Bersentuhan dengan SAMITA

Mumpung masih anget…. mo cerita-cerita dikit tentang novel yang satu ini.. ^_^

 

Beberapa waktu yang lalu…beberapa hari menjelang Idul Adha, aku mendownload digibook dari salah seorang juniorku. Ada sebuah digibook yang berupa novel tentang dunia persilatan. Walah, novel ini adalah novel yang jarang kubaca. Bukan karena tidak suka tapi karena memang agak sulit menemukan novel jenis ini di Indonesia…setidaknya untuk saat ini (hm..soale beberapa kali muter2 toko buku, tak terlihat novel2 bergenre persilatan he..he..)

Jadi, selama masa-masa liburan ini aku mengisi waktuku dengan duduk berjam-jam di depan komputerku membaca digibook. Beruntung, tampilannya yang memang seperti real book agak memberi ‘nuansa’ berbeda ketika membacanya. Tapi kali ini aku bukan membahas tentang format digibook melainkan isi novel yang kubaca he..he..

Apa yang menarik dari novel persilatan ?

Barangkali karena cerita-cerita yang berkutat tentang sepakan kaki dan hajaran tangan agak berbeda dari keseharian manusia sekarang ini. Kisah-kisah seperti ini nyata adanya, setidaknya untuk ukuran ‘zaman dahulu kala’. Mereka mendalami ilmu beladiri bukan semata untuk menunjukkan ‘otot’ tapi juga keluasan filosofi dari nilai ilmu beladiri itu sendiri. Kalo kupikir secara umum, para sesepuh ilmu beladiri adalah orang-orang yang kaya akan kata-kata bijak karena mereka melihat hidup dari sisi yang berbeda.

Pada dasarnya, aku pribadi senang menonton film-film wuxia. Dibandingkan film koboy berpistol yang mengendarai kuda, aku lebih suka menonton adegan kungfu yang dimainkan secara ciamis oleh para pendekar cina, shaolin ataupun para samurai dan ninja. Barangkali karena adegan tangan kosong lebih ‘berseni’ ketimbang menembakkan bedil berisi peluru besi he..he…

Nah lho…kok malah jadi ke film, ya ? ok..back to novel, deh..he..he..

Ceritanya, hobby nonton film wuxia ku ini bisa lumayan tersalurkan ketika aku membaca novel bergenre sama atau setidaknya mirip lah. Tidak masalah apakah novel yang kubaca berisi kidung persilatan Brama Kumbara, Wiro Sableng, atau Fong Sai Yuk..he..he…baik yang edisi dalam negeri atopun edisi negeri tirai bambu.

Novel silat isinya, ya…isinya tentang dunia persilatan… dan beberapa bagian biasanya ada kesan melodramanya gitu. Tambahan lagi ada uraian tentang gerakan bela dirinya serta filosofi gerakannya itu sendiri (jadi berasa nonton Karate Kid, dah he..he..).

Novel yang kubaca ini sebenarnya bukanlah novel terbitan baru, sudah agak lama juga. Tapi aku pribadi baru dengar sekarang. Beberapa bulan yang lalu aku pernah dengar novel berisi sejarah Majapahit (Majapahit atau apa, ya ? Yang jelas tentang zaman2 keemasan kerajaan zaman dulu, deh😀 ) yang ditulis dengan referensi sejarah yang kuat di KICK ANDY. Waktu itu kepikiran untuk dapat yang gratisan…(daftar via kickandy.com..:D ) ternyata masih belum beruntung. Dilihat-lihat di toko buku kota ku juga belum ada. Terlupakan sudah novel bergenre seperti itu.

Sampai kemudian membaca novel karangan TASARO, “SAMITA, Sepak terjang Hui Sing  murid perempuan Cheng Ho”.  Berasa hidup di zaman persilatan aku…he..he.. Setiap kali membaca deskripsi penulis tentang gerakan tifan, hanacaraka dan yang lainnya, aku suka kebayangan film kungfu-kungfu zaman dulu kala atau Wiro Sableng…he..he..

Kisah yang ditulis apik…ada banyak tokoh yang bergerak dengan cerita masing-masing tapi semuanya terhubung dengan satu tujuan akhir yang sama. Ending cerita memang berbeda dengan novel kebanyakan. Ada beberapa celah yang menggantung. Barangkali sengaja dibuat demikian untuk membiarkan pembaca mereka-reka apa kelanjutan kisah tersebut.

Secara umum, aku senang dengan novel ini…karena terus terang kerinduanku dengan cerita bernuansa Kho Ping Ho (meski secara pribadi aku belum pernah baca KHO PING HO😀 ), dunia persilatan terpuaskan.

Barangkali jika kisanak mempunyai referensi kisah sejenis boleh-lah kiranya di share di sini…..

(Ahai..sudah lama tidak mendengar seseorang memakai kata “kisanak” sebagai pengganti “anda” he..he….)

 

*Dapat didownload disini

14 pemikiran pada “Bersentuhan dengan SAMITA

  1. laaah belum pernah baca Kho Ping HO? sayang sekali hihihi

    Aku suka baca Kho Ping Ho, tapi jangan tanya lagi jalan ceritanya atau tokohnya siapa yah. pasti lupa hahaha. Abis susah hapalin namanya. kadang aku musti cari lagi si ini tuh sapa ya?😀

    EM

  2. ” SIN TIAU HIAP LU” terdengar semacam KHO PING HO tulen..he..he..
    Mbak EM baik banget..Kalo ada edisi ebook ato digibooknya juga gak pa-pa, mbak…biar lebih hemat…he..he..

    Ato jika suatu saat kita kopDar-an aja gimana ?😆

  3. Hahahhaah…saya gak pernah baca novel “fighting”, cuma saya suka kalo film atau game fighting… khayalan saya terpuaskan…hahahahahah…!


    he..he..
    barangkali kalo dengan tontonan..lebih terlihat ‘real’ adegan fightingnya, ya, prim….😀

  4. a aku punya Ebuk Kho Ping Ho lengkaap😀 dicemplungin sama Ayah yang suka banget dengan cerita silat. Hhe,.. :p

    mau dunk….. $_$
    boleh di share dunk, ya, mbak….🙂

  5. saya suka baca jadi novel apa aja suka hehe.. kalo yang silat seperti Musashi itu saya suka banget hehe.. kalo wiro sableng juga dulu pernah baca beberapa.. sekarang buku2 persilatan mulai merebak lagi lho. coba aja kalo ke gramedia banyak juga kok gak hanya dari jepang tapi dari Indonesia juga banyak.. bagus juga sekalian belajar sejarah hehe..

    oh, ya…
    Barangkali saya perlu berkunjung lagi ke toko buku terdekat… ^_^
    terima kasih atas infonya mbak ‘Ne ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s