Airku…Airku…

#Serial Perantau#

source: from here

Malam itu sama seperti malam-malam biasanya, tidak ada yang spesial. Kecuali beberapa lembar buku mulai berserakan di lantai dan meja belajar, minuman bertumpang tindih dengan snack-snack ringan, remah-remah terlihat berceceran di beberapa helai kertas. Minggu ini adalah Final  Exam. Nyaris semua kamar di asrama itu memperlihatkan para penghuninya yang sibuk  mempersiapkan diri untuk EXAM. Bahkan di lobby lantai, meja besar panjang yang terdiam elok juga menjadi sasaran geletakkan buku-buku. Hari-hari yang diam dan malam-malam panjang yang berisi komat-kamit hafalan dan coretan hitung-hitungan.

Aku baru saja akan mengambil wudhu, bersiap untuk Isya. Kran air diputar pool. Baru seperempat perjalanan, laju air kran mulai melambat, kecil. Tak lama kemudian air kran langsung mati. Kuputar lagi air kran. Tak percaya rasanya, air kran di kamarku bisa mati seperti ini. Selama aku tinggal di asrama ini belum pernah ada kejadian air kran mati. Bergegas aku mencari air di blok lain. Menenteng ember hitamku. Syukurlah di blok yang lain, airnya masih melaju dengan kencang. Dengan tenang kutampung air itu dan segera berwudhu. Setidaknya, aku punya cadangan air untuk keperluan mendadak, sehingga tidak perlu repot-repot ke kamar mandi umum di blok yang lain..he..he…

Gedung asramaku ini termasuk dalam ukuran yang besar dan luas. Terdiri dari tiga blok. Setiap bloknya ada kamar mandi umum, tempat cuci baju umum dan juga tempat pengisian air minum umum. Ada blok yang di dalamnya ada kamar mandi pribadi, sehingga tidak perlu repot keluar kamar. Kebetulan aku tinggal di blok yang ada kamar mandi di dalam kamar sehingga memudahkan dalam urusan mobilitas perair-an..😀. Jarak blok dalam gedung agak lumayan juga, blok tengah adalah blok yang terdekat dengan blok kamarku. Sehingga aku lebih sering ‘sowan’  ke blok tengah dalam urusan-urusan yang berkaitan dengan ke-umum-an. Dan aku bersyukur karena dalam kondisi air mati pada malam begini, persediaan air di blok tengah masih pool. Meski demikian, aku berharap semoga besok pagi air kembali mengalir lancar tanpa gangguan seperti hari-hari biasanya.

Alhamdulillah, di pagi hari keesokkannya, air kembali mengalir lancar. Deras. Segera kutampung air tersebut dan bersegera bersiap2 untuk ke fakultas. Hari ini ada ujian pagi. Siang harinya, begitu aku kembali ke kamar. Kembali ku cek air kran-ku.

“Hahhhhhhhhh…gak jalan…..???!!!” aku agak panik. Segera aku berlari ke blok tengah. Agak curiga diriku. Lantai kamar mandinya, kering. Bahkan di salah satu sudut kulihat ada beberapa busa sabun yang tak terbilaskan. Haduh…kacau, nih !! Aku bertanya pada tetangga kamarku…Kak Ilin juga mengatakan bahwa air di kamarnya mati, Kak Ayu, yang tinggal tiga lantai dibawahku juga mengeluhkan hal yang sama. Dan..dari kak Ayu aku tahu bahwa asrama yang lain juga mengalami mati air selama dua hari…dan air hanya mengalir pada waktu-waktu tertentu. Ckk…ckkkk…

“Kenapa harus mati air di saat orang-orang EXAm, sih ?” keluh kak Ayu…Aku juga menggangguk setuju.

“Ada maintenance, ya, kak ?”tanyaku sok tahu.

“Kalau pun ada, ya..lihat-lihat waktu nya jugalah…Ini orang pada lagi sibuk. Kok malah maintenance begini…Khan jadi repot.” jawab kak Ayu.

Aku nyengir. Aku hanya punya persediaan satu ember untuk seharian ini. Bukan solusi yang bagus, sih. Hm..ku pikir sebaiknya aku ngetem di perpustakaan saja. Semoga di sana persediaan air tetap lancar, aman dan terkendali.

Di perpustakaan, aku bertemu, Sora dan Wafa. Sora sekarang sudah tidak lagi se-asrama dengan kami. Ia hanya duduk mendengar keluhan kami tentang air. Ia hanya mengangguk-angguk kemudian menggeleng-geleng. he..he….aneh sekali😀. Barangkali karena tidak habis pikir dengan kondisi yang kami hadapi atau juga karena cerita kami yang agak melebay-lebay..he..he..

“Kalau masih mati juga, besok kalian tinggal di tempatku aja. Daripada repot-repot mandi di masjid…”usul Sora sambil nyengir. Aku dan Wafa saling pandang, ikutan nyengir. Ide bagus. Untung juga, asrama Sora tidak mengalami apa yang disebut “mati air pada kondisi tidak tepat” he..he… Seharian itu kami berada di perpustakaan. Memanfaatkan fasilitas air yang luar biasa cukup dari gedung umum itu.

Pada masa-masa seperti ini, aku jadi merasa betapa pentingnya arti “air”. Meski kelihatannya negeri ini memiliki air yang berlimpah ruah. Tapi kalau distribusi airnya tidak merata, ada beberapa kawasan yang kekurangan air bersih misalnya. Tentu akan menyulit seseorang untuk hidup. Air menjadi begitu penting karena tidak hanya dipergunakan untuk mandi, urusan per-WC-an, bebersih, tapi juga untuk minum, memasak. Tubuh kita ini, manusia, juga hewan dan tumbuhan memerlukan air. Jika tidak ada air, kita bisa kekeringan, dehidrasi dan konsekuensi terburuknya adalah meninggalkan dunia ini…inna lillahi..

Jadi, sekarang…aku pengin lebih sayang terhadap air. Jangan terlalu ber-lebay-lebay alias boros dengan air. Yah, mudah-mudahan ke-insyaf-an ini ada memberikan angin positif terhadap kondisi mati air di asramaku. Amin.

Air masih belum menyala. Di blok tengah, hanya ada satu kran air yang menyala. Beberapa penghuni, termasuk aku bergantian menampung air. Aku kembali menggotong air masuk ke dalam kamar. Persediaan air untuk urusan tak terduga😀. Esok paginya, semua penghuni berpikir positif. Ini adalah hari ketiga, jika melihat kondisi di asrama sebelah, maka bisa dianalogikan bahwa hari ini adalah hari air kembali mengalir lancar seperti biasa.

Pagi itu kuputar air kran pool-poolan. Air deras. Alhamdulillah…segera kupergunakan dengan sebaik mungkin, mencuci baju, mandi dan mencuci piring kotor. Kutampung kembali air. Kali ini untuk dua ember. Rencananya hari ini aku ingin kembali ngetem di perpustakaan bersama kedua sobatku. Letak perpustakaan strategis karena tidak begitu jauh dari asramaku juga hanya berjarak beberapa meter dari masjid. Tak seberapa jauh dari perpustakaan juga ada kantin yang menunya lezat-lezat..he..he.. Jadilah kami kembali duduk ber-pekur-an dengan buku, coretan kertas dan berbincang-bincang sejenak.

“Bagaimana air di asrama ?” tanya Sora

“Alhamdulillah sudah jalan…Mudah-mudahan kemarin last day -lah,” jawab Wafa. AKu mengangguk…ikutan sependapat. Sora nyengir.

“Alhamdulillah kalo begitu…”

Menjelang magrib barulah aku dan Wafa kembali ke asrama. Aku baru saja masuk kamar dan menyalakan komputerku saat ku lihat ada pesan masuk di YM ku..

“Aaaaaaaaaarrr Diniiiiiii..air nya mati lagi lah :(( ,” Wafa kelihatan histeris. Aku langsung mengecek kondisi kamar mandiku. Kubuka kran airnya. Tak setetespun menitik. Hayyyyyyyyyyyyyyyyyyahhhh! Ada perpanjangan masa permatian air, nih, kayaknya, pikirku. Segera ku tanya beberapa teman seblok yang lain. Dari merekalah aku tahu bahwa ternyata tangki air di asrama kami rusak, terutama di bagian blok kami. Ternyata bukan karena maintenance…seperti dugaanku sebelumnya. Sungguh tidak mengenakkan berada dalam kondisi seperti ini. Kutanyakan pada Wafa, apakah dia punya persediaan air dan katanya dia masih punya persediaan air untuk malam ini. Syukurlah….

Setidaknya masih bisa bertahan….dan bersyukur juga karena ternyata di pagi keesokkan harinya air kembali mengalir lancar. Memang ini sudah hari keempat. Setiap pagi, air kran akan mengalir…namun beberapa jam kemudian air akan mati. Dan baru mengalir kembali pada malam hari. Itu pun hanya sebentar. Kemudian mati lagi. Setiap kali ada kesempatan untuk menampung air, ku manfaatkan keadaan itu. Hari ini persediaan air ada dua ember. Lagi-lagi aku memilih berada di perpustakaan. Selain bisa menghemat persediaan air yang ada, juga lebih mudah untuk pergi ke kantin he..he…dan baru menjelang magrib aku kembali pulang.

Beberapa hari belakangan, aku memang punya rutinitas baru. Begitu sampai ke kamar, langsung mengecek kran air. Kali ini, begitu kuputar kran air..air mengalir dengan lancar. Hatiku meloncat kesenangan, Alhamdulillah….air kembali mengalir lancar. Ku tanya Wafa yang seharian ini lebih memilih berada di kamar.

“Seharian ini air jalan terus, ya, Fa ?”

“Ye….alhamdulillah takde mati, Din…”jawab Wafa riang…terlihat dari kesan smiley yang dikirimkannya via messenger.

Alhamdulillah….!! Aku bersyukur sekali….satu lagi pelajaran minggu ini…

Belajar lebih ‘santun’ terhadap air…🙂

13 pemikiran pada “Airku…Airku…

  1. perlu sedia baskom raksasa untuk penyimpanan air darurat nih (teringat masa2 air kosan mati dan terpaksa mandi pake air mineral >_<)

    He..he…
    Sebenarnya Dini teringat hal yang sama juga, Tama…
    Mendadak pengin belum baskom besar…
    *saiamewakilidinimenjawabkomenomTAMA*😀

  2. ngga lapor minta diperbaiki aja tangki airnya?

    EM

    Sudah dilaporkan, mbak….Barangkali karena itulah jadi rada cepetan ngalir airnya..he..he…
    Syukurlah, masalah air terselesaikan…. Alhamdulillah ^_^

  3. hoh… begitulah…

    kalo dah ilang baru deh kerasa begitu berharganya sesuatu itu…

    *apasih?gajelasamat*

    aku yg ga di asrama aja pernah juga ngalamin kekurangan air put… udah kurang…ada pasir2nya lagih >,< … terpaksa nampung… trus kran2 dibungkus pake sapu tangan buat nyaring pasir2nya…

    iya, mbak…
    ‘nilai’ dari sesuatu itu akan terasa sekali setelah kita kehilangan….
    dan terkadang untuk membayar nya…justru harus dengan harga yang tidak murah..

  4. terkadang kita tak menyadari betapa setetes itu sangat berarti ya put…. makasih lho..ini juga menjadi pembelajaran buat saya untuk lebih lagi menghargai air

    moga air di asrama lancar terus gak mati lagi…

    salam

  5. haiiiiiiiiiiiiiiiii
    nama kita sama yak…
    he…he..he.
    iyaoo,,,,,
    gak punya uang bisa minjem…
    klo gak ada air gimana
    ribet nian,,,
    mau minjem ama siapa…


    Ternyata bener…nama kita sama, ya, mbak?
    Mbak Put little usagi.. ^_^
    Kalo mengenai masalah air…memang tidak bisa sembarangan, ya, mbak…. ~.~

  6. emang paling repot kalu air da mati put..

    hadooch gak kebayanglah kalu tanpa air😦


    iya, mbak..
    jadi keingat waktu dulu, ya, mbak ?
    *waktu mbak wiend pindahan kost..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s