Serius itu Normal…

*source pic from here


“Dirimu serius banget, sih, Put….”

Aku langsung nyengir. Ini kali kedua aku mendengar kata-kata itu dalam satu hari. Sebelumnya aku dan teman semasa SMA-ku bernostalgia tentang masa-masa SMA kami. Membicarakan tentang masing-masing diri kami di tempo yang dulu😀. Dan salah satu, kata kunci dari pembicaraan via chat kami kali itu adalah…”serius”. Ternyata menurut teman SMA-ku, diriku adalah tipikal orang serius yang kadang gurauannya gak jauh-jauh dari tema pelajaran..he..he..*terdengar garing sangat😛 *

Meski, terkadang aku sama sekali merasa tidak ditempeli karakter serius *he..he..*. Permasalahan diriku adalah ada kalanya aku kurang bisa mengenali ‘makna tersembunyi’ dari pembicaraan seseorang. Performance wajah mereka terkadang menunjukkan bahwa mereka (lawan bicara, red) serius padahal sebenarnya mereka bermaksud hanya bercanda. Meski pada dasarnya, aku bisa dikatakan cukup bisa menerjemahkan mimik wajah seseorang. Hanya kesalahan-kesalahan terjemahan ini justru terjadi pada kasus2 besar  hingga teman-temanku terkadang mengambil kesimpulan tentang ‘keseriusan’ diriku pada section ini…*pledoi berbicara😀*

Menjadi seseorang dengan karakter serius sebenarnya menyenangkan. Karena respon yang diberikan orang-orang yang serius biasanya lebih to the point dan tanpa tedeng aling-aling. Dengan harapan, tanggapan atau respon yang diberikan terhadap suatu masalah ditinjau dari berbagai aspek yang baik.

Lalu, apakah aku termasuk orang yang serius ?

Harus kuakui bahwa aku memang sering memandang segala sesuatu dari aspek ‘perlu diserius-in’ ketimbang…”gak usah ambil pusing”. Tapi secara pribadi, aku melihat diriku terkadang terlalu polos dalam menilai sesuatu. Kepolosan ini lah yang terkadang juga diartikan bernilai ‘serius’ dimata teman-temanku.  Dari SMA sampai sekarang, setidaknya teman-teman dekat ku pernah melontarkan kata-kata ini terhadapku. he..he..

Tapi sampai sekarang aku juga belajar agar tidak terlalu dinilai serius…Padahal aku udah sering banget bercanda… tapi masih juga dinilai serius😦  . Kok iso, yo ??. Yah, sudahlah…aku belajar menikmati keseriusanku, kegaringanku (apalagi kalo garingnya nyambi makan kacang goreng he..he..😀 ) dan juga becanda-anku..he.he..

Jika hidup terlalu banyak bercanda, juga gak asyik, khan ?:mrgreen:

5 pemikiran pada “Serius itu Normal…

  1. becandanya sambil pasang muka datar kali ;))

    he..he…
    apa iya, ya ?
    barangkali saia perlu bawa kaca kalo lagi bercanda, ya…? Jadi bisa ngecek wajah saia ketika bercanda datar apa enggak.
    xixixixi

  2. aku rasa asal bisa menempatkan diri saja, serius pada hal-hal serius, dan coba untuk bercanda pada hal-hal yang remeh. balancing. Kan kamu tidak perlu menjadi pelawak atau entertainer😉

    EM yang juga serius-duarius

    hehehehe..
    iya, mbak…
    Tapi teman2 dekat, sih..yang sering bilang kalo put tuh bawaannya serius mulu..padahal kayaknya yah gitu2 aja..he..he..😀

  3. hmm,,, mirip dg sy.
    cuman bedanya..
    sy sering melakukan keseriusan dlm sikap yg nampak bercanda.
    Akibatnya, byk org g bs membedakan saat aku serius dan bercanda, kecuali yg sudah cukup bergaul dg sy. (ini versiku, g thu klo org lain).
    Dalam melihat candaan seseorang pun, aq juga selalu serius menangkap pesannya krn aq meyakini dibalik candaan, ada satu hal yg terselip keseriusan atau pesan.
    Dan disitulah aq sering berspekulasi dan belajar.
    Ya, memang pribadi yg complicated.
    :-s

    salam.

    sekali ini saya sepakat….sifatmu agak mirip dengan saia, godagado
    he..he….😀

  4. kalo saya kebalikannya, padahal udah mencoba untuk serius tetep aja dianggep sama orang lagi becanda.. haha

    he..he..
    tenang saja, Jar..
    ada saatnya kita bertukar posisi…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s