Bukan karena saia pemilih..

Aku agak terhenyak, anak ini…kok ? Kuperhatikan lagi isi chatting via Facebook kami saat itu…

"Kamu sekarang kuliah dimana?"

“Kamu” ???? Pemuda ini tampaknya tidak tahu dia sedang berhadapan dengan siapa. Tidakkah seharusnya dia mengenali siapa yang diajaknya chatting melalui “tab-INFO” yang menganga di window facebook nya ??

Tentu saja aku tidak mengharuskan seseorang untuk mengetahui diriku atau bahkan lawan bicara lainnya secara kontinu dengan melihat informasi profilnya. Tapi toh, setidaknya saat meng-approve seseorang menjadi “teman”, pemilik account mengetahui siapa sebenarnya yang di-approve. Apakah teman lama, teman se-almamater, teman dari dunia maya atau mungkin teman dari teman kita. Sehingga ada tali penghubung yang mengoneksikan kita dengan orang tersebut.

Tentu saja lain ceritanya jika si pemilik account tidak memberikan informasi detail tentang dirinya. Misalnya, dahulunya dia kuliah/sekolah dimana, tidak meletakkan foto pribadinya atau asal kotanya.

Memang dapat dimaklumi jika seseorang tidak mengetahui tampang pemilik blog ini karena diriku juga tidak meletakkan foto diri di account “buku-muka” . Tapi, toh, aku meletakkan dengan jelas nama almamaterku. Dari sanalah…salah satu pertimbanganku dalam meng-approve seseorang di facebook.

Karena itulah, aku terheran-heran dengan bocah ini, yang dengan ‘nyantai’nya bertanya padaku, dimanakah aku meneruskan sekolahku. Padahal aku justru se-almamater dengan dirinya. Lebih tepatnya, aku adalah alumni universitas tersebut, tempat dia melanjutkan sekolahnya. Yang menjadi tanda tanya besar buatku adalah, ‘apakah anak ini hanya meng-add saja tanpa melihat atau mencari tahu tentang siapa sebenarnya yang di ‘ajak berteman’ ? Sekedar untuk menambah deretan teman-teman di situs jejaring terluas di dunia itu sajakah ?

hm…hm..

Barangkali, teman-teman pernah membaca atau bahkan melihat tayangan youtube tentang seseorang yang status ‘buku-muka’ nya dibaca oleh banyak orang. Sayangnya, isi statusnya terkadang justru hal-hal yang terlampau pribadi sehingga semua orang tahu apa yang terjadi pada dirinya. Orang-orang yang tidak dia kenal mulai menyapa dirinya, berkomentar terhadap apa yang dia lakukan. Bertanya apa yang nantinya akan dia kenakan. Hufh…semua orang merasa mengenalnya terlampau dalam, amat sangat dalam. Padahal dia tidak mengenal orang-orang tersebut, tidak seujung kuku pun.

Belajar dari kisah inilah, aku mulai selektif dalam meng-approve teman-teman baru. Sombong? Ah, aku mah tidak berhak menyandang kata itu. Bukan siapa-siapa kok sok selektif, sih ? Justru karena bukan siapa-siapa itulah, lha wong orang biasa kok statusnya dikejar-kejar up date-an, tho ? Yo ishin-ishine.…he..he…😀

Facebook memang membuka peluang bagi siapa saja untuk berteman dengan seluruh dunia, tidak hanya Indonesia. Apalagi jika kita membuat status dengan bahasa internasional, yah…berarti memberikan kesempatan untuk orang-orang luar negara untuk mengetahui tentang diri kita. Tentu saja, jika isi up date-an status kita mengenai diri kita. Tapi jika berisi hal-hal umum dan pepatah bijak, kita justru menghiasi dunia dengan kata-kata penabur kebaikan. Hal yang indah, bukan?

Jadi, sebenarnya tergantung kitanya, ingin memanfaatkan keuntungan dari ‘buku-muka’ ini seperti apa…semuanya berpulang pada pribadi masing-masing. Toh, akun ‘buku-muka’ kita ini adalah media kita untuk menjalin simpul-simpul kebaikan atokah simpul-simpul kusut yang rumit…. ^_^

source pic from here

*terinspirasi untuk menulis tentang hal ini karena adanya hari ‘unFriend Day’ = pemutusan pertemanan di FB yang dipublishkan oleh Jimmy Kimmel, presenter asal Amerika Serikat yang terkenal dengan acara talk show Jimmy Kimmel Live. Berita dapat dilihat disini

17 pemikiran pada “Bukan karena saia pemilih..

  1. hahahah unfriend day ya…. aku juga mendelete beberapa orang yang memang sejak add tidak pernah ada interaksi.

    Harus menjadi pemilih kok. Aku sedang “menggantung” 222 orang. Di antaranya ada yg kukenal bahkan, tapi…aku tidak mau mengetahui ttg dirinya hehehe (istri mantan pacar)

    EM

  2. Awal-awal menjadi facebooker saya juga main add setiap ada request menjadi teman tanpa melihat terlebih dahulu siapa orang tersebut. Namun lama kelamaan saya memutuskan untuk menjadi friednya kalau mutual friend nya buanyakk. Itupun masih banyak yg saya gantung…sekitar 140an…hehehe….
    Yang sangat amzing dari face book karena saya bisa meneruskan silahturahmi yg terputus lebih dari 20 tahun dengan teman SD saya….bahkan saya berhasil membuat teman2 SD dapat bertemu kembali setelah lulus SD (karena kita tidak pernah ada reuni SD sebelumnya)…. Thanks to Technology….

    *tukeran link mbak??…saya mohon izin taruh di website saya yah*

  3. banyak memang yg kaya gitu, tiap bulan selalu saja ada request tak dikenal.biasanya sih saya kirimi message untuk orang yg ga dikenal sblm approve, biar alumni sekalipun. klo jelas tujuannya mau kenalan ato apa baru diapprove, else ya diignore >:)

  4. pernah mengalami pengalaman yang sama kak…bahkan sempat kecewa dengan seorang teman yg jelas2 sekelas di SMA dan masih tetap tanya ini siapa dan kuliah dimana sekarang…g ngerti dech….sebegitu sulitkan meng-klik info dan membaca beberapa baris informasi tentang teman yang sudah di add…cuma bisa geleng-geleng…^.^

  5. Salam takzim Syelviapoe3…

    Salam terakhir buat 2010 dan huluran mesra tahun 2011.

    Alhamdulillah, semoga kehadiran tahun baru akan menyemarak semangat kita untuk terus mengejar impian yang tertunggak di tahun 2010. Harapan yang tinggi untuk kita meneruskan kehidupan yang lebih bermakna di samping beramal dan melakukan ibadah dengan lebih berkesan.

    Hadapi hari esok dengan lebih optimis dan tinggalkan hari kelmarin dengan teladan juga sempadan yang membuahkan kejayaan. belajarlah dari pengalaman lalu untuk mencipta sejarah masa depan.

    SELAMAT TAHUN BAHARU 2011.
    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

  6. sy sependapat dg atas sy, bhw prinsipnya setiap orag berhak untuk mengenal atau mngeadd siapapun.
    Namun siapapun juga berhak untuk menolak perkenalan.
    Seperti perkenalan biasa…
    Wajar khan?

  7. Hahhaahah… istilahnya: driving by friending, aka ngasal add orang hanya karena pengen berteman tanpa ada tujuan jelas… I hate that, makanya waiting listku banyak, wkakakakaka…😛 *dukung mbak putri aja!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s