Badminton Coto Makassar

Sabtu ini, aku kembali menjejakkan kaki dan samurai biruku (yang merupakan raketku satu-satunya he..he..) di gor olah raga yang terletak di sekitar lingkungan tempat tinggalku.  Entah kenapa, setiap kali berada di gor olah raga itu aku selalu diliputi rasa senang. Padahal ini bukan pertama kalinya aku bermain di ruangan indoor😀 .  Barangkali, rasa penasaranku akan ruangan indoor untuk badminton terpuaskan ataukah karena aku senang karena bakal bermain badminton. Hm…entahlah… yang jelas kalau berada di ruang indoor olah raga itu selalu punya perasaan gimanaaaa gitu? he..he..

Sambil menunggu kedatangan teman-teman yang lain, aku dan partner main melakukan pemanasan terlebih dahulu. Pukul cock kesana ke mari… Hufh…akhirnya yang ditunggu datang. Jadilah, pagi ini kami bermain 2 game. Kedua game itu berakhir dengan skor mengecewakan. Daku kalah…he..he.. Terus terang, aku gak hebat-hebat banget dalam main badminton…cuma semangatku kayaknya emang melebihi kemampuanku he,.he..

Berhubung peserta badminton dewasa pada hari ini ada lima orang maka aku mengistirahatkan diri sejenak. Bergantian dengan teman yang lainnya. Kulihat dua orang putra-putri teman sepermainan ku (teman bermain badmintonku semuanya adalah para ibu-ibu…yang suanget jago😀 ).  Mereka asyik bermain sendiri. Mereka jago-jago…Aku sudah berpikir untuk bermain bersama mereka menjelang terjadi pertukaran pemain. Saat tiba-tiba aku melihat tiga orang gadis cantik bermain dua lapangan di sebelah kiri ku.

‘Hm…ikutan gabung, gak, ya ?’ Aku perhatikan mereka…Apakah mereka membutuhkan seorang pemain tidak, ya ? Ketar-ketir juga, sih…tapi, Bissmillah sajalah..he..he… *tumben aku berani..he..he..

Kuhampiri mereka sambil menenteng raketku,

“Permisi…boleh ikutan gabung,gak ?”

Mereka memandangiku…Mungkin mereka merasa aneh…’Ini orang siapa, ya ? Kok tiba2 nongol minta ngajak main’ he..he… begitu pikirku. Salah satu dari mereka kemudian tersenyum dan berkata,

“Boleh…kita emang kurang orang,nih…Ayo….main…!”ajaknya ramah. Aku nyengir. Alhamdulillah…dan kebiasaanku sebelum main adalah mengenal orang yang ku ajak bermain…Maka sebelum permainan bertambah seru, sibuklah aku menanyakan nama mereka.

“Aku Tho…. She Lin….Tho,” seorang gadis yang berambut lebih pendek sibuk memperkenalkan teman-temannya. Aku terangguk-angguk mengiyakan. Eh..nama pasangan mainku siapa, ya ? She rin ?? otakku masih berputar merewind kembali nama gadis cantik di sebelah ku. Sampai kutanya ulang pada si empunya nama..

“She lin..” katanya…dengan aksen lidah yang agak unik. Aku merasa seperti ada lipatan di ujung lidahnya… Entah mengapa yang terdengar di telingaku malah Sherin…dan yang keluar dari mulutku…saat mencoba menyemangatinya saat bermain adalah

“Shireeeeeen..ayooo !!”

Barulah, ketika aku berganti pasangan, dengan Tho yang satunya…dan aku bersikeras bertanya…Sebaiknya aku memanggilmu apa…? Karena ada dua orang Tho dalam lapangan itu…

“Panggil saya Jasmine saja…”

“Oooo kalo yang satu lagi itu siapa, ya, namanya?” tanyaku lagi…Terus terang urusan nama ini memang agak membuatku semrawuh…Lha moso’ gak tahu nama teman mainnya, khan lucu…😀

“ooo..dia She Lin..”kali ini Jasmine menyebutkannya dengan jelas…. Aku agak terpana sedikit..Eh…She Lin, tho ? Dengan “L” bukan “R”. Ya ampun…mana tadi aku manggilnya Shiren pulak…he..he… ampun dah…parah ..!

Usai main 5 game, kami pun berpisah…Sungguh senang sekali bisa bermain dengan teman baru. Kami baru saja bertemu di lapangan. Dan aku pun rasanya baru kali ini melihat mereka berada di sana. Mudah2an kapan-kapan bisa main bareng lagi..he..he…*ngarep, eui..😀. Aku kemudian beranjak ke lapangan tempatku bermain. Melihat para ibu-ibu itu beraksi. Wess…makin ciamik saja beliau2 ini.

Hari mulai beranjak siang dan…

“Kita pulang, yuk….! Ayo kita ke rumah saya…kita makan soto..” Ajak bu Erna

Aku agak suprise. Eh…soto ? maksudnya coto kali, ya ? Secara aku tahu bahwa bu Erna ini khan orang Makassar..jadi soto yang beliau maksud mungkin adalah coto. Bahasa yang awam disebutkan oleh orang Indonesia.

“Iya, bu ?”

“Ayo, mbak Putri…kita bareng-bareng ke tempat bu Erna….sekalian silaturahim…,” ajak ibu2 yang lain.

Aku nyengir…wah…alhamdulillah… Pulang-pulang dari Badminton, langsung makan soto…segar!  Aku mengangguk mantap.

Kendaraanpun langsung meluncur menuju kediaman bu Erna yang tidak seberapa jauh dari gor. Motor diparkir… dan langsung bergegas ke rumah bu Erna.

Ibu-ibu yang lain langsung membantu bu Erna memotong-motong lontong daun pisang, memanaskan coto. Sementara aku, dengan baju yang basah oleh keringat langsung mengambil piring yang memang sudah disiapkan he..he..

“Ada yang bisa dibantu, bu ?”

“Silahkan diambil sendiri saja, ya, Put….Ini saya masih nguleni ini..” jawab si ibu sambil mengaduk-aduk tepuk. Si ibu masih mau membuat kue rupanya… Aku mengangguk.

“Terima kasih, bu…” dan.. sheeeeeeeet…beberapa buah lontong berpindah ke mangkuk ku. kemudian beralih ke arah kuah coto yang hangat. Beranjak ke depan, ku tambahkan daun seledri dan bawang goreng. Tak lupa cabe giling merah, kecap dan perasan jeruk. Wuissssssss…sedap nian… segar, rek.

Alhamdulillah rezeki pagi ini. Bisa main badminton, kenalan sama teman baru dan dapat coto gratis, bisa tambah pula..he..he…😉.

Buah silaturahim….salah satunya adalah dimudahkan rezekinya…

 

Amin… ^_^

 


source pic dari sini

*berhubung sudah lapar, jadi coto yang sabtu ini dimakan tidak sempat difoto karena sudah keburu di dalam perut..he..he… Jadi comot yang dari mbah google aja, deh,…😀

18 pemikiran pada “Badminton Coto Makassar

  1. aihhh nikin ngiler, ditempatku juga ada yg jual makanan khas makassar, sayangnya mpe skr blom kesampaian mo nyicip, apa itu coto makassar dan konro bakar


    di cicipin deh mbak tari…
    uenak-e suegerrrrrrr…😀

  2. Coto Makassar…sedaaap (walau harus membatasi kolesterol…)
    Apalagi sehabis berolah raga….


    Kali ini coto nya gak pake jeroan, bu…
    Tampaknya ibu yang punya hajatan begitu menghargai kolesterol juga😀

  3. Ada Tiga Hal Poet …
    1. Samurai Biru …
    Ah serem kali namanya …
    Bisa aja kamu ah …

    2. Coto
    Yes Indeed … itu sangat merangsang selera …
    seger keknya …

    3. GOR Indoor
    Ini masih “disana” Poet ?

    Salam saya

    he..he…
    kombinasi yang unik, ya, pak…? ^_^
    Iya, pak..masih “disini”😀
    Uniknya justru “disini”lah ‘pertarungan indoor jadi begitu mengesankan..he..he… ^_^

  4. Nah itu dia, saya masi penasaran Coto sama Soto apa bedanya?

    Tunggu sebentar… gadis-gadis cantik? skrinsyut dong? *fokus*


    Apa ya bedanya… ?
    ntar, Ru..ditanya dulu ama yang ngasih “COTO” he..he…
    *ampe sekarang teteup aja lupa nanya..he..he..
    Jyaaaaaahhhh
    fokus apa fokus😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s