Dompet kecil Pink

Siapapun sepakat bahwa kejujuran adalah salah satu nilai luhur yang aplikasinya rada menipis di tahun-tahun belakangan ini. Tapi, adalah tak bisa dinafikan bila ternyata nilai dan aplikasi dari nilai tersebut sebenarnya akan selalu ada biarpun mungkin tidak sesubur di masa-masa dulu.

Pengantar ini aku tulis, karena aku sangat berterima kasih terhadap sesiapa-pun yang telah meng-aplikasikan dengan baik nilai dari keluhuran yang bernama “jujur” ini. Sungguh…I’m really honour to be the one who accidentially become the object of this..

Ceritanya bermula ketika aku dan dua orang teman menikmati sore di sebuah bazaar wisuda-an di kampusku. Puas jalan-jalan sembari ngelihat barang dagangan yang terjaja rapi di setiap lapak-lapak, aku dan seorang teman mampir ke salah satu lapak penjual makanan. Sementara seorang teman lainnya sedang sibuk dengan urusan yang lain. Jadilah aku dan seorang teman sibuk menunggu pesanan makanan malam. Tiba-tiba, hp-ku berdering. Temanku yang lain meminta kami untuk bertemu di parkiran. Karena kami akan segera pulang sebab hari sudah menjelang magrib. Berikutnya, aku dan seorang teman tergopoh-gopoh menuju parkiran yang jaraknya lumayan jauh dari tempat membeli makanan. Dompet kecil pink yang seyogya-nya aku pegang dengan bergegas langsung aku masukkan ke dalam tas sambil berjalan cepat menuju mobil.

*ini hanya contoh warna-nya saja.. he. he..😀

source pic here

Keesokkan harinya, aku menghadiri sebuah acara yang pada kesempatan itu aku bertemu dengan seorang teman yang meminta sebuah catatan kecil. Catatan kecil yang sudah jauh-jauh hari aku siapkan itu tersimpan dalam dompet kecil pink yang sehari sebelumnya aku pakai ketika membayar makan malam ku di bazaar wisuda. Aku sibuk menjelajahi tas yang kukenakan. Tas yang sama seperti yang kubawa ketika pergi ke bazzar wisuda di hari sebelumnya. Aku menjadi panik karena dompet itu tidak kutemukan di dalam tas.

Ketika sampai di rumah, ku cek kamar, areal-areal yang mungkin saja di-jatuhi si dompet kecil pink tersebut. Aku bahkan bertanya pada teman sekamarku kalau-kalau dia melihat dompet kecil pinkku. Nihil. Aku mulai khawatir. Tegang. Bukan masalah uang yang ada di dalam dompet itu. Tapi karena kartu pelajar dan juga KTP-ku yang ada di dalam dompet itu. Aku sudah bisa membayangkan betapa sulitnya mengurus kartu-kartu itu nantinya. Aku terus berdoa… semoga dompet tersebut ditemukan… entah di dalam kamar.. entah kemudian tiba-tiba muncul di dalam tasku. Aku takut memikirkan tentang dompet yang tercecer di bazar wisuda. Jika dompet sudah tercecer di tempat keramaian…sesungguhnya, rasa pesimisku terasa lebih besar dari pada optimis akan dapat menemukan kembali kartu-kartu berhargaku😦 .

Aku masih mencari dompet itu sampai tengah malam. Dan tertidur dengan rasa tidak nyaman.

Setengah sadar, aku mengangkat Hp yang berdering di samping tempat tidurku.

“Putri ?”

“Ya…” menebak-nebak si pemilik suara. Kenapa malam-malam begini ada yang iseng telpon, ya…

“Kamu ada merasa kehilangan sesuatu hari ini?” suara di seberang telpon masih belum bisa kutebak.

“iya.. saya kehilangan kartu pelajar dan KTP saya…. Ini dari mana, ya?”

“Ini dari tim keamanan kampus. Tadi malam kamu ke bazaar wisuda, ya? Ada seseorang yang menemukan dompet kamu di sana beserta kartu pelajar dan KTP kamu. Dan mengantarkannya pada kami.”

Demi mendengar kalimat terakhirnya.. rasanya sebuah kelegaan besar loss dari hati-ku. Luar biasa lega.

“Kamu bisa menjemput dompet ini di pos gerbang kampus.”tutup si pemilik suara

Dengan senyum kelegaan luar biasa, yang tentu saja tidak bisa terlihat oleh lawan bicaraku. Aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada si penelpon. Rasanya ingin aku membangunkan teman serumahku untuk segera menjemput dompetku itu. Tapi kutahan. Besok pagi,..akan kuambil kartu pelajarku di pos gerbang kampus. Alhamdulillah…Sungguh, aku merasa bersyukur sekali. Allah SWT masih memberikan rezeki-ku atas dompet tersebut.

Pagi-nya, ketika aku berada di pos keamanan kampus, pak security menunjukkan isi dompet ku. Semuanya lengkap, uang, KTP, kartu pelajar, catatan kecilku bahkan flask disk. Kulihat laporannya di log book. Tidak ada nama si penemu. Aku tidak tahu kepada siapa harus berterima kasih. Pak security menerima ucapan terima kasih dan senyum kelegaan yang luar biasa dari diriku. Alhamdulillah…

Sampai tulisan ini publish… aku belum menemukan orang yang berbaik hati mengembalikan dompet kecil pink-ku kepada tim security kampus.

Terima kasih banyak atas ketulusan dan kebaikan yang telah diberikan…

Semoga Allah SWT memberikan kebaikan yang lebih untuk anda….Aamiin..

17 pemikiran pada “Dompet kecil Pink

    • Aamiin…
      Semoga demikian, ya, mbak…
      tapi terus terang kejadiannya sendiri bukan di Indonesia…
      namun, put yakin… di Indonesia sendiri masih banyak orang2 yang masih menjaga dan mengaplikasikan kejujuran dirinya…insyaallah.. ^_^

  1. gpp ga bisa mbales kebaikn si penemu pinky
    toh putri bisa membalas kebaikan itu dengan cara lain pada orang lain,bukan?🙂

    syukur deh, masih rejeki tuh hehehe …

    • iya, mbak nique…
      terima kasih banyak atas sarannya….
      terinspirasi untuk ‘sebuah bentuk lain untuk membalas kebaikan yang orang lain telah perbuat pada putri’… ^_^

  2. alhamdulilah saya put., akhirnya ketemu barang yang hilang, masih ada orang yang jujur di di dunia ini jadi ingat sewaktu Hpku ketinggalan di ruang ATm , sampai ari sudah panik kayak apa bukan karena hpnya tapi nomor2nya haha, alhamdulilah juga ada org yg jujur menyerahkan hpku ke ruang informasi mall hehehe🙂

    • alhamdulillah… berarti masih ada orang2 yang tetap jujur meski terkadang kondisi tidak memungkinkan, ya, ri…
      dan
      kita menjadi orang yang diberikan kesempatan untuk merasakan nikmatnya kejujuran.. ^_^

  3. jadi ingat temanku orang vietnam yg menemukan dompet di shizuoka. dia mengantarkannya langsung ke alamat yg tertulis di KTP.

    ketika si pemilik memeriksa isi dompetnya, temanku mengaku dengan malu karena mengambil 150 yen dari isi dompet buat beli teh botol karena haus sewaktu mengantar dompet, padahal dalam dompet ada 5 lembar duit 10.000 yen <– terlalu jujur😆

    • soale si empunya dompet meriksa dompetnya di depan orang yang mengembalikan dompet, sih… he.. he..
      *tapi hal seperti itu emang lumrah, sih..Empunya dompet pasti pengin cek isi dompetnya….😀

      btw..
      kenalin ama temannya, dunk, Ndo… he.. he.. :))
      *gubrak:mrgreen:

  4. jadinya putri bisa membalas perbuatan yg menemukan dengan perbuatan yg sama danakhirnya semua orang akan bisa menerapkan kejujuran di dunia ini *lebay ga sih keinginannya?*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s