Kerja Praktek…..Kerja Praktek
Sebagaimana mahasiswa teknik lainnya, kerja praktek adalah suatu keharusan yang kudu dijalanin (maklum…termasuk salah satu mata kuliah). Maka akupun termasuk dalam deretan orang-orang yang sibuk mencari tempat kerja praktek yang cocok (dan menerima kami tentunya :D). Sesuai dengan bidang ilmuku akhirnya aku memutuskan untuk kerja praktek di PUSRI alias Pupuk Sriwidjaya. Alhamdulillah, aku dan seorang temanku diterima di sana. Rasanya sangat menyenangkan. Kamipun mulai menyiapkan materi tentang proses pembuatan pupuk dan membaca hal-hal yang berkaitan dengan hal tsb.
Deg…deg…deg…rasanya hati ini berdebar-debar saat menyaksikan tower-tower absorber yang menjulang, crystalizer yang kokoh berdiri, cooling tower yang menyimprat-nyimpratkan air. Uhm….begitu menyenangkan.
Meski begitu, hari pertama kami tidak langsung ke pabrik tapi diberi pengarahan dulu di diklatnya. Kami bertemu dengan beberapa mahasiswa lain, ada yang dari UGM, STP Jakarta, UNSRI. Tidak begitu banyak mahasiswa jawa yang KP waktu itu. Kebetulan kami KP-nya bulan September sementara mahasiswa jawa lainnya KP pada bulan Juli-Agustus. Aku berkenalan dengan teman-teman dari UNSRI dan STP Jakarta. Sayang sekali kami berbeda lokasi pabrik. Aku dan temanku ditempatkan di PUSRI IV. Keesokkannya, barulah kami melaksanakan kerja praktek di pabrik masing-masing.
Terus terang, menyaksikan PUSRI yang begitu luas dengan konsep tata letak yang begitu ‘pas’ rasanya sangat menyenangkan.

note: Foto-foto ini diambil dari mbah google…
Aku sudah sering melihat konsep Lay Out yang dibuat para seniorku di Tugas Akhir mereka dan rasa-rasanya Lay Out PUSRI ini mirip dengan Lay Out tsb. Semakin hari, aku semakin mengagumi bangunan beton yang terpancang kuat di bumi Sriwidjaya ini. Hatiku seolah menjerit-jerit kesenangan saat melihat bagaimana furnace, yang jika dari luar hanya terlihat seperti mobil box hitam, menyala-nyala mengeluarkan api yang begitu panas tepat dibawah kakiku. Wow…Gila…!!
Cooling tower yang begitu tinggi dan aku selalu kecipratan airnya jika berjalan melewatinya seakan jadi tugu selamat datang. Aku kagum…amaze...seolah menyadarkanku..Beginilah kelak jika kami benar-benar membangun menara Destilasi, Absorber, Stripper, Prilling Tower. Memandanginya seolah memandangi karya besar kami (heleh..heleh…agak berlebihan, nih :D). Seperti arsitek yang memandangi bangunan hasil rancangannya, kurasa seperti itulah aku memandangi tower-tower itu :D. Kurasa inilah yang menambah my desire, passion atas teknik kimia. Rasa cinta...yang aku akui tumbuhnya telat :(. Yah..biarlah telat asalkan sekarang rasa cintaku itu tumbuh tinggi menjulang menggapai langit (he..he…).
Berhubung aku punya sedikit foto-foto koleksi pribadi, kenang-kenangan waktu di PUSRI dulu, jadi aku ingin share sedikit dengan teman-teman. Ini nih foto-fotonya :
Head Office Pupuk Sriwidjaya Tempat aku dan yang lain lunch
Tempat melepas ‘dahaga‘ akan kerinduan
Hm..terus terang, cerita kerja praktek ini adalah kisahku dua tahun lalu…mudah-mudahan memberi semangat buat teman-teman yang juga akan/atau bahkan sedang kerja praktek..Semoga kita semakin mencintai ilmu ini..dan memajukan bangsa kita. Amin..







Ketenaran terkadang membawa seseorang jauh dari fitrah dirinya yang sebenarnya.Istilah kerennya adalah ‘Losing their Identity’ .Mereka seakan bukan dirinya sendiri karena mereka merasa dunia baru mereka (dunia keselebritisannya) adalah dunia yang sama sekali berbeda dengan dunia mereka sebelumnya. Padahal, sebenarnya tidak. Mereka toh, tetap saja berjibaku dengan berbagai permasalahan hidup [yang bahkan jika dipikir-pikir jauh lebih banyak dan rumit ketimbang sebelum mereka jadi seleb/artis]. Mereka tetap harus bayar listrik, tetap harus sekolah (kecuali kalo mereka ingin memori otak mereka hanya sampai taraf medium :D), tetap naik angkot jika mobil mereka tiba-tiba mogok, tetap harus beribadah.
Mungkin diantara kita pernah menjadi Seleb Sekolah, menjadi terkenal seantero sekolah. Semua guru, mbak2/mas2 yang di kantin, siswa baik junior maupun senior mengenal diri kita bahkan pak satpam semuanya mengangguk tersenyum saat bertemu kita, memanggil nama kita. Wuh! Betapa hebatnya…Selebriti kelas wahid se-sekolahan :D. Kenapa kita bisa terkenal ? Ada beberapa hal penyebabnya diantaranya:
Mereka, kawula muda, terbiasa menemukan reagensia mereka dari lingkungan sekitar. Seperti apa orang tua mereka berinteraksi, teman-teman mereka bahkan 