Kerja Praktek…..Kerja Praktek

from sarolangunjambiSebagaimana mahasiswa teknik lainnya, kerja praktek adalah suatu keharusan yang kudu dijalanin (maklum…termasuk salah satu mata kuliah). Maka akupun termasuk dalam deretan orang-orang yang sibuk mencari tempat kerja praktek yang cocok (dan menerima kami tentunya :D). Sesuai dengan bidang ilmuku akhirnya aku memutuskan untuk kerja praktek di PUSRI alias Pupuk Sriwidjaya. Alhamdulillah, aku dan seorang temanku diterima di sana. Rasanya sangat menyenangkan. Kamipun mulai menyiapkan materi tentang proses pembuatan pupuk dan membaca hal-hal yang berkaitan dengan hal tsb.

Deg…deg…deg…rasanya hati ini berdebar-debar saat menyaksikan tower-tower absorber yang menjulang, crystalizer yang kokoh berdiri, cooling tower yang menyimprat-nyimpratkan air. Uhm….begitu menyenangkan.

Meski begitu, hari pertama kami tidak langsung ke pabrik tapi diberi pengarahan dulu di diklatnya. Kami bertemu dengan beberapa mahasiswa lain, ada yang dari UGM, STP Jakarta, UNSRI. Tidak begitu banyak mahasiswa jawa yang KP waktu itu. Kebetulan kami KP-nya bulan September sementara mahasiswa jawa lainnya KP pada bulan Juli-Agustus. Aku berkenalan dengan teman-teman dari UNSRI dan STP Jakarta. Sayang sekali kami berbeda lokasi pabrik. Aku dan temanku ditempatkan di PUSRI IV. Keesokkannya, barulah kami melaksanakan kerja praktek di pabrik masing-masing.

Terus terang, menyaksikan PUSRI yang begitu luas dengan konsep tata letak yang begitu ‘pas’ rasanya sangat menyenangkan.

note: Foto-foto ini diambil dari mbah google…

Aku sudah sering melihat konsep Lay Out yang dibuat para seniorku di Tugas Akhir mereka dan rasa-rasanya Lay Out PUSRI ini mirip dengan Lay Out tsb. Semakin hari, aku semakin mengagumi bangunan beton yang terpancang kuat di bumi Sriwidjaya ini. Hatiku seolah menjerit-jerit kesenangan saat melihat bagaimana furnace, yang jika dari luar hanya terlihat seperti mobil box hitam, menyala-nyala mengeluarkan api yang begitu panas tepat dibawah kakiku. Wow…Gila…!!

Cooling tower yang begitu tinggi dan aku selalu kecipratan airnya jika berjalan melewatinya seakan jadi tugu selamat datang. Aku kagum…amaze...seolah menyadarkanku..Beginilah kelak jika kami benar-benar membangun menara Destilasi, Absorber, Stripper, Prilling Tower. Memandanginya seolah memandangi karya besar kami (heleh..heleh…agak berlebihan, nih :D). Seperti arsitek yang memandangi bangunan hasil rancangannya, kurasa seperti itulah aku memandangi tower-tower itu :D. Kurasa inilah yang menambah my desire, passion atas teknik kimia. Rasa cinta...yang aku akui tumbuhnya telat :(. Yah..biarlah telat asalkan sekarang rasa cintaku itu tumbuh tinggi menjulang menggapai langit (he..he…).

Berhubung aku punya sedikit foto-foto koleksi pribadi, kenang-kenangan waktu di PUSRI dulu, jadi aku ingin share sedikit dengan teman-teman. Ini nih foto-fotonya :

Tempat aku dan yang lain lunch

Head Office Pupuk Sriwidjaya         Tempat aku dan yang lain lunch

Tempat melepas ‘dahaga‘ akan kerinduan

Perpustakaan..Tempat kumenghabiskan sisa masa KP

Perpustakaan..Tempat kumenghabiskan sisa masa KP

Anjungan Kapal milik PUSRI dilihat dari Prilling Tower

Anjungan Kapal milik PUSRI dilihat dari Prilling Tower

Hm..terus terang, cerita kerja praktek ini adalah kisahku dua tahun lalu…mudah-mudahan memberi semangat buat teman-teman yang juga akan/atau bahkan sedang kerja praktek..Semoga kita semakin mencintai ilmu ini..dan memajukan bangsa kita. Amin..


Seberapa TerkenalKah ?? (Part 2)

Ketenaran terkadang membawa seseorang jauh dari fitrah dirinya yang sebenarnya.Istilah kerennya adalah ‘Losing their Identity’ .Mereka seakan bukan dirinya sendiri karena mereka merasa dunia baru mereka (dunia keselebritisannya) adalah dunia yang sama sekali berbeda dengan dunia mereka sebelumnya. Padahal, sebenarnya tidak. Mereka toh, tetap saja berjibaku dengan berbagai permasalahan hidup [yang bahkan jika dipikir-pikir jauh lebih banyak dan rumit ketimbang sebelum mereka jadi seleb/artis]. Mereka tetap harus bayar listrik, tetap harus sekolah (kecuali kalo mereka ingin memori otak mereka hanya sampai taraf medium :D), tetap naik angkot jika mobil mereka tiba-tiba mogok, tetap harus beribadah.

Permasalahannya, terkadang banyak mereka yang setelah ‘ngartis’ justru lupa dengan kehidupan reliji mereka. Seperti banyak orang tua bilang, Harta menyilaukan hati-hati mereka…

Bukankah semakin kaya kita maka semakin dermawanlah kita…Semakin terkenal kita semakin rendah hatilah kita…Seperti padi…yang kian berisi kian merunduk.

Saya jadi teringat beberapa sahabat Rasulullah SAW yang dengan kekayaannya justru berjuang di jalan Allah SWT. Sebut saja Usman Bin Affan, Abu Bakar Siddiq, Abdurrahman Bin Auf adalah sedikit dari sekian banyak sahabat nabi yang merupakan orang2 jutawan di zamannya sekaligus dermawan yang luar biasa. Abu Bakar bahkan menginfaqkan seluruh hartanya di jalan Allah SWT. Subhanaallah….Kekayaan yang melimpah tidak membuat mereka lari dari fitrah yang sebenarnya. Mereka justru semakin taqwa dan dekat dengan Allah SWT. Keterkenalan mereka tidak membuat mereka jauh dari Robb mereka. Karena apalah arti ke-terkenal-an…toh takkan dibawa sampai ke akhirat, pos terakhir umat manusia. Betapa beruntungnya orang-orang yang terkenal di dunia dan juga akhirat…Yang nantinya bakal disapa dengan senyum Sumringah Malaikat Ridwan….Betapa beruntung dan menyenangkannya….

Aku ingin sekali se-terkenal itu….

SebeRapa TerKenalkah ??

Mungkin diantara kita pernah menjadi Seleb Sekolah, menjadi terkenal seantero sekolah. Semua guru, mbak2/mas2 yang di kantin, siswa baik junior maupun senior mengenal diri kita bahkan pak satpam semuanya mengangguk tersenyum saat bertemu kita, memanggil nama kita. Wuh! Betapa hebatnya…Selebriti kelas wahid se-sekolahan :D. Kenapa kita bisa terkenal ? Ada beberapa hal penyebabnya diantaranya:

1.Barangkali kita anak jenius yang mewakili sekolah ke berbagai olimpiade bergengsi [yah, semacam IBO(International Biology Olimpiade), IMO(International Mathematic Olimpiade), IPhO(International Phisych Olimpiade), IChO(International Chemistry Olimpiade)]

2.Ketua Osis dan segala perangkat-perangkatnya. Soalnya kamu (terlalu) sering berdiri di depan kelas memberikan pengumuman buat siswa-siswa lain. Mau gak mau mereka bakal ‘mengenang’ wajahmu.. :D

3.Anak seleb..[barangkali saja kedua orang tua kita berkecimpung di dunia entertainment dan mereka gak sungkan2 buat nyambangi sekolahmu ]

4.Anak Bengal, tukang ribut, King of Keonaran, Pengunjung tetap ruang kepala sekolah..Tak heran semua orang akan memandang dirimu saat kamu berjalan di tengah-tengah mereka

5. dan anak-anak lain yang mungkin saja tiba-tiba muncul sebagai seorang seleb…Misalnya tiba-tiba saja kamu menang Indonesian Idol, menang di Deal or No Deal..

Yah..nama kita seakan harum mewangi, bertebaran di mana-mana. Rasanya sungguh menyenangkan [Duh, seolah pernah jadi seleb aja...Padahal cuma dikenal sama temen2 seangkatan :D]. Tapi, apakah pernah ada orang..wait…seseorang yang namanya Long Lasting Time?, abadi sepanjang masa…Let’s we check it slowly..

Kita mulai dari tokoh selebritis dunia (biasanya yang dari hollywood, nih)

# Jimmy Hendrix, seorang gitaris yang menjadi inspirasi buat para gitaris elektrik modern saat ini. Marilyn Monroe, terlahir dengan nama baptis Norma Jeane Mortenson, ia adalah seorang artis yang begitu terkenal karena penampilannya di film2 yang ia bintangi. Elvis Presley, seorang legenda rock ‘n roll yang amat mendunia di zamannya. Dan lain-lain…[Saya yakin anda semua bahkan lebih baik dalam mengenal para tokoh superstar selebriti ini ketimbang saya :D]

Hidup dalam kemeriahan dunia dan melupakan jati diri mereka…

Siapakah Dirimu (baca : aku ) Sebenarnya ?

dioprek dari url ini..

Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh anak-anak muda dan orang-orang yang putus harapan, tentang seperti apa dirinya yang sebenarnya. Mereka bingung dengan jati diri mereka, seperti apa masa depan (mereka) kelak ? Sebenarnya saya sudah sering mendengar pertanyaan ini namun entah kenapa ketika (sekali lagi) mendengarnya saat menonton Avatar (he..he..umur segini masih nonton film kartun ?), saya tiba-tiba ingin menulis tentang hal ini (baca: jati diri) di blog ini.

Mereka, tatkala ia akil baligh akan mencoba menemukan sebuah ‘formula’, tentang siapa dirinya yang sebenarnya. Mencoba merancang masa depan dengan ‘formula’ yang mereka punyai. Meramunya dalam tabung reaksi bernama ‘jiwa‘ dan ‘jasmani’. Yang paling penting adalah bagaimana mereka menemukan formulanya…seperti Pak de Einstein menemukan hukum relativitas yang terkenal itu “E=MC2″.

Mereka, kawula muda, terbiasa menemukan reagensia mereka dari lingkungan sekitar. Seperti apa orang tua mereka berinteraksi, teman-teman mereka bahkan pembantu mereka, tetangga mereka.

Padahal, ramuan yang paling mujarab sudah ada (bahkan lengkap satu paket dengan petunjuk pemakaian dan cara meramu) dalam sebuah “master piece” yang begitu dahsyat bernama Islam. Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa hidup mereka di dunia ini hanya sementara…Just a little bit time. Karena kelak…mereka akan hidup kekal di akhirat. Kebahagian yang sesungguhnya…

Jika pemuda-pemuda itu bingung..akan jadi apa mereka kelak ? Mereka bisa melihat kembali apa tujuan setiap manusia diciptakan ke dunia ini. Bukankah manusia diciptakan untuk beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi ini ? Maka kita harus punya kemampuan me’manage‘ diri. Bagaimana mengatur dunia yang begitu besar jika kita saja masih susah mengatur diri sendiri? Masih sibuk mengikat tali sepatu di garis start sementara orang lain telah berlari menuju finish…

Kita telah satu paket dalam cita-cita dan impian kita. Jadi, segera kenali dirimu…susun rencana dan bergegaslah…Jika masih butuh waktu untuk meramu formula, kita bisa minta bantuan orang-orang terdekat kita, ayah-ibu, kakak-adik, opa-oma, tante-om, pak de- bu de, atau sahabat yang baik (sahabat yang membawa ke arah kebaikan bukannya ke jalan buntu yang tak berujung). Tapi yang paling penting adalah berdoa kepada Yang Maha Memberikan Kemudahan. Karena kita takkan menemukan siapa diri kita yang sebenarnya tanpa mengenal DZat yang menCiptakan diri kita...

Selamat meramu Formula dirimu…. Semoga menemukan racikan yang tepat :)

Kenapa Hijau ?

Hijau adalah warna yang membuat mata menjadi sejuk, dingin dan kalem. Apalagi saat semingguan dirimu menghadapi komputer. Mata jadi aneh. Seperti berkedip-kedip tapi sebenarnya tidak…Mata terasa kering dan sangat tidak nyaman…

Maka setiap kali keluar dari lab, aku akan memuaskan dahaga akan warna hijau…hijau..dan hijau. Meski mata akan menyipit seperti orang yang baru keluar dari gua.

Berikut adalah tip-tip saat bekerja dengan komputer (Mungkin sudah banyak yang tahu…tapi gak pa-pa lah sekedar mengingatkan kembali :) )

1. Blink alias berkediplah agak beberapa menit. Salah satu tujuannya agar mata tidak menjadi kering.

2. Usahakan untuk mengalihkan pandangan dari layar monitor ke arah lain (pandangan jauh) setelah terlalu lama menghadap komputer (Kalo tidak salah, setelah kita berhadapan dengan PC selama lebih Kurang 2 jam
Saranku, sih…kurang dari 1 jam justru lebih baik).

3.Minum susu ..(seperti habis keluar dari lab, ya..?)

Maka dari ketiganya yang paling ku sukai adalah melihat ke arah kejauahan…Apalagi melihat yang hijau-hijau :D

….TUA……..

Tubuh ringkih

Saat gerak motorik tak lagi sejalan dengan serabut neuron-neuron

Melambat secara slow motion yang masih di pause per detik

Satu… awas..satu…

Mengeja kehati-hatian

Dalam derap langkah

Mengoleksi tiap cahaya putih

Dalam selubung retina bermuara di bintik kuning

Menjelaskan yang berbayang

Menghitamkan yang memudar

Mewarnai yang tercerahkan

Inilah janji…

Janji yang ditepati Sang Waktu

Pada si pemilik jiwa

Mengumpulkan kembali agenda yang terserak

Menyatukannya dalam jurnal kehidupan

Menyongsong sebuah kepastian

Kepastian akan sebuah Kehidupan

inspired from

Nyai…

Aku menyadari semuanya Kekuasaan Allah SWT…dan aku belajar dari tiap hal yang berada disekitarku

Hidup terkadang memastikan kita untuk melihat ‘masa depan’ kita sendiri

Selamat Berjuang, SobatKu…!!

Wow..hari ini, my friend…

Detik ini…segalanya..semuanya…dikerahkan.

Setelah semuanya dikebut…Seminar Hasil Penelitian….

Laporan Pra Rancangan…Ampe Persiapan Ujian Kompre.

The true Final test…Death or Live…

Maka inilah dia para pejuang tekkimer 2002

NOVA….TIA….GINARDI…WANTI…YANI….IIE….

EPIN….NURUL…ANDOS….…

Bahkan adik-adik’03..

SELAMAT BERJUANG…..!!  Ganbatte Kudasai….

Inilah Sepenggal Kisah KKN-Q

Hm..bulan apa sekarang ? Juni…eehem…sebentar lagi Juli. Juli-Agustus adalah masa-masa libur panjang semesteran bagi para mahasiswa. Kebanyakan dari mereka pulang kampong kemudian menumpahkan segala kerinduan pada sanak keluarga. Sebagian lainnya masih berjibaku dengan kuliah karena mengambil semester pendek, bertarung dengan nilai-nilai kritis rasa Durian dan Es tontong J  atau sekedar mengisi waktu luang…

 

Namun beberapa lainnya justru disibukkan dengan keberangkatan KKN (atau yang dikenal juga Kuliah Kerja Nyata bukan Korupsi Kolusi Nepotisme lho….) ke daerah-daerah terpencil, mengabdi pada masyarakat begitu bahasa kerennya. Jadi, inilah sedikit kisah KKN diriku bersama teman-teman seperjuangan yang sekarang ini entah telah berada dimana…

 

Kala itu Aceh baru saja diterjang tsunami, kira-kira enam bulan kemudian, sebuah pasukan kecil hanya kurang lebih 100 orang saja berangkat menuju Aceh. Inilah dia segereombolan mahasiswa Riau yang ingin membantu saudara-saudaranya di Aceh..(Deui…kesannya gimana gitu…he..he..). Ada beberapa grup mahasiswa UNRI yang berangkat ke Aceh mereka di tempatkan di beberapa daerah antara lain Ladong, Krueng Maria, Paya Kameng, Lhok Nga. Dan grup terbesar berada di Paya Kameng. Termasuklah didalamnya aku dan 5 orang teman sekelas.

 

Apa yang akan ku ceritakan ini adalah sepenggal kisah unik dan aneh bagi diriku dan sebagian teman lainnya. Aneh…karena sebagian dari kami melepaskan rasa lelah dari aktifitas sehari-hari yang padat dengan bermain di pantai (kebetulan  KKN dekat dengan pantai ). Padahal, masyarakat di sekitar sana masih trauma dengan pantai.

Unik ….karena salah seorang muridku di SD ada yang bule. Padahal bahasa Inggris saja dia tidak bisa, bahasa Indonesia pun tidak begitu baik. Saat berkunjung ke rumah kakeknya, yang kebetulan ketua dewan sekolah, barulah aku tahu alasan kebulean si adik tadi.  Muridku itu asli Aceh sebagaimana kedua orang tuanya, kakek-neneknya bahkan buyut-buyutnya. Menurut cerita kakeknya, nenek moyang penduduk Aceh ini banyak yang berasal dari Arab, Cina, dan Eropa, mungkin karena itu nama kawasan yang terletak di ujung Sumatra ini ACEH. Dulu, banyak orang-orang eropa, salah satunya Portugal yang tinggal di Aceh. Mereka membentuk kawasan sendiri dan kebanyakan menetap di Meulaboh. Keturunan bangsa eropa ini hanya menikah dengan sesama mereka.

Hm…mungkin karena itulah ada beberapa masyarakat Aceh yang bermata biru (teman se-KKNku sampai terobsesi dengan gadis-gadis Aceh bermata biru…ckk…ck..)

Wah…kalo dirunut-runut bisanya salah seorang masyarakat Aceh yang saudara-an dengan Christiano Ronaldo, ya…ha….ha….      

Kali ini tulisanku sungguh benar-benar hanya pelepas dahaga saja hua ha..ha…

Senyum

Kutuangkan bagai air terjun Niagara yang tak khan pernah berbalik naik ke atas

 

 

Tersenyumlah

karna saat ini kedua kakimu masih kuat menopang tubuhmu

Tidak seperti bocah-bocah Somalia atau Rwanda

Penopang tubuh mereka telah berganti kaki-kaki plastic yang bahkan tak bisa menekuk

Kaki kurus mereka hilang dimakan dahsyatnya ranjau darat yang tersebar di area permainan mereka

            Di saat senyum mereka mengembang…..

            Disaat permainan baru dimulai………

Tersenyumlah

Karna saat ini kedua tanganmu tidak sedang memegang batu seperti bocah-bocah Palestina

Tiap pagi mereka sarapan popor senapan Yahudi

Tiap akan berangkat sekolah mereka harus berkelahi dengan tank-tank jahannam Israel

      Menu makan siang mereka adalah mata sembab sang umi yang menyampaikan berita            

      bahagia tentang syahidnya abi, akhi, dan ammi mereka

Tersenyumlah

Karna saat ini kedua matamu masih dapat melihat agungnya ciptaan Robb-Mu

Ketika pasak bumi terpasang dengan kokoh dan bahkan saat ia mengeluarkan muntahannya

Bumi yang beraneka ragam

Bintang yang berkelip

            Saat matamu dapat  melihat di kegelapan

            Saat matamu dapat memicing diterangnya siang

            Dan kamu bisa melihat anak-anakmu tumbuh besar

            Mengamati mereka, menyentuh mereka…

Tersenyumlah

Karna saat ini kedua telingamu masih dapat mendengar merdunya kicauan burung

Indahnya alunan musik

Semarak suaramu sendiri…

          Tatkala di seberang sana

          Seorang gadis seperti engkau hanya terdiam terpaku di tengah jalan karna tidak bisa               

          mendengar penjelasan lawan bicaranya

Tersenyumlah

Karna saat ini hidungmu masih bisa membaui sedapnya masakan ibumu

Masih bisa menghirup segarnya udara pagi dan wewangian bunga

Tersenyumlah

Karna saat ini jantungmu masih berdetak

Memompakan darah ke sekujur tubuh

Memberi lowong kehidupan

          Tatkala banyak orang yang ingin hidup lebih lama, namun Robb-Mu berkehendak lain

          Tatkala orang muda ingin mencicip masa jaya di pertengahan baya

          Maut lebih dulu mencengkram jantung mereka

Tersenyumlah

Karna saat ini tak ada pikiran berat yang menggantung di otakmu

Tak ada urusan yang menuntut diselesaikan

            Tersenyumlah

            Karna tak ada alasan bagimu ‘tuk bermuram durja

                        Tersenyumlah

            Karna kelak engkau akan rugi menyiakan tiap detik  waktumu dalam                

             Kemurungan

                        Hm…..

                        No reason to sad

                        No reason to sorrow

                        Mellow, hollow and black

Give your smile

Happiness

To  people surround you

All people surround you

 

                                                                        13 sep06

Panser Team….Step to The End (part II)

Satu hal yang membuat kekecewaan kami terobati adalah ujian kompre berikutnya akan diadakan pada bulan april, meski, kami akan tetap diwisuda bulan Juli (jika lulus kompre nantinya). Selanjutnya orientasi kami berubah, kami akan berusaha menyelesaikan laporan secepat mungkin dan menyisakan satu-dua bulan berikutnya untuk persiapan kompre.

Alhamdulillah tiga laporan kemudian di-acc. Sekarang memasuki tiga laporan terakhir, Piping and Instrumentation Process, Ekonomi dan Executive Summary. Masing-masing laporan akan dibimbing oleh dosen yang berbeda termasuk didalamnya perbedaan karakter. Saat menyelesaikan laporan Piping and Instrumentation Process kami dipaksa untuk mendalami lebih pengontrolan untuk tiap-tiap alat. Logika-logika apa yang terjadi jika hanya menempatkan satu alat control di alat utama, akibat dari pengontrolan yang dilakukan dsb. Point lebihnya adalah bahwa kami juga belajar bersabar J. Ketika ada empat orang bertemu maka kita akan berhadapan dengan empat kepentingan&pemikiran yang berbeda. Hal itulah yang kemudian terjadi. Kami berempat harus belajar menyesuaikan waktu dan belajar memaklumi jika salah satu ada yang tidak bisa datang hingga kami harus mengubah jadwal respon. Belajar mengenal karakter masing-masing.

Sebulan kemudian laporan itu di-acc. Giliran Ekonomi, perhitungan ekonomi sudah dimulai beberapa waktu sebelumnya hingga kami bisa langsung menghadap dosen yang bersangkutan. Jadilah, kami yang tanpa persiapan matang menyodorkan diri ke ruang horror. Saat itu, kami ditanya tentang materi-materi dasar yang melatarbelakangi pra rancangan dan alasan pemilihan alat. Wajah kami berubah. Pertanyaan yang tak disangka-sangka. Kami mempersiapkan diri dengan materi-materi ekonomi tapi ternyata yang ditanya justru hal-hal yang mendasar. Kejadiannya mirip dengan respon Laporan reactor. Saat itu kami mempersiapkan diri dengan berbagai alasan kenapa kami memilih reactor fixed bed. Tapi sang dosen justru bertanya tentang proses, lokasi pabrik dll yang melatar belakangi pra rancangan. Kami saling melempar senyum sembari mengumpulkan sisa-sisa memori pelajaran OTK yang berceceran di sana-sini. Reaksinya bisa ditebak. Bapak dan Ibu dosen kami tercinta itu hanya memandang kami dengan senyuman dikulum..he..he…

Sebuah memori indah terjadi saat kami harus menyerahkan laporan ekonomi. Saat itu kami berjanji untuk menyerahkan laporan pukul tiga sore. Hujan yang mengguyur mulai bada zuhur seolah bersepakat untuk memberikan waktu pada kami agar bisa ke kampus untuk menyerahkan laporan. Kira-kira pukul tiga hujan berhenti. Sayangnya, masih ada beberapa lembar laporan lagi yang harus di print. Saat kami bersiap menuju kampus, hujan turun dengan derasnya. Tak memperbolehkan kami keluar dari rumah. MasyaAllah..inikah konsekuensi tidak menepati janji? Kami yang saat itu sedang berkumpul di rumah Yani hanya memandang butir-butir hujan yang turun dengan deras dengan mata tak berkedip. Tak satupun yang membawa jas hujan. Helm hanya tiga….jadilah kami berempat nekad menerjang hujan yang mulai ramah karena berubah menjadi gerimis (tapi tetap saja dengan angin kencang) dengan aku yang hanya memakai kantong plastic sebagai pelindung kepala. Kami muncul dengan pakaian basah…(hasil diskusi pada hari itu ada pada thread Break Even Point)

Laporan terakhir adalah laporan yang membuat kami deg-degan. Executive Summary adalah kesimpulan akhir dari berbagai laporan yang sebelumnya telah kami kerjakan. Tidak terlalu mendetail dan biasanya responnya pun berkaitan tentang hal-hal yang umum. Namun, ini sudah akhir Maret, kami sudah sedikit meleset dari rencana semula. Sebulan lagi jadwal ujian kompre. Meski laporan terakhir ini masih belum di acc, tapi kami sudah mulai mempersiapkan materi untuk ujian kompre. Kami mulai mempersiapkan diri. Membaca kisi-kisi ujian dan diskusi tentang mata kuliah tertentu yang membutuhkan energi banyak.

Dan inilah dia penutup itu, tanggal lima April kami direspon untuk laporan Executive Summary jam 9 pagi….Kami berempat menjawab dengan yakin (sebelumnya kami memang bersepakat bahwa kami harus menjawab pertanyaan dengan yakin tanpa ada keraguan apapun yang keluar dari lisan kami ). Selesai respon..kamipun saling berjabat tangan..Phuff, selesai sudah pra rancangan ini…

22 April adalah saksi lepasnya beban yang menggantung dengan berat di pundak kami…Rasa was-was, cemas, khawatir dan juga semeriwit-seriwit bahagia tercampur menjadi satu. Hari ini adalah ujian kompre. Puncak kerja keras selama 5 tahun 8 bulan akan dibuktikan pada hari ini. Hasil belajar singkat selama 3,5 minggu pun akan teruji hari ini. This is a big day for seven of us. Seperti layaknya ujian, selalu ada kejutan-kejutan di setiap lembar pertanyaannya. Sesuatu yang sepertinya kamu ingat tapi neuron yang menyimpan informasi itu seakan menyimpannya dengan sangat lekat, tersimpan dalam kotak yang rapi. Jalan satu-satunya adalah menggunakan hati nuranimu (he..he.. J). Pukul enam lewat sebuah sms masuk mengabarkan sebuah berita gembira. Alhamdulillah, tim panser lulus…Subhanaallah…doa-doa kami terkabulkan, kerja keras kami terbayarkan……….

Penghujung April ‘08