Titik itu adalah HPLC

source : here<

Aku ingat. Menjelang pertengahan tahun lalu, aku masih duduk di depan komputer yang terhubung ke alat analisis yang kugunakan untuk riset. Bolak-balik dari lab ke tempat analisis, mencek data dan hasil analisis, diskusi dengan teknisi lab dan ngobrol dengan sesama pengguna alat analisis yang sama. Ya, alat analisis yang kugunakan, High Performance Liquid Chromatographi atau yang lebih dikenal dengan singkatannya HPLC, mempunyai antrian pengguna yang lumayan banyak. Alat ini biasa digunakan untuk menganalisis jenis senyawa yang terkandung dalam cairan dengan bantuan larutan standar. Jadi, setiap mahasiswa yang punya sampel berupa cairan akan menggunakan HPLC sebagai alat analisis mereka.

Kebetulan saat itu, bukan hanya lab kami saja yang menggunakan HPLC, tapi juga beberapa penghuni lab lain. Wajah-wajah tegang karena menunggu antrian untuk memakai HPLC selalu terlihat di awal-awal perjumpaan kami. Karena masing-masing dari kami ingin segera menggunakan HPLC dan memperoleh hasil analisisnya secepat mungkin.

Pernah suatu ketika, aku melihat seorang gadis duduk di dekat meja HPLC sambil menekuri laptopnya. Aku pikir, pasti gadis itu menunggui sampel yang telah dianalisis. Setelah beberapa hari kemudian aku masih melihat gadis itu duduk di sana maka aku putuskan untuk menyapanya. Ternyata benar, dia juga menunggui sampel. Sayangnya, bukan sampelnya yang sekarang sedang di analisis tapi justru sampel teman se-labku. Kami ngobrol panjang lebar. Dari obrolan itulah aku baru tahu, bahwa gadis itu malah mendapat giliran analisis setelah diriku. Setiap kali kami bertemu di lab analisis, kami akan membicarakan tentang sampel-sampel kami atau mengenai riset yang kami lakukan. Sampai suatu ketika, lingkaran pelaku obrolan tentang sampel ini bukan hanya kami berdua saja, beberapa orang bergabung menjadi satu. Teman mengobrol kami bertambah karena pengguna HPLC saat itu juga ikut bertambah. Ketika kami saling melirik HPLC maka kami akan sama-sama tahu bahwa antrian HPLC akan meng-ular he..he…

Aku bersyukur bahwa pengguna HPLC saat itu sangat friendly satu sama lainnya. Meskipun, kami mempunyai kepentingan yang sama dan juga mendesak (karena beberapa dari kami sedang berkejaran dengan waktu) setidaknya kami masih bisa saling bertegur ramah dan menjalin hubungan baik di luar kepentingan analisis.

Satu hal yang menarik adalah jika kita mau ternyata kita bisa menjalin pertemanan hubungan baik dengan siapa saja. Memulainya dari titik mana saja di belahan bumi ciptaan Tuhan yang begitu luas ini…. ^_^

Selamat memulai pertemanan…

10 pemikiran pada “Titik itu adalah HPLC

  1. Betul …
    Kita bisa mulai pertemanan …
    dari arah mana saja …
    dari titik mana saja …

    Salam saya Poet …

    (saya belum pernah lihat alat seperti yang dimaksud …)
    😦

    • iya….alat tsb lumayan favorit he.. he..😀
      Proses untuk mendapatkan hasilnya tergantung dari sampelnya, sih…
      Untuk mendetect product yang diinginkan, ada yang cuma 15 menit, 30 menit ato bahkan 1 jam per sampel..
      Tapi masalahnya biasanya satu orang bisa mempunyai lebih dari 100 sampel..jadi kebayang, khan, gimana waktunya..
      Syukur2 jika yang ngantri sampelnya gak begitu banyak.. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s