    Kenapa di jaman modern seperti ini belum ada alat yang bisa melindungi seluruh tubuh dan pakaian orang dari air hujan dengan sempurna??:mrgreen:

    he..he..
    saia setujuh… ^_^
    Sepertinya perlu menciptakan pakaian sebangsa jas hujan yang elegan… he..he..

  6. emang kudu ati2 biar gk kecipratan… kadang yg make kendaraan gk sadar klo dia bikin orang lain kecipratan…

    iya, mas….
    Soale menyangkut urusan pribadi orang per orang juga, tuh…

  7. Mari kita hemat air dan kekayaan alam yang lain agar kelestariannya tetap terjaga.
    Bayangkan jika sampai kehabisan air.

    Salam hangat dari BlogCamp yang sedang menggelar acara Kontes Lagak dan Lagu dengan hadiah yang menarik dan bermanfaat. Silahkan bergabung.

    Siap…hemat air, pakde.. ^_^

  8. wew, uda lama ngga update blog ya.. salam kenal jg..
    bulan2 sekarang emang musim hujan ya.. beberapa kali rencana adventure ngga jadi gara2 hujan..

    he..he..
    iya…lumayan.. ^_^ Mudah2an untuk berikutnya masih rajin ngup-date..meski gak segitu getol…

    Salam kenal kembali mbak Meutia…
    terima kasih atas kunjungannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s