Darah Muda

Cuaca terik kala itu tak menyurutkan langkah Izam untuk melaju menuju perpustakaan. Ada beberapa literatur yang diperlukannya untuk menyelesaikan tugas semesteran kampus. Dosen yang satu itu memang unik dan berbeda. Hampir semua mahasiswa yang diajarnya, pontang-panting dibuatnya. Izam sudah bolak-bolak perpustakaan fakultas dan perpustakaan univ untuk mencari referensi tambahan, tapi tetap saja tugasnya masih belum memenuhi syarat. Izam memacu motornya dengan kecepatan sedang, se-slow otaknya yang mumet melihat angka 30 yang menghiasi lembaran kertas UAS kontrolnya. Semester ini nilainya memang hancur-hancuran. Karena itulah ia mati-matian menyelesaikan tugas semesteran ini agar bisa membantu nilai ujiannya yang ambruk seperti lantai jebol itu.

Sinar mentari masih terik saat beberapa mahasiswa berseragam menghentikan motornya tepat di depan fakultas tetangganya. “Berhenti…!”teriak seorang mahasiswa berseragam yang kulitnya agak gelap. Izam menghentikan laju motornya, memandangi para mahasiswa berseragam yang ‘sok’ kuasa di depannya. Ia tak mengenal mereka. Oh..hanya seorang….yang tampaknya agak familiar.

“Ada apa, bang ?”tanya Izam berusaha ramah. Ia membuka kaca helmnya sambil tetap berada dalam posisi stand by di atas motor. Meski nada suaranya terdengar ramah, namun pias wajahnya menunjukkan ketidaksenangan. Well, sebenarnya wajahnya lebih tepat jika dikatakan berwajah masam. Pikiran mumetnya ikut mempengaruhi mood bersosialisasi. Merasa dipanggil “bang”, mahasiswa berseragam itu serasa mendapat angin. Seolah senior yang harus dihormati, sengak pemuda-pemuda itu makin bertambah.

“Turun kau, dek !!” salah seorang pemuda itu memegang motor Izam dan berusaha menyuruh Izam turun. Merasa tidak bersalah, Izam spontan berontak.

“Ada apa ini ?”

“Kau Calo, ya ?!!!” bentak pemuda berkulit gelap yang tadi menghentikan motor Izam. Kening Izam berkerut-kerut. Calo apaan ? Calon sarjana ?

“Kau yang masukkan anak-anak baru itu dalam barisan, khan ?” sambar yang rambutnya super tipis. Lipatan kerutan kening Izam makin berlapis. Ia memang stand by di sekitar lobi teknik untuk jualan label plastic untuk kartu ujian. Memang apa masalahnya ? Calo merusak barisan ? Apa pula itu ?

“Bukan, bang…Mana ada aku kayak gitu..!” elak Izam keras. Izam yang sudah berdiri di samping motornya langsung dicekal oleh si pemuda berkulit gelap. Kentara sekali pemuda itu sering latihan barbel. Otot-ototnya bertonjolan dibalik baju seragamnya yang ketat. Izam langsung menghentakkan tangannya. Tak sudi dia digelandang bagai tersangka oleh pemuda-pemuda sok kuasa itu. Sementara motornya sudah diamankan oleh pemuda yang wajahnya tampak familiar olehnya. Melihat Izam melawan, si pemuda berkulit gelap langsung naik pitam.

“Eh..melawan kau, ya ?!!!” langsung sebuah bogem melayang. Sigap Izam mengelak. ‘Kurang ajar betul…sudah berani main fisik rupanya si hitam ini !!’ batin Izam panas. Melihat pukulannya hanya menembus udara, si pemuda berkulit gelap makin gelap mata. Ia berusaha mencengkram Izam dan melayangkan pukulan. Dua orang temannya yang lain pun ikut ber’aksi’. Izam pun terpancing emosi. Ia menendang seorang pemuda berseragam dengan tendangan memutar mirip adegan di KARATE KID :D . Semakin brutal-lah aksi para mahasiswa itu. Sebuah motor lain yang kebetulan melintas melihat kejadian itu dan segera memberitahu teman-teman Izam di teknik.

Berikutnya kumpulan pemuda teknik langsung menyerbu kelompok mahasiswa berseragam yang berusaha mengeroyok Izam. Izam yang pernah berlatih tae kwon do itu rupanya berhasil mengelak dari serangan-serangan kelompok pemuda berseragam itu. Hal ini membuat pemuda berseragam itu makin kalap. Pemuda-pemuda teknik yang sebagian besar teman Izam langsung menyerang kelompok pemuda berseragam yang kelihatan sekali ‘timpang’. Berani-beraninya mengeroyok seorang mahasiswa…anak teknik pula lagi…. Berikutnya…gerombolan mahasiswa berseragam yang memang ngetem di teknik untuk menjaga keamanan di teknik karena adanya pendaftaran SNM-PTN pun mendengar ‘serangan’ itu. Beberapa dari mereka langsung menuju ke tempat kejadian. Aksi berikutnya, acara keroyokan itu bukannya tambah reda justru makin panas. Batu-batu berterbangan. Beberapa bahkan melihat kilatan samurai [panjang] berada di tengah aksi tolol itu. Setelah para ‘petinggi’ fakultas datang, barulah aksi mahasiswa itu berhenti.

Beberapa mahasiswa pulang dengan membawa memar dan luka bekas timpukan batu. Izam sendiri, meski berhasil mengelak dari serangan fisik, ia malah dapat ‘hadiah’ dari lemparan batu. Aksi konyol yang mengakhiri semester genap ini…sungguh sebuah pelajaran berharga yang sangat mahal bagi Izam. Ia bukan hanya belajar keras memperbaiki nilai-nilainya tapi juga belajar menyarungkan tinju dan tendangannya pada tempat yang benar..

Sebuah fiksi asal yang terinspirasi dari ruang lab sebelah … ;P

Di-TaG-in Award

Blog ini ketiban TaG plus AwaRD dari mas casrudi dan sobatku Uchie….*Thanks alot for both of you*. Tanpa berpanjang-panjang lebar maka TaG dan Award dari mas Casrudi dan “Friendship Emblem 2009″ [from uchi] dan ini akan kuserahkan pada ke-1o kepada sobat-sobat mayaku…*Please take this award as my appreciation for our friendship :) *

1. Mbak Wiend

2. Mbak Yoan

3. MuzDa

4. Mas Ando

5. Arm

6. Harri

7. Uchie *Chi…dirimu kedapatan TAG yang 23 pertanyaan itu, ya… :lol: *

8. Mbak Rina

9. Kak Kawanlama95

10. Mbak Aya_thi

Berhubung untuk Tag-nya mas casrudi harus menjawab 23 pertanyaan maka diriku pun harus menjawab 23 pertanyaan itu...Well, here we gooooo

  1. Five things found in my bag : alat tulis, HANDBOOK, Notebook, Flash disk, earphone.
  2. Five things found in my purse : KTP, Kartu ATM, Uang, Foto2 para Ganks :lol: , Berbagai macam KTA zaman baheula
  3. Five favourite things in my room : HANDBOOK, TV, Komputer, Buku, Selimut.
  4. Five things always wanted to do : Banyak hafalan [segala macam hafalan, termasuk hafal jalan-jalan :D ], Berlatih martial art, menyelesaikan ‘proyek pribadi’, became a real engineer :drooling:, menjadi hamba yang lebih Tawadhu..
  5. Five things I currently into : Muslimah yang sholehah, anak yang berbakti, Kakak yang baik, sahabat yang nyaman untuk berbagi, Tetangga yang santun..
  6. The person who inspired you now is : Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya ..
  7. Punya hand phone ? Punya
  8. Merk / tipe handphone ? Motorola V3i
  9. Warna/thema apa yg dipakai sekarang ? Silver blue ? Enggak begitu jelas teridentifikasi :D
  10. Wall paper ? Me and My Beloved Mom
  11. Warna casing ? Silver Hitam ? erhghgh
  12. Aplikasi/folder yg pertama kali kelihatan begitu tekan tombol menu ? Pesan, Agenda, Perangkat, iTunes, Setingan, Panggilan terkini, Buku Telpon, Extras, Games dan Aplikasi
  13. Bahasa yg digunakan di Hp ? Indonesia, broer :D
  14. Kapasitas baterai saat ini ? Masih dua batang…[maklum lagi nge-charge he..he..]
  15. Pakai slot memori / jenis ? internal dan eksternal
  16. Total kapasitas slot memori ? sisa kapasitas yg blm terpakai ? dua-duanya engga tahu…
  17. Choice ; banyak terisi utk apa memorinya ? Pesan sama foto
  18. Ada fitur koneksi Bluetooth ? Ada
  19. Nama Bluetooth kamu saat ini ? Maksudnya ?
  20. Aplikasi yg sering kamu gunakan ? SMS dan Kamera :D
  21. Sisa pulsamu saat ini ? Rp. 246,-
  22. Provider seluler yg kamu pakai ? SIMPATI, dong…
  23. Nomer Hp ? 08136555****

Sip..sip…Berikutnya Put serahkan award dan TaG ini pada yang berhak …monggo…silahkeun… :D

Ditulis dalam recently course. Tag: . 34 Komentar »

HockeY ?!?!

Hockey Es...permainan yang keras sangat ..

(sumber pic diambil dari sini)
Ada yang unik malam tadi, disela-sela mendownload up date-an antivirus, aku menonton sebuah film India yang dibintangi Shahrukh Khan. Kupikir tidak ada tarian di film itu [aku bahkan tak mendapati sepucuk tarian pun di sana saat menonton film itu mulai dari tengah film]. Keunikan film ini adalah, hanya satu bintang film India tenar yang aku kenali. Biasanya ada dua pemeran utama yang kedua-duanya adalah bintang tenar. Pemain lainnya, aku sama sekali tidak kenal bahkan baru pertama kali kulihat di film itu. Kupikir beberapa diantara mereka adalah bintang film karbitan…he..he.. Tidak ada gadis-gadis cantik yang seksi, yang ada hanyalah gadis-gadis India biasa yang berkulit keling [kupikir dari suku bangsa Dravida, kali, ya ?], tidak pendek dan juga tidak tinggi, tidak langsing seperti papan, bermata bulat dan bahkan ada yang bermata sipit [barangkali blasteran India-Cina]. Hm…hanya gadis-gadis biasa… Tapi ceritanya sama sekali tidak biasa…!

Ini film tentang hockey ! Tema yang agak berbeda dengan tema film India kebanyakan yang bernuansa cinta, kesedihan dan air mata. Sebetulnya ada juga film India yang memasukkan unsur olah raga sebagai bagian dari cerita seperti Rishtey [Apa benar tulisannya begitu, ya ? he..he.. Lupa, eui] dan yang lainnya. Tapi, film itu mengusung olah raga tinju. Sedangkan Hockey ????

Berbicara tentang Hockey di India sama saja dengan berbicara Bulu tangkis di Indonesia. Orang-orang India menyenangi hockey…meski rasanya mereka begitu maniak dengan cricket :D [Mirip bukan dengan bulu tangkis bagi orang Indonesia ? :lol: ]

Hockey tanpa lapangan es

(sumber pic diambil dari sini)

Kupikir tidak semua orang Indonesia mengenal hockey sebaik mereka kenal sepak bola, badminton, ataupun bola voli. Aku sendiri lebih mengenal hockey sebagai olah raga seluncur es yang populer di Amerika sono. Hockey es biasa dimainkan diatas es yang membatu dengan tongkat hockey yang seperti pengait dan ‘puck’ [bola khusus yang bentuknya pipih]. Para pemainnya biasa berpakaian rada tebal dengan pelindung bahu yang gedenya minta ampun. Karena bermain di es, tentu saja mereka harus pake sepatu es, pelindung lutut dan gigi serta sebuah helm. Dan satu lagi, hockey es sangat dekat dengan kekerasan. Maksudku, para pemainnya saling membenturkan bahu, mengait kaki lawan dan menghantam lantai es yang menjadi arena permainan mereka.

Maka, ketika film ini menceritakan tentang hockey versi India yang dimainkan tanpa arena es, aku pun tertarik. Jika dilihat sekilas permainan ini mirip dengan hockey es. Perbedaannya terletak dari jenis bola yang digunakan. Karena bola hockey [versi musim panas] adalah bola bulat mirip bola golf dengan ukuran yang agak besar. Mereka juga tidak memakai sepatu es tentunya :D . Pelindung yang digunakan pun tidak se-rame hockey es. Persamaannya adalah para pemain hockey ini harus menggiring bola ke gawang dengan tongkat hockey yang mirip pengait sambil terbungkuk-bungkuk :D .

Permainan tim selalu menarik untuk diikuti. Karena komunikasi antar pemain adalah kunci menuju kemenangan. Biar dirimu sebaik CR7 dalam menggocek bola, semantap Beckham dalam tendangan bebas, atau selihai Maradona di lapangan hijau, tapi kalo komunikasi tim-mu NOL maka tim-mu bakalan berlinang air mata karena menderita KEKALAHAN, [Jadi inget ama Real Madrid beberapa tahun lalu..he..he..]. Hal inilah yang sedikit banyak disentuh dalam film ini. Semangat para gadis itu [Karena ini film ttg Hockey wanita :D ] dalam mewujudkan impian menjadi pemain hockey hebat. Gadis-gadis kampung yang berbekal semangat dan kecintaan terhadap olah raga ini. Kisah yang bagus untuk disimak sekaligus untuk mempelajari tentang hockey. Setidaknya aku jadi tahu bahwa hockey dimainkan dalam dua babak yang masing-masingnya berdurasi 30 menit. Menggunakan perpanjangan waktu dan pinalty seandainya sampai waktu permainan berakhir tidak ada pemenang [Agak-agak mirip sepak bola.. :D ].

Oh, ya…Shahrukh Khan kebagian peran sebagai pelatih hockey yang dahulunya adalah pemain hockey terbaik di masanya.

Indonesia....JAYA !!! Hidup perBuluTangkisan Indonesia..

(sumber pic diambil dari sini)

Berbicara tentang hockey bagi India sama dengan membicarakan bulu tangkis bagi Indonesia…Jika di akhir film, India berhasil memenangkan pertandingan kejuaraan hockey wanita…Ingin sekali aku melihat Indonesia kembali memenangkan PIALA SUDIRMAN, PIALA UBER & THOMAS dan Kejuaraan ALL ENGLAND….Amin…Amin…


Personal Area

Bulan Juni ini, anak-anak sekolah sedang menikmati masa-masa bersantai mereka. Berlibur, menikmati hari-hari lepas dari tugas dan pe-er. Sementara para pelajar akhir sekolah justru sibuk mempersiapkan diri untuk masuk sekolah. Anak-anak SD yang bersiap mencari SMP favorit, berikutnya anak-anak SMP pun bergegas mencari SMU-SMU andalan. Dan para jebolan SMA memenuhi berbagai tempat bimbel untuk bertarung di SNM-PTN atau bahkan dI UMB. Semuanya bergegas, mencari dan menemukan simpulan masa depan mereka.

Seperti juga anak-anak kampus. Beberapa dari mereka sibuk menyiapkan mental untuk KKN, sementara yang lainnya meninabobokan diri mereka dalam liburan yang panjang atau justru berjibaku mengambil semester pendek. Maka, bulan ini pun, lab-lab kampusku terisi oleh mahasiswa yang melakukan penelitian. Ada yang sibuk masih sibuk mencari literatur dan prosedur penelitian dan banyak juga yang sedang dalam proses penelitian. Lab-lab berisi tabung-tabung reaksi, botol-botol zat, pipet, erlenmeyer yang bertuliskan nama kelompok penelitian mereka. Pipet-pipet yang tadinya milik publik itu sekarang sudah beralih kepemilikan untuk sementara. Berbekal surat pengggunaan lab dan peminjaman alat, lab dan alat-alat tersebut berada dalam kendali mereka :D .

Hal ini tentu saja untuk mempermudah penelitian mereka. Tentu saja tidak lucu jika mereka ingin menggunakan tabung reaksi, mereka harus meminjamnya terlebih dahulu ke grup lain yang juga sedang menggunakan tabung reaksi…Maka lab, untuk sementara menjadi areal pribadi mereka. Sungguh suatu bentuk kekuasaan yang unik.


(Sumber :http://istockphoto.com)
Ketika aku berkunjung ke lab lain, hal serupa pun terjadi. Di beberapa pojokan tertera tulisan, “Jangan di Ganggu, Penelitian N&L” atau “Jangan Memakai Alat-Alat Penelitian Ini…tertanda K&S”. Areal itu seketika menjadi begitu private. Beberapa penelitian memang memerlukan areal steril karena faktor-faktor seperti suhu atau ‘gangguan iseng’ justru dapat berakibat fatal. Tentu saja karena akan menghambat output dari penelitian mereka kelak. Jika keberadaan cahaya sangat berpengaruh terhadap penelitian mereka, biasanya saklar lampu akan menjadi objek ‘kekuasaan’ mereka. Di tombol turn off akan ditulisi “Jangan dimatikan” di sampingnya akan digambari tengkorak, persis icon ‘berbahaya ato dapat menyebabkan kematian’ pada label botol-botol zat kimia *sadis sangat..glek..!!*.

Teringat pula saat aku dan partner melaksanakan penelitian kami yang ‘dahsyat’ itu :mrgreen: . Areal paling belakang lab kami pilih sebagai areal kekuasaan kami. Di sana kami letakkan alat-alat penelitian kami yang ‘rada’ diluar kebiasaan. Syukurlah, tidak ada yang berani mengganggu alat-alat penelitian kami…kupikir untuk mendekat pun mereka akan pikir-pikir :lol: *he..he…*

Mematuhi aturan lab adalah sangat penting. Hal-hal remeh justru bisa berakibat ‘menambah waktu kuliah’ satu atau bahkan dua semester….Karena itu, jika ada rambu-rambu “Jangan dihirup”, berarti tidak boleh dihirup…Bahkan rangkaian alat yang keliru pun dapat menyebabkan terjadinya ‘re-research‘. Jadi, jangan pernah memakai prinsip, “Peraturan itu ada untuk DILANGGAR” jika kamu berada di Lab. :D

Kapas Rindu

Helaian-helaian kapas melayang dalam hembusan sepoi
Terbang rendah membawa setumpuk rindu
menjemputnya dalam benang-benang cinta

Namun kiloan rindu itu tak pernah menambah timbangannya
Helaian kapas itu justru semakin ringan
Menyanjung setiap impian dalam nada-nada pengharapan

Ia terbang lagi
Meninggi
karena rindu-rindu itu telah menjadi uliran doa
Yang memanjat
berbaur
dalam desahan tangis

Helaian kapas sampaikanlah rindu cinta ini……

Ketika Cinta Bertasbih the Movie

(sumber pic poster : dari sini )

Setelah berkali-kali melihat thriller film KCB, akhirnya aku putuskan untuk menulis sedikit tentang film ini. Film ini diterjemahkan secara visual dari novel dengan judul yang sama. Karya penulis Ayat-Ayat Cinta ini benar-benar dipersiapkan secara matang. Sebelum syuting dilakukan di Kairo, Mesir, tim KCB bahkan melakukan survei terlebih dahulu ke tempat-tempat yang disebutkan di dalam novel [tempat-tempat yang nantinya juga bakal dipakai dalam syuting film ini]. Yang tak tanggung-tanggung adalah para pemeran film ini didapatkan dari hasil seleksi yang ketat, seluruh Indonesia. Audisi puncak telah dilakukan 14 september tahun lalu dan berikut nama pemenangnya :

(sumber pic: http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/tokoh/kcb.jpg)

1. M. CHOLIDI ASADIL ALAM sbg. AZZAM

Cholid, lahir pada tanggal 30 Maret 1989 adalah salah seorang santri di Pesantren Darul Islah, ia juga menjadi distributor salah satu produk sarung di Jawa Timur untuk dipasarkan ke Jakarta.

2. OKI SETIANA DEWI sbg. ANNA

Oki awalnya mendaftar untuk memerankan karakter Husna, namun kemudian ia disarankan oleh juri untuk masuk dalam kelompok pemeran Anna. Oki yang kelahiran Batam, 13 Januari 1989 ini adalah mahasiswa UI jurusan sastra Belanda.

3. ANDI ARSYIL RAHMAN PUTRA sbg. FURQON

Arsyil, pria asal Makassar kelahiran 15 September 1987, saat ini menjalani hari-harinya sebagai Mahasiswa di STIMIK Dipanegara, juga sebagai Duta Pariwisata Kota Makassar.

4. ALICE SOFIE NORIN sbg. ELIANA

Aktris yang satu ini telah lama dikenal masyarakat lewat berbagai peran yang telah ia mainkan di berbagai tv nasional. Alice yang lahir di Norwegia, 19 Januari ini bahkan mendatangkan guru ngaji 4x seminggu untuk mengasah kemampuan mengajinya.

5. MEYDA SEFIRA sbg. HUSNA

Meyda yang urang Bandung ini pernah meraih mahasiswa berprestasi ITENAS jurusan Teknik Lingkungan tahun 2008. Dara kelahiran 20 Mei 1988 ini ternyata sejak kecill sudah akrab dengan dunia modelling.

Terus terang melihat aksi-aksi di thrillernya, aku rada puas. Kenapa ? Karena sepertinya film ini memvisualisasikan novelnya dalam koridor yang searah. Dan betapa senangnya saat melihat dua buah piramid ‘nongol’ di film ini, dalam bentuk yang sejatinya :lol: . Tampilan pasar Kairo…[hm..rotinya besar-besar, ya ?], bus-busnya [yang kalo dilihat2 mirip ama yang di Pekanbaru he..he..], taksinya [jenis taksi yang unik..he..he..] dan yang menarik adalah ada beberapa tempat menarik yang tersorot dalam thriller dan video klip Ketika Cinta Bertasbih yang dibawakan Melly Goeslow dan Amee. Satu hal lagi, penulis novel ini, Habibburahman El Shirazy, juga ikut berperan sebagai ustad Muhjab. Ustad ini tempat Azzam menyampaikan lamarannya untuk Anna.

Yang paling penting dari film ini adalah concern sutradaranya, yakni Pak Chairul Umam yang ingin agar film ini lebih fokus pada perjuangan Azzam dan nilai-nilai dakwah. Kisah cinta yang muncul adalah side effect dari film ini, sebagaimana kisah dalam novelnya.

Ketika Cinta Bertasbih

tayang 11 Juni 2009 di Bioskop-Bioskop seluruh Indonesia..


Ketika ‘Sharing’ berubah menjadi ‘Meja Hijau’

Setiap orang terbiasa mencurahkan isi hatinya, keluhan dan ketidaknyamanan yang melanda dengan berbagai
cara. Mulai dari berekreasi, berteriak-teriak, mendengar musik sampai menulis. Dan bu Prita Mulyasari memilih cara terakhir untuk ‘berbagi’.
Ia menuliskan kekecewaannya tentang pelayanan dari salah satu RS internasional. Email yang menyebar melalui milis ini kemudian mendapat respon dari RS tersebut sebagai pencemaran nama baik. Bu Prita pun kemudian ditahan di LP wanita Tangerang, Banten sejak 13 Mei 2009.

Bu Prita didakwa melanggar Pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ancaman pidana Pasal 27 Ayat 3 UU ITE adalah 6 tahun kurungan penjara.

Tanggal 11 Mei 2009, PN Tangerang memenangkan gugatan RS Internasional tsb. Putusan perdata menyatakan bahwa bu Prita terbukti melakukan perbuatan hukum yang merugikan RS Omni. Hakim memutuskan bu Prita membayar kerugian materiil sebesar Rp 161 juta sebagai pengganti uang klarifikasi di koran nasional dan Rp 100 juta untuk kerugian imateriil. (sumber :http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/06/03/06060599/prita.saya.pengin.pulang….)
Bu Prita kemudian mengajukan banding dan persidangan akan dilakukan 4 Juni mendatang.

Hari ini kita melihat bagaimana sebuah kebebasan menulis terampas. Bagaimana bisa sebuah tulisan tentang kekecewaan justru menyeret penulisnya ke pengadilan ? Bukankah sebaiknya kita yang dikritik berhati lapang dan bersegera memperbaiki diri…?

Wallahualam…

Update :
Sore ini, 3 Juni 2009, Bu Prita dilepaskan dari LAPAS WANITA Tangerang karena dikabulkannya pengalihan status tahanan, dari tahanan tetap menjadi tahanan kota. Hal ini memungkinkan bu Prita untuk bertemu kembali dengan kedua anak-anak tercintanya, yang telah 20 hari tidak bertemu fisik. Diakui oleh KaLapas Wanita, bahwa dikabulkannya pengalihan status ini setelah adanya dukungan/desakan dari masyarakat luas dan pejabat pemerintah. Hal unik lainnya adalah, penerapan Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) justru akan diterapkan pada tahun 2010 *hal ini sesuai dengan running text yang berjalan di Metrotv sekitaran pukul 20.30 WIB*

OOT :
Email bu Prita yang selama ini diperbincangkan bisa dilihat di sini

Delivery Service


sumber pic:http://istockphoto.com
Hari-hari belakangan, pria-pria berseragam batik dengan motor box sering mampir ke kawasan eF. Pria-pria itu datang menenteng plastik hitam yang isinya menyangkut hajat hidup para mahasiswa yang nge-lab di kampus. Mahasiswa-mahasiswa yang malas keluar dari peraduan mereka karena harus 24 jam mengawasi ’masa depan’ mereka. Yupe…para pria pembawa ’hidup’ mahasiswa lab itu adalah para abang-abang delivery dari berbagai Rumah Makan yang bertebaran di sepanjang HR. Soebrantas. Betapa berartinya pekerjaan abang-abang delivery ini bagi mahasiswa-mahasiswa lab-an….

Istilah delivery ini tampaknya dimulai ketika usaha restoran siap saji menggelora. Pertama sekali melihat ’profil’ ini adalah saat menonton film-film amerika. Pria muda bertopi dengan tas selempang mereka akan berada di depan pintu rumah sambil menyodorkan pizza pesanan. Hm…apa kalo di Amerika delivery servicenya kebanyakan restoran pizza, ya ?

Delivery Service adalah salah satu keistimewaan dari rumah makan/restoran. Pelanggan merasa terbantu dengan system pelayanan ini. Cukup duduk santai di rumah, pencet nomor telepon dan dalam beberapa menit ‘pria-pria’ itu akan datang membawa pesanan. Kocek pun tidak terlalu dalam tergali. Orang-orang yang sibuk dengan aktivitasnya di rumah atau di kantor jadi lebih termudahkan.

Servis sederhana yang justru mempunyai arti penting dalam menarik hati pelanggan. Apalagi sekarang banyak yang lebih mengutamakan kecepatan [biasanya yang di resto cepat saji di luar negeri yang menerapkan hal ini] dan kualitas pesanan, misalnya makanan tetap hangat meski melalui perjalanan yang memakan waktu.
Saya pikir, yang paling penting dalam bisnis restoran atau apapun yang berkaitan langsung dengan pelanggan adalah pelayanan. Semakin baik anda melayani pelanggan semakin senanglah mereka dan anda akan mendapat kepercayaan dari mereka…

Get Stuck

*pic:http://istockphoto.com*

Tak mengherankan jika orang-orang yang berada dalam keadaan yang terdesak akan dilanda kepanikan dalam kurun waktu tertentu. Pernah menonton film Panic ? Di sana kita akan melihat bagaimana seorang ibu begitu panic karena mengetahui rumahnya di susupi orang tak dikenal sementara ia hanya berdua saja dengan anaknya di sebuah rumah yang besar.

Tak berbeda dengan film tsb, kita pun sering kali terjebak dalam hal-hal yang menguras emosi dan energi sekaligus menuntut logika kita untuk bertindak.
Misalnya saat kita tiba-tiba terjebak di dalam WC *hal yang paling sering terjadi di film dan sinetron :D , meski realitanya sering juga terjadi di dunia nyata*, menghadapi kecelakaan lalin, ada di kerumunan tawuran, melihat kebakaran, bertemu dengan orang gila, atau bahkan dipelototin anjing gila. Masing-masing kondisi menuntut respon yang berbeda dari tiap orang.

Tapi yang jelas, kita tidak boleh panic. Hal yang paling mendasar bagi seorang manusia adalah mengetahui bahwa tiada yang dapat menolong kecuali Robb-Nya. Allah azza wa Jalla pasti berada bersama kita dan akan menolong kita. Maka kita harus yakin itu…yakin bahwa akan selalu ada jalan keluar dari setiap ‘jebakan’ yang menimpa kita. Mengetahui bahwa ‘kita akan selamat’ akan memberi energi positif untuk diri kita sehingga kita bisa mengambil keputusan yang bijak untuk langkah berikutnya. Alih-alih jika kita merasa sudah tidak ada lagi harapan, energi kita akan lesap seperti baterai HaPe yang bocor, menghilang tiba-tiba. Otak yang sebenarnya begitu genius untuk memikirkan segala sesuatunya mendadak lumpuh tak berdaya. Barangkali ini yang disebut Emotional Question, ya ? *Duh SoToY, dah.. :P *
Berikutnya, kita harus selalu meletakkan ‘mata’ dibelakang punggung kita alias berhati-hati atau kalo kata pepatah Sedia payung sebelum hujan :D . Ketika kita berada di tempat baru, perhatikan sekelilingnya. Lihat baik-baik dimanakah tempat keluarnya, jalan keluar pintas yang bisa kita gunakan jika terjadi sesuatu. Bahkan melihat arah angin. Ini adalah pelajaran yang kuterima saat mengikuti kuliah keselamatan pabrik saat di bangku kuliah plus pengalaman pribadi..he..he..
Sedikit bercerita…
Dulu kami sekeluarga mengunjungi nyai yang berada di Bengkalis dengan menaiki kapal motor. Di tengah perjalanan, kapal motor itu mogok dan tercium aroma yang tidak mengenakkan. Kami sekeluarga dan penumpang lainnya heran dan berusaha mencari tahu penyebab berhentinya kapal. Beberapa wajah orang tua mulai tampak khawatir, sementara yang anak-anak seperti kami ini hanya diam saja menanti respon orang tua. Yang ada di benak ku dan adik-adik adalah bagaimana caranya kami berenang menuju ke tepian karena saat ini kami berada di tengah sungai. Kami sudah khawatir saja kapal itu akan tenggelam. Ibu sibuk berzikir dan berusaha menenangkan kami. Hanya bapak yang sibuk menggedor-gedor jendela kapal.
Syukurlah, kejadian itu tidak berlangsung lama. Karena segera diketahui, sumber masalah bisa segera di atasi dan kapal pun akhirnya mulai bergerak kembali. Aku melihat kelegaan yang sangat tergambar pada penumpang yang ada di sekitar kami. Begitu juga di wajah kedua orang tuaku. Karena rasa penasaran, akupun bertanya pada bapak mengenai sikapnya yang agak diluar kebiasaan itu.
“Tadi kenapa bapak menggedor-gedor jendela, pak?”
“hm..itu untuk melihat apakah jendela itu bisa didobrak ato tidak…”
“kenapa ?”
“iya..kalo terjadi apa-apa, kita bisa keluar lewat jendela..” jawab bapak tenang.
Aku pun mengangguk membenarkan. Terpikir olehku, puluhan penumpang akan berdesak-desakan keluar dari 3 atau 4 pintu yang ada, sementara kapal sudah tidak sanggup lagi mengapung di perairan. Kita perlu jalan keluar yang lain…dan itu adalah jendela..Tapi tentu saja kita harus mengukur, apakah jendela itu bisa didobrak ato tidak…
Sejak itu aku selalu mengukur ketebalan jendela kapal laut *tentu saja dengan mengira-ngira bukan dengan menggedor-gedornya.. :D *, melihat dimana pelampungnya dan hal-hal lain.
Seperti juga saat berada di lingkungan lain..terutama di pabrik kimia. Sangat penting mengetahui arah angin. Karena saat terjadi kebakaran atau kebocoran bahan kimia yang menguap, zat atau api akan bergerak sesuai hembusan angin. Untuk itu, kita perlu menyelamatkan diri ke arah yang berlawanan, menggunakan tisu basah agar tidak menghirup zat kimia yang berbahaya dan segera berkumpul di tempat darurat. Tempat darurat yang biasanya digunakan jika terjadi kejadian luar biasa di pabrik.

Yupe..segitu dulu sekilas tentang terjebak dan sedikit2 keselamatan pabrik…semoga bermanfaat.. :D

Cita Rasa Lain dari Potongan KP

Ini sebuah kisah lain dari perjalanan kerja praktekku dulu, hal-hal remeh yang sampai sekarang pun aku masih suka merasa lucu jika mengingatnya. Dan justru, memberikan sebuah kesadaran yang berbeda tentang diriku. Betapa naifnya diriku *ato polos..he..he..* dan ‘tertinggal’nya diriku dalam memandang hidup yang terus merangkak naik…

“Mas itu belum nikah, lho, Put…”sahut partnerku berbisik. Aku mengangkat kepalaku yang sedang tertunduk membaca catatan proses, khawatir dapat respon mendadak seperti kemarin. Kemarin saat pertama kali melapor, kami tiba-tiba saja langsung di’respon’ oleh si Bapak dengan pertanyaan mendasar, yang anehnya materi itu sudah kubaca berhari-hari sebelumnya, namun jawaban yang keluar dari mulutku penuh dengan keraguan. Hal yang sama sekali tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa KP seperti diriku.
“Sok tahu kamu, D ” *Pake inisial aje, ye..he..he..*
“Eh, beneran…di jarinya gak ada cincin kawin lo, Put” sambarnya sungguh-sungguh.
Aku hanya mengerenyit heran..sempat-sempatnya memperhatikan jari orang…Apa perlunya melihat jari seseorang dihiasi cincin ato tidak..menikah atau tidak…Cari kerjaan saja…pikirku saat itu.
“he..he…” aku hanya menanggapi ucapan partnerku itu dengan cengiran aneh khas mahasiswa baru.

Besok-besoknya, saat kami harus berkunjung ke unit-unit yang lain memperhatikan dengan seksama alur-alur proses, yang menurutku sangat bombastis he..he…, dan berkenalan dengan orang-orang unit. Tanpa sadar aku jadi ikut memperhatikan jari2 para bapak di sana. Wah, gawat, nih..masa aku jadi ketularan si D, sih…Sibuk-lah aku memperhatikan hal-hal lain yang menurutku lebih ‘pantas’ dilakukan seorang mahasiswa *cie…cie…*

Aku dan beberapa teman baruku selalu bertemu di masjid pabrik yang letaknya di luar areal plant. Di sana kami akan berdiskusi tentang aktifitas pada hari itu, apakah sudah manjat ‘Cooling Water’ apa belum ? Sudah melihat reformer-kah? Unit-unit lainnya….hubungan dengan para ‘big bos’ di sana dan ini dia yang membuatku senyum-senyum..saat mereka menceritakan tentang ‘mas-mas’…he..he… Aku hanya senyum-senyum saja mendengar cerita mereka, bagaimana mereka menjadikan hal tersebut guyonan *yang bagiku pun lucu*. Ternyata bukan hanya si D yang memperhatikan ‘jari-jari para mas-mas itu’ he…he… Jadi ceritanya pada menyelam sambil minum arak, ya….he..he..

Segitu aja, ah…ceritanya…daripada bengong-bengong malah nulis postingan antah berantah begini…he..he..